
Hari ini karin dan raisya berangkat ke sekolah tanpa ditemani alexa. Alexa meminta ijin selama seminggu untuk menengok ibunya yang kesehatannya semakin memburuk. Dia terpaksa pulang karena sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya yang menurut dia pasti sangat kerepotan mengurus ibunya seorang diri.
Waktu istirahat tiba, karin berencana menghabiskan waktu istirahatnya di taman sambil membaca novel detective yang kemarin dia beli bersama ricko apalagi raisya juga masih sibuk dengan ekskul madingnya. Ditemani angin sejuk yang berhembus semilir menerpa poni rambutnya yang hanya sedikit itu dan beberapa lagu yang dia dengar lewat kabel headset yang dia putar lewat ponselnya, karin asik duduk membaca novelnya di sebuah bangku panjang di bawah pohon rindang di taman sekolah.
Ray yang terlihat sedang berjalan di lorong sekolah di depan taman, tanpa sengaja melihat karin sedang asik duduk sendiri di sana. Dia lantas menghentikan langkahnya dan asik sendiri menatap karin dari kejauhan sambil menyandarkan punggungnya di tembok sekolah.
Sedangkan aldo yang juga kebetulan lewat melihat sikap ray seperti itu langsung perlahan mendekati ray sambil memegang bola basketnya sendiri.
Gila nih cewek....makin gue liatin terus kenapa gue ngerasa dia makin cantik ya...atau mata gue aja yang emang lagi bermasalah. ray
Ketika aldo tahu kemana arah pandangan ray, hanya bisa geleng geleng kepala lalu mendekatkan bibirnya di telinga ray yang masih belum sadar akan keberadaan aldo disampingnya.
"Daripada lo pelototin mulu mending lo deketin" bisik aldo.
Ray yang kaget langsung menjauhkan kepalanya dari wajah aldo sambil berusaha menyembunyikan salah tingkahnya.
"Lo ngomong apaan sih do..." ucap ray
"Udah ngga usah ngeles...ngaku aja..." goda
aldo
Tapi nyatanya ray hanya senyum sambil geleng geleng kepala.
"Ya udah kalo ngga mau deketin...aku aja yang deketin..." goda aldo lagi.
"Ya silahkan kalo lo mau ngetes juteknya dia" balas ray.
"Kayaknya emang harus gue coba nih...gue penasaran aja ama cewek yang udah bikin gunung es meleleh" balas aldo lalu dia berjalan mendekati karin dengan langkah panjangnya.
"Aldo....do...tuh anak ya kalo udah maunya aja gak bisa ditahan"gumam ray kemudian dia ikut mengejar aldo.
Karin yang sedang asik membaca novelnya tiba tiba merasa terganggu dengan sikap aldo yang memantul mantulkan bola basket di depannya.
Dasar orang aneh main basket kok di taman...apa asiknya coba. Cowok itu juga...ngapain dia merhatiin temennya sampe kayak gitu. karin
__ADS_1
Karin berusaha untuk tidak memperhatikan sikap aldo tapi aldo malah mengambil langsung buku novel milik karin dari tangannya. Melihat itu karin langsung melepas headsetnya.
"Mau kalian berdua apa sih...ganggu orang aja dari tadi" ucap karin dengan wajah kesalnya.
"Kalo gue gak ganggu lo, gue gak bisa ngajak lo main basket" goda aldo.
"Sorry ya...gue gak minat, balikin novel gue..." balas karin masih dengan wajah kesal.
"Ehmm...ini kan novel yang kemarin baru lo beli di mall itu ya...okey gue balikin tapi...main basket dulu ama gue, satu lawan satu, berani ngga..." goda aldo.
"Enggak...gue ngga mau kena masalah
sama dua cewek fans centil lo itu. Jadi lebih baik gue pergi daripada gue main lempar bola gak jelas sama lo" ujar karin.
