Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
pertemuan tak terduga


__ADS_3

Mobil bima telah sampai di halaman rumah bima yang luas. Dengan hati hati alexa membantu serta memapah bima untuk masuk ke dalam rumahnya. Tangan bima melingkar erat di bahu alexa sedangkan tangan alexa melingkar di pinggang bima.


Mereka berdua berjalan perlahan menuju pintu utama yang jaraknya lumayan karena rumah bima memang sangat luas. Mereka berdua terus berjalan sambil melontarkan candaan tanpa mereka berdua sadari sepasang mata telah memperhatikan mereka semenjak kedatangan mereka berdua ke rumah itu.


Wanita itu sepertinya aku kenal...yah itu wanita yang selalu bersama putri suwandi dan dulu dia pernah mengaku hamil kepada bima. Bagaimana mereka bisa bersama kembali dan sepertinya bima begitu bahagia bersamanya padahal dia tak pernah sebahagia itu bersama netha. Apa wanita itu yang selama ini sudah merebut hatimu nak sampai kau jadi pria dingin seperti sekarang. Sepertinya sudah saatnya aku bertindak. batin Bayu


Alexa telah sampai di ruang keluarga di rumah bima. Bima sengaja meminta alexa mengantarnya menuju ke sofa di ruang keluarganya. Mami dan michelle serta netha begitu terkejut melihat bima pulang dalam kondisi seperti itu. Tapi yang membuat netha semakin terkejut sekaligus sangat cemburu adalah bima datang bersama alexa. Wanita yang dulu membuat dirinya harus menerima perkataan kasar dari bima.


Sorot mata netha menunjukkan rasa kebencian serta ketidaksukaan akan kehadiran alexa disitu.


"Bima sayang...kenapa bisa jadi begini nak?" tanya mami bima.


"Tadi bima dikeroyok sama preman mi...untung ada alexa yang nyelametin bima. Kalo ngga...Bima ngga tahu deh" jawab bima sambil tersenyum manis melihat alexa meletakkan bungkusan obat bima di meja kecil di sebelah tempat bima duduk.


"Makasih ya...udah nolongin kakak kesayanganku. Oh ya...kakak ini kan dulu teman dekat kak bima. Iya kan kak?" tanya michelle.


Alexa hanya tersenyum mengangguk saja.


"Bagaimana kau sampai bisa bersama wanita itu lagi bima?" tanya bayu dengan tegas.


"Maaf tuan...tadi kami berdua tanpa sengaja bertemu di sebuah kafe. Dan pada saat saya akan pulang, saya melihat bima dikeroyok oleh segerombolan preman. Sebagai teman, sudah seharusnya saya menolong teman saya" jawab alexa dengan lugas.


"Nak...kamu sampe bonyok gini memangnya berapa orang yang menyerangmu?" tanya mami bima.


"Sekitar lima orang mi" jawab bima


"Seorang wanita melawan segerombolan preman tangguh tanpa luka sedikitpun? Kau benar benar diluar dugaanku. Pantas saja suwandi memilihmu untuk menjadi asisten putrinya" ucap bayu sambil tersenyum menyeringai.


"Pujian Anda terlalu berlebihan tuan. Kalau begitu maaf, saya permisi dulu. Saya masih ada pekerjaan" ujar alexa yang hendak pamit pergi.


"Apa sekarang kau sama gilanya dengan bosmu itu?" pertanyaan bima sukses membuat alexa kembali kesal sampai alexa memandang bima dengan sorot mata yang tajam.


Seandainya saja tidak ada orang lain disini sudah benar benar kupatahkan kakimu bima. batin alexa


"Bima cukup...lebih baik kau diam. aku heran dengan kalian berdua. Tidak pernah akur kalau bertemu. Alexa...bisa kau ikut denganku sebentar? " ucap bayu.


"Tunggu pi...papi ada perlu apa sama alexa? Papi ngga akan minta pertanggungjawaban dari alexa kan?" tanya bima yang curiga.


"untuk apa papi minta pertanggungjawaban alexa yang ada kau yang harus bertanggungjawab karena papi terpaksa harus membatalkan acara preweddingmu besok. Bagaimana bisa kau dipotret dengan wajah bonyok seperti itu" jawab bayu.


Tampak wajah netha langsung berubah sedih dan kecewa karena acara prewedding yang selama ini ditunggunya terpaksa batal karena lebam di wajah bima. Diam diam netha mengikuti alexa dan bayu yang berjalan menuju ruang kerjanya.


Sebenarnya netha hendak menguping perkataan mereka berdua. Tapi karena ruang kerja itu kedap udara serta terkunci rapat, dia jadi tidak bisa menguping pembicaraan mereka berdua. Netha yang merasa kesal karena putus asa akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Di ruang kerja bayu berbicara serius dengan alexa.


