
Ray...ini tidak mungkin....hiks...hiks...apa ini yang kau sebut kejutan....
Secepatnya karin melangkah keluar dari kamar itu serta dari hotel itu. Dari sudut lain tampak seseorang berdiri sambil tersenyum menyeringai. Sementara karin yang tubuh dan pikirannya sudah lelah, segera memacu mobilnya kembali menuju ke hotelnya.
Ricko yang baru bangun langsung merasa bingung dengan tingkah bosnya yang tiba tiba bersedih hingga membuatnya berpikir bahwa karin dan ray pasti bertengkar. Ricko yang tahu watak karin lebih memilih diam daripada bertanya permasalahan apa yang terjadi pada bos kecilnya.
Sesampainya di hotel, karin bergegas turun serta meminta resepsionis untuk mencegah ray datang ke kamarnya. Mau kembali pun juga tidak mungkin karena mereka berdua sudah sangat lelah.
Pagi hari jam enam sinar matahari mulai masuk lewat sela sela jendela yang masih tertutup rapat. Ray yang perlahan membuka matanya begitu terkejut mendapati keadaan dirinya tanpa busana sedang tidur berpelukan dengan seorang wanita. Ray segera menarik tangannya dengan sedikit mendorong wanita itu hingga wanita itu akhirnya terbangun.
"auw...tidak tadi malam atau pagi ini, Kau ini kasar sekali" keluh wanita itu.
"Tadi malam...tidak mungkin...aku merasa tidak terjadi sesuatu denganku...Kau pasti bohong!!" ucap ray sambil berdiri serta segera memakai pakaiannya.
"Kau ini ya...habis manis sepah dibuang...tapi kamu hot banget tadi malam" goda wanita itu yang sambil bertelanjang tanpa memakai baju mendekati serta merayu ray lagi.
Entah kenapa ray yang merasa semakin jijik terhadap wanita itu kembali mendorong tubuh wanita itu supaya menjauh darinya. Tiba tiba terlintas di pikiran ray tentang kekasihnya. Dia baru tersadar kalau kekasihnya pasti sedang menunggunya di hotel tempat mereka menginap. Ray lantas bergegas meraih ponsel dan kunci mobilnya lalu secepatnya pergi tanpa memperdulikan lagi wanita itu yang terus merayunya. Sebelum pergi ray sempat berkata sarkas kepada wanita.
"Jangan pernah mendekatiku lagi atau kau akan menyesal seumur hidupmu karena sudah berani mengusik hidupku. Aku bisa menghancurkan hidupmu hanya dalam sekejab mata tanpa bersisa sedikitpun. Pergilah jauh dari hidupku!" ujar ray dengan sorot mata membunuhnya.
Sementara wanita itu hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. Sebenarnya dia hanya berpura pura tidur dengan ray dan itu atas perintah papanya ray agar supaya ray bisa berpisah dengan karin.
Papanya ray sebenarnya tidak ingin merusak masa depan anaknya dengan wanita sembarangan. Karena itu dia hanya memerintahkan anggi untuk berpura pura tidur saja tidak lebih dari itu bahkan dia juga sampai mengancam anggi kalau berani berbuat macam macam dengan ray. Mengingat sakit dan kerja kerasnya di masa lalu, Papanya ray tentu sangat berharap bahwa darah dagingnya itu menjadi penerus keluarganya dan membanggakan nama keluarganya serta semakin membesarkan nama perusahaannya sampai sebanding atau bahkan lebih dari perusahaan milik suwandi.
Tak butuh waktu lama, Ray telah tiba di lobby tapi para resepsionis tidak mau memberitahu dimana kamar karin karena itu semua adalah perintah dari karin. Akhirnya ray memutuskan untuk menunggunya di lobby hotel karena ray tidak bisa menghubungi karin. Dan ray semakin terkejut karena ada beberapa pesan di ponselnya yang dia merasa tidak pernah mengirim pesan tersebut kepada kekasihnya. Apalagi selama ini ray memang tak pernah mengunci ponselnya. karena sebelumnya memang tidak ada yang berani menyentuh ponselnya.
