Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
jalan jalan ke mall


__ADS_3

Setelah sampai di apartemen, ricko langsung menuju dapur. Menurutnya meneguk segelas air dingin setelah berolahraga sangatlah menyegarkan. Setelah mengambil air dari dalam kulkas, ricko langsung meneguknya sambil menutup pintu kulkas. Setelah menutup pintu kulkas, Ricko yang sedang minum sampai menyemburkan air dari mulutnya karena saking terkejutnya melihat karin sudah ada dibelakangnya tanpa dia sadari sebelumnya.


glek...brusss...


"Kariiin....kamu doyan banget sih bikin aku jantungan" ucap ricko dengan kesal.


"Siapa yang mau bikin jantungan....gak liat apa kalo aku lagi bawa kotak obat....udahlah Aku males ribut...duduk situ...aku obati lukamu..." perintah karin.


"Ngga perlu....aku bisa sendiri...mana kotaknya" jawab ricko dengan tegas.


setelah menyerahkan kotaknya karin langsung pergi menuju kamarnya. Sedangkan Ricko langsung mandi setelah itu dia mengompres pipinya yang lebam karena pukulan tadi.


Tidak lama kemudian karin turun dengan memakai pakaian santai dan beberapa buku sekolah ke sofa dekat tv dengan ditemani ricko yang masih mengompres pipinya.


"Karin...boleh pinjam game kamu...aku bosen.." pinta ricko.


"Heem..."jawab karin kemudian dia serius lagi mengerjakan tugasnya.


Setelah menyalakan tv dan alat game milik karin, ricko langsung memulai gamenya dengan mengotak atik stick game di tangannya. Karin yang sedang belajar lama lama menjadi terganggu karena ricko sejak awal memainkan gamenya dengan volume yang keras.


"Ricko..." panggilan pertama karin tapi ricko tak bergeming.


"Ricko..."


"Ricko!!!" teriak karin sambil memukulkan bukunya di lengan ricko yang seketika membuat ricko menghentikan permainannya.


"Kamu itu ya...kecilin kek suaranya...gak tahu apa aku lagi belajar"ujar karin dengan kesal


"Hehe...gak seru bos..." jawab ricko sambil cengengesan


"Ya udah aku pindah aja deh..." sahut karin sambil membereskan bukunya lalu pindah belajar ke meja makan.


"Bi...punya cemilan ngga?" tanya karin sambil menata buku buku pelajarannya di meja makan.


"Nak karin mau bibi buatin apa...Atau nak karin mau Keripik yang kemarin masih ada kok" tanya bi ani.


"Keripik aja bi..." sahut karin.


Tidak lama kemudian Bi ani kembali dengan setoples keripik dan segelas teh manis hangat. Beberapa saat kemudian Karin yang sedang asik belajar sambil menyemil kripiknya kembali diganggu ricko. Dengan tanpa rasa sungkan, Ricko langsung ikut memakan cemilan karin di toplesnya. Melihat itu karin langsung memukul tangan ricko yang akan mengambil lagi cemilannya dengan tanpa rasa bersalah. Ricko langsung mendengus kesal, sementara bi ani dan bi darmi hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Karin....kamu...Ngga mau jalan jalan...ke mall kek...aku bosen disini terus..." ucap ricko.

__ADS_1


Karin langsung menghentikan belajarnya dan menatap ricko.


"Ke mall...males ah gak ada alexa sama raisya" jawab karin. Raisya memang belakangan ini sibuk sendiri dengan ekskul barunya.


"Sama aku aja ya...ya...ya...ntar aku bawain belanjanya..." ujar ricko sambil memohon.


"Mau belanja apa...." tanya karin


"Tau....belanja keperluan rumah kali..." ujar ricko.


"Udah aku percayakan semua sama bi ani", jawab karin.


"Ya kalo gitu jalan jalan aja...anak cewek kan biasanya suka jalan ke mall..." ujar ricko.


"Tapi aku males jalan ke mall kalo ngga ada perlunya..." jawab karin.


"Ayolah karin....sekali kali kita refreshing....biar gak stress" rayu ricko.


"okey...okey...aku ganti baju dulu" jawab karin sambil beranjak menuju kamarnya. Sementara ricko juga langsung ganti baju di apartemennya sendiri yang letaknya bersebelahan persis dengan kamar apartemen reno.


