
Akhirnya karin hanya bisa diam sambil menundukkan kepala. Dia sama sekali tidak menikmati pemandangan di depannya. Karin memang tidak pernah suka dirinya jadi pusat pehatian. Tapi kenyataannya sekarang rayhan telah membuat dia jadi pusat perhatian. bagaimana tidak, genk cowok paling populer di sekolahnya kini benar benar ada persis di sebelah dia bahkan dia juga sedang duduk bersama mereka menonton bima sedang latihan duel dengan alexa. Posisi karin membuat semua cewek yang ada disitu memandang iri padanya. Sebenarnya karin sudah berusaha pergi tapi ketika dia akan berdiri rayhan dengan cepat menarik lengannya supaya karin duduk kembali. Dan itu terjadi berkali kali.
Ray yang merasa ada yang aneh dengan sikap karin lantas bertanya,"karin...lo kenapa diem aja..."
"Memangnya kak ray ngga lihat apa...semua orang merhatiin kita...Tolong kak biarkan aku pergi..." jawab karin yang membuat semua teman ray tiba tiba juga ikut terkejut tak percaya dengan jawaban karin.
"Emang salah kalo mereka ngelihatin kita....? salah mereka sendiri kenapa mau ngelihatin kita" ujar ray dengan santai
"Aku ngga suka jadi pusat perhatian banyak orang..."jawab karin dengan wajah sendu. setelah itu dia berdiri dan secepatnya pergi dari tempat itu. sementara alexa yang sekilas melihat karin pergi lantas kehilangan konsentrasi dan akhirnya dia terjatuh karena pukulan bima yang sempat dia tangkis dengan kedua tangannya.
Melihat alexa terjatuh bima langsung menghampirinya dan mengulurkan tangannya.
Alexa sempat memandang tajam bima sejenak sebelum akhirnya dia menerima uluran tangan bima.
"Makasih...." ucap alexa sambil mengatur nafasnya.
"Sama sama...masih mau lagi?"tanya bima sambil menyungging senyum kemenangannya.
"Enggak akh...aku nyerah aja" jawab alexa. Sebenarnya pikiran alexa sedang kalut memikirkan karin yang sudah pergi beberapa saat yang lalu dengan wajah seperti itu.
"Jadi...gue yang menang nih..."ucap bima yang langsung membuyarkan lamunan alexa.
"Terserah kak bima aja..." jawab alexa lalu dengan cepat dia pergi dari ruang latihan.
Tuh cewek kenapa sih...tiba tiba aneh gitu...perasaan tadi sebelum latihan baik baik aja deh. batin bima.
"Wuiidiih...keren bro...kalian berdua kayak pendekar di tv tv"ujar kevin sambil sedikit menirukan gaya bima tadi.
seketika itu langsung membuyarkan lamunan bima. Bima lalu menyadari ray tidak ada disitu.
"Iya bro...pantesan aja lo ngebet banget sama alexa buat gabung sama ekskul karate, ternyata ini maksud lo. Udang dibalik rempeyek nih" goda jo kepada bima.
"Emang wajah gue mirip warung mak lo yang jual aneka macem sembako...bisa aja lo...oh ya...ray mana?" tanya bima.
"Iya...ray mana ya..."tambah aldo. semua teman segenknya langsung celingukan kesana kemari menyapu semua sudut dan ruangan basecamp karate, tapi kelihatannya ray sudah pergi dari tempat itu.
"Hmm...tuh anak ya...main ngilang ngilang mulu...kayak hantu aja deh" celetuk kevin
"Udahlah...palingan juga pasti nyariin karin...eh tapi kalo dia emang beneran ngejar karin, ngapain juga kita susah susah niat nyomblangin mereka"ujar rayhan.
"Ya elah han...lo itu ngga setia kawan banget ya...ray itu selama ini belum pernah pacaran, ya siapa tahu dia udah nemuin cinta pertama dia sama karin. Makanya kita harus bantu ngilangin gelar jomblo yang selama ini udah menjadi hak patennya dia" ujar bima.
"Bagi gue sah sah aja dia mau pacaran ama cewek manapun. itu hak ray, tapi masalahnya tuh cewek beda sama cewek lain. Kalo menurut gue nih tuh cewek bakal susah didapetin...Sebagai sahabat gue kan jadi kasihan sama ray"ujar rayhan.
Seketika bima dan aldo langsung tersenyum lebar penuh arti.
"Udah lo tenang aja...gue udah pegang kartu asnya" ujar bima.
"Gue juga sama bim" ujar aldo.
"Serius lo..."ujar bima dengan tatapan penuh selidik.
"Udah Lo semua tenang aja. Lo semua tunggu aja tanggal mainnya" ujar aldo dengan santai kemudian dia pergi sendiri meninggalkan teman teman segenknya.
