Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
akibat kelelahan


__ADS_3

"Raisya....apakah masih lama? aku mau pulang" ucap karin manja kepada raisya yang tengah asik membantu mira, rayhan dan juga bima yang baru datang.


"Bentar lagi ya...tinggal masang tirai aja kok" jawab raisya. Dia sengaja meminta karin dan alexa menunggunya karena sebentar lagi pekerjaannya mendekor panggung akan selesai dan dia juga ingin pulang bersama kedua sahabatnya.


Tapi karin yang kemarin mendapatkan latihan beladiri bersama ricko yang agak berat dari biasanya, membuat badannya masih terasa sangat pegal, remuk ditambahlagi tadi ada beberapa pelajaran yang sudah menguras otaknya. Pulang sekolah rasanya dia ingin segera memeluk gulingnya yang sangat empuk ditemani bantal spongepopnya.


Tak lama kemudian ray dan aldo datang membawa kabar mengecewakan.


"Maaf mir, kayaknya pak jupri udah pulang dari setengah jam yang lalu. Katanya istrinya melahirkan makanya dia tadi buru buru trus kuncinya kebawa dia" jelas aldo.


"duuuh...trus gimana dong, kalau besok kita nggak bakal sempat, soalnya pagi pagi kita udah harus nyiapin acaranya" gerutu mira.


"Emang tuh tirai mau dipasang dimana sih?" tanya alexa sementara karin yang berdiri dibelakangnya sudah berkali kali menguap di hadapan mereka semua. Lalu dengan sabar raisya menjelaskan kemana saja tirai itu harus ditautkan. Dan yang jadi masalah adalah mereka harus bisa mencapai beberapa tiang yang tergantung setinggi dua setengah meter itu.


alexa dan karin mengamati dengan seksama tiang itu.


"Lex, apa menurut lo tiang itu cukup kuat untuk menyangga tubuh kita berdua?" tanya karin sambil tetap memandang ke atas.


"Maybe yes maybe not" jawab alexa dengan santai dan mengikuti arah pandangan karin.


"Are you sure? ini bakal aman?" tanya karin lagi sambil memandang alexa.


"Kalau kita berhati hati, yes of course..." jawab alexa dengan keyakinannya.


"Okey...lets do it...aku sebelah situ" ucap karin sambil menunjukkan arahnya.


mendengar percakapan itu ray segera berkata,"hei....kalian berdua ngga akan berpikir untuk manjat ke atas kan?"


"Siapa bilang mau manjat....Emang kalo naik harus manjat dulu ya" ucap karin yang tampak seperti orang bodoh.


"Maksudnya?? Kalo ngga manjat trus gimana?" tanya aldo yang bingung begitu juga dengan ray.


Terlihat alexa dan karin tengah bersiap dan alexa memposisikan tangannya dan dengan segera karin menempatkan salah satu kakinya di tangan alexa tersebut.


"Tunggu!! Apa kalian yakin dengan perbuatan kalian?" tanya ray lagi mencoba menghentikan aksi alexa dan karin.


"Jangan...berisik...." balas karin dengan tenang dan tegas.


"Dan jangan ganggu konsentrasi kami, bisa fatal akibatnya" jelas alexa dengan santai dan juga tegas.


Kemudian mereka kembali ke posisi semula. Alexa berhasil mendorong karin naik ke atas tiang itu dan dengan cepat karin berhasil memposisikan tubuhnya duduk diatas tiang itu.


"Ray....Aku butuh bantuan" ujar alexa sambil menatap ray.


"Tunggu aku aja yang lompat" ucap bima.


"Tapi kan badan lo lumayan gedhe tiangnya kalo gak kuat gimana?" sanggah alexa.


"Emang kenapa? Kalo jatuh paling ngga gue yang sakit bukan lo" ujar bima yang malah mengajak alexa berdebat.


"Emang lo bisa?" tanya alexa tak percaya.


Bima yang akan menjawab mengurungkan niatnya karena karin sudah mulai berteriak dari atas.


"Lex!! lo mau naik sekarang atau aku tak akan memaafkan kalian semua karena sudah mengurangi jatah waktu istirahatku!!" hardik karin dari atas yang mulai kesal.


"Kalian semua dengar kan? Sekarang siapa yang mau bantu aku naik?" tanya alexa dengan senyum kemenangannya.


Tanpa bisa berkata lagi akhirnya bima mulai memposisikan tangannya lalu mendorong alexa untuk melompat naik ke atas. Kemudian dengan instruksi dari raisya akhirnya dapat menyelesaikan pekerjaannya.