Aldo yang ngga ingin berdebat panjang mengisyaratkan ray untuk membawa karin ke lapangan basket. Ray yang awalnya menolak akhirnya dengan berat hati menyetujuinya.
Mereka berdua ngapain sih...mencurigakan sekali. karin
Tanpa basa basi panjang ray dan aldo langsung menarik kedua lengan karin lalu membawa ke lapangan basket dekat yang dengan taman.
"Bentar doang..." ujar aldo dengan cepat dan hendak menarik lengan karin lagi.
"Stop!! oke...okey....gue bisa jalan sendiri!" ujar karin dengan cepat supaya aldo dan ray berhenti menarik lengan tangannya.
"Gitu dong...ayo buruan ikut..." ajak aldo.
"Bentar doang kan?" tanya karin kepada mereka berdua ketika sampai di tengah lapangan basket yang agak panas.
"Kita main dulu....ladies first...." ujar aldo dengan manis sambil langsung menyodorkan bolanya kepada karin.
Karin akhirnya mau ngga mau mengikuti permainan mereka. Awalnya karin berusaha mengalah, tapi karena karin ingin secepatnya menyelesaikan pertandingan akhirnya dia mulai menunjukkan kemampuannya. Karin mulai mengejar skor aldo hingga akhirnya membuat skor aldo jauh tertinggal di bawahnya.
Aldo dan ray yang tak pernah menduga permainan karin sebaik itu, lantas semakin membuat mereka berdua penasaran. Tapi tiba tiba karin menghentikan permainannya.
"Udah dong...panas nih, mana gue udah keringatan lagi..." keluh karin.
__ADS_1
"Berarti lo yang nyerah nih" tanya aldo.
"Siapa bilang! Diterusin juga percuma lo gak bakal bisa ngejar skor gue! lagian....kan kalo keringatan banyak kayak gini ntar bau...malu tau" ujar karin dengan tersipu malu dihadapan ray dan aldo.
Spontan aldo dan ray langsung tersenyum lebar.
"Gue gak nyangka ya...cewek perkasa kayak lo ternyata takutnya ama BB (Bau badan)" celetuk aldo hingga membuat ray langsung tertawa lebar sementara karin malah makin cemberut dan berniat akan pergi.
"Eh tunggu...lo mau kemana?" tanya ray.
"Mau ngadem...kebetulan gue gak bawa parfum"jawab karin dengan cepat.
"Kita ke kantin aja yuk..." ajak ray dengan cepat.
"Ogah...."jawab karin.
" Tapi novel kamu masih ada di aku lho..." goda ray sambil menunjukkan buku novelnya di depan karin.
Spontan karin berusaha merebut novelnya kembali tapi dengan cepat ray menyembunyikan di balik punggungnya. Melihat itu karin lantas menghela nafas berat sambil menunjukkan wajah kesalnya.
Tiba tiba ray langsung menarik tangannya lalu membawanya menuju kantin. Karin yang tak bisa berbuat apa apa lagi hanya bisa mengikuti kemana langkah kaki ray. Sedangkan aldo lebih memilih untuk meneruskan permainan basketnya seorang diri.
Dari kejauhan tampak dua cewek yang sejak awal memperhatikan tingkah mereka bertiga, langsung menunjukkan wajah geram mereka.
"Kurang ajar tuh cewek...berani beraninya deketin gebetan gue..." ucap jenifer
Jenifer memang belakangan ini mulai tertarik kepada aldo.
"Iya nih...mana dia juga dapet perhatian lagi dari ray, padahal gue sendiri aja gak pernah diperhatiin ray" tambah angel.
"Ini gak bisa dibiarin ngel, kita harus kasih pelajaran sama tuh anak baru" ucap jenifer dengan sangat kesal.
"Betul jen...kita harus balas kelakuan dia ama kita, gue ngga terima diperlakuin gini" tambah angel.
kemudian mereka pergi dari tempat itu.
__ADS_1