
"Ingatlah janjimu padaku cintya...apapun yang terjadi selanjutnya...kau masih tetap terikat denganku selamanya" ucap suwandi tegas kepada cintya sambil terus menatap tajam kepada cintya.
Cintya yang sekilas memandang suwandi akhirnya hanya bisa diam tertunduk.
Maafkan aku mas imam...Nasi sudah menjadi bubur...aku tak bisa lagi mempertahankan cinta kita. Kalau kita nekat bukan hanya aku yamg akan hancur tapi juga kau dan impian kita di masa depan. Tidak imam...aku lebih tidak sanggup lagi melihatmu hancur, cukup aku saja yang akan berkorban. Lagipula ini demi kebaikan kita bersama. batin cintya
Begitu sampai rumah sakit cintya langsung berlari turun menuju ruang ICU dimana jasmin sudah terkulai lesu dipelukan imam mendengar berita duka para dokter yang menangani ayah dan ibunya. Cintya buru buru mendekati adiknya karena tak percaya dengan yang dia lihat. Tapi dia akhirnya hanya bisa pasrah ketika adiknya hanya diam menangis tanpa bisa menjawab pertanyaannya lagi. Imam yang tidak tega melihat kekasihnya itu duduk mematung lantas beranjak mendekatinya tapi suwandi yang ada disitu malah langsung menarik cintya ke dalam pelukannya.
Imam yang tak menyangka melihat suwandi sang bos cintya sedang memeluk cintya kekasihnya di depan matanya mulai tersulut emosinya. Sedangkan cintya yang memang sedang membutuhkan sandaran akhirnya membiarkan dirinya dipeluk hangat oleh suwandi hingga beberapa saat sampai akhirnya dia sadar dan melepaskan pelukan suwandi.
Sambil menangkup kedua pipi cintya, suwandi berkata lembut tapi penuh penekanan, "aku akan membereskan semua urusan orang tuamu dan kau...bereskan urusan pribadimu dengannya. Aku tidak suka ada penundaan..."
Setelah itu suwandi berjalan mendekati jasmin lalu dengan pandangan tajam membunuh dia berkata tegas.
"Sebastian...bereskan semua urusan administrasi rumah sakit"
"baik tuan" jawab sebastian kemudian dia bergegas berjalan pergi menuju ruang administrasi.
"Jasmin...ikutlah bersamaku menuju mobil" perintah suwandi.
Jasmin yang awalnya bingung akhirnya hanya bisa pasrah setelah kakaknya memberikan kode untuk menuruti saja perintah suwandi tadi.
Tinggallah cintya dan imam berdiri disitu.
"Aku tidak percaya apa yang aku lihat...cintya kau...ucap imam membuka pembicaraan tapi belum selesai cintya segera berkata," maafkan aku mas...semua sudah terlanjur mas...aku sangat bingung dan panik sementara pihak rumah sakit terus mendesakku. Yang terpikir olehku hanyalah bagaimana cara menyelamatkan nyawa orang tuaku saat itu juga..."
"Tapi lihatlah cintya semua usahamu sia sia...Kedua orang tuamu sudah meninggal dan bahkan kau juga sudah merusak usahaku!!!"sambil emosi imam menunjukkan tas berisi uangnya kepada cintya lalu melemparnya di depan kaki cintya.
Plaak....
__ADS_1
cintya menampar keras pipi imam
Dengan berurai airmata cintya tetap berusaha menjelaskan kepada imam.
"Kau tidak seharusnya berkata seperti itu kepadaku imam, kau seharusnya tahu bahwa aku terdesak oleh keadaan dan aku juga terpaksa terikat janji dengan suwandi. Sekarang nasi sudah menjadi bubur dan aku tidak bisa membatalkan janjiku begitu saja kepada dirinya. Kalau tidak, bukan hanya aku yang hancur tapi kau juga!!! Kau tidak tahu siapa suwandi yang sebenarnya, kalau kau tahu kau bahkan tidak akan pernah sanggup berdiri melawannya" ujar cintya.
Imam yang tidak mau menyerah malah mencengkeram erat bahu cintya
"Memangnya berapa uang yang kau pinjam cintya...apa uang yang aku bawa masih kurang? Aku berjanji aku akan segera membebaskanmu lalu kita akan menikah dan...."
Belum selesai imam berkata cintya kembali membantahnya.
"Imam sadarlah!!! Aku melakukan ini justru karena aku tidak ingin melihatmu menderita! Kau pasti tidak ingin usahamu yang kau rintis bertahun tahun hancur tak bersisa kan? Aku ikhlas dengan semua yang sudah kuberikan padamu tapi aku mohon jagalah selalu impian yang selama ini sudah kita bangun bersama. Tiga hari lagi aku akan menikah dengan suwandi. Kau harus batalkan pertunangan kita" jelas cintya.