Tidak berapa lama karin pun keluar dari lift bersama ricko yang membawa beberapa koper. Setelah check out hotel tiba tiba ada yang menarik tangannya lalu memeluk tubuhnya. Karin segera melepas pelukan ray lalu menampar pipinya ray dengan keras hingga mereka berdua menjadi pusat perhatian bagi beberapa orang sekitar.
"Bagaimana...kau puas semalam sudah membodohiku?"tanya karin
"Karin....ini semua tidak seperti yang kau bayangkan,aku dijebak" sahut ray dengan cepat.
"Sudahlah ray, aku bukan wanita yang bisa kau bodohi semaumu! pergilah dari hadapanku!"
Ray yang tidak mau menyerah akhirnya menarik tangan karin menuju mobil. Ricko yang berada di sebelahnya sebenarnya ingin menghalangi ray tapi dia lantas berpikir akan lebih baik membiarkan mereka berdua menyelasaikan masalah mereka sendiri. Ricko hanya diam sambil mengikuti dari belakang kemana majikannya dibawa pergi oleh kekasihnya. Sepanjang itu bukanlah tidak kekerasan maka dia akan bertindak.
"Ray...lepaskan tanganku!" pinta karin sambil meronta tapi ray malah dengan cepat mencium bibir karin dan memeluknya erat. Sekali lagi karin yang berhasil melepaskan diri dari dekapan ray kembali mendaratkan tamparannya dipipi ray.
"Kau pikir aku wanita apa ray!!" bentak karin.
"Kau adalah satu satunya kekasihku! dan kau adalah orang yang sangat berarti bagiku! Aku tidak ingin kau pergi dari kehidupanku!" jawab ray dengan tegas lalu ray kembali menarik karin menuju mobilnya tapi karin kembali meronta.
"Kau bohong! tadi malam kau sengaja menunjukkan kemesraanmu dengan wanita lain kepadaku kan!!" bentak karin lagi.
"Sudah kukatakan karin aku dijebak! Kemarin sewaktu aku habis meeting di hotel itu, ada seseorang yang mencampuri minumanku dengan obat bius. Dan pesan itu bukan aku yang kirim karena waktu itu aku sedang pingsan. Jadi mana mungkin aku bisa mengirim pesan ke ponselmu. Dan aku baru sadar tadi pagi dengan keadaan seperti itu" jawab ray yang ponselnya tiba tiba menerima pesan video dari seseorang.
Setelah bepikir sejenak kemudian dia memutar video itu dari ponsel dengan disaksikan karin disampingnya. Senyumnya langsung sedikit mengembang ketika karin begitu terkejut melihat isi videonya.
Video yang diambil dari cctv hotel itu berisi tentang usaha papanya ray yang membuat kondisi ray pingsan serta kedatangan wanita yang bernama anggi ke hotel itu atas perintah papanya ray. Dan ray mendapatkan video itu dari mata matanya yang secara rahasia telah bekerja untuknya selama beberapa tahun ini.
"Kau lihat sendiri kan sayang?" tanya ray sambil mengelus pipi karin.
"Tapi tetap saja, aku jijik melihatmu tidur dengan wanita itu" jawab karin sambil menepis tangan ray.
"Percayalah padaku, tidak terjadi sesuatu antara dia dan aku. Hanya kau satu satunya wanita dalam hidupku. Dan aku sudah memintanya untuk jangan pernah mendekatiku lagi" ray berusaha meyakinkan kekasihnya sambil mendekap erat kekasihnya.
Tapi tidak berapa lama kemudian seorang satpam lewat lalu menegur tingkah mereka berdua.
__ADS_1
"Ehem...ehem" Ray langsung melepaskan dekapannya dari tubuh karin.
"Kalau kalian mau bermesraan jangan disini! Disini bukan tempat mesum!" ujar pak satpam itu dengan ketus.
"Baik...maaf pak" sahut ray.
Ricko yang mendengarnya hanya bisa menahan senyum melihat tingkah konyol majikannya itu.
Rasain tuh akibat bucin. ricko
Sementara itu ray dengan menggenggam erat tangan karin, dia membawa kekasihnya menuju ke dalam mobilnya.
