Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
rahasia alexa lagi


__ADS_3

Begitu keluar dari mobil Karin bergegas melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya.Baginya meladeni pertanyaan banyak teman temannya tak akan ada habisnya. Karena itu dia bergegas berjalan menuju ke kelasnya.


Raisya yang baru turun dari mobil aldo bergegas berlari menuju karin meninggalkan aldo dan mira yang baru turun.


"Hem...kebiasaan..main kabur aja" gumam aldo.


"Itulah kelebihan wanita kak...selalu setia kepada temannya" ujar mira.


"Padahal belum aku apa apakan tapi kalian para wanita sudah bersekongkol melawanku" gumam aldo.


Begitu sudah dekat Raisya langsung memeluk lengan karin. Dan terlihat alexa berjalan mendekati karin.


"How are you my bestfriend?" tanya raisya


"Not good...rasanya kepalaku sakit memikirkan semua ini dan telingaku juga sakit mendengar teriakan para gadis itu" jawab karin.


"Aku bisa membantumu...berikan ponselmu dan juga headset"ujar alexa


Karin sebenarnya bingung tapi dia tetap memberikan ponselnya kepada alexa. Setelah alexa memakaikan headset kepada karin dia lantas memutar sebuah musik kesukaan karin lalu dia mengembalikan ponsel itu kepada karin.


"Bagaimana...sudah lumayan?" tanya alexa.


"Lumayan....thank you...ayo kita ke kelas" ucap karin.


Kemudian mereka bertiga berjalan sambil sedikit bercanda tawa.


Aldo dan ray yang berjalan bersama terpaksa menghentikan langkahnya ketika niken dan jenifer sudah berdiri didepannya.


"Kalian mau apa lagi?" tanya ray.


"Gue cuma ingin tanya, Karin itu siapa sebenarnya?" tanya niken dengan nada sombongnya.


Terbersit ide licik di kepala ray.


"Apa kalian tahu siapa dua pria di depan itu....mereka adalah bodyguardnya karin. Jadi...kalo kalian mau macam macam sama dia..." ray menggerakkan jarinya seperti menyayat lehernya sendiri.


Melihat itu niken dan jenifer langsung menelan ludah dengan kasar.


"Dia putri Tuan Suwandi, jadi berhati hatilah dan jangan cari masalah lagi dengannya.Oh ya...Dia sengaja berpenampilan seperti itu supaya tidak terlihat mencolok di depan orang lain. Dia bukan orang yang gila popularitas seperti kalian" tambah Aldo setelah itu dia segera menarik lengan ray berharap dia bisa segera menjauh dari gadis menyebalkan itu.


Ketika waktu pulang tiba, setelah mengantar karin ke pintu gerbang, alexa hendak kembali ke parkiran motornya. Tapi ketika dia berjalan di depan ruangan tiba tiba ada yang menariknya serta membekap mulutnya.


"Sstt...jangan teriak, ini aku..."bisik bima perlahan dia mulai melepaskan tangannya dari tubuh alexa.


"Untung saja aku belum sempat memukulmu" ucap alexa.


"Setidaknya itu lebih baik dari pada kau menggigitku seperti yang dilakukan karin kemarin" balas bima.


Wajah Alexa langsung merona karena berusaha menahan tawanya. Sudah tidak asing baginya mendengar sifat absurd dari sahabatnya itu apalagi kepada laki laki.

__ADS_1


"Kalau begitu kau beruntung karena tubuhmu masih utuh" ujar alexa sambil tertawa kecil.


Aku bahagia melihat senyummu lex. Kau semakin cantik di mataku. batin bima


"Ada apa kau mencariku bima?" tanya alexa


"Aku merindukanmu lex..." sahut bima.


Wajah alexa langsung berubah serius mendengar bima berkata seperti itu'


"Maaf bima aku harus pergi" ujar alexa yang hendak pergi tapi ...


grep....


Bima tiba tiba memeluk erat dirinya. Spontan alexa berusaha melepaskan dirinya.


"Bima kau...."


"Aku mohon diamlah alexa...aku hanya ingin menikmati kebersamaan ini walaupun sesaat saja" ucap bima yang semakin erat memeluk tubuh alexa.


Entah kenapa...bagai terhipnotis alexa hanya diam saja di pelukan bima. Ada rasa terpuaskan di dalam hatinya ketika bima semakin mempererat pelukannya. Rasa yang selama ini alexa pendam dan akan semakin besar kalau alexa tidak segera mengakhirinya. Tubuhnya sendiri juga selalu merespon sikap manja bima kepada dirinya.


"Bima aku mohon hentikan, jika ada yang melihatnya kita akan dalam masalah..." ucap alexa.


"Lex...ikutlah denganku, bekerjalah padaku, aku bisa membayarmu dua kali lipat" pinta bima kepadanya.


