
Setelah melewati masa ujian nasional yang panjang, akhirnya hari ini adalah hari pengumuman kelulusan bagi siswa kelas XII. Banyak siswa yang bersorak gembira menyambut kelulusan mereka.
Begitu juga dengan ray dan teman teman segenknya dan juga beberapa teman lainnya yang sedang merayakan hari kelulusan mereka di sebuah kafe tempat mereka biasanyanya nongkrong. Beberapa ada mengajak kekasih mereka kecuali ray yang sendiri dan bima yang keberadaannya entah kemana. Entah kenapa tiba tiba ray teringat pada bima lalu mengeluarkan ponselnya dan mulai berkirim pesan setelah mengambil beberapa foto perayaan mereka untuk dikirimkan kepada bima.
Bro...lo lagi dimana? ray
Sorry gue lagi banyak kerjaan bro
fotonya asik banget. bima
Ya iyalah emang lu bro
kerja mulu dari kemarin. ray
Ngga usah ngeledek deh
Gue gini juga karena cewek lo. bima
Hei bro...kenapa lo jadi nyalahin cewek gue sih??
Sekarang gue tanya
cewek lo dimana ? bima
Di hotel..
Nah dia aja ngga sama lo
gimana bisa gue sama alexa
kan lo tahu sendiri
dimana ada karin disitu ada alexa. bima
Jadi maksud lo
lo males kalo ngga ada alexa? ray
Betul bro....
lo punya ide? bima
Kebetulan karin lagi ada pertemuan bisnis di hotelnya.
Gimana kalo kita kesana
Sekalian lo traktir gue makan malam ya. ray
Anjiir lo.
Manfaatin kesempatan dalam kesempitan bima
Lo mau ketemu alexa kagak? ray
Mau dong
Oke deh gue jemput lo jam 4 sore. bima
Siap bos. ray
"Guys...aku pulang dulu yah" pamit ray
"Kok lo buru buru ray?" tanya aldo
"Iya gue masih ada perlu, gue pergi dulu yah"
Setelah berpamitan ray bergegas menuju mobilnya. Tapi langkahnya terhenti ketika niken berteriak memanggilnya.
"Ray tunggu!!" ucap niken
"Sorry ken gue lagi buru buru" jawab ray
Tapi ketika ray hendak berjalan lagi lagi niken mencegah kepergiannya.
"Aku mohon sekali ini aja ray. Setelah ini aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi" ucap niken.
Ray yang tidak percaya dengan ucapan niken hanya diam menatapnya.
"Ray...aku akan melanjutkan kuliah ke Jerman. Sebelum aku pergi, bisakah kau menemaniku?" pinta niken
"Sekali lagi gue minta maaf ken. Gue bukan orang yang bisa kasih harapan kepada banyak wanita. Semoga lo dapat cowok yang lebih baik dari gue" ucap ray
kemudian ray bergegas masuk ke dalam mobilnya lalu pergi menuju kantornya sebentar untuk mengambil beberapa berkas yang akan dia bawa ke rumah.
Setelah kepergian ray, niken masih berdiri mematung dengan wajah sedihnya.
"Kenapa kau begitu jahat padaku ray. Bahkan kau tidak mau mengucapkan selamat tinggal padaku" gumam niken yang tanpa sadar air matanya menetes di pipinya.
Sore harinya bima menjemput ray di rumahnya. Setelah itu mereka bergegas berangkat menuju hotel karin.
Menjelang petang, di hotel terlihat karin sedang berjalan bersama alexa meninjau hotelnya. Langkahnya terhenti ketika mendengar nyanyian dari restaurantnya yang malam ini sedang ada acara panggung live music dari beberapa artis lokal. Tanpa dia sadari ada seorang artis penyanyi yang sedang mampir di hotelnya dan sedang menyanyikan beberapa lagu dari albumnya.