"Kau mau mengajakku kemana?" tanya karin dengan bibirnya yang sedikit monyong membuay ray semakin gemas melihatnya. Sebenarnya karin masih kesal dengan ray.
"Tadi pagi kamu belum sarapan kan? Aku tahu restoran yang bagus disini" ujar ray sambil terus fokus menyetir.
"Tapi aku belum lapar"
"Selama aku disini aku ngga akan biarkan kebiasaanmu telat makan" ujar ray.
Tak berapa lama kemudian mereka berdua sampai di restoran. Ray memilih duduk tepat di sebelah kanan karin di suatu tempat yang privasi berbentuk bilik, mereka berdua duduk atas sebuah tikar dengan sebuah meja besar di hadapan mereka. Dan setelah memesan makanan ray kembali menatap karin sambil menggenggam erat tangan kekasihnya itu.
Mereka berdua duduk bersandar di dinding bilik.
"Apa kau masih marah padaku?" ray menciumi punggung tangan kekasihnya.
"Kalau aku berada diposisimu seperti kemarin apa semudah itu kau akan memaafkanku?" tanya karin balik.
"Maafkanlah aku sayang, aku berjanji aku akan lebih berhati hati lagi. Aku akan berusaha untuk tidak mengecewakanmu lagi" ray menatap intens wajah karin berharap pujaan hatinya itu benar benar memaafkannya. Lalu dia mencium kening karin serta menyandarkan kepala karin di bahunya.
"Ada apa lex?" tanya karin.
"Apa kau masih di semarang? Aku menelpon ricko tapi dia ponselnya tidak aktif" tanya alexa lewat ponselnya.
"Iya...aku sedang bersama ray.Ada apa lex?" tanya karin lagi.
"Tidak aku hanya bingung dimana keberadaan bundamu. Tadi julian menelponku harusnya bundamu sudah ada di sekolah dia tapi bundamu belum datang. Aku telpon ke ponsel bundamu tapi tidak aktif. Aku telpon ke rumahmu katanya bundamu sudah pergi dari tadi. Reno dan tuan suwandi juga tidak bisa aku hubungi. Entah kenapa perasaanku tiba tiba tidak enak" ujar alexa.
"Kalau tidak salah bunda semalam bilang padaku kalau kurang enak badan. coba kau hubungi jio mungkin saja dia mampir ke rumah sakit dulu. Biasanya dia suka kontrol di rumh sakit tempat jio berada sekarang. Juga tolong beritahu ayahku tentang keadaan ini, harusnya ayah hari ini menemani bunda" perintah karin kepada alexa.
"Baiklah...." setelah itu alexa menutup telponnya.
Ray yang melihat kegelisahan di wajah karin akhirnya memutuskan menyuapi karin yang kelihatan sudah mulai kehilangan selera makan.
"Ray..."
"Sayang aku mohon...makanlah dulu setelah itu kau bisa menceritakan masalahmu" pinta ray sambil berusaha membujuk karin.
Karin menerima suapan pertama dari ray. Setelah itu dia meraih sendoknya sendiri serta memakan sendiri sarapannya dengan cepat hingga karin selesai makan bertepatan dengan ray yang sudah sejak awal memakan makanannya terlebih dahulu. Ray senang karin telah menghabiskan makanannya.
"Apa kau akan kembali ke jakarta?" tanya ray.
"Heem...Apa kau ikut denganku?"
"Aku akan mengantarmu" sahut ray
"Tapi pekerjaanmu..."
__ADS_1
"Kau tenang saja ada papaku yang akan mengurusnya lagipula pekerjaanku sudah selesai" ujar ray.
Sebelum pergi ray berpesan kepada sekretaris papanya, dia akan pulang ke jakarta tapi ray merasa aneh karena sekretaris papanya bilang semalam papanya telah pergi kembali ke jakarta tapi sekretarisnya juga bilang papanya tidak ada di kantor jakarta juga tidak ada di rumahnya. Bahkan dia malah bertanya kepada ray dimana keberadaan papanya. Ray mencoba menghubungi manajer di kantor semarang tapi dia bilang papanya juga tidak ada disana. Ray akhirnya mencoba menghubungi ponsel papanya tapi ponselnya tidak aktif
"Kemana perginya papa..." gumam ray tapi karin masih bisa mendengarnya.