"Maaf aku mengganggu waktumu sebentar" ucap bayu


"Tidak apa tuan, katakan saja apa maksud tuan" ucap alexa


"Aku ingin kau mengatur pertemuanku dengan Suwandi. Sepertinya aku butuh bantuan temanku itu"


"Baik...tapi bisa saya tahu alasannya tuan?" tanya alexa.


Bayu mengeluarkan sebuah proyektil peluru yang dibungkus plastik dari laci meja kerjanya.


"Tiga bulan yang lalu bima ditembak oleh seseorang tepat di bahu kirinya. Bima sempat tidak sadar beberapa hari karena luka tembak itu tapi akhirnya bima bisa sembuh. Ini adalah proyektil peluru yang sempat menancap di bahu bima. Setelah aku menyelidikinya, dugaanku ini terkait dengan musuh besar tuanmu" ujar bayu


"Maksud anda john? tapi bagaimana bisa bima berurusan dengan orang itu?" tanya alexa sambil kembali mengamati proyektil peluru itu dengan teliti.


"Entahlah...entah kenapa belakangan ini aku mulai merasa menyesal menjodohkan bima dengan netha. Bima pernah memberitahuku bahwa dia pernah memergoki netha bersama seorang pria. Dan pria itu adalah salah satu anak buah john. Aku takut pria itulah yang berada dibalik penyerangan bima yang belakangan ini sering terjadi pada bima. Alexa...aku tidak tahu apa hubungan kalian berdua. Tapi sebagai seorang ayah....Aku hanya inginkan keselamatan putraku. Setiap kali aku melihat bima terluka rasanya hatiku sakit karena tidak bisa menjaga dengan baik amanah dari kakakku. Dan hari ini, sakit hatiku sedikit berkurang melihat bima bisa tertawa lepas saat bima bersamamu. Hal yang tidak pernah kujumpai saat aku memutuskan menjodohkannya dengan netha. Haaah....sudahlah...tolong kau atur pertemuanku secepatnya dengan tuanmu itu" ujar bayu.


"Baik tuan" jawab alexa.


"Oh ya....ngomong ngomong kenapa sejak tadi kau memperhatikan peluru itu?" tanya bayu.


Alexa mengeluarkan sebuah proyektil peluru dari sakunya lalu mensejajarkannya dengan peluru milik bayu.


"Apa menurut anda ini sama tuan?" tanya alexa.


"Sepertinya begitu....dimana kau temukan itu?" tanya bayu.


"Tadi sewaktu saya menyelamatkan bima dari para preman itu, saya mendapat sebuah tembakan. Untung saja bima menarikku jadi peluru itu meleset mengenai mobil bima" jawab alexa.


"Kalau begitu tolong segera kau atur pertemuanku dengan tuanmu. Aku harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum pernikahan ini benar benar terjadi. Dan satu hal lagi aku menceritakan ini kepadamu karena aku tahu para pengawal suwandi tekenal bersih dan mempunyai kemampuan yang baik. Aku harap kau bisa menjaga rahasia ini bahkan dari bima sekalipun" ucap bayu.

__ADS_1


"Baik tuan, ucapan anda akan saya ingat. Kalau begitu saya permisi dulu" ucap alexa setelah itu dia pamit.


Alexa berjalan keluar dari ruang kerja bayu menuju pintu utama. Tapi sebelum menuju pintu utama dia harus melewati bima yang kala itu hanya duduk berdua dengan maminya.


"Alexa tunggu! Aku ingin tahu apa yang kau bicarakan dengan papi" tanya bima.


"Bukan urusanmu" jawab alexa santai dan kembali hendak pergi.


"Alexa!....alexa!...alexa!..." teriak bima.


"Bima! Kecilkan suaramu...kau ini berisik sekali" jawab alexa sambil berjalan menuju sofa panjang di sebelah bima


"Alexa benar nak....sejak kapan kau jadi kekanak kanakan begini bima? Ya sudah alexa, bicaralah sebentar dengan bima, tante akan ke dapur membuatkan kalian minuman" ujar mami bima.


"Duduklah sini" perintah bima sambil menarik tangan alexa hingga duduk tepat disebelahnya.


"Bima aku sibuk...aku harus menyusul karin sekarang" ucap alexa dengan manja.


"hah...Beruntung sekali wanita jahat itu memiliki asisten seperti dirimu" gerutu bima.


"Hey tuan muda bima yang terhormat....apa kau sadar yang kau sebut jahat itu nona mudaku. Tolong jangan kau sebut dia seperti itu di depanku. Kalau dia tahu dan marah dia bisa membatalkan bonusku bulan ini. Apa kau mau membuatku jatuh miskin" balas alexa.


"Hanya karena sebuah bonus juga tidak akan membuatmu kaya lex" balas bima.