Karin yang tampak cantik dengan setelan baju kerjanya berwarna hitam begitu juga dengan alexa pun mulai mendekat ingin merasakan kesenangannya sejenak dengan mendengarkan musik sambil berdiri di sudut ruangan. seorang laki laki paruh baya mendekat padanya. Dia adalah manajer restorannya.
"Selamat malam nona" sapanya
"Selamat malam pak" jawab karin
__ADS_1
"Anda mau saya carikan tempat duduk" tanya manajer itu.
"Tidak pak...biarkan saja...aku senang restoran kita bisa seramai ini" ucap karin.
"Ini semua berkat beberapa ide nona" jawab manajer itu.
"Jadi sepertinya aku harus mempermudah kerjasama ini" ucap seorang pria muda tampan keturunan asia berwajah korea.
Tuan Kai adalah pengusaha muda keturunan korea yang memutuskan untuk menetap di Indonesia. Umurnya yang sudah matang, yaitu 28 tahun, tapi dia belum menikah bahkan belum pernah terlihat serius menjalin hubungan dengan seorang wanita.
"Tuan Kai....Anda datang lebih awal" ujar karin
"Selamat sore nona Juwita" sapa kai sambil mengulurkan tangannya.
"Maaf....Panggil saja aku karin" karin menyela perkataan Pria muda sambil menerima jabat tangannya.
"Baiklah nona Karin, Bagaimana kalau sebelum diadakan persetujuan kontrak kita berkeliling melihat lihat hotel anda sambil menunggu waktu. Sejujurnya aku suka dengan suasana hotel ini, begitu mempesona. Sama seperti pemiliknya" ucap kai yang sebetulnya tak percaya bahwa wanita di depannya ini masih berumur enam belas tahun.
"Terima kasih atas pujiannya tuan, kebetulan saya sedang meninjau hotel saya. Anda bisa ikut menemani saya" ucap karin sambil mengisyaratkan pada kai untuk ikut jalan bersamanya sambil mengobrol.
"Oh ya, aku dengar anda masih baru berumur enam belas tahun dan anda belum lulus sekolah. Apa itu benar? Lalu bagaimana anda bisa membagi waktu antara sekolah dan pekerjaan?"
"Tepat sekali, hotel ini adalah hadiah ulang tahunku dari ayahku. Aku ingin memulai karirku sendiri sebelum aku bergabung dengan perusahaan milik ayahku. Sebelumnya aku juga sudah terbiasa membantu ayahku. Dan itu aku lakukan tanpa mengganggu sekolahku. Kebetulan ayahku sendiri juga tidak keberatan aku membantunya. Jadi tidak ada salahnya kan kalau aku sedikit membantu ayahku" jawab karin.
Karin mengajak Kai berkeliling hotelnya sambil menjelaskan beberapa kelebihan dari beberapa ruangan yang mereka datangi. Kai merasa senang mendengar semua ocehan karin tentang hotelnya apalagi terkadang karin menyelipkan candaan yang absurd kepada anak buahnya khas anak muda yang semakin membuat kai tertarik untuk terus mengikuti langkah karin.
"Baiklah tuan Kai ini saatnya kita menuju lantai dua restoranku. Bisa kita mulai penandatangan berkas kerjasama kita sekarang?" tanya karin kepada Kai.
"Tentu saja...silahkan" jawab Kai.
Mereka berdua pun segera berjalan kesana. Tapi ketika karin akan naik, karin melihat Ray dan Bima sedang asik menikmati makan malam sambil mendengarkan live musik. Hanya saja karin merasa pandangan tajam ray memperingatkan dia bahwa kekasihnya itu sedang cemburu melihat kedekatan karin Kai. Apalagi tatapan Kai yang selalu menunjukkan ketertarikannya kepada karin.
Karin memerintahkan alexa untuk menemani bima dan ray walaupun awalnya alexa menolak tapi karena karin adalah bosnya akhirnya mau tak mau alexa menurut padanya.
Senyum bima pun akhirnya merekah sempurna ketika melihat alexa berjalan mendekat padanya.