Setelah ganti baju, mereka bertemu di parkiran basement apartemen dan ricko langsung membawa mobil karin menuju mall terbesar di jakarta. Setelah sampai karin


Setelah turun karin langsung menuju tempat penjualan buku. Dia memang berencana untuk mencari buku buku penunjang pelajarannya. Sejak dia sekolah di jakarta, dia memang sering menghabiskan waktunya dengan membaca buku untuk mengusir rasa bosan dan rasa rindunya kepada keluarga. Dia berharap dengan mendapat prestasi yang selalu bagus, dia akan bisa menjadi asisten tercantik ayahnya yang tiada tandingannya.


Setelah memilih beberapa buku penunjang, dia lalu menuju rak buku buku fiksi untuk membeli beberapa novel detektif dan misteri. Belakangan ini dia memang mulai menyukai cerita tentang kisah detektif dan misteri. Menurutnya dengan membaca itu, jiwanya merasa tertantang untuk memecahkan suatu masalah.


Hingga ketika dia tengah asik melihat lihat tiba tiba ada seorang pemuda yang menabraknya dari belakang. Rupanya pemuda itu sebelumnya tengah asik becanda dengan seorang temannya sampai sampai dia tidak melihat kondisi sekitarnya.


Bruuk....


Buku buku yang dipegang karin langsung berjatuhan. Spontan pemuda itu langsung meminta maaf padanya


"Maaf...maaf...mbak....maaf gak....sengaja...karin..." ujar ray yang terkejut tak percaya dengan sosok dihadapannya.


*Haah...aduh males gue, dimana mana ketemu cowok ini lagi. karin.


kok bisa kebetulan terus gini ya...apa ini yang namanya jodoh...ray*


Karin yang masih kesal karena ditabrak tadi tanpa bicara langsung mengambil buku bukunya yang jatuh tadi. Melihat itu ray langsung membantunya.


"Sendirian aja? " tanya ray

__ADS_1


spontan karin langsung celingukan mencari keberadaan ricko yang ternyata belum muncul disitu.


"Kayaknya sih iya..." jawab karin yang membuat ray dan aldo jadi keheranan.


"Emangnya lo tadi datang sama siapa? Raisya sama alexa kan?" tanya aldo.


"Enggak tuh..." jawab karin singkat.


"Trus berangkat kesini naik apa?" tanya ray yang mulai antusias.


"Diantar ricko" jawab karin dengan santai.


"Ricko itu siapa sih?" tanya aldo yang mulai penasaran.


Tiba tiba ricko sudah ada di depan kasir.


"Ricko itu...tuh dia orangnya...udah nungguin...sorry aku ke kasir dulu yah" jawab karin setelah itu dia berlalu menuju kasir.


Dari situ tampak ray dan aldo memperhatikan terus karin yang berjalan menuju kasir sedangkan ricko sudah menunggunya di depan kasir.


Cowok itu siapanya karin, kok keliatan akrab banget sama karin. Apa dia cowoknya karin ya..Emang sih, karin kalo pake baju santai gitu kelihatan lebih manis...muka udah cantik, baju walaupun sederhana tapi oke...kayaknya beberapa barang yang dia pakai itu berkelas dan bermerek...kalo dia anak orang kaya berarti...mungkin aja tuh cowok cuma supir dia disini...kalo bukan masak iya dari pagi sampe sore nemenin karin terus...karin itu kan tipe cewek yang gak gampang akrab apalagi sama cowok...ray


Sementara aldo langsung mengalungkan tangannya ke bahu ray.


"Men...Saingan lo lumayan cakep...lo yang gigih ya...semangat perjuangkan cinta lo" goda aldo kepada ray.


"Bisa aja lo becandanya..." jawab ray sambil tersenyum manis.


"Yeey...trus yang tadi pagi lo pelototin tuh siapa?" tanya aldo


Ray langsung gelagapan mendengarnya.


"Ehm....oh itu...ngelihat doang emang gak boleh..." jawab ray berusaha menutupi salah tingkahnya dihadapan aldo.


"Bukan masalah gak boleh...masalahnya selama gue jadi temen lo, baru kali ini gue ngelihat gunung es kayak lo lagi merhatiin cewek...walaupun cewek itu agak aneh sih.."ucap aldo.


"Aneh darimananya...bukannya dia cewek normal" ucap ray.


"Dia emang normal tapi judesnya men...ngalahin emak gue yang lagi sewot" balas aldo. Mendengar itu ray langsung tertawa lebar.


"Bisa aja lo do...udah ah kita jalan lagi yuk!" ajak ray kemudian mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2