Dan ketika akan turun, karin yang kehilangan konsentrasinya karena sudah sangat lelah, sempat tergelincir kakinya tapi dengan cepat sebenarnya dia berhasil melompat turun dengan baik namun karena ada ray yang terkejut membuat karin seolah olah jatuh dalam pelukan ray apalagi tangan ray tepat melingkar di punggungnya karin sampai membuat mereka berdua kehilangan kesadaran akibat kedekatan wajah mereka.


Sedangkan alexa yang terkejut melihat karin hampir terjatuh, membuatnya juga sempat hilang keseimbangan dan terjatuh mengenai tubuh bima yang dengan refleks berusaha menangkap alexa tapi salah perhitungan hingga tubuhnya terjatuh duduk seperti alexa yang sedang duduk dipangkuannya.


Alexa yang terkejut langsung berdiri


deg....deg...


jantungnya berdetak sangat kencang, mengingat posisinya dia terjatuh. Pipinya merah seperti tomat dan rasanya dia ingin segera pergi dari tempat itu.


duuuh...kenapa posisinya bisa pas gini sih. Apa lebih baik aku pergi yang ke kutub utara aja ya biar ngga ada yang melihatku lagi. batin alexa.

__ADS_1


Lain halnya dengan bima yang malah tersenyum simpul melihat sikap salah tingkah alexa dan pipi merona alexa.


"Udah selesai...kita pulang yuk" ajakan raisya membuat suasana kaku tadi jadi sedikit melumer.


Tiba tiba terbersit ide nakal dari Rayhan.


"Bim...bukannya hari ini ulang tahun lo. Sebelum pulang gimana kalau kita makan di kafe depan? Bima yang traktir..." ujar rayhan dengan tanpa rasa bersalah. Diluar dugaan bima malah dengan senang menyanggupi permintaan rayhan.


"Enggak...aku mau pulang aja"Jawab karin dengan suara lesu dan hendak berjalan pergi.


"Sebentar doang" rayu ray.


"Ray...aku capek banget! Aku mau tidur..." ujar karin dengan manja dan hendak pergi lagi tapi mira langsung menarik tangannya.


"Bima tuh ngga pernah ngerayain ulang tahunnya. Jadi apa salahnya kan kita sedikit nyenengin hati bima" ucapan mira membuat karin mau ngga mau mengikutinya.


Dengan langkah malasnya akhirnya karin mengikuti mereka semua berjalan bersama menuju kafe di depan sekolah.


Sesampainya disana karin yang duduk di sebelah raisya dan bima yang tiba tiba nyelonong duduk disebelah karin karena bima tahu pasti alexa bakal memilih duduk disebelah karin. Karena ini hari ultahnya bima sengaja ingin menggoda alexa apalagi setelah mengalami kejadian tadi. Akhirnya alexa terpaksa duduk disebelah bima karena tempat duduk yang lain sudah diisi oleh semua teman temannya.


"Sya....lo punya bahan buat prakaryaku yang kemarin aku tunjukin" tanya karin kepada raisya.


"Ada...nih" jawab raisya sambil menyodorkan dua bungkus yang salah satu berisi serpihan stereofoam dan satu lagi berisi potongan kertas mengkilat menyerupai glitter.


"Ini semuanya buat aku?" tanya karin.


"Heem" jawab raisya sambil menyerahkan juga dua bungkus yang sama kepada alexa.


Pembicaraan mereka berdua terhenti ketika makanan dan minuman datang. Tiba tiba terbersit ide jahil karin untuk menaburkan sedikit potongan kertas itu ke atas kepala bima. Bima yang kaget langsung menoleh ke arah karin.


"Selamat ulang tahun bima" ucapan manis keluar dari mulut karin kepada bima yang sontak membuat lainnya terkejut dengan ulah karin. Belum selesai itu, alexa juga ikut menjahili bima dengan sedikit meniupkan butiran serpihan stereofoam ke wajah bima hingga bima yang kaget langsung mengarahkan pandangan tak percayanya ke arah alexa.


deg...


deg...


"Selamat ulang tahun juga bima" ucapan manis alexa serasa langsung mengena ke jantung bima serta membuat jantung bima semakin berdebar debar dan tak hentinya menatap alexa dengan tatapan tak percayanya


Sebenarnya ray yang melihat itu sedikit cemburu, dia sangat berharap karin juga bisa bersikap manis padanya.


"Ayo kita makan..." ajak raisya seperti anak kecil yang mendapatkan es krimnya dan yang lainnya pun akhirnya ikutan makan.