__ADS_1
Di tempat lain masih di sekolah, terlihat ray sedang berjalan kesana kemari mencari karin. Sedangkan karin yang masih berjalan sendiri di salah satu lorong sekolah tiba tiba dia teringat sesuatu. Dia lalu mengeluarkan ponsel sambil menyandarkan punggungnya di tembok lorong tersebut. Ray yang akhirnya menemukan keberadaan karin akhirnya hanya bisa terdiam mematung menatap karin yang tengah asik menempelkan ponsel di telinganya. karin memang tidak menyadari keberadaan ray yang berjarak tiga meter darinya sebab pada waktu itu di lorong terdapat beberapa anak yang sedang berdiri mengobrol dengan teman mereka masing masing.
"Halo ayah...apa yang ayah lakukan?" tanya karin
"Ayah sedang bekerja sayang. Ada apa kau menghubungi ayah nak"jawab ayahnya.
"Apa ayah sedang di perkebunan?" tanya karin.
"Tidak ayah keluar menemui rekan bisnis ayah dan sekarang ayah sedang menunggunya. Kau tidak keberatan kalo ayah menutup telpon ini?"tanya ayah.
"Baiklah ayah...nanti aku akan menelpon ayah lagi?"ujar karin dengan perasaan kecewa.
"Tentu saja kau harus menghubungi ayah lagi...kalau tidak ayah yang nanti akan menelponmu. Kalau begitu ayah tutup dulu telponnya. Dah sayang...."ujar ayahnya.
"Dah ayah..." jawab karin kemudian dia menutup telponnya.
"Kasihan ayah...gara gara aku...ayah jadi repot sendiri" gerutu karin sendiri.
Kemudian ketika dia mulai tegak berdiri lagi serta hendak melangkah, tiba tiba ray sudah berdiri tepat disampingnya. Dan sayup sayup terdengar ada suara memanggil nama ray. Ray yang menyadari itu suara angel segera dengan cepat menarik lengan karin dengan kuat serta membawanya pergi ke suatu tempat lain.
"Kak ray mau apalagi sih" ujar karin dengan suara sedikit keras sambil meronta melepaskan lengannya dari cengkeraman tangan ray. Tapi ray langsung menempelkan jari telunjuknya di mulut karin sambil bibirnya mengisyaratkan karin untuk diam.
"Ikut aku bentar "bisik ray sambil kembali menarik karin dengan kuat. Sebenarnya karin berusaha melepaskan tangan ray lagi tapi usahanya terhenti ketika sayup sayup kembali mendengar suara angel memanggil ray.
"Ikut aku atau angel akan mencurigaimu dekat denganku" ujar ray dengan cepat lalu dia kembali menarik lengan karin dengan kuat. Karin akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginan ray.
"Ray mana ya....perasaan aku tadi lihat dia disini deh" ujar angel kepada jenifer yang tadi juga mengikutinya.
"Lo salah liat kali..." ujar jenifer yang tak percaya.
"Ya mungkin aja...dia udah pergi sama tuh cewek, udahlah ngel kita ke kantin aja yuk...aku laper...kamu traktir aku ya..."ujar jenifer sambil menarik paksa angel.
Di tempat lain terlihat ray masih menarik lengan karin sampai ke sebuah tanah kosong di belakang laboratorium kimia yang letaknya di pojok belakang sekolah. Tempat itu memang sangat sepi, hanya ada mereka berdua disana.
"Kak ray mau apa?" tanya karin sambil merapikan bajunya serta mengusap usap lengannya sendiri.
Ya tuhan apa yang aku lakukan...aku berbuat kesalahan lagi...kenapa aku terus aja ngikuti nih cewek. Apalagi jantungku kenapa deg degan kayak gini sih. batin ray
"Maaf...aku tadi udah bawa paksa kamu kemari" hanya itu yang bisa ray ucapkan.
"Iya trus kak ray bawa aku kesini untuk urusan apa? Soal basket lagi..."tanya karin yang mulai kesal dengan sikap diam ray.
Ayo ray...jawab aja lo itu suka sama dia...enggak...nggak mungkin gue suka sama cewek jutek kayak dia...terlalu cepat kalo gue ngomong kayak gini sama dia. batin ray
"Tunggu karin..." akhirnya ray mulai bicara ketika karin akan beranjak pergi.
Yaelah nih orang, disuruh ngomong dari tadi malah diem...giliran mau ditinggal pergi malah ngajak ngomong...maunya apa sih.batin karin.
karin membalikkan badannya lagi dengan malas lalu menatap ray dengan wajah juteknya.
"Apa!" ujar karin dengan sewot.
"Huft...lo itu kenapa sih bawaannya sewot mulu ama gue...manis dikit napa?" balas ray.
__ADS_1
"what....kak ray bilang apa barusan!" tanya karin tak percaya
"Aku bilang...kalo jadi cewek itu yang manis" jawab ray lalu dia menampakkan senyum manisnya.