"Jadi papamu juga menghilang?" tanya karin.
"Apa maksudmu bundamu juga menghilang sayang?" tanya ray balik.
"Ya Tuhan Ray...apa pikiran kita berdua sama? Apa mereka berdua sengaja menghilang? tapi kemana mereka berdua
pergi?" ujar karin.
"Sayang...mungkin saja pikiran kita salah. Tapi lebih baik kita harus secepatnya kembali ke jakarta dulu"
"Aku setuju....ayo ray..." ajak karin sambil meneguk habis minumannya.
Setelah membayar makanannya ray dan karin bergegas berjalan menuju mobilnya. Ray melajukan kendaraannya dengan kecepatan lumayan tinggi ketika memasuk tol. Ricko yang sejak awal sudah mendeteksi keberadaan karin lewat ponselnya segera mengikuti kemana perginya majikannya itu.
Sejak awal ricko memang mendapat tugas dari ayah karin agar harus selalu berada disisi karin. Bahkan kalau perlu dia harus menjadi bayangan karin. Karena itu dia selalu mengikuti karin kemanapun dia pergi. Sedangkan alexa memang dididik supaya bisa menjadi asisten karin. Dan jio diberi tugas untuk membantu alexa dan ricko termasuk menggantikan tugas alexa dan ricko kalau mereka berdua sedang libur atau tidak bisa melakukan tugas mereka berdua. Selain itu jio hanya bertugas menjadi pengawal karin.
Jio yang disuruh oleh alexa untuk memeriksa rumah sakit tempat dia dirawat, sedang berjalan mengitari rumah sakit sambil menggerutu.
"Padahal aku sudah sembuh malah disuruh keliling keluar masuk rumah sakit. Hmm...kelamaan disini bisa bisa sakit lagi aku. Lagian yang diperiksa apa ngga ada tempat lain selain rumah sakit. Aku udah beberapa kali keluar masuk rumah sakit tapi belum juga menemukan bunda cintya. Aku telpon nona aja deh"
Mobil yang di kendarai ray akhirnya sampai ke Jakarta.
"Ray....aku harus ke kantor sebentar" ujar karin.
"Baiklah aku akan mengantarmu. Aku akan menunggumu di kantorku. Aku juga akan mencari informasi kemana papaku pergi" jawab ray.
"Aku juga akan mencari informasi tentang bundaku" ujar karin.
Karin yang baru sampai di kantornya, mendapat telpon dari jio.
"Bagaimana jio....apa kau sudah menemukan petunjuk?" tanya karin.
"Belum nona... nona apa tidak ada tempat lain selain rumah sakit. Apa nona tidak petunjuk lainnya?" tanya jio.
"Ini aneh...papanya ray juga tiba tiba menghilang. Aku takut hilangnya bunda ada hubungannya dengan papanya ray" jawab karin sambil membuka pintu masuk ke dalam kantornya dan kebetulan alexa ada di dalam sana untuk mengecek beberapa berkas perusahaan.
"Maksud nona, papa dari pacar nona karin?" sahut jio.
Karin merubah pembicaraannya dengan mode loudspeaker agar Alexa bisa mendengarnya.
"Iya betul...menurutmu kalau dugaanku benar kira kira mereka pergi kemana?" tanya karin.
"Tergantung niat dari papa pacar nona. Kalau tuan imam berniat menculik bunda nona, dia pasti sudah membawa bunda nona ke tempat yang sangat tersembunyi dan pastinya sepi. Karena tuan besar itu pasti bisa dengan mudah mendeteksi kemana perginya nyonya cintya" ujar jio.
"Kau benar tapi sayangnya sekak tadi aku menghubungi ponsel ayah dan reno tapi tidak ada yang menjawab" ujar karin.
Tiba tiba ricko menghubungi karin.
"Karin....Aku butuh tambahan anak buah untuk menyelamatkan ayahmu. Segera suruh mereka berangkat ke alamat yang aku kirim padamu. Cepatlah....kita tidak punya banyak waktu" perintah ricko.
Apa yang terjadi selanjutnya....terus ikuti ya....
__ADS_1