"Dasar tuan muda tidak berperasaan" gerutu alexa.


Bima yang kesal lantas mengacak acak rambut alexa


"Bima hentikan...kau merusak penampilanku! Lihatlah penampilanku jadi mirip singa" gerutu alexa lagi.


"Baguslah kalau kau sadar. Kau memang singa betina dan nonamu itu ratu singa betina yang sangat kejam" balas bima yang kembali mengacak acak rambut alexa


"Bima!...Kau bisa menjatuhkan pasaranku" ujar alexa


"Bima hentikan nak! Sampai kapan kalian akan bertengkar terus seperti ini" ujar mami bima yang baru datang dengan dua buah cangkir teh serta cemilan diatas sebuah nampan.


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah bosan bertengkar dengannya" ujar bima sambil tersenyum manis kepada alexa.


"Ehm...nyonya...bolehkah saya pergi sekarang? Saya benar benar dalam masalah kalau saya sampai terlambat" pinta alexa.


"Nyonya sekali ini saja ya... tolong jangan dengarkan perkataan putra anda yang tak masuk akal ini. Saya benar benar tidak bermaksud membohongi anda nyonya" ucap alexa dengan wajah melasnya.


"Mami dengar sendirikan mulut manisnya dia?" sahut bima.


"Sudah...sudah...mami pusing sejak tadi mendengar ocehan kalian berdua. Alexa habiskan dulu minuman ini. Setelah itu kau boleh pulang dan terima kasih karena kau sudah menyelamatkan putraku yang menyebalkan ini" ujar mami bima.


Alexa bergegas menghabiskan minuman itu lalu alexa segera pamit pulang.


Di tempat lain, di hotel milik karin, karin sedang berdiri di balkon kamar hotelnya. Karin menerima telpon dari kekasihnya.


"Kau sedang apa sayang? Ini perasaanku saja atau kau memang sedang khawatir?" tanya ray.


"Iya kau benar, sebentar lagi akan ada rapat tapi alexa belum datang. Tidak biasanya dia bersikap seperti ini" jawab karin.


"Haah...aku pikir kau mencemaskanku ternyata kau lebih mencemaskan alexa daripada aku" gerutu ray.


"Sayang....jangan marah dong...aku juga rindu kamu ray. Kamunya nggak pulang pulang. Untung aja aku banyak kerjaan, kalau nggak...aku bisa mati karena terlalu lama menunggumu" balas karin.


"Jadi sekarang kau menyalahkanku sayang? Padahal aku punya berita penting untukmu" ucap ray.


"Aku tidak peduli sepenting apapun beritamu aku tidak mau dengar. Aku hanya mau dengar berita tentang kepulanganmu" sahut karin.


"Serindu itukah dirimu padaku?" tanya ray.


"Lebih dari yang kau bayangkan...jadi...kapan kau akan pulang?" tanya karin dengan manja


"Secepatnya sayang karena itu aku memintamu, selesaikanlah pekerjaanmu secepatnya karena aku tidak mau pekerjaan mengganggu kebersamaan kita" ujar ray.


"Baiklah...sekarang aku harus bersiap siap, selesai rapat aku akan menelponmu lagi. Jangan jauh jauh dari ponselmu, nanti kalau aku telpon kau harus mengangkatnya" perintah karin


"Siap calon nyonya ray" jawab ray


"I love u ray" ucap karin


"I love u sayang" jawab ray

__ADS_1


Setelah itu mereka mematikan ponsel mereka bersama.


Di suatu tempat di sisi belakang hotel milik karin terdapat ruangan kosong yang mirip gudang. Tapi terlihat tiga orang itu sedari tadi menyulap tempat itu menjadi suatu tempat yang indah. Tempat seorang kekasih yang ingin memberi kejutan special untuk kekasihnya.


"Apa kau sudah selesai ray? Percakapan kalian membuat jiwa jombloku meronta. Harusnya tadi aku hanya bersantai saja di pinggir pantai menikmati keindahan alam" gerutu ricko sambil meneruskan pekerjaannya.


"Jadi kau tidak ikhlas membantu kami?" tanya andreas teman ray saat di kuliah amerika.


"Andreas benar ricko bersabarlah...sedikit lagi pekerjaan kita selesai" ujar ray


"Kalian yang akan bersenang senang, kenapa aku yang repot" gumam ricko.


Andreas dan ray akhirnya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala saja.


Beberapa saat karin disibukkan dengan pekerjaannya.