Imam yang tak bisa berkata kata lagi langsung memeluk erat cintya sambil berbisik sementara cintya awalnya berusaha meronta.
"Tuan aku minta lepaskan nona kami sekarang! Jaga batasan anda tuan!" bentak salah seorang pengawal yang ditugaskan suwandi untuk menjaga cintya.
Setelah imam melepaskan pelukannya, cintya langsung pergi berlalu bersama dua pengawalnya.
Karena sudah tidak punya apa apa lagi, cintya dan jasmin memutuskan untuk segera memakamkan orang tuanya begitu jenazah keluar dari rumah sakit. Dan segala urusan selesai ketika hari menjelang petang. Karena cintya dan jasmin sudah tidak lagi memiliki tempat tinggal, Suwandi memutuskan untuk membawa mereka berdua agar tinggal di apartemen mewahnya. Sedangkan Suwandi sendiri memutuskan untuk tinggal di rumah orang tuanya sendiri untuk menjaga kehormatan cintya dan jasmin hingga mereka sah menjadi suami istri.
Suwandi yang baru tiba di dalam kamar apartemennya bersama cintya dan jasmin, lagi lagi mendapat kabar tidak mengenakkan dari sebastian mengenai rival terkuatnya yaitu john. John adalah orang indonesia tapi dia juga teman satu kampus dengan suwandi di amerika. John memiliki sifat licik dan rakus walaupun begitu john sempat berteman baik dengan suwandi.
"Tuan...anak buahku memergoki anak buah john sedang mengintai sebuah proyek kita di kota surabaya. Besar kemungkinan john pasti sedang mempersiapkan sebuah rencana licik. Entah apa rencana yang sedang dia susun, aku belum bisa membaca gerakannya" jelas sebastian.
"Benarkah? Kalau begitu begini saja, kau urus semua surat surat yang dibutuhkan untuk pernikahan sekarang juga. Firasatku mengatakan aku harus mempercepat pernikahanku dengan cintya. Satu hal lagi, sampai urusan selesai rahasiakan semua ini dari cintya dan jasmin. Lagipula ini baik untuk cintya, dia tidak akan sempat meratapi kegagalan pertunangannya dengan imam" ucap suwandi.
"Baik tuan, saya akan segera mengurusnya, kemungkinan lusa anda sudah bisa menikahi cintya" balas sebastian.
__ADS_1
Keesokan harinya cintya bekerja seperti biasa di kantor suwandi hanya bedanya mulai hari ini dia pulang pergi diantar sopir sekaligus pengawal pribadinya. Dan keesokan harinya sopir
yang menjemputnya bukannya membawa dia ke kantor melainkan ke kediaman suwandi yang sudah ramai dengan beberapa orang. Begitu turun Cintya langsung disambut dua orang pelayan yang mengantarnya menuju ke kamarnya untuk di rias. Cintya yang awalnya bingung akhirnya paham ketika sang perias dan beberapa pelayan memakaikannya sebuah gaun pengantin model kebaya.
Apa...bukankah suwandi bilang kami akan menikah tiga hari lagi yang artinya itu besok kan? kenapa jadi hari ini...memangnya apa yang sedang suwandi rencanakan. batin cintya
Setelah semua persiapan selesai, proses ijab kabul pun dilaksanakan dengan hanya dihadiri beberapa orang saksi dan jasmin serta beberapa rekan terdekat suwandi. Setelah semua mengatakan sah lalu suwandi dan cintya menandatangani surat pernikahan mereka. Di dalam kamar pengantin mereka cintya memberanikan diri bertanya apa alasan suwandi mempercepat pernikahan ini tapi suwandi hanya berkata, besok atau sekarang apalah bedanya hanya selisih satu hari, lagipula suwandi sudah tak sabar ingin memiliki cintya seutuhnya.
Keesokan harinya suwandi hanya menggelar resepsi di gedung yang sudah di sewa. Imam dan john yang tak menduga kalau suwandi sudah menikah sehari sebelumnya menjadi sangat geram karena mereka merasa gagal total dengan rencana merusak acara pernikahan suwandi dan cintya. Apalagi slide foto dan video sengaja diputar berkali kali untuk menghindari pertanyaan wartawan dan para undangan, pasalnya di undangan tertera jelas wktu dan tempat ijab kabul dilaksanakan hari ini di gedung ini juga. Jadi Suwandi dan cintya hanya duduk manis sebagai raja dan ratu di pesta pernikahannya.