"Maaf bima....sudah kukatakan ini bukan masalah gaji. Aku tidak akan meninggalkan sahabatku dan juga keluargaku seorang diri sebelum aku yakin karin sudah benar benar bahagia" jawab alexa.


"Aku bocorkan satu rahasia untukmu yang bahkan karin sendiri belum tahu masalah ini. Aku adalah keponakan tuan suwandi. Istri tuan suwandi memiliki seorang adik bernama jasmine yang menikah dengan asistennya dulu bernama sebastian. Aku adalah anaknya sebastian dan jasmine. Ayahku sampai sekarang masih baik baik saja sedangkan ibuku tewas dibunuh oleh salah satu rival bisnisnya tuan suwandi sewaktu aku masih berumur empat setengah tahun. Dan apa kau tahu, orang itu juga sedang mengancam jiwa karin atau bahkan diriku dan pastinya semua orang yang berhubungan dengan nyonya cintya. Keluarga karin sedikitpun tidak pernah meninggalkan kami bahkan mereka selalu memperlakukan kami dengan sangat baik serta selalu ada disaat kami membutuhkan.Lalu apa pantas aku meninggalkannya disaat seperti ini? Sebelum terjadi sesuatu denganmu, lebih baik kau jauhi diriku. Aku tidak mau kau terlibat dalam hubungan kami apalagi sampai terjadi sesuatu denganmu. Mulai sekarang hargailah hidupmu. Lagipula kau kaya, kau tampan tidak akan sulit bagimu bukan untuk mendapatkan yang lebih baik dariku" jelas alexa panjang lebar.


Bima mencoba mencerna sejenak perkataan alexa tadi. Senyumnya kembali mengembang lalu berkata sambil menangkup kedua pipi alexa.


"Aku senang kau mau jujur padaku, sekarang katakan padaku, siapa orang yang berani berbuat ini padamu. Biarkan aku membantumu alexa" ucap bima


"Bima ayolah....Apa kau tidak mengerti juga, aku tidak mau kau mati mengenaskan seperti ibuku"


"Aku sangat mengerti alexa dan orang tuaku juga sama mati mengenaskan. Jadi kita pasti punya perasaan yang sama" balas bima dengan senyum sejuta pesonanyanya.


"Tidak...kita...hmmmp"


Bima mengecup serta ******* bibir alexa sampai alexa tidak bisa melanjutkan kata katanya. Mulut terbukanya membuat bima leluasa memainkan lidahnya di dalam mulutnya. Sekuat tenaga alexa berusaha mendorong tubuh bima yang memeluk erat tubuhnya. Ketika ciuman terlepas nafas mereka sama sama tersengal.


"Itu hukuman dariku lex karena seharian ini kau menghindariku, kalau kau mencoba menghindariku lagi aku bersumpah akan membawamu kawin lari" ucap bima.


"Dasar cowok gila" ujar alexa sambil mendorong tubuh bima lalu berjalan menuju motornya sedangkan bima akhirnya ikut berjalan mengikuti langkah alexa. Mereka berdua terus bertengkar sambil berjalan.


"Memang benar, aku sudah gila karenamu jadi kau harus bertanggung jawab lex" balas bima.


"Hei...Kenapa kau sepertinya terobsesi padaku" ucap alexa

__ADS_1


"karena kau cantik, mandiri, unik dan selalu ada disaat aku butuh. Aku hanya butuh wanita sepertimu untuk menemani hidupku" sahut bima sambil mengerlingkan salah satu matanya.


"Sebegitu menarikkah diriku?" ucap alexa yang tak percaya.


"Sangaaat menarik...oh ya apa kau nanti ada acara? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ajak bima.


"Maaf...cutiku sudah habis jadi aku akan sibuk sampai bulan depan" jawab alexa lalu mengeluarkan kunci, memasang helmnya lalu langsung pergi meninggalkan bima.


Tapi bukan bima namanya kalau dia berhenti menggoda alexa. Bima mengikuti alexa dari belakang sedangkan alexa yang mengetahui bima mengikutinya menjadi semakin kesal padanya.


Kau mau bermain main denganku? baiklah...saatnya menguji hasil latihanku. Kejarlah aku kalau kau bisa. alexa


Alexa semakin memacu motornya menembus jalanan ibu kota yang lumayan ramai. Bima berusaha mengejarnya walaupun akhirnya dia kehilangan jejak alexa.


Sial...kemana perginya alexa. Sepertinya benar dugaanku, selama ini kau menghilang untuk mengasah kemampuanmu. Kau benar benar membuatku semakin penasaran lex. Seberapa tinggi keahlianmu itu. Dan siapa yang melatihmu selama ini. batin bima


Setelah kehilangan jejak alexa, bima memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Dan ketika dia telah sampai lalu masuk ke dalam rumahnya, papinya telah menunggu dia sofa dengan tatapan seriusnya.


"Kau baru pulang nak?" tanya bayu kepada bima dengan tatapan tajamnya.