Sebenarnya ada apa ini? kenapa mereka bertiga kelihatan manis semua hari ini...padahal gak biasanya mereka bersikap kayak gini didepan kita semua. Apa karena ada mira ya. batin aldo


Sambil makan mereka saling melempar candaannya masing masing hingga acara makan menjadi ceria karena karin yang berhasil menjadikan raisya sebagai korban kejahilannya berkali kali. Raisya yang sangat kesal karena acara makannya selalu diganggu oleh karin akhirnya memutuskan pindah tempat duduk. Dan ketika dia berdiri, dia berniat membalas semua kejahilan karin dengan duduk diantara aldo dan dan ray yang sebelumnya bersebelahan sehingga ray terpaksa menggeser tempat duduknya mendekati karin. Melihat itu akhirnya karin tidak bisa berkutik sedangkan ray terlihat sedikit bahagia karena berhasil duduk tepat bersebelahan dengan karin. Senyum licik sempat dipertunjukkan raisya kepada karin hingga membuat karin jadi kesal sendiri.


Ketika acara makan selesai, mereka yang hendak pergi dari kafe itu langsung terhenti ketika tujuh orang preman menghadang langkah mereka semua. Alexa langsung bereaksi dengan berdiri tepat dihadapan karin sedangkan mira berada diantara aldo dan rayhan. Tapi diluar dugaan karin malah bersikap manja kepada alexa dengan memeluk alexa dari belakang.


"Lex, aku lelah....kita pulang aja ya" ajak karin.


"Kau pergilah dulu dan aku titip tasku" jawab alexa dengan manis.


"Kau tidak akan lama kan?" tanya karin.


"Sepertinya tidak, kalau ada bantuan kecil" jawab alexa sambil mengerlingkan salah satu matanya kepada raisya.


Raisya yang paham langsung melepas kacamatanya serta langsung memasukkannya ke dalam saku tasnya," karin...aku juga nitip ya...." ujar raisya dengan senyum manisnya.


"Apa ini?? Disaat seperti ini kalian masih bercanda?" ucap bima yang tak percaya dengan pemandangan di depannya.


"Siapa yang bercanda...." tanya alexa balik.


"Udah tahu aku capek, malah disuruh bawa tas" gerutu karin sambil berjalan pergi.


Langkah karin sempat terhenti karena seorang preman menghadangnya ketika dia berjalan dipinggir. Ray yang melihat itu langsung berlari menghampiri karin serta berdiri disampingnya.


"Hei...lawan kalian bukan aku tapi mereka" ujar karin dengan santai.


"Siapapun yang ada disini adalah target kami" jawab preman itu. Setelah itu dengan cepat dia hendak memukul karin dengan tongkatnya. Sebenarnya karin sudah bersiap menangkisnya tapi ternyata ray lebih dahulu menangkisnya dengan tangan ray alhasil ray mengalami kesakita pada tangannya dan keadaan ini dipakai karin untuk menendang dengan keras perut preman itu hingga dia mundur beberapa langkah ke belakang.


"Ray...lo baik baik aja?" tanya karin dengan cemas tapi ray malah tersenyum manis kepada karin sambil mengelus tangannya yang sakit.

__ADS_1


Alexa mulai menghajar satu persatu preman dengan dibantu raisya dan alexa sampai beberapa dari mereka mulai babak belur. Tapi para preman itu tidak menyerah malah beberapa mengeluarkan senjata berbahaya seperti pisau dan belati sedangkan sisanya memegang tongkat pukul.


Sontak karin langsung mendekat ke arah ray tapi seorang preman tiba tiba dengan cepat berusaha menusukkan belati ke arah perut karin yang tertutup tas alexa dan raisya. Pisau itu menancap pada saku tas alexa yang berisi butiran stereofom hingga membuat ray menjerit memanggil namanya. Karin segera melayangkan beberapa pukulan kepada preman itu.


Sementara alexa, bima dan raisya kembali berhasil memukul mundur para preman itu.


"Lex!! maaf...." ucap karin dengan tampang sangat menyesalnya melihat tas alexa sudah robek beserta isinya keluar.


"Taskuuu....prakaryakuuuu..." ucap alexa yang sedih meratapi tas dan bahan prakaryanya yang sudah berjatuhan di tanah dari kejauhan.


"Kak aldo, apa kita sedang menonton pertunjukan drama?" tanya mira yang keheranan tak percaya dengan sikap alexa dan karin.


Kedua orang disebelahnya hanya menggelengkan kepalanya.sambil mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu.


Lain halnya dengan alexa yang mulai kesal


"Oke cukup sudah main mainnya!! Kalian memang harus diberi pelajaran!!" ucap alexa dengan lantang.


Alexa yang marah mulai melayangkan tendangan dan pukulan kerasnya pada satu persatu preman itu hingga mereka semua tumbang ke tanah.


Alexa....apa ini benar dirimu? Sepertinya kau jauh lebih terlatih dariku tapi kenapa setiap latihan kau seolah mengalah kepadaku. Sebenarnya seberapa besar kemampuanmu. batin bima.