Setelah acara pesta selesai suwandi membawa pulang cintya dan jasmin ke kediaman orang tuanya. Malam pertama cintya dan suwandi pun juga berjalan sesuai keinginan suwandi. Malam itu cintya yang sudah terikat janji pernikahan mau tidak mau harus merelakan keperawanannya direnggut oleh suwandi yang sudah berstatus sah sebagai suaminya. Dan ketika tengah malam ketika cintya masih tertidur pulas di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya, suwandi keluar kamarnya menuju ruang kerjanya dimana sebastian sudah menunggunya.
"Katakan padaku, informasi apa saja yang kau dapat" perintah suwandi.
"Seperti yang anda duga tuan, malam dimana tuan melaksanakan pernikahan anda, anak buah john sengaja membuat kekacauan besar di proyek. Sepertinya john sengaja ingin menggagalkan rencana pernikahan anda dengan cintya" jawab sebastian.
"Lalu apa motif john melakukan ini semua?" tanya suwandi
"Sepertinya john sangat menaruh dendam kepada cintya. Apa anda masih ingat dua tahun yang lalu ketika kondisi anda dan perusahaan sedang terpuruk, cintyalah yang sudah bekerja keras memulihkan kondisi perusahaan. Bahkan dari hasil penyelidikan cintya, dia mengetahui bahwa diam diam john berniat ingin merebut perusahaan ini dari tangan anda dengan merusak kepercayaan klien dan para investor serta sedikit demi sedikit menaikkan prosentase sahamnya di perusahaan ini. Cintya yang tidak rela perusahaan ini beralih tangan, berusaha untuk menghalangi niat john. Siang malam dia dan para staf terutama staf IT perusahaan, bekerja keras untuk memulihkan kondisi perusahaan, berusaha mendapatkan klien sebanyak banyaknya agar para investor kembali mempercayai anda. Cintya juga meneruskan beberapa skema proyek anda yang akhirnya disetujui oleh beberapa klien utama sehingga menarik klien kita lainnya untuk kembali bergabung bersama perusahaan kita. Bahkan diam diam cintya juga sudah membalikkan kepemilikan saham john di perusahaan hingga nol persen dengan cara menjebaknya. Lalu mengalihkan kepemilikan saham itu menjadi milik anda seutuhnya. John yang baru sadar dirinya sudah dijebak merasa sangat marah serta dendam kepada cintya" jelas sebastian panjang lebar.
"Haaah...Aku bisa membayangkan sebesar apa dendam john kepada istriku. Aku tidak menyangka sifat licik john sudah membuat pertemanan kami benar benar hancur " ujar suwandi.
"Dan untuk imam, sepertinya anda tidak perlu merisaukan dia lagi. Sebenarnya perusahaan imam bisa maju pesat seperti ini bukan karena usahanya sendiri tapi ada cintya yang selalu membantunya. Setelah melihat kondisi perusahaan kita benar benar stabil, karena rasa cinta cintya kepada imam maka diam diam cintya sudah menjual lima persen kepemilikan saham dia diperusahaan kita supaya dia mendapatkan dana untuk membantu modal imam agar bisa mengembangkan perusahaannya. Bukan hanya itu cintya juga beberapa kali datang ke perusahaan baru imam untuk menata sistem manajemennya. Malang tidak lama setelah itu kecelakaan orang tuanya terjadi. Cintya yang bingung masalah keuangan berusaha menjual seluruh aset yang dia dan keluarganya miliki dan karena masih kurang cintya berencana untuk menarik sebagian modalnya di perusahaan imam tapi kenyataannya modal tersebut telah digunakan imam untuk biaya produksi. sebenarnya imam sudah menjanjikan menyanggupi permintaan cintya dalam beberapa hari ke depan bahkan imam juga sudah menjaminkan seluruh asetnya kepada pihak bank dan dia juga menjual nama cintya kepada pihak bank dengan mengatakan bahwa imam sebentar lagi mereka berdua akan menikah sehingga dia bisa mendapatkan pinjaman lebih. Tapi pada kenyataannya andalah yang menikah dengan cintya. Bisa anda bayangkan sehancur apa perasaan dan masa depan imam" jelas sebastian lagi.
"Kau benar sebastian, aku tidak menyangka, nama istriku terkenal di luar sana. lalu bagaimana dengan nasib proyek kita" tanya suwandi.
"Anda tidak perlu khawatir tuan, walaupun john sudah berusaha menimbulkan kekacauan tapi semua masih aman terkendali" jawab sebastian.
"Baiklah....kau sudah bekerja keras sebastian, ambilah bonusmu...aku akan kembali ke kamar" setelah menuliskan sebuah cek lalu memberikannya kepada sebastian, suwandi kembali masuk ke dalam kamarnya lalu kembali tidur disamping cintya.
__ADS_1