
Sore itu setelah pulang dari klinik, ray tidak langsung pulang. Karena hari ini hari sabtu dan besok libur sekolah, ray memutuskan untuk ke rumah aldo sebentar. Ray juga berpikir untuk apa pulang karena di rumah dia hanya sendiri saja, papanya sibuk dengan urusan bisnis di luar kota.
ting tong....
"Kak ray...lho kok masih pake seragam? Kak ray habis darimana?"tanya mira.
"Ceritanya panjang...kakak lo ada?" tanya ray
"Ada tