
Setelah makan siang selesai, karin dan dua sahabatnya memutuskan duduk santai di sofa sambil nonton tv dan mengobrol ringan disertai candaan.
"hah...Sekolah masih seminggu lagi...trus kita disini enaknya ngapain ya?" gerutu alexa.
"Gimana kalo besok kita lari pagi...ke... sekeliling komplek aja. Siapa tahu ntar ketemu jodoh disini" celetuk raisya.
"Haha...Raisya....raisya...Tadi di jalan ngomongin om om, trus sekarang ngomongin jodoh. Lo kesini mau sekolah apa mau cari jodoh sih!" celetuk karin.
"hehe dua duanya..." jawab raisya dengan tersenyum malu.
mendengar itu karin hanya geleng geleng kepala sementara alexa sedikit tertawa mendengar celoteh raisya.
Bi Ani yang mendengar celoteh mereka sambil mengelap meja lantas mendekat
"Nak karin.."
"Ya bi..." sahut karin sambil mendongakkan kepala kearah bi ani.
"Saya ingat tuan pernah bilang ke saya kalau nak karin hobi bermain basket. Apa nak karin tahu kalau di lantai dua adalah lantai tempat olahraga. Ada lapangan basket, voli ataupun tenis. Tempat gym juga ada" jelas bi ani.
"Kalo lapangan futsal?" celetuk raisya
"Ada juga" jawab bi ani santai.
"Ini baru mantab...Gue bisa cuci mata tiap hari" ujar raisya dengan sangat bahagia.
"Lagi..." celetuk karin sambil mengusap usap keningnya.
Sementara alexa yang mendengar itu lebih memilih mengganti channel dengan film kartun.
Sedangkan bi ani hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala lalu kembali menyelesaikan pekerjaannya.
"Lho...kok diganti kartun sih" protes raisya.
"Biar otak lo fokus sama pelajaran" balas alexa dengan penekanan kata.
"Tapi kan pelajaran belum dimulai" protes raisya lagi.
"Minimal...otak lo tuh gak mikir yang aneh aneh" sahut karin.
"Yeee...emangnya gue separah itu" gerutu raisya.
"Emang iya..." jawab alexa cepat.
"Haha...Raisya...raisya...baru juga ketemu seorang reno sama ricko udah kayak gini. Gimana kalo ketemu ama gank nya? awas pingsan lho...." goda karin kepada raisya.
"Gue ngga separah itu kali!"balas raisya yang kesal sambil melempar bantal sofa ke arah karin.
"Makanya....jangan keseringan nonton drama korea, tonton tuh film kartun, biar lebih realistis" goda alexa juga.
"Kenapa kok akhirnya malah gue sih yang jadi tersangkanya?" gerutu raisya.
"Karena disini satu satunya yang dewasa sebelum umurnya itu cuma lo"sahut karin dengan cepat.
"Halah....bilang aja kalo mau balas dendam soal yang tadi pagi"bantah raisya.
Karin langsung membalasnya dengan menjulurkan lidahnya.
"Eh...sore sore gini main basket kayaknya seru deh" ujar alexa.
"Bener juga" sahut karin.
"Ya udah sono main...!" ujar raisya lantang. Raisya tahu kalau cuma dirinya yang gak bisa basket sementara dua sahabatnya itu hobi banget sama basket tiba tiba menjadi sedikit kesal. Karena dia juga tahu kalo mereka berdua udah niat basket pasti bakal diwujudin gak bakal bisa digagalin.
__ADS_1
"Ngga ikut nih" tanya alexa
"Nggak" sahut raisya dengan cepat.
"Katanya tadi mau cuci mata..."rayu karin
"Enggak...!" jawab raisya tegas.
"Kenapa..."tanya alexa
"karena mata gue belum realistis" jawab raisya yang sedikit kesal.
"Hmm...yakin lo...ntar nyesel lho...gak bisa lihat cowok cowok seger " goda karin.
"Lebih baik gue mandi....lebih seger..." ucap raisya dengan penekanan kata.
Setelah itu dia bangkit lalu berjalan ke arah kamamya.