Dengan langkah pasti alexa berjalan kearah seorang preman yang terkapar itu lalu menginjak tangan preman itu dengan salah satu kakinya sampai pisau yang sebelumnya dipegang preman itu terlepas dari tangannya. Alexa lantas berjongkok di hadapan preman itu.


"Katakan siapa yang sudah menyuruh kalian" tanya alexa dengan penuh penekanan. karena preman itu hanya diam alexa langsung berdiri dan menginjak dengan keras tangan preman itu sampai dia menjerit.


"Katakan siapa!!" tanya alexa dengan sedikit berteriak.


"Kedua...gadis...berseragam sama seperti...kalian" jawab preman itu dengan terbata bata sambil menahan kesakitannya.


"Ada apa ini!!" tanya ricko yang tiba tiba muncul.


Spontan alexa, raisya apalagi karin langsung menelan ludahnya karena takut ricko marah dan melaporkan kejadian ini kepada ayah karin. Di lain pihak, preman preman yang sudah tumbang tadi satu persatu mulai berlari menjauh berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri.


"Alexa! Siapa mereka?!" tanya ricko dengan tegas dan sorot matanya yang tajam.


"M...Mereka cuma preman biasa. A...aKu tadi sudah mengintrogasinya" jawab alexa dengan terbata bata.


"I..itu betul ricko...kami semua disini saksinya" tambah raisya yang juga gemetar dengan sorot mata ricko.


"Ya sudah....Ayo kita pulang" ajak ricko dengan tegas.


Tanpa bicara lagi alexa, raisya dan karin langsung mengikuti langkah ricko dibelakangnya setelah sebelumnya mereka berpamitan kepada semua teman temannya itu. Namun teman teman mereka masih mengikutinya dari belakang.


Ray yang masih merasa ngilu di tangan kirinya akibat pukulan tadi hanya diam berjalan sambil mengusap tangannya yang sakit.


"Ray...ada apa? tangan lo sakit?" tanya bima yang memperhatikannya sejak tadi.


"Ngga papa kok, cuma sedikit nyeri aja" jawab ray.


"Eh kalian ngerasa aneh ngga tadi...mereka bertiga seolah santai menghadapi tuh preman" tanya mira.


"Iya sih...tapi kita ngga boleh berprasangka dulu. Mungkin mereka bersikap begitu karena mereka sudah punya ilmu beladiri yang tinggi" jawab rayhan.


Benar juga omongan rayhan...dibalik sikap cupumu, ternyata kamu itu lumayan jago beladiri. kamu itu misterius banget sih sya, bikin aku makin penasaran aja. batin aldo


Pikiran Bima berkecamuk didalam kepalanya. Dia masih tak percaya dengan penglihatannya tadi ketika alexa menghajar preman preman itu dengan ganasnya.


Kemarin kemarin aku tahu kemampuanmu masih biasa aja lex...tapi kenapa tadi lo bisa berubah seperti singa yang sedang memburu mangsa. Pasti ada yang kau sembunyikan dariku alexa. Aku merasa kau berubah semenjak kau tidak masuk sekolah selama seminggu. Bahkan setelah itu ketika berlatih denganku kau juga seolah mengalah padaku. Kalau memang dugaanku benar....kemana kau selama seminggu itu lex.. batin bima


"Karin!!!" teriak raisya yang berusaha memegangi tubuh lemas karin yang tiba tiba pingsan tapi karena raisya tak kuat membuatnya hampir ikut terjatuh beruntung ricko dan alexa langsung memeganginya.


Ray yang panik langsung berlari mendekat serta hendak meraih tubuh karin tapi ricko sudah lebih sigap menggendongnya ala bridal style.


"Badannya demam, mungkin dia kelelahan. Lebih baik kita segera membawanya pulangl" ucap alexa setelah memeriksa kening karin.


Tanpa sepatah kata lagi ricko dengan langkah tegapnya perlahan membawa tubuh karin menuju ke mobil.


Ray hanya bisa menatap getir tubuh orang yang sudah mulai mencuri hatinya itu digendong dengan lembut oleh lelaki lain walaupun lelaki itu adalah orang kepercayaan karin. Dadanya tiba tiba terasa sesak dan seperti ditusuk oleh ribuan pedang. Sorot matanya tajam dan wajahnya menunjukkan kekecewaan yang mendalam.


"Lo yang sabar ya....aku yakin cepat atau lambat lo pasti bisa ngerebut hatinya" ucap aldo sambil mengusap usap punggung sahabatnya itu.

__ADS_1


Tanpa bicara lagi ray langsung bergegas pergi menuju mobilnya dan segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga sampai rumahnya.


__ADS_2