
Juwita Karina Suwandi yang akrab dipanggil karin merupakan siswi SMP X kelas 9 yang beberapa bulan lagi akan lulus. Dia bersama sahabatnya Alexa tergabung dalam tim basket sekolah dan beberapa kali menjuarai perlombaan basket tingkat daerah. karena itulah dia menjadi berminpi ingin menjadi pemain basket profesional. Sifatnya yang mandiri dan cepat tanggap, membuat dia juga termasuk siswi yang lumayan berprestasi masuk ke dalam 10 besar di kelasnya. Bahkan semenjak kecil dia sering memaksa ikut ayahnya ke perkebunan untuk membantu pekerjaan ayahnya disana.Alhasil di usianya yang sangat belia ia sudah bisa memimpin perkebunan ayahnya dan kerap kali menggantikan posisi ayahnya ketika ayahnya terpaksa harus ke luar kota untuk urusan bisnis.
Siang itu di kantin sekolah, karin dan dua sahabatnya yang tengah asyik duduk santai dikagetkan dengan tingkah fahri dan seorang teman sekelasnya yang tiba-tiba duduk disampingnya dengan wajah memelasnya.
"apaan sih Fahri ?"tanya karin.
"Guys please...bantuin kita"ujar Fahri cepat."Memangnya apalagi yang sudah kalian perbuat?",tanya raisya penuh selidik.
"Percaya deh bukan kita yang cari gara-gara, mereka yang terus terusan menggoda kita", jawab Ata menimpali.
"Hah...bukannya kamu berdua seneng kalo dikejar kejar cewek?"balas karin diiyakan alexa dan raisya.
mereka berdua memang terkenal suka sok ganteng ditambah fahri merupakan anak kepala desa sebelah.
"Tapi masalahnya...."Fahri belum selesai bicara langsung terdiam ketika sisil berteriak memanggilnya,
"Fahri!!!"kemudian sisil dan seorang temannya segera berjalan mendekat.
"Mati aku....karin,alexa,raisya please...kali ini aja bantu aku, kalo nggak bisa mati aku"ucap fahri dengan cepat dan dibenarkan ata.
"Fahri...kenapa sih kamu menghindari aku terus? Kamu ngga suka aku ada di dekat kamu?",tanya sisil.
"Bukan gitu sisil, tadi aku ada perlu sebentar sama karin...iya kan karin?"ucap fahri dengan pandangan memelasnya sontak membuat karin gelagapan
Dasar somplak, kalo mau cari pacar urus aja sendiri, kenapa mesti ngelibatin aku sih...karin
"Tapi perasaan gue ngga punya urusan sama lo berdua" jawab karin dengan santai.
"Itu cuma perasaan lo doang kali...emangnya lo udah lupa sama tugas kita berdua" ujar fahri dengan tampang memelasnya.
terlihat sisil mulai bergelayut manja di lengan fahri yang membuatnya sedikit risih.
__ADS_1
"Tugas apaan sih beib, siapa tahu aku sama siti bisa bantu juga" ucapnya manja kepada fahri
"Tugas bikin jelangkung di rumah belakang gue, mau ikutan..." ucap karin dengan kesal melihat tingkah fahri dan sisil di depannya hingga membuat jiwa jomblonya meronta.
"Kalian serius mau main mainan serem itu" tanya sisil yang mulai begidik ngeri.
"Gimana kalo gue ngasih tugas sama lo berdua buat nyari kain kafan. Kan katanya lo berdua mau bantu kita" goda karin
"Ehm...beib Jangan main gituan dong" pinta sisil yang ketakutan.
"Memangnya kenapa? aku aja udah nyiapin batok kelapanya di rumah" jawab fahri dengan santai
"Kebetulan stok lilin di warung mak gue juga udah penuh" tambah ata.
"Berarti tinggal cari rantingnya aja" tambah karin.
"Itu gampang...ditaman sekolah banyak, lebih baik kita cari sekarang" ajak fahri.
Karin langsung memukul tangan Fahri dengan keras hingga membuat Fahri meringis sambil mengelus tangannya sementara ata juga langsung melepas tangannya raisya setelah mendapatkan tatapan tajam dari raisya.
"gak usah pegang pegang, aku bisa jalan sendiri!!!"ucap karin dengan lantang kemudian kembali berjalan menuju perpus
"Lho kok kita ditinggalin lagi sih?", ujar sisil
"iya..ya udahlah sil daripada fahri ntar ngajak kita main begituan mendingan kita jajan dulu aja disini...." ujar siti menenangkan sisil
kemudian mereka jajan bareng
kenyataannya mereka berlima merasa lega dan sekarang sudah sampai di taman belakang sekolah dan duduk bersama diatas rumput.
"Ngapain kalian masih disini?" tanya alexa penuh selidik.
__ADS_1
"ikut kalian...kan katanya mau main jelangkung."jawab Fahri dengan enteng
"Jadi kalian serius mau main begituan?" tanya karin hingga membuat fahri dan ata lama kelamaan mulai begidik karena takut.
"Maksud kita berdua mau ngucapin makasih udah mau bantu kita berdua lepas dari tuh macan betina" ucap fahri dengan malu malu.
"Hem....Ngakunya anak kades tapi nyali ciut?" balas alexa.
"Mau gimana lagi, wilayah ini bukan kekuasaan bapak aku, aku bisa apa coba" fahri berusaha membela diri.
"Udah deh gak usah bertengkar, sebagai ucapan terima kasih, gimana kalo ntar malam kita kesini, ntar fahri yang traktir deh", ujar ata sambil menyerahkan brosur pameran pendidikan di kota.
"Lho kok Fahri kan yang ngajak kamu?"tanya raisya yang seketika membuat wajah ata jadi merah menahan malu.
"apaan nih?" tanya alexa penasaran
"Kayaknya menarik..."desis karin
"jadi gimana?"tanya ata kembali
"oke deh",jawab karin
Ya udah ntar malem aku jemput ya",ujar fahri sambil berlagak sombong
"Gak perlu, lagian ayahku ngelarang aku pergi kalo nggak sama supirku, kita ketemuan aja disana", jawab karin
"aku ikut karin",ujar alexa
"aku juga", kata raisya
setelah menghela nafas,"ya udah jam setengah tujuh kita ketemu disana",kata fahri.
__ADS_1
setelah deal mereka segera kembali ke kelas karena waktu istirahat sudah habis.