
Dua bulan kemudian....
Tampak seseorang berpakaian jas hitam dengan salah satu mata tertutupnya bak seorang bajak laut di televisi sedang berjalan santai masuk ke sebuah ruangan kantor.
"Bos....aku sudah melaksanakan tugasku. Tidak lama lagi orang yang anda cari pasti akan keluar dari sarangnya" ujar orang itu sambil menyeringai.
"Bagus.....aku acungi jempol untuk pekerjaanmu itu tapi tetap awasi dia dan cari dimana kelemahan dia berada...aku harus segera menyingkirkan wanita itu supaya aku bisa dengan mudah mempengaruhinya lagi. semoga saja dewi fortuna kali ini berpihak kepada kita", ucap bosnya lalu mereka berdua tertawa bak seorang penjahat kejam di sinetron.
Menjelang siang ayah karin yang sedang berjalan masuk dengan sedikit terburu tiba tiba mendapat telepon dari ponselnya.
"Iya....ada apa?" jawab ayah karin
"Tuan ada seseorang yang berusaha mengacak sistem IT kita, beberapa anak perusahaan cabang kita juga tiba tiba proyeknya mengalami masalah secara bersamaan. Sepertinya ada yang berusaha menghancurkan kita. Tuan harus segera bersiap kemari, tuan harus menyelesaikan masalah ini segera, kalau tidak kita akan mengalami masalah yang besar. Saya akan segera memerintahkan pilot menerbangkan pesawat jet pribadi anda untuk menjemput anda di tempat biasa. Saya harap tuan bisa segera sampai disini" ujar seseorang yang ada ditelepon.
"Baiklah....persiapkan semuanya dan jangan lupa persiapkan juga permintaan khususku yang kemarin" ujar ayahnya karin.
"Baik tuan, akan segera saya persiapkan...Saya sangat menunggu kedatangan anda disini" balas orang itu.
kemudian ayah karin segera menutup telpon dan bergegas menuju ruang kerjanya mengambil beberapa berkas untuk dibawanya. Setelah itu dengan terburu buru dia menuju kamarnya untuk mengambil koper besarnya. Istrinya yang sedang memperhatikannya sejak awal kedatangan dia di rumah lantas menghampirinya lalu membantunya berkemas tanpa mempertanyakan apapun. Melihat istrinya seperti itu ayah karin lantas menghentikan sejenak pekerjaannya lalu menghampiri serta mengusap kedua pipi istri tercintanya.
"Maafkan aku....aku harus pergi sekarang juga. Ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggal", ujar ayah karin dengan wajah sendu.
"Aku tahu kau sedang terburu buru karena itulah aku membantumu berkemas", jawab istrinya dengan wajah sendu juga tapi berusaha menutupi perasaannya dari suaminya.
"Tapi aku akan pergi lebih lama dari biasanya" ujar ayah karin lagi.
"Aku tahu itu suamiku, dan aku juga percaya kau melakukan ini juga untuk anak kita kan?" tanya istrinya yang sudah tidak bisa lagi nenyembunyikan air mata kesedihannya.
"Kalau kau mau, kau bisa ikut denganku", ujar ayah karin yang tak tega melihat istrinya meneteskan air mata.
"Pergilah...kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku mohon jaga anak kita dengan sangat baik disana" ujar istrinya sambil menghela nafas panjang berusaha menahan kesedihannya.
"Aku janji aku tidak akan benar benar meninggalkanmu disini. Setelah kondisi membaik aku akan segera membawamu kembali" ujar ayah karin sambil memeluk erat tubuh istrinya.
"Aku selalu percaya padamu, tuan besar...", jawab istrinya lirih.
