
"Gimana ray...lo nemuin ada yang aneh gak?" tanya raisya.
"Ini mobil lama sya...gue gak terlalu paham..." jawab ray.
"Trus gimana dong?" tanya raisya.
"Lo bawa kunci mobilnya kan? kita coba nyalain" ujar ray.
"Tunggu ray...kalo lo nyalain trus ntar mobilnya meledak gimana?" tanya raisya yang tak jadi menyerahkan kunci ke tangan ray.
Ray langsung menoyor kepala raisya.
"Ini bukan film sya...ngga usah terlalu ngayal deh" ucap ray dan tangannya langsung merebut kunci mobil yang ada di tangan raisya.
"Kali aja kan..."gumam lirih raisya sambil mengelus sendiri kepalanya.
Setelah mobil ray nyalakan ternyata masih baik baik saja, akhirnya ray berinisiatif untuk menekan sedikit pedal gas lalu mengeremnya. Tapi ternyata remnya blong hingga ray harus banting setir ke kiri supaya mobil bisa segera berhenti dan secepatnya mematikan mesin.
Setelah berhenti raisya langsung menghampiri ray yang masih duduk dibangku sopir dan masih syok karena kejadian barusan.
"Ray ada apa?" tanya raisya.
"Remnya blong sya...untung aja gue gak ngegas kenceng tadi" jawab ray.
"Tuh kan...bener apa yang gue bilang...ray buruan keluar...ntar takutnya meledak lagi nih mobil" ucap raisya.
Ray sebenarnnya masih tidak percaya dengan perkataan raisya tapi dia tetap beranjak keluar dari mobil karin.
Tak lama kemudian muncul karin yang sedang memapah alexa. Raisya dan ray kembali dibuat syok melihat kondisi salah satu lengan alexa yang banyak mengeluarkan darah.
"Ray...m...maksudku kak ray...tolong anter kita ke rumah sakit terdekat ya..." ucap karin dengan wajah cemasnya.
"Udah ngga usah sungkan...gue lebih suka lo manggil gue ray aja" sahut ray sambil tersenyum manis kepada karin.
"Ayo cepat ray..." ajak karin yang hendak masuk mobilnya tapi dicegah ray dan raisya.
"Mobil kamu remnya blong, kita naik mobilku aja ya" pinta ray.
"Masa sih?" tanya karin tak percaya.
"Ntar gue ceritain, kita ke rumah sakit dulu kasihan alexa bibirnya udah mulai pucet tuh" ucap ray dengan cepat.
"Ricko dimana?" celetuk raisya.
Alexa dan karin yang sebenarnya bingung harus jawab apa...akhirnya bernafas lega ketika terlihat ricko setengah berlari mendekati mereka.
"Ricko...lo ga kenapa kenapa kan? Apa orang tadi berhasil kabur lagi?" tanya karin yang khawatir.
Ricko yang awalnya bingung harus jawab apa akhirnya menjawab,"udah gak usah khawatir aku sudah memberi dia pelajaran, dia ngga akan berani ganggu kita lagi. Lebih baik kita obati alexa dulu"
__ADS_1
"Mobilku sebelah sana" ujar ray sambil menunjuk ke suatu arah. Lalu semua mengiyakan kecuali ricko ya
"Tunggu...ada apa dengan mobil kita? Kenapa harus pakai mobil dia?" tanya ricko penasaran.
"Remnya blong ricko" jawab karin
"Tapi tadi baik baik aja?" ujar ricko.
"Lo cek sendiri aja deh...gue kasihan sama alexa, mukanya udah pucet tuh" jawab ray setelah itu dia menarik tangan karin.
"Tunggu...ricko motorku di sebelah sana" ujar alexa sambil menunjuk ke arah parkiran motor lalu menyerahkan kunci motornya kepada ricko.
Setelah berpikir sejenak lalu dia memandang ke arah ray.
"Haah...mau bagaimana lagi...pergilah...nanti aku susul" ujar ricko dengan wajah sewotnya.
Tanpa basa basi lagi karin dan teman temannya pun pergi menuju mobil ray.
Setelah mengantar alexa ke rumah sakit, ray mengantar mereka bertiga kembali ke apartemen mewah karin.
