
Semenjak kejadian penyerangan terakhir, berangkat dan pergi karin selalu pergi mobil sportnya sedangkan mobil carrynya sudah diambil kembali oleh ayahnya. Walaupun sebelumnya karin kembali berdebat panjang dengan ayahnya tapi kali ini karin tidak bisa lagi membantah ayahnya.
Pulang dari latihan basket di club, karin mampir sebentar ke mall untuk membeli hadiah ultah aldo. Karin membeli sebuah bola basket dan satu set baju olahraga dengan di dampingi ricko. Setelah itu dia kembali menuju mobil sportnya. Dalam perjalanan kembali karin yang sedang duduk disamping ricko tertidur karena kelelahan. Ricko pun menepikan mobilnya lalu menurunkan bangku agar karin lebih nyaman ketika tidur serta menyelimuti tubuh karin dengan jaketnya kemudian dia kembali menjalankan mobilnya. Karin kelelahan akibat begadang semalaman karena karin berusaha mencari tahu tentang jati dirinya. Karin sengaja membuka internet hampir larut malam setelah dia belajar supaya tidak ada yang mengganggu keseriusan dia mencari info tentang dirinya.
Ketika mobil telah sampai di basement, ricko yang sebenarnya tidak tega membangunkan karin akhirnya hanya diam sambil memainkan game di ponselnya dengan suara yang dia setel tidak terlalu berisik agar tidak terlalu mengganggu tidur karin. Ricko berencana membiarkan karin istirahat untuk beberapa saat di bangku mobilnya sambil tetap menyalakan pendingin mobil.
Detuman suara tembakan dari ponsel ricko akhirnya perlahan membuat karin membuka matanya.
"Astaga aku ketiduran..." ucap karin sambil melihat jam tangannya lantas dengan tergesa gesa turun dari mobil diikuti ricko.
"Ricko...kenapa ngga bangunin aku sih" ucap karin dengan sedikit manja di dalam lift.
"Gimana mau bangunin orang lagi tidur pules gitu" jawab ricko.
"Tapi aku kan belum siap siap..." bantah karin.
Setelah ricko melihat jam tangannya,"Masih ada waktu buat ke salon" jawab ricko dengan sabar.
"Tapi kalo ntar macet gimana?" tanya karin lagi.
"Walaupun telat kan yang penting datang" jawab ricko.
Setelah mengantar beberapa barang karin ke apartemennya, ricko bergegas untuk kembali ke apartemennya sendiri yang terletak dua lantai diatas apartemen karin. Ricko bergegas mandi dan memakai pakaian resmi pengawal lengkap dengan earpiece di telinganya kemudian dia bergegas turun menuju apartemen karin.
Karin yang baru membuka pintu apartemennya terkejut dengan keberadaan ricko sudah berdiri di depan pintunya dengan pakaian resminya itu begitu pula dengan ricko yang juga terkejut karena karin sudah membuka pintu sebelum dia mengetuknya. Wajah tampan ricko semakin menawan dengan penampilannya itu hingga membuat alexa yang berada dibelakang karin sempat terpana memandangnya.
"Kita ke salon dulu?" tanya ricko
__ADS_1
"Gak perlu rick, aku ngga nyaman dengan make up tebel. Tapi ngomong ngomong penampilanku gimana? Gak malu maluin kan?" tanya karin yang kurang percaya diri.
Tanpa banyak bicara ricko kemudian mengeluarkan ponselnya lalu memotret karin setelah itu menunjukkan kembali kepada karin.
"Ini nyata kan...bukan tipuan kamera kan?" tanya karin lagi.
"Mau tipuan kamera kek, mau nyata kek bagi gue lo itu sahabat gue yang paling caaantik" rayu alexa agar karin lebih percaya diri.
Karin memang memakai one shoulder dress warna hitam yang menjuntai sampai mata kakinya dengan beberapa aksen pita dipinggangnya dipadu dengan sepatu higheels warna hitam mengkilat serta sebuah tas dan jam tangan emasnya. Rambut lebat hitam sebahunya sengaja dia urai berbentuk gelombang dengan sedikit penjepit diatas telinga kanannya agar bisa sedikit menutup salah satu bahunya yang terbuka. Wajahnya dipoles dengan make up tipis khas remaja dengan warna yang tak terlalu menor sehingga terlihat jelas penampilannya yang anggun
Sedangkan alexa memakai midi dress dibawah lutut tanpa lengan berwarna biru gelap dengan rambut panjang sebahunya yang dikuncir jatuh kebelakang. Tak lupa dengan tas tangan biru serta jam tangan senada dengan karin. Serta terselip earpiece warna hitam dari balik telinganya yang jika tidak jeli maka orang lain tidak akan menyadarinya.
