Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
Rasa penasaran


__ADS_3

Masih dengan rasa takjubnya, perlahan dia mendekati almari putih yang sangat besar di samping tempat tidurnya yang juga lumayan besar itu lalu perlahan membuka pintunya.


ceklek....


Matanya kembali membulat ketika di almarinya sudah bertumpuk dan berderet baju baju model terbaru lengkap dengan tas dan sepatu yang walaupun modelnya simple tapi berasal dari beberapa brand ternama serta beberapa accessories seperti syal, kacamata, topi dan masih banyak lagi. Semuanya tersimpan rapi di rak dan laci khusus accessories. Sepertinya orang yang memilihkannya tahu betul selera karin yang tidak suka ribet dan selalu tampil sederhana.


Apa aku tidak salah lihat....apa benar ini semua untukku?? batin karin


Setelah puas melihat isi lemari besar, pandangannya beralih ke sudut kamar lainnya dimana sudah ada meja rias yang letaknya tak jauh dari meja belajar karin. Karin mendekati meja rias itu dan hatinya tiada henti terkejutnya ketika mendapati berderet beberapa parfum dan juga beberapa peralatan make up remaja yang sudah tertata rapi dan sebagian tersimpan di dalam laci meja itu. Di tumpukan kedua laci itu terdapat beberapa jam tangan sporty merk terkenal dan juga beberapa memancarkan kilau keemasannya.


Karin yang merasa sedikit syock langsung terduduk di kursi meja rias sambil berusaha mencerna sebenarnya kehidupan seperti apa yang akan dia jalani. Ternyata kehidupan disini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di desa yang benar benar sederhana dimana selama ini dia juga merasa sudah nyaman dengan kehidupannya itu.


Ingatan karin kembali pada pembicaraan dengan ayahnya dulu.


Kau tidak boleh menolak segala perlakuan ayah


Mengingat itu, perlahan dia melangkah menuju meja belajarnya. Diatas meja berderet beberapa buku tapi hanya sedikit serta masih menyisakan banyak ruang kosong disamping buku buku itu. kemudian dia juga membuka laci besar dimana sudah tersusun rapi dua pack buku tulis baru dan beberapa peralatan tulis lengkap dengan beberapa tempat pensil bernuansa minion. Disitu juga masih terdapat banyak ruang kosong. Rupanya memang sengaja ditata seperti itu supaya karin masih bisa leluasa menyimpan beberapa barang sekolah yang akan dia beli nanti.


Setelah duduk di kursi meja belajar, rasa penasarannya muncul kembali ketika mendapati sebuah tas laptop yang ternyata juga berisi laptop keluaran terbaru lengkap dengan modem dan dua buah flashdisk. Disebelahnya juga ada sebuah ponsel keluaran terbaru.


Karin lalu mengamati dengan serius ponsel itu lalu mulai memainkannya. Di dalam ponsel itu tersimpan hanya dua nomor yang tertulis nama ricko dan ayah.


Untuk apa menyimpan nomer sopir menyebalkan itu. Dan ayah...... batin karin


"Halo sayang, kau sudah sampai?" jawab seseorang dari ponselnya yang ia tahu betul itu suara adalah suara ayahnya.

__ADS_1


"Dari mana ayah tahu kalo karin sudah sampai" tanya karin


"Ini nomer yang khusus ayah belikan untukmu dan kau menggunakannya untuk menelpon ayah bukan?"jawab ayahnya.


Benar juga....kenapa aku tiba tiba bodoh begini sih....


"Ayah....apa ayah yang sudah menyiapkan ini semua untukku?" tanya karin


"Demi kau, ayah bisa lakukan apapun sayang" jawab lembut ayahnya.


"Tapi ayah....karin sudah merasa cukup dengan kehidupan karin sebelumnya dan ayah tahu sendiri kan....."


"Ayah tahu sayang....ayah sangat paham dengan sifat putri kesayangan ayah. Percayalah ayah tidak ingin merubah kehidupanmu. Ayah hanya ingin memberikan hakmu yang selama ini belum sepenuhnya kau dapatkan. Ayah harap apa yang kau terima sekarang tidak akan merubah kebiasaanmu. Tetaplah menjadi dirimu sendiri dan tetaplah menjadi karin yang selama ini selalu menjadi putri kesayangan ayah. apa yang ada dihadapanmu sekarang anggaplah hanya penampilan luarmu saja. Tapi diri putri ayah yang sesungguhnya tetaplah tidak berubah sampai kapanpun" jelas ayah karin panjang lebar.


Ayah....untuk apa ayah melakukan ini semua padaku...lagi pula kenapa tidak bilang sejak awal sih kalo ayah sudah menyiapkan semuanya jadi aku tidak perlu repot bawa koper seberat itu.