Setelah ray memarkirkan mobilnya di parkiran basement, raisya memapah alexa menuju lift sedangkan karin yang hendak menyusul mereka ditarik tangannya oleh ray.
"Issh ray...apaan sih?" ujar karin sambil melepaskan pegangan tangannya.
"Gue cuma mau tanya, lo beneran tinggal disini? Apa ini apartemen orang tuamu?" tanya ray yang masih tak percaya.
"Ray kepalaku pusing...dari kemarin kemarin banyak pertanyaan diotakku yang aku sendiri belum bisa menemukan jawabannya. tolong kau jangan tambahin aku masalah baru ya? Dan juga aku minta tolong...tolong rahasiakan tempat tinggalku sampe aku nemuin semua jawaban dari pertanyaanku, please..." ucap karin dengan wajah memelas.
Karin yang tidak punya pilihan akhirnya mengajak ray untuk berjalan menuju lift yang sudah kosong dan hanya ada mereka berdua.
Kalau karin memang anak orang kaya tapi kenapa penampilan dia nggak kayak cewek cewek biasanya? Bahkan dandanannya pun biasa aja. Kenapa dia mesti menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya? Sebenarnya apa maksudmu bersikap seperti ini karin? batin ray.
Ray yang sudah duduk di sofa depan tv memandang ke segala sudut ruangan sambil menunggu karin kembali turun dari kamarnya. Tak lama kemudian karin turun sambil membawa beberapa buku dan peralatan tulisnya. Dia lantas menuju ke dapur dahulu memerintahkan bi ani untuk membuatkan dua gelas coklat hangat lalu dia pergi menuju tempat ray yang masih menunggunya duduk di sofa sambil menonton berita di tv. Tak lama kemudian bi ani membawa dua gelas coklat hangat dan sepiring cemilan.
"Makasih bi" ucap karin.
" Sama sama nak karin...kalo nak karin ada waktu, saya mau bicara di dapur" setelah berkata bi ani langsung berjalan menuju dapur. Karin yang sempat berpikir sejenak lalu segera berdiri menyusul bi ani.
"Ada apa bi Ani" tanya karin sayup sayup dapat didengar dengan baik oleh ray.
"Begini non...anak saya di desa sudah melahirkan, bayinya sehat tapi anak saya mengalami perdarahan hebat. Jadi saya mau pulang ke desa sekaligus merawat cucu saya karena anak saya hidup sendiri sedangkan suaminya tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaannya. Rencananya saya akan merawat cucu saya sampai ibunya benar benar sembuh dan pulih. Maaf kalau saya mendadak harus meninggalkan pekerjaan saya. Kalau nak karin mengijinkan rencananya hari ini juga saya akan berangkat ke desa" jelas bi ani dengan wajah tertunduk.
"Tapi ini sudah hampir gelap bi...Bibi kesana naik apa? " tanya karin.
"Tidak apa nak karin, saya akan pulang naik bis dan sesampainya disana, menantu saya yang akan menjemput saya mumpung bayi anak saya masih ada di rumah sakit" jawab bi Ani.
"Baiklah...bibi boleh pulang, nanti biar ricko yang antar bibi sampai terminal. Oh ya aku belum ambil uang, apa bibi punya rekening? Aku akan transfer gaji bibi bulan ini" ujar karin.
"Ada nak nanti saya smskan ke nomer nak karin. Kalau begitu saya permisi dulu" pamit bi Ani.
__ADS_1
"Tunggu sebentar bi" Ucap karin dengan cepat lalu dia berlari menaiki tangga dan secepatnya turun kembali sambil membawa dompetnya dan sebuah kertas kecil.
"Bibi tolong tulis nomer rekening bibi disini" perintah karin sambil membuka isi dpmpetnya lalu mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribuan. "Ini untuk transport bibi"
"Terima kasih banyak non dan ini nomer rekening saya. Saya permisi dulu non, maaf kalau pekerjaan bibi kurang memuaskan disini" ujar bi ani lalu memeluk karin.
"Sama sama bi...aku akan sangat senang kalau bibi bisa kembali lagi kesini" ujar karin.
Setelah itu bi ani pergi keluar apartemen menuju basement dimana ricko sudah bersiap mengantarnya.