"Halo lex...apa kau masih sibuk?" tanya bima
"Seperti yang kau lihat...ngga usah cemburu ray, kamu satu satunya laki laki yang berhasil membuat singa betina itu tahkluk" jawab alexa sambil mengisyaratkan pelayan untuk datang mendekat. Dan setelah memesan tiga cangkir capucino, jio mendekat lalu duduk tepat disamping alexa.
"Lex...ini perasaanku saja atau wanita asia itu memang bertingkah aneh. Apa menurutmu wanita itu sedang cemburu pada Tuan Kai" ucap jio sambil menunjukkan pandangannya menuju wanita itu yang sedang duduk di depan kaca lebar yang menghadap ke parkiran mobil.
"Wanita yang menarik" balas alexa.
"Lex ayolah aku tidak sedang bercanda. Menurutmu apa hubungan wanita itu dengan segerombolan pria itu. Kenapa dia berkali kali menatap kearah itu" ucap jio.
"Maksudmu segerombolan pria tampan di depan mobil hitam itu?" tanya alexa kepada jio.
"Hati hati bicaramu sayang, kau bisa membuatku cemburu" sela bima.
"Lex...kau punya hubungan apa dengan pria ini?" tanya jio yang tak percaya.
"jio jangan menggangguku" balas alexa yang tetap fokus memandangi mobil plat nomer kendaraan itu dan mencoba memperbesar pandangannya lewat kacamata yang dia pinjam dari jio.
"B 888 J...sepertinya plat nomer itu tidak asing" ucap alexa
"Coba kau ulangi lex?" tanya jio.
"B 888 J....
"Itu mobil milik peter anak buah john. Jadi sekarang john bekerjasama dengan pihak asing" ucap jio dengan suara seriusnya.
"Benarkah?" ujar alexa
Sementara itu ponselnya mulai terhubung
"Halo ricko, kau ada dimana? Kenapa lama sekali"
"Haah...alexa kau mengganggu kesenanganku saja" jawab ricko yang sedang menikmati indahnya malam di pinggir pantai dari atas mobilnya.
"Dalam waktu lima menit kalau kau tidak kembali aku pastikan karin tak akan memberikan bonusmu bulan ini" balas alexa yang semakin kesal karena jio berkali kali memanggil namanya
"Jio diamlah, aku sedang berbicara dengan ricko. Kau berisik sekali" ujar alexa yang tetap menempelkan telponnya.
"Tapi masalahnya lex.."
"Nona Karin!!" teriak jio.
Brak....
dor...dor...prank
Aaaakh!!....aaaaa!!
"Jio!! Apa kau tidak bisa tenang sedikit!!" teriak alexa.
"Bukan aku saja yang berteriak tapi mereka!!" balas jio
"Apa apaan ini, disaat seperti ini mereka masih bercanda?" ujar ray kepada bima yang sama sama tegang.
"Kali ini aku setuju denganmu" balas bima.
Jio melesatkan beberapa tembakan menuju wanita itu karena melihat gelagat wanita itu akan menembak ke arah kai yang terlihat punggungnya di lantai dua. Spontan semuanya berhamburan keluar restoran karin yang mulai berantakan karena acara tembak menembak antara orang orang asing itu dengan para penjaga karin dan kai.
"Bima, ray kembalilah ke kamar kalian. aku tidak mau kalian terluka" perintah alexa yang berhasil membawa ray dan bima ke tempat agak terlindung.
"Lo juga ikut kita kan" sahut bima.
__ADS_1
"Maaf bima lain kali saja" jawab alexa. Kemudian sambil mempersiapkan pistol dan pelurunya sambil bergumam sendiri tapi bima dan ray yang masih disitu masih bisa mendengarnya.
"Awas saja kalau kau membatalkan cutiku karin. Aku bersumpah akan terus mengomel dihadapanmu sampai kau kabulkan cutiku" sambil sesekali menembak ke arah lawan dan tepat sasaran.