"Iya...papi kapan datang? Mami sama mischell mana?" tanya bima


"Papi sendirian...mama dan adikmu tidak ikut. Papi kesini ingin tanya satu hal padamu. Ini soal netha, kenapa kau memperlakukan dia dengan kasar seperti itu? Dia calon istrimu! kau ingatkan kita punya hutang budi padanya dan sekarang keluarganya membutuhkan kita. Papi tidak ingin kau mengecewakan kita semua" ucap bayu kepada bima.


"Papi...aku juga tidak akan berbuat begini kalau bukan netha yang memulai! Sekarang bima tanya sama papi, kalau papi menemukan seorang wanita yang sangat baik kepada papi, dia cantik, dia pandai dan dia selalu ada disaat papi membutuhkan termasuk kemarin ketika bima terkapar karena sakit dan tidak ada seorang pun yang merawat bima. Lalu dia datang merawat bima sampai bima sembuh tapi netha datang tanpa menanyakan dulu keadaanku lalu netha hendak menghancurkan segalanya. Apa bima harus diam saja papi? Apalagi wanita itu tidak pernah mau menerima balasan dari bima. Wanita itu selalu tulus membantu bima memperoleh beberapa prestasi di sekolah" ucap bima kepada bayu.


Mendengar itu bayu yang awalnya marah hanya bisa diam pasalnya dulu dia juga lebih memilih pujaan hatinya ketimbang keluarganya. Kalau bukan karena kebaikan kakaknya, dia tidak akan bisa seperti ini.


"Lalu siapa gadis pujaanmu itu? Kenapa kau tidak pernah membawanya pada papi?" tanya bayu.


"Belum saatnya papi...sepertinya dia juga belum bisa menerima cinta bima karena ini tahun pertamanya masuk ke sekolah yang sama dengan bima" jawab bima


Setelah berpikir sejenak, akhirnya bayu mengambil keputusannya.


"Kalau begitu papi beri kau waktu sampai dua tahun. Kalau kau belum bisa mendapatkannya, maka jangan salahkan papi kalau perjodohan ini tetap akan papi lanjutkan. Papi akan bicara dengan teman papi. Dan satu hal lagi" ucap bayu sambil menyodorkan sebuah map kepada bima.


"Apa ini papi?" tanya bima yang bingung.


"Sebentar lagi kau akan lulus. Sudah saatnya papi menyerahkan kembali apa yang sudah menjadi hakmu termasuk rumah ini. Rumah keluarga sebenarnya sudah papi jual karena bagi papi terlalu banyak kenangan menyakitkan disana. Rumah ini sebenarnya adalah milik papa kandungmu. Dan perusahaan keluarga adalah milikmu. Papi akan kembalikan apa yang sudah menjadi hak milikmu. Papi percaya kau bisa menjaga perusahaan keluarga kita. Sudah saatnya papi pensiun dan mengurus perternakan mami kamu di australia" ucap papi.


"Tapi papi, bima masih ingin kuliah. Lagipula bima juga sudah memiliki perusahaan bima sendiri. Aku tidak mau papi pergi!" ujar bima.


"Aku tahu kau anak yang baik bima. Selama ini kau juga selalu patuh kepada kami. Itulah kenapa aku begitu terkejut mendengar berita ini dari netha. Dan sekarang papi paham alasanmu. Papi hanya berharap kau bisa segera menemukan pendamping hidupmu sebelum kami benar benar pindah ke australi. Papi hanya tidak ingin kau sendirian disini. Papi akan selalu membantumu sampai kau benar benar siap anakku" ucap bayu kemudian dia berdiri lalu berjalan kembali ke ruang kerjanya.


"Terima kasih papi...setidaknya aku bebas dari netha selama dua tahun ke depan" gumam bima dengan sangat lirih sambil memandang kepergian papinya.


Bima kembali menatap map itu. Dia lantas membawa map itu ke dalam kamarnya. Setelah membaca sejenak isi dari map itu di atas ranjangnya kemudian bima menatap langit langit kamarnya. Bima lantas tersenyum mengingat kebersamaan dia dengan alexa tadi.


Sampai kapanpun aku akan selalu menunggumu lex. Aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama denganku. Aku tidak akan menyerah sampai aku melihat kau benar benar telah bahagia. Entah bersamaku atau bersama lelaki lain. batin bima.

__ADS_1


Waktu telah menunjukkan sore hari. Setelah berdebat panjang dengan reno dan alexa, akhirnya karin bersedia berangkat ke salon bersama alexa. Dengan diantar oleh ricko dan jio, mereka berdua memasuki sebuah salon ternama untuk di rias selama beberapa saat.


Setelah keluar dari salon mereka berempat langsung menuju ke tempat pesta diadakan. Dengan menggunakan mobil BMW hitam milik ayahnya, mereka berempat berangkat bersama menuju tempat acara diadakan.


__ADS_2