"Ayah tenang saja, putri ayah ini tidak semanja itu. Hanya saja...karin masih bingung, darimana ayah mendapatkan uang sebanyak ini? Aku tahu persis nominal penghasilan kita dari perkebunan rasanya sangat royal kalau ayah menghamburkan uang sebanyak ini hanya untuk diriku" ucap karin dengan rasa penasaran


"Haha....Kau memang asisten cantik ayah yang cerdas. Ayah sudah menduga kau akan menanyakan hal ini kepada ayah. Hanya karena ayah cuma pemilik sebuah perkebunan di desa kau pikir ayah tidak mampu untuk membelikan semua barang itu? Apa kau lupa, dulu ayah sering pamit keluar kota karena ayah punya beberapa urusan bisnis? Ya...ayah ini memang tidak pernah cerita padamu. Jadi kau tak perlu menanyakan lagi darimana ayah mendapatkan uang. Kau tak akan mengerti. Hanya satu hal yang perlu kau ingat, Percayalah....apapun yang ayah lakukan hanya untuk membahagiakanmu" jelas ayah karin dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih ayah...." ucap karin dengan mata yang berkaca kaca.


"Sama sama anakku...ingatlah pesan ayah....tetaplah menjadi dirimu yang sekarang. Ayah bangga padamu" setelah itu ayah karin menutup telpon itu dari ponselnya tapi masih berdiri menatap pemandangan luar dari jendela kantornya.


"Pak...sekarang jadwal untuk menemui klien kita dari amerika. Kita harus segera berangkat ke restoran X. Jadwal pertemuan 45 menit lagi, semua berkasnya juga sudah siap" ujar dewi sekretarisnya.

__ADS_1


"Beritahu reno kita berangkat sekarang" jawab Tuan Suwandi sambil meraih jasnya yang dia sandarkan di kursi kerjanya.


Tidak berapa lama kemudian Tuan Suwandi dan sekretarisnya berjalan menuju lift khusus presdir. Dan dibawah tampak telah bersiap beberapa pengawal lainnya. Dua orang sedang menunggu di depan pintu lift khusus presdir sedangkan lainnya berada di depan jajaran mobil mobil mewah kelas atas menunggu kehadiran tuannya lalu pergi mengikuti arah kepergian tuannya.


Karin yang seorang diri tapi masih penasaran dengan barang barang di kamarnya lantas kembali menuntaskan rasa penasarannya. Kali ini dia berjalan mendekati tempat tidur lalu merabanya dengan jemari tangannya.


Hmm.....lembut sekali. Ini terlalu nyaman untukku. Bagaimana besok kalau aku jadi sering terlambat berangkat sekolah gara gara kesiangan. Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri.


Perhatiannya lalu tertuju pada meja nakas di sebelah tempat tidur. Diatasnya terdapat sebuah foto keluarga dan sebuah jam beker kecil. Ada sebuah nampan juga berisi sebuah gelas dan sebotol air putih. Karin lalu mengambil serta meraba foto keluarga itu yang terpampang jelas foto ayah, ibu,dirinya sendiri serta adik kesayanyannya. Walaupun belum satu hari dia berpisah dengan keluarganya tapi dia merasa sudah rindu ketika melihat foto itu.


kemudian rasa penasarannya kembali muncul ketika melihat laci di meja nakas itu. Dan setelah dia buka, laci itu berisi sebuah amplop coklat. Karin yang penasaran lantas membuka amplop tersebut. Ternyata amplop iti berisi berkas berkas untuk sekolahnya. Tampak berkas berkas itu sudah selesai diurus tapi karin merasa aneh dengan paraf di beberapa berkas yang setahunya bukanlah paraf ayahnya. Karin memang hafal betul bentuk paraf ayahnya.


Sepertinya ayah menyuruh orang untuk mempersiapkan semua ini. Tapi siapa orang itu? Aku penasaran sekali dengannya sepertinya dia orang yang benar benar ahli. Semoga saja bukan sopir menyebalkan itu....


Krucuk.....krucuk...


Tiba tiba saja karin merasa lapar. Lalu dia memutuskan untuk turun menuju dapur. Terlihat bi darmi sedang menata meja makan.


"Kebetulan aku lapar" celetuk karin.


"Silahkan dimakan nak karin" ujar bi darmi.


"Tunggu....raisya dan alexa mana bi?" tanya karin


"Nak karin makan saja dulu. Saya akan panggilkan mereka sekarang" ujar bi darmi.

__ADS_1


"Makasih bi" ujar karin sambil langsung mengambil makanannya.


Bi darmi hanya tersenyum sambil mengangguk lalu dia pergi naik keatas menuju kamar raisya dan alexa.


__ADS_2