"Kenapa kau tidak bilang padaku kau akan cuti lex" tanya bima sambil bersembunyi.
"Itu bukan urusanmu. Diam disini, dan aku tidak akan memaafkan kalian kalau sampai kalian terluka" sahut alexa dengan cepat lalu dia segera pergi bertarung lagi.
Karin berhasil menarik tubuh Kai hingga jatuh menimpa dirinya dalam posisi Kai menindih Karin. Sementara Alexa mengejar lalu menghadang wanita itu sampai terjadi pertarungan sengit antara dia dengan wanita itu. Ricko yang baru sampai segera membereskan satu persatu pengacau itu dengan mudah dibantu beberapa anak buahnya. Jio berlari menuju Karin dan Kai yang baru turun dan merasa kewalahan dengan para pengacau itu lalu membantu mengamankannya.
Selang lima belas menit, kerusuhan pun berakhir dengan banyaknya yang tumbang dari pihak musuh dan beberapa dari mereka melarikan diri. Sementara dari pihak Kai lumayan banyak yang terluka dan dari pihak Karin hanya beberapa penjaganya yang terluka serta beberapa karyawan hotel yang terluka.
Ray dan bima yang menjadi saksi hidup hanya diam duduk di lobby menunggu karin dan alexa yang sedang memberi keterangan kepada pihak kepolisian yang datang. Setelah semua selesai karin bersama anak buahnya segera menuju ke kamar Kai. Ray diam diam mengikutinya. Sedangkan alexa yang hendak menyusul karin berhasil ditarik bima menuju ke sebuah ruangan yang sepi dan tidak ada orang yang memperhatikan mereka berdua.
"Bima...apa yang kau lakukan?" ucap alexa dengan cepat.
Grep...
Tiba tiba Bima memeluk Alexa dengan sangat erat seakan takut berpisah dari alexa. Alexa sendiri yang sangat terkejut membuat dia hanya diam tak berkutik di pelukan bima sampai akhirnya rasa sesak mengembalikan kesadarannya.
"Bima....aku tidak bisa bernafas" ucap alexa.
"Maaf maaf...maafkan aku lex, tadi aku sangat takut melihatmu beraksi seperti itu" ucap bima sambil menangkup kedua pipi alexa.
"Aku baik baik saja bima dan ini memang sudah menjadi pekerjaanku" ucap alexa.
Tapi bima yang masih tidak percaya dengan yang dilihatnya kembali memeluk erat tubuh alexa. Lalu memegang kedua bahu alexa.
"Berjanjilah padaku kau tidak akan pernah melakukan hal itu lagi" pinta bima.
"Tapi ini sudah menjadi pekerjaanku bim" jawab alexa.
"Alexa apa kau tidak mengerti kekhawatiranku! Aku tidak ingin kau sampai terluka!" ucap bima dengan tegas.
"Bima cukup! Kekhawatiranmu terlalu berlebihan! Alexa lantas menarik tangan bima" Ayo aku antar kau ke kamarmu. Sebaiknya kau beristirahat, ini sudah malam" ucap alexa sambil terus berjalan menuju lift.
Sementara itu di kamar Kai, kai duduk di kasurnya, sementara karin duduk di ujung sofa panjang beserta asisten kai.
"Tuan Kai...apa anda disini memiliki musuh?" tanya karin.
"David...ya mereka anak buah David Lee. Entah permasalahan apa dengan orang tuaku yang jelas orang itu sangat membenci keluargaku. Mereka bertemu di New York ketika orang tuaku mulai merambahkan bisnisnya ke sana. Dia keturunan orang asia" jawab Kai
"Lalu apa hubungannya dengan John. Bagaimana bisa mereka menjalin kerjasama" tanya karin.
