
Dengan langkah cepat karin berjalan naik tangga lalu segera mengunci rapat pintu kamarnya. Kali ini dia benar benar ingin meluapkan emosinya di dalam kamarnya dengan meraih bantal di ranjangnya lalu memukul serta meremasnya dengan kuat.
"Memangnya kau itu siapa ricko, berani beraninya membentakku seperti itu. Dan kau melakukan itu semua di depan banyak orang .... Gak bisa kau sudah mulai kelewat batas ricko. aku harus laporin ini semua ke ayah biar dia tahu ricko yang sebenarnya" ujar karin dengan kesal lalu dia meraih ponsel barunya di dalam tas dimana sebelumnya ayahnya telah berpesan bahwa mulai sekarang dia harus menyimpan ponsel lamanya beserta nomernya dan mulai sekarang dia harus menggunakan ponsel serta nomor barunya itu.
"Halo anak nakal, Kenapa baru hubungi ayah? ngapain aja kamu selama tiga hari ini?" ujar ayahnya yang langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan.
Tapi karin malah menjawab, "Ayaaaah...karin keseeeel banget..." dengan suara merajuk.
"Memangnya masalah apa yang bisa bikin putri manja ayah jadi sekesal ini" sahut ayah karin.
"Ini soal ricko yah...dari sejak awal dia selalu aja bikin aku kesel"jawab karin.
Kemudian karin menceritakan awal pertemuannya dengan ricko yang sudah menyebalkan kemudian kejadian tadi di mall yang membuatnya emosi serta harus menahan malu.
Ayahnya hanya tertawa lebar mendengar cerita anaknya tersebut.
"Kok ayah malah ketawa sih bukannya ngedukung karin" ujar karin sewot.
"Karin anakku sayang...apa kau masih ingat ayah masih berhutang satu syarat terakhir untukmu"tanya ayah karin.
"Iya ayah...karin ingat...lalu...apa syarat itu ayah...." tanya karin.
" Syarat ketiga adalah kau harus bisa mengendalikan situasi. Menjadi seorang pengusaha kita sering dihadapkan banyak masalah sekaligus. Karena itu kau harus bisa berpikir jernih dan keputusan yang kau ambil haruslah benar benar keputusan yang tepat. Bukanlah keputusan yang diambil karena emosi semata. Ayah tahu dengan sifatmu yang sebelumnya ditunjang dengan sikap ricko yang seperti itu, sudah pasti ayah yakin kau akan sangat membenci dia. Tapi apa kau sudah mengetahui dengan pasti, apa alasan ricko bersikap seperti itu padamu? Mulai sekarang belajarlah untuk membaca pikiran orang lain terutama orang sekitarmu. Itu penting untuk menghadapi rival bisnismu di masa depan. Dengan begitu kau akan selalu waspada dan tidak mudah untuk dikelabui musuh. Karena sejatinya kita tidak pernah tahu dengan pasti siapa yang akan benar benar menjadi sahabat atau lawan kita. Bisa jadi musuh kita adalah orang orang kita sendiri. Karena itu sikap selalu waspada menjadi hal penting bagi seorang pengusaha supaya dia tidak bisa dengan mudah dikalahkan begitu saja. Kau bisa mengertikan sayang?" ujar ayahnya panjang lebar.
"Iya ayah...maaf tadi karin sudah sangat emosi dan..."
"Ayah bisa mengerti sayang bahwa kau masih baru dan kau masih harus belajar banyak. Tapi ingatlah....bagi seorang pengusaha, waktu sangatlah penting. Jadi jangan menunggu lagi. Mulai sekarang pelajari apa saja pelajaran yang sudah ayah berikan padamu dan apa saja pelajaran yang bisa kau ambil. Manfaatkan waktumu sebaik mungkin. Maaf, Ayah tutup dulu ya sayang...ayah masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan ayah" ujar ayah karin.
"Baik ayah...ayah juga jangan lupa, jaga kesehatan ayah dan tolong ayah sampaikan salam rinduku untuk bunda" ujar karin
"Tentu saja sayang, Nanti akan ayah sampaikan...jaga dirimu baik baik. Ayah sangat menyayangimu" balas ayah karin.
"Karin juga sayang ayah", ujar karin. Setelah itu mereka berdua menutup telponnya.
Setelah itu karin langsung duduk termenung sambil bersandar diatas ranjangnya. Perkataan ayahnya langsung membuatnya berpikir dalam dalam tentang sikapnya kepada ricko dan apa saja yang sudah dia lakukan selama lima hari ini. Dia juga memikirkan harus mengambil langkah apa selanjutnya untuk menghadapi ricko.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kantornya, terlihat Suwandi masih serius menatap berkas berkas yang ada di depannya. Tidak lama kemudian reno masuk ke dalam.
"Kau sudah kembali?" tanya Suwandi
"Iya tuan...tuan aku membawa kabar baru" ujar reno sambil menunjukkan berita terbaru di media sosial lewat ponselnya.
Setelah membaca sejenak terlihat senyum tipis di wajah Suwandi.
"Berapa anak cabang kita yang ikut tender itu" tanya suwandi.