Karin dan alexa hanya bisa menggelengkan kepala saja lalu ikut menuju kamar mereka sendiri untuk bersiap diri lantas berjalan bersama keluar kamar apartemennya menuju lantai dua sesuai dengan petunjuk bi Ani.
Setibanya disana, diluar dugaan ternyata lapangan basket sudah ramai pengunjung hingga tidak ada tempat bagi mereka berdua untuk bermain basket.
"Kok rame begini ya..." ujar karin sambil menggenggam bola basket yang dia bawa dari desanya serta mereka berdua terus memandang ke arah lapangan
"iya nih...kayaknya hari ini kita gak bisa main basket deh" tambah alexa.
"Ya udah....mau gimana lagi. kita balik aja yuk..." ujar karin
Ketika mereka berdua berbalik arah berniat pergi tiba tiba ada suara seseorang memanggil namanya.
"Karin!!!Alexa!!!" panggil reno.
Karin dan alexa seketika membalikkan badan lagi dan melihat reno setengah berlari mendekat ke arah mereka.
"Kalian mau main basket kan?" ujar reno sambil menahan nafas tersengalnya karena habis main basket dengan teman temannya.
"Tadinya sih...tapi lain kali aja deh...orang rame gitu mana bisa main" jawab karin
"Hei non...kalo jam segini ya emang rame ramenya orang pada olahraga. Kalo mau sepi itu ada jamnya..." balas reno.
Masuk akal juga sih..batin karin
"Emang sepinya jam berapa aja?" tanya karin
"Jam setengah tujuh orang pada kumpul keluarga males keluar" jawab reno dengan cepat.
"Kalo gitu kita balik entar aja deh. Yuk lex kita balik..." ucap karin.
"Ntar...boleh aku temenin?" tanya reno.
"Serius..." sahut alexa dengan wajah bahagia karena tak menyangka reno akan berkata seperti itu.
"Ya iyalah....jarang jarang bisa main sama tetangga" jawab reno.
Karin yang mulai jengah dengan sikap sok akrabnya reno langsung membalikkan badan dan pergi. sementara reno memandang dengan isyarat ke arah alexa untuk meminta penjelasan.
"Udah gak usah diambil hati...karin itu emang kayak gitu kalo ama cowok. Ntar juga baik sendiri. Sampe ketemu nanti!!" ujar alexa sambil setengah berlari mengikuti karin.
Di ruang tamu apartemen terlihat karin dan alexa terduduk lesu. sementara raisya yang baru turun dari tangga hendak ke dapur akhirnya malah mendekati mereka berdua setelah tahu sahabatnya ada disitu.
"Lho...tadi katanya mau main basket. kok masih disini?" tanya raisya.
"Ngga jadi...tempatnya rame banget" jawab karin lesu
__ADS_1
"Tumben gak jadi..."sahut raisya.
"Ntar aja...kalo udah jam setengah tujuh" jawab alexa.
"Oooh..."
Raisya lantas ke dapur mencari makanan yang bisa dia masak untuk makan malam. tapi ternyata bi darmi sudah meninggalkan masakan buat mereka bertiga dan mereka tinggal menghangatkan masakan saja. Jadi raisya memutuskan untuk membuat minuman susu coklat hangat saja. Sementara karin dan raisya memutuskan untuk kembali ke kamar mereka untuk .
Bau masakan bi darmi tadi yang dihangatkan raisya membuat alexa dan karin yang baru keluar kamar karena lapar langsung turun ke meja makan.
"Baunya bikin aku lapar" celoteh karin.
"Aku ambilkan piring" ujar alexa yang langsung menuju ke dapur.
Setelah itu mereka bertiga makan bersama. Setelah makan mereka memutuskan untuk duduk sejenak di sofa sambil menonton tv dan menunggu jam yang sebentar lagi akan menunjukkan jam setengah tujuh malam.
"Yuk rin kita cabut" ajak alexa sambil beranjak berdiri diikuti karin juga.
"Mau kemana..."tanya raisya
"Mau main basket sama reno!" jawab Karin sambil bersiap diri dan langsung bernajak ke pintu utama.
"Aku ikut...!!"ujar raisya yang langsung menutup laptopnya lalu setengah berlari menuju pintu menyusul kedua sahabatnya yang sudah duluan sambil tetap membawa laptopnya.