"Aku tidak tahu Karin. Dan aku juga tidak tahu dengan pasti kenapa mereka menyerangku. Tapi kau jangan kuatir, aku akan menanggung semua biaya kerusakan hotelmu dan aku juga pastikan kerjasama kita masih akan berlanjut tapi bisakah kau hanya memanggil namaku saja. Kita tidak sedang melakukan pertemuan bisnis" ujar Kai
"Kai...apa kau tahu. John sangat membenci keluargaku. Berkali kali aku menjadi sasaran dia. Untung saja ayahku mempunyai beberapa orang ahli sehingga dia selalu gagal menyerangku. Tapi sejujurnya Aku saja sudah cukup pusing memikirkan ulah John dan sekarang aku harus berurusan dengan orang yang bahkan aku tidak tahu bagaimana wajahnya" Ucap karin.
Kai tiba tiba berdiri lalu berjalan dan duduk tepat disamping karin. Kai lantas meraih jemari tangan karin hingga membuat karin menatapnya bingung.
"Sepertinya kita punya kisah hidup yang hampir sama. Dimusuhi oleh orang yang membenci keluarga kita. Jadi tidak ada salahnya kan kalau kita menjadi semakin dekat. Ijinkan aku menjagamu dan menjalin hubungan serius denganmu" ujar kai
Karin segera melepaskan tangannya dari tangan Kai lalu dia berdiri dari sofa itu.
"Bukankah kau tahu Kai, selisih umur kita saja terlalu jauh dan kau lebih pantas jadi om ku. Aku tidak mau pacaran dengan om om. Aku masih gadis dibawah umur, sekolahku saja masih dua tahun lagi" jawab karin.
"Tidak masalah, aku akan menunggumu" balas Kai sambil berdiri kembali mendekati Karin.
"Sekali lagi maaf Kai, aku sudah memiliki kekasih dan kekasihku baru lulus" ujar karin
Dari balik pintu terlihat senyum dari bibir ray yang sejak awal menguping pembicaraan Kai dan Karin. Setelah mendengar itu ray lebih memilih untuk meninggalkan Karin dan Kai untuk pergi ke kamarnya sendiri karena kepercayaan ray mulai tumbuh kepada karin.
"Baiklah...sepertinya Aku agak terlambat, tapi kalau kau berubah pikiran. Aku masih bersedia menerimamu" ujar Kai.
"Terima kasih Kai, Semoga saja tidak. Beristirahatlah...dan nikmati pelayanan hotelku" ujar Karin lalu dia pergi keluar dari kamar Kai.
Saat berjalan menuju lift karin menerima pesan dari ray. Ray meminta karin untuk datang ke kamarnya. Dan tak butuh waktu lama karin sudah berada di depan pintu.
tok...
tok...
ceklek...
Tanpa banyak bicara ray langsung menarik tangan karin dengan cepat lalu mengunci pintu.
Ray menyandarkan karin di dinding lalu menghimpitnya. Ray membelai kedua pipi karin sambil terus menatapnya hingga degub jantung karin semakin kencang.
"Aku mencintaimu sayang" ucap ray.
"Aku juga...."
"Maaf aku tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap ray dengan tatapan sendunya.
"Apa maksudmu?" tanya karin.
"Bagaimana jadinya kalau aku pergi meninggalkanmu? Apa suatu saat aku masih bisa sedekat ini denganmu? Aku sangat takut kau akan menjauh dariku" ucap ray
"Hei...untuk apa aku menjauh darimu. Aku juga tahu Kau bukan orang yang suka mempermainkan wanita. Aku percaya kau pasti akan menjaga cinta kita" ujar karin
"Minggu depan aku akan berangkat ke Amerika. aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu sebelum aku berangkat" ujar ray yang semakin mendekatkan tubuh dan wajahnya kepada karin.
"Ray aku...."
"Aku tahu sayang, aku janji tidak akan merusak kehormatanmu. Aku hanya ingin bersamamu sepanjang malam" ucap ray
Ray lantas mengecup bibir karin dan sedikit **********. Setelah itu dia mengajak karin untuk beristirahat di kamar itu sambil bercerita banyak tapi ingat lho. Gak terjadi apa apa jadi jangan berpikir yang macam macam ya
__ADS_1