Apa...apa aku gak salah denger tadi. kak ray nyuruh aku bersikap manis? enggak,pasti ini rencana dia buat ngrayu aku. Emangnya aku cewek bodoh yang segampang itu bisa jatuh dalam rayuan gombalmu. Dasar cowok playboy, nih...rasain pembalasanku. batin karin
"Ooh...jadi kak ray mau aku bersikap manis..."ujar karin yang awalnya sambil bergelayut manja di lengan ray hingga membuat ray sempat merasa heran. Tapi setelah mengusap usap lengan ray tiba tiba karin langsung mencubit lengan ray sampai ray merasa sangat kesakitan.
"Auw...karin lepasin...sakit beneran" ujar ray sambil menggeram meringis menahan sakit, lalu karin mulai berhenti mencubit. Terlihat ray mengelus elus lengannya sendiri
Rasain lo...hahaha. batin karin
karin sendiri akhirnya sudah tidak dapat lagi menahan tawanya melihat ray seperti itu.
Karin...karin...manis banget sih lo kalo lagi ketawa gitu...hati gue sampai langsung meleleh.batin ray
"Kenapa lihat lihat....atau....mau aku manisin lagi" goda karin sambil bersiap hendak mencubit lagi lengan ray dan tak lupa dengan senyum manisnya dihadapan ray.
Ray yang paham perkataan karin tadi langsung sigap berkata, "Enggak....gak mau lagi....sakit...."ujar ray setelah itu dia kembali tersenyum manis. Senyuman yang bagi kaum hawa cukup menggoda.
"Okey...kalo gitu gue boleh pergi sekarang kan?" tanya karin tanpa rasa bersalah.
Tiba tiba ray langsung mengulurkan tangannya kepada karin. Sedangkan karin hanya melempar pandangan heran karena dia merasa aneh dengan sikap ray tapi ray tetap tersenyum manis dihadapannya.
"Kita berteman..."ucap ray sambil tetap mengulurkan tangannya ke hadapan karin. Karin yang awalnya ragu ragu akhirnya menerima uluran tangan ray.
Perasaan ray yang sangat bahagia karena pertemanannya diterima baik oleh karin, membuat dia menatap tiada henti wajah karin sambil tetap menunjukkan senyum menawannya itu. Sedangkan karin yang merasa tangan kanannya belum juga dilepaskan ray, akhirnya berusaha dia lepaskan dengan bantuan tangan kirinya.
Ray lalu menutupi rasa salah tingkahnya dengan menggaruk garuk tengkuknya sambil sesekali melempar senyum kepada karin.
"kak ray...aku...mau balik ke kelas dulu yah"pinta karin.
"Ayok...aku anterin" jawab ray dengan ramah dan mereka berdua mulai berjalan.
"Tapi...sampe depan lorong aja ya....aku ngga mau ngerusak pamor kak ray"ujar karin
"Hmm...lo ngomong apaan sih" ujar ray yang kurang suka dengan perkataan karin tadi.
"Kak ray kan selebritis sekolah..ntar bisa keluar gosip yang hooot banget..." jawab karin dengan polos.
*T*ampang lo ngegemesin banget sih rin...bikin aku pengen gigit kamu aja. batin ray**
"Gue ngga peduli..." jawab singkat ray.
"Kak ray!!" balas karin dengan suara meninggi.
"iya...iya...gue paham anak manis...dan sekarang kita udah sampe lorong, ntar lo kesana dan gue sebaliknya tapi tunggu, gue boleh minta nomer hp lo?" ucap ray penuh harap.
"Sini hp kakak...."pinta karin.
tanpa menunggu lagi ray langsung mengeluarkan ponsel mahalnya dari saku celananya dan segera menyodorkan kepada karin. Kemudian karin mengetikkan nomer hpnya dan tak lupa memberi nama karin di phonebook ponsel ray. setelah itu dia mengembalikannya pada ray. Lalu mereka berjalan terpisah arah. Tapi ketika baru beberapa langkah ponsel karin berdering nomer asing. Walau awalnya ragu akhirnya karin menerima panggilan itu.
Dan begitu karin tekan tombol hijau itu lamgsung terdengar suara, "Maaf....aku cuma mastiin aja kalau ini beneran nomer kamu" ujar ray dari balik telpon. Spontan karin membalikkan badannya dan langsung melihat ray dalam jarak tiga meter sedang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya sambil masih menempelkan ponsel di telinganya. Lalu dia memutuskan sambungan telponnya dan berkata lantang sambil tetap tersenyum menawan, "bye karin..."
__ADS_1
Kemudian dia langsung membalikkan badannya dan terus berjalan menjauh. Sementara karin yang sempat tertegun dan tak percaya dengan sikap manis ray tadi, membuatnya diam mematung sejenak lalu dia ikut pergi menuju ke kelasnya sendiri.