Setelah itu mereka kembali melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai ayah karin langsung memeluk istrinya dan menciumi bibir istrinya untuk beberapa menit ke depan. Sesudahnya dengan langkah berat dia meninggalkan rumahnya menuju sopir yang sedari tadi sudah menunggunya di depan mobil. Ketika akan masuk mobil dia kembali berlari menghampiri istrinya yang sedang berdiri di depan pintu dan kembali ******* bibir serta menghujani pipi dan kening istrinya dengan ciuman. Istrinya hanya diam saja membiarkan perlakuan suaminya itu. Sebenarnya ada rasa berat meninggalkan istrinya seorang diri sementara beberapa hari lagi putrinya juga akan menyusul kepergiannya.
Sebelum benar benar pergi, dia berpesan kepada istrinya untuk selalu menjaga kesehatannya dan segera memberitahukan kepadanya kalau ada hal yang mencurigakan.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian tampak karin sudah bersiap membawa sebuah kopernya menuju mobil dimana raisya juga sudah menunggunya di depan mobil. Adiknya yang sempat merajuk karena kepergiannya kakak tersayangnya akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginan kakaknya yang meminta dirinya untuk benar benar menjaga bundanya setelah kepergiannya. ketika karin dan juga raisya sedang memasukkan kopernya ke bagasi mobil, bunda karin menghampirinya.
"Kau sudah siap berangkat nak?", tanya bundanya dengan sedikit tersenyum.
"Sudah bunda...", jawab karin juga sambil tersenyum.
"Oh ya...dimana alexa? bukankah dia juga harus berangkat bersama kalian?" tanya bundanya.
"Alexa? Memang alexa ikut bunda? bukannya dia kemarin tidak lolos tes" jawab karin dengan perasaan bingung.
"Tapi kemarin malam dia bilang ke bunda, kalau sebenarnya dia itu juga lolos tes, ada seorang siswa yang tiba tiba mengundurkan diri dan mendadak dia mendapat berita bahwa dia bisa menggantikan posisi anak itu" jelas bundanya.
"Apa itu benar pak" tanya karin kepada sopirnya yang merupakan ayah kandung dari alexa.
"Iya itu benar nak karin. Maaf bapak tidak memberitahukan sebelumnya kepadamu", jawab sopirnya.
"Syukurlah....aku senang akhirnya kita masih bisa bersama lagi" ujar raisya yang juga bahagia mendengar berita itu.
Tidak lama kemudian alexa muncul dengan membawa sebuah tas besar di tangannya. Ketiga anak perempuan itu terlihat sangat bahagia ketika mereka bertemu karena sebelumnya mereka tidak menyangka akan bisa berkumpul lagi.
Setelah berpamitan kepada bundanya karin, mereka bertiga masuk mobil yang akan mengantarkan mereka menuju bandara.
"Alexa, aku titipkan nona karin padamu. Ingat jagalah dia dengan sangat baik. Selama ini tuan besar sudah sangat baik kepada kita. Jadi anggaplah ini sebagai balas budi kita terhadap tuan besar. kau harus bisa menjaganya dengan baik. Itu sudah menjadi tugasmu nak",tegas sopir itu kepada putrinya.
"Asiiaaap ayah" jawab alexa dengan penuh semangat.
"Pak...sudahlah jangan terlalu berlebihan. bagaimanapun juga alexa tetaplah sahabatku. Aku sudah menganggap alexa seperti saudaraku sendiri. Sama halnya dengan raisya" ucap karin sambil merangkul raisya disampingnya.
"Kalau begitu ijinkan saudaramu ini menjagamu, nona karin..." goda alexa kepada karin dimana karin sendiri sangat tidak suka dirinya disebut seperti itu oleh sahabatnya.
Seketika karin menunjukkan wajah masamnya kepada alexa sementara sopir, alexa dan raisya malah tersenyum lebar melihat kekesalannya.
Kemudian sopir itu mengeluarkan sebuah amplop berisi tiket pesawat dari balik jaketnya.
"Ini tiket untuk kalian bertiga. Sesampainya disana akan ada yang menjemput kalian. Nomor telponnya ada dibalik amplop itu" jelas sopir itu.