Rapat yang membosankan. Bagiku tidak ada acara yang menarik. Aku heran kenapa orang orang hanya suka membuat acara bersenang senang seperti ini. Karena aku sedang malas baiklah...kalau aku setujui saja mungkin rapat ini akan segera selesai. Setelah ini aku bisa menikmati keindahan malam di tepi pantai sambil main game. batin karin


Selesai rapat karin berjalan bersama alexa untuk meninjau beberapa persiapan hotel. Karin tampak berjalan dengan malas dan tidak bersemangat. Konsentrasinya juga beberapa kali hilang entah kemana. Melihat itu alexa hanya geleng geleng kepala.


Ketika karin tengah berdiri di depan restonya Tiba tiba ada seorang anak berlari mendekati karin. Dia menarik baju karin supaya menunduk.


"Ada apa adik kecil?" tanya karin sambil jongkok.


"Ini buat kakak" jawab adik kecil sambil memberikan sebuah buket bunga mawar yang sangat indah kepada karin.


"Wah bagus banget...ini beneran buat kakak?" adik kecil itu menganggukkan kepala."Tapi buket bunga ini adek dapat dari siapa?" tanya karin.


"Dari seorang kakak yang tampaaaan sekali. Dan kata kakak itu, kalau kakak mau berterima kasih kakak bisa ikut aku?" tapi anak itu langsung menarik karin hingga mau tak mau karin mengikutinya.


Alexa yang khawatir sebenarnya ingin mengikutinya tapi apa mau dikata, dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Alexa berusaha menghubungi ricko dan jio. Tapi entah kemana batang hidung kedua orang itu bahkan saat ditelpon pun mereka tidak menjawab.


"Sial dua cecunguk itu kemana sih..." gerutu alexa.


"Maaf pekerjaan kita tunda dulu hari ini. Kalian bisa bubar sekarang" perintah alexa.


Alexa bergegas mengikuti arah kemana karin ditarik oleh gadis itu.


Karin masih mengikuti kemana gadis itu membawa dirinya hingga sampailah dia di bagian belakang hotelnya di sebuah tempat usang yang tak terpakai. Karin yang merasa curiga menghentikan langkahnya ketika gadis itu berhenti di depan sebuah ruangan gelap yang kosong.


"Adik kecil yang manis...apa adik yakin ini tempatnya?" tanya karin.


"Tentu saja kakak...percayalah padaku" jawab adik kecil itu.


Tiba tiba lampu kelap kelip menyala di segala penjuru ruangan. Tampak sebuah meja dengan dua buah kursi saling berhadapan dengan sebuah lilin dan sebuah vas bunga yang cantik diatas meja. Lantai dasar dihiasi dengan kelopak bunga mawar merah. Suara musik melow serta Aroma terapi dari harum bunga mawar menambah kesan romantis dalam ruangan itu.


Dari sudut lain terdengar suara langkah seorang pria berjalan mendekat. Senyum manis yang terukir di wajah pria itu membuat wajahnya terlihat semakin menawan. Bisa dipastikan tidak ada kaum hawa yang bisa menolak pesonanya. Apalagi gadis yang sekarang membawa buket bunga. Hingga tanpa sadar mulut karin berkata,"ray...."


"Halo sayang, apa kau rindu padaku?" tanya ray.


Pandangan mereka berdua sejenak teralihkan ketika gadis itu menarik sedikit celana ray.


"Aku sudah melaksanakan tugasku, sekarang mana hadiahku?" tanya gadis kecil itu.


Ray mengeluarkan sebatang coklat dari balik jasnya. Gadis itu meloncat kegirangan karena mendapat sebatang besar coklat. Setelah mengucap terima kasih gadis itu langsung berlari pergi.


Setelah gadis itu pergi, ray kembali berdiri lalu membuka tangannya. Spontan karin langsung berlari kedalam pelukan ray.


"Kau jahat, kenapa tidak memberitahuku" ucap karin masih di dalam pelukan ray.


"Kalau aku bilang, maka aku tidak akan bisa memberikan kejutan padamu.


Kerinduan yang mendalam membuat karin enggan melepaskan pelukan ray. Karin mendongakkan kepalanya.


"Aku sangat merindukanmu" ucap karin.


Ray memegangi tengkuk karin lalu mengecup serta ******* bibir karin. Setelah itu dia kembali memeluk tubuh ramping karin.


"I love u too my honey" ujar ray.


krucuk...krucuk...


Terdengar suara cacing cacing di perut karin yang sudah meronta meminta diisi.


"Apa kau lapar?" tanya ray sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Dengan tersipu malu karin hanya menganggukkan kepalanya. Sementara itu dari balik tembok, alexa mulai beranjak pergi meninggalkan pasangan yang sedang melepas rindu itu. Dalam perjalanan kembali kekamarnya, alexa teringat dengan pesan dari ayah bima. Dia pun bergegas melangkah menuju kamarnya. Bagaimanpun dia harus menyusun strategi untuk menyelamatkan bima dari bahaya yang mengancam jiwanya.


__ADS_2