Karin kembali duduk di sofa panjang di sebelah ray dan kembali mengerjakan tugasnya disamping ray yang terus memandanginya tanpa karin sadari.
Karin...karin...dibalik sikapmu yang jutek ternyata kau memiliki hati yang baik. Seandainya aja kau mau jadi pacarku. aku akan jadi orang beruntung yang bisa mendapatkan gadis cantik seperti dirimu. Ray
Kemudian ray tersadar dari lamunannya ketika melihat karin kesulitan mengerjakan soal pr fisika nya lalu membantunya. Karin terpaksa menerima bantuan ray walaupun sebenarnya dia merasa tak enak hati menerima bantuannya. Akhirnya tugas larin beres bertepatan dengan raisya dan alexa turun dari kamarnya karena lapar.
"Ray....lo masih disini?" tanya raisya sedangkan ray hanya tersenyum saja mendengarnya.
"Kita makan dulu yuk" ajak karin.
Setelah mereka berempat makan, karin berkutat di dapur membereskan sisa sisa makan malam serta mencuci piring dengan ditemani ray. Sementara raisya dan alexa memutuskan kembali ke kamar karena mereka sudah merasa lelah.
"Karin...tiap malam kamu cuma bertiga aja?" tanya ray sambil memegangi gelasnya yang masih berisi jus jeruk serta bersandar di meja dapur.
"Heem..." jawab karin singkat sambil meneruskan pekerjaannya.
"Ternyata kita sama ya...kupikir cuma aku aja yang selalu kesepian?" ujar ray
"Kesepian? siapa bilang aku kesepian? Masih ada alexa sama raisya trus kenapa lo bilang kita sama?" tanya karin.
"Dulu waktu masih ada saudara angkatku aku juga sama kayak kamu gak pernah kesepian. Tapi semenjak dia masuk angkatan darat, aku di rumah cuma sendiri. Apalagi pekerjaan papaku banyak yang di luar kota" jelas ray.
"Jadi lo sekarang di rumah bener bener sendirian? Trus lo di rumah ngapain aja?" tanya karin tak percaya.
"Iya...mungkin tiga hari lagi papaku baru balik ke Jakarta. Biasanya aku di rumah cuma nonton tv, baca baca buku pelajaran, main game atau kalo ngga ngegym di rumah" jawab ray sambil tersenyum manis.
"Beneran cuma itu aja? Biasanya kan cowok kayak lo suka dunia malam kayak diskotik misalnya atau jadi sugar daddy makanya pasti lo pasti sering gonta ganti cewek?" tanya karin penuh selidik.
"Enggak tuh...gue ngga tertarik kayak begituan" jawab ray dengan santai.
"Beneran?" tanya karin yang tak percaya.
Ray lantas meletakkan gelasnya di meja lalu mendekati karin.
"Beneran karin...gak percayaan banget sih..." ujar ray sambil mencubit kedua pipi mulusnya karin karena gemas.
"Iiih ray...sakiit!" ucap karin sambil mengusap usap sendiri pipinya dan ray langsung tertawa lebar melihatnya.
"Aku emang berusaha menjauhi dunia itu rin. Cukup papaku saja yang suka gonta ganti perempuan. Aku paham mungkin dia kesepian semenjak ditinggal mamaku tapi bukan berarti aku mendukungnya dan aku ngga mau jadi orang bejat kayak dia. Karena itu aku kadang jijik melihat perempuan yang bersikap sama seperti perempuan perempuan yang sering papaku bawa pulang. Aku sudah ambil keputusan untuk lebih fokus belajar dan ngembangin usaha papaku kelak" jelas ray kemudian dia meneguk habis sisa jusnya lantas berjalan menuju wastafel yepat disamping karin. Lalu ray melanjutkan sisa pekerjaan karin.
__ADS_1
Karin sempat diam termenung mendengar perkataan ray tadi. Diluar dugaan karin ternyata ray punya kepribadian yang sopan dan mandiri. Sangat kontras dengan cowok lainnya yang berasal dari keluarga terpandang lainnya. Setelah selesai karena hari sudah mulai larut ray pamit undur diri dengan diantar karin sampai basement.