"Baik pak....kalo begitu kami pergi dulu"pamit karin diikuti raisya dan juga alexa yang sempat mencium punggung tangan ayahandanya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam, akhirnya mereka tiba di jakarta. Dengan langkah bahagia mereka turun dari pesawat menuju ke lobby bandara sambil mendorong sebuah troli berisi tas dan koper mereka. Ketika mereka bertiga sampai lobby mereka bertiga terkejut dengan seorang pria muda tampan sedang berdiri di lobby bandara sambil membawa papan nama bertuliskan nama mereka bertiga. Dengan langkah perlahan mereka bertiga mendekati pemuda itu hingga pemuda itu akhirnya merespon dengan senyuman manisnya. Karin yang masih tidak percaya lantas meraih ponsel disakunya lalu mencoba menghubungi nomor yang tertera di amplop. Seketika ponsel pemuda itu langsung berbunyi.
__ADS_1
"Selamat datang di Jakarta nona karin" jawab pemuda itu lewat ponselnya. Rupanya dia melakukan itu supaya karin benar benar yakin bahwa dirinya adalah sopir barunya selama di Jakarta. Setelah menutup telpon pemuda itu langsung memperkenalkan dirinya dengan ramah.
"Nona Karin, Perkenalkan nama saya ricko. Saya sopir baru anda disini",ucapnya sambil mengajak karin berjabat tangan.
"Panggil aku karin saja. Aku tak suka kau memanggilku seperti itu" jawab karin tegas seraya membalas jabat tangannya.
"Dan aku raisya"ujar raisya sambil tersenyum manis kepada ricko.
"Aku Alexa", ujar alexa juga sambil tersenyum manis kepadanya.
Ricko lantas mengambil alih troli yang berisi tas dan koper itu.
"Baiklah nona nona, mari ikuti langkah saya" ujar ricko dengan ramah.
raisya yang sedang berjalan disamping karin lantas berbisik,"sepertinya ayahmu itu orang yang keren"
"Makudmu apa berkata seperti itu raisya?" tanya karin yang keheranan.
"Aku merasa sepertinya masih ada kejutan lainnya" jawab raisya dengan santai.
"Sok yakin lo" balas karin
dan benar saja ketika diparkiran mata mereka bertiga langsung terbelalak ketika ricko membuka kunci mobil menggunakan remote. Lampu sen dari sebuah mobil sport putih yang hanya bisa dimiliki oleh kalangan atas bekedip kedip. Ricko segera membuka bagasi mobil lalu menata tas dan koper mereka di bagasi mobil dibantu alexa. sementara raisya dan karin lebih memilih masuk ke dalam mobil. Mengetahui karin juga memilih duduk disamping raisya, muncul niat raisya untuk menggoda karin sekali lagi.
"Sudah kubilang kan, ayahmu itu memang orang yang keren" bisik raisay dengan senyum penuh arti.
"Sejak kapan seleramu berubah? Sepertinya kau sekarang lebih suka pada om om keren" ujar karin yang mulai kesal.
"Seleraku masih tetap sama nona karin..." goda raisya
"Raisya kau...!!"
ucapan karin yang lantang langsung terhenti ketika ricko dan alexa yang baru duduk di bangku depan langsung bersamaan menoleh ke belakang.
"Kalian kenapa?" tanya alexa.
Karin yang malas menjawab akhirnya hanya bisa membuang muka ke arah jendela. Sedangkan raisya hanya mengangkat bahunya lalu juga memalingkan wajahnya ke arah jendela. Sementara ricko akhirnya memutuskan untuk segera melajukan mobilnya meninggalkan bandara.
Kena kau karin...kira kira setelah ini kejutan apalagi ya....raisya.
__ADS_1
Awas kau raisya, aku pasti akan membalasmu. Tapi untuk apa ayah melakukan ini padaku. Ah sudahlah lebih baik aku menikmati pemandangan kota jakarta.Karin