"Empat cabang dan tiga diantaranya sudah memenangkan tiga tender kecil itu. Tender utama dimenangkan oleh PT Adikarya Makmur" jelas reno.
"Hem...aku bisa bayangkan bagaimana wajah bahagianya imam" celetuk suwandi.
"Tuan...aku tidak mengerti, kenapa tuan bersedia membantu perusahaan dia, padahal selama ini dia selalu bersikap sebaliknya kepada tuan. Bahkan bisa aku jamin kalau dia mengetahui bantuan ini, dia tidak akan pernah mengucapkan kata terima kasih kepada tuan" tanya reno.
"Inilah jiwa anak muda...selalu saja menyimpan dendam...
"Maksud anda tuan?" tanya reno yang tak paham.
"Lalu kenapa harus PT Adikarya? Bukankah anda juga memiliki banyak teman pengusaha lalu kenapa anda tidak membantu mereka" tanya reno lagi.
"Rupanya kau masih belum paham juga reno. Sudahlah nikmati saja kemenangan kecil kita dan tunggu saja pertunjukan drama dari dua orang licik itu" jawab suwandi sambil tersenyum penuh arti.
"Tentu saja tuan" sahut reno juga sambil tersenyum penuh arti.
"Semoga saja imam sanggup menghadapi dia" gumam suwandi lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dengan didampingi reno, suwandi melangkah keluar gedung perusahaan itu. Dan seperti biasa reno selalu menjadi sopir tuannya itu.
Di dalam mobil, suwandi memulai percakapannya.
"Bagaimana kabar putriku" tanya Suwandi
Kemudian reno menceritakan tentang keberhasilan karin dan alexa yang mengejar seorang copet yang membawa lari tas raisya. Dia juga bercerita bahwa copet itu adalah anak buahnya yang sedang menyamar. Dia juga merahasiakan hal ini dari ricko karena berharap ricko akan datang memarahi karin supaya karin tidak sempat curiga pada copet itu. Dan akhirnya Suwandi bisa menebak kelanjutannya. Karena sebelumnya putrinya juga telah melaporkan sopirnya dengan penuh emosional kepada dirinya.
__ADS_1
"Hehe...Jadi karin sampai menelpon anda?" tanya reno sambil tersenyum kecil tak percaya.
"Dasar anak muda jaman sekarang...selalu saja bertindak emosional. Tolong terus kau latih kemampuannya. Putriku harus tumbuh menjadi wanita yang paling kuat hingga siapapun tidak akan berani mengganggu dia lagi" gumam Suwandi.
"Baik tuan...Tuan...Apa boleh saya bertanya?" ujar reno
Suwandi hanya menganggukkan kepala.
"Sampai kapan anda akan menyembunyikan dia" tanya reno.
"Entahlah reno...entah kenapa aku masih belum ada keberanian untuk hal ini" jawab Suwandi.
"Tapi cepat atau lambat semua pasti akan terbongkar" ujar reno.
"Aku tahu itu...." ujar Suwandi dengan wajah sendu.
"Lalu...untuk kedepannya...apa yang harus kita lakukan..."tanya reno.
"Biarkan saja reno...Kita jalani saja apa kata takdir. Hanya satu harapanku, semoga karin benar benar sudah siap" ujar Suwandi sambil melempar pandangan kosong ke arah jendela mobilnya.
Tuan tenang saja...aku pasti akan bekerja keras untuk mewujudkan keinginan anda. batin reno
Tidak lama setelah itu terlihat mobil itu sedang memasuki rumah kediaman suwandi.
Sementara itu dikediaman imam subroto, bos pemilik PT Adikarya sedang berdiskusi dengan asistennya.
"Apa kau sudah mengetahui siapa gadis gadis itu?" tanya imam.
"Maaf saya belum dapat info dengan pasti pak....mata mataku belum bisa mendapatkan identitas para gadis itu dari tempat asal mereka. Tetapi saya sudah mendapatkan alamat tempat tinggal mereka yang sekarang. Mereka tinggal di apartemen yang cukup mewah, Nirvana Resdence. Anehnya setiap pagi reno terlihat berolahraga dengan hanya dua gadis saja. Sedangkan yang satunya jarang terlihat. Kalo memang para gadis itu sedang dilatih reno untuk direkrut menjadi pengawal pribadi Tuan Suwandi, lalu kenapa yang satunya itu jarang terlihat? Oh ya pak, saya baru ingat kalau Tuan Suwandi dahulu memiliki seorang anak perempuan sedangkan kalau kita teliti dari umurnya para gadis itu, mereka bertiga seumuran dengan putri tuan Suwandi. Jadi kesimpulannya saya adalah mungkin salah satu dari gadis gadis itu adalah putri semata wayang Tuan Suwandi.
"Apa kau yakin?" tanya Imam dengan pandangan tajamnya
"Mungkin pak.." jawab asistennya.
"Cari tahu identitas tiga gadis itu, jangan sampai kita salah sasaran. Suwandi...akhirnya kau dalam genggamanku" ujar Imam dengan senyum liciknya.
__ADS_1