Ricko lalu menyodorkan lengannya untuk digandeng oleh karin.
"Kita berangkat?" tanya ricko.
Setelah menempuh perjalan sekitar dua puluh lima menit, akhirnya mobil sport karin sampai di kediaman aldo. Setelah mobil diparkirkan oleh ricko, karin kembali mengutarakan pertanyaan konyolnya.
"Kalian yakin ini alamatnya, kok rame gitu?" tanya karin dari bangku belakang.
"Hei non, kalo sepi bukan tempat pesta namanya tapi kuburan" balas alexa yang sedang duduk di samping ricko dengan kesal.
"Kok rumahnya gedhe banget ya..." ucap karin
"Haah...ini telinga gue yang error atau otak lo yang emang lagi error" ujar alexa.
"Udah gak usah mikir yang aneh aneh karin...tuh di depan bukannya teman teman kalian?" ujar ricko sambil menunjuk bima yang baru datang berbarengan dengan kevin dan jo.
__ADS_1
"Kita jadi turun ngga nih?" tanya alexa kepada karin.
Dengan berat hati karin akhirnya mengiyakan. Setelah berada di depan mobil ricko sedikit memberinya nasehat dan semangat dengan berbisik.
"Berjalanlah dengan tegak dan percaya diri. Perhatikan dressmu, jangan sampai terinjak, ntar jatuh...dan satu lagi senyumlah...jangan terlihat kaku...bisa kan?" bisik ricko.
"Makasih ricko" jawab karin diiringi senyuman manisnya.
Dengan percaya diri karin berjalan anggun disamping alexa melangkah masuk menuju rumah aldo diiringi ricko dibelakangnya yang sedang membawa kotak kado lumayan besar milik karin yang ditujukan untuk aldo. Mereka langsung menuju kebun tempat pesta diadakan. Suasana malam yang cerah dengan gemerlap lampu tertata berderet menghiasi setiap sudut taman dan beberapa sudut tempat pesta sehingga kesan romantis sangat terpancar di pesta aldo. Apalagi musik slow yang lumayan kencang membuat suasana menjadi semakin romantis.
Aldo dan teman teman segenknya yang sedang mengobrol santai, sangat terpana dengan penampilan karin dan alexa yang sangat anggun dan jauh dari kesan tomboy yang selama ini melekat di diri mereka.
Setelah meraih kotak kado dari tangan ricko
karin langsung menyerahkannya kepada aldo sambil berucap,"selamat ulang tahun aldo, ini kado dari aku dan alexa"
"Terima kasih...cantik" goda aldo sambil melirik ray yang tiada henti menatap karin seolah ingin segera membawa pergi karin.
"Karin...aku tunggu di mobil" bisik ricko
Karin hanya mengangguk kepala. kemudian ricko mulai melangkah pergi meninggalkan alexa dan karin disana. Kepergian ricko seperti memberi angin segar bagi ray yang sejak tadi sudah disemangati semua teman teman segengknya untuk segera mendekati karin.
"Mau aku ambilkan minum?" tanya ray kepada karin. Karin yang masih gugup karena ini kali pertama dia diundang pesta, lagi lagi hanya menganggukkan kepalanya. Mata karin menerawang melihat setiap sudut tempat pesta itu. Sampai akhirnya pandangannya tertuju pada raisya.
"Lex...aku raisya dulu ya" ujar karin sambil menunjukkan arah kepada alexa yang sedang asik ngobrol.
Sebelum alexa menjawab karin langsung pergi menuju raisya yang tengah sibuk mengatur dekorasi dengan mira, walaupun mereka berdua sudah berdandan cantik untuk pesta itu.
__ADS_1
Sedangkan alexa yang ingin mengikuti karin malah dicegah bima. Bima malah terus asik mengajaknya ngobrol tak tentu arah sambil tetap memegangi erat tangan alexa.