Setelah mengunci pintu, sambil berjalan menuju lift. ketika pintu lift terbuka ternyata sudah ada reno di dalam.
"Tumben ngikut sya....tadi sore kan lo ngga mau ngikut" tanya karin.
"Tadi sore kan masih ada bi ani sama bi darmi tapi sekarang kan mereka udah pulang.Emangnya kamu gak kasian apa sama aku yang sendirian di rumah. Ntar kalo ada setan cakep lewat trus aku kepincut, kan bisa gawat" jawab raisya tanpa rasa bersalah.
Sontak jawaban itu membuat alexa dan reno menahan senyum. Sementara karin yang kesel dengan jawaban panjang lebarnya raisya langsung menjitak kepala raisya.
"Aduh kariiin...sakit!!" pekik raisya sambil mengelus kepalanya diikuti terbukanya pintu lift. karin dan raisya masih melanjutkan pertengkarannya sambil berjalan menuju lapangan basket.
"Siapa suruh lo ngomong yang aneh aneh!" balas karin.
"Aneh dari mananya coba!" ujar raisya yang tak mau kalah.
"mana ada setan cakep, yang ada tuh setan gentayangan trus mukanya serem kayak lo habis bangun tidur!!" balas karin.
"Enak aja...muka gue gak se seram itu kali!!" balas raisya.
"ehem....kita jadi latihan?" tanya reno sambil tersenyum penuh arti karena merasa lucu mendengar pertengkaran karin dan raisya.
"Ya iya...." kata kata karin langsung terhenti ketika melihat ricko juga ada disana sedang bermain basket seorang diri.
Kenapa mesti ketemu cowok nyebelin ini lagi sih....Tenang...sabar karin...ntar tiap hari juga gue bakal ketemu dia terus. kan dia sopir gue. batin karin.
"Yuk kita mulai" ajak reno yang tiba tiba melempar bola ke alexa.
Ditempat lain di sebuah kantor, seorang anak buah yang sedang sibuk membantu memeriksa laporan bersama bosnya tiba tiba mendapat telpon dari seseorang. Setelah dia memutuskan telepon tersebut dia langsung melapor kepada bosnya...
"Pak...ada kabar terbaru dari Jaya Suwandi group. Kemarin terlihat Tuan Suwandi sendiri yang menemui kliennya dari amerika di sebuah restoran. Dia juga terlihat sudah menginap di rumahnya sendiri sejak kedatangannya ke Jakarta. Padahal kalau dia ke sini biasanya dia selalu menginap di apartemennya. Ini mungkin...karena beberapa hari yang lalu ada pihak yang berusaha mengacaukan sistem IT mereka, makanya dia memutuskan untuk tinggal lebih lama disini. Satu hal lagi pak, beberapa hari setelah keberangkatannya dengan pesawat pribadinya, kemarin anak buahku juga melihat mobil Suwandi sedang mengantar tiga orang gadis ke bandara. Aku tidak tahu apa hubungan para gadis itu dengan pak Suwandi tapi anak buahku yakin bahwa mobil yang mereka gunakan adalah mobil yang sama persis dengan yang dipakai suwandi disana. Tapi ketiga gadis itu terbang dengan pesawat komersil" ujar anak buahnya.
"Apa kau yakin kau tidak salah lihat?" tanya bosnya.
"Tidak pak, bahkan anak buah saya juga sudah mengirimkan bukti fotonya" ujar anak buahnya sambil nenunjukkan foto foto para gadis itu melalui ponselnya.
Sebenarnya bosnya merasa asing dengan tiga gadis itu tapi rasa penasarannya muncul ketika dia melihat dari samping seseorang yang seperrtinya dia kenal tapi dia lupa. Seketika rasa penasarannya langsung muncul serta langsung memberi perintah.
"Selidiki gadis gadis itu, apa hubungannya dengan suwandi. Aku harus segera tahu dimana suwandi menyembunyikan cintya selama ini" ujar bosnya.
"Baik pak..." jawab anak buahnya lalu segera menelpon seseorang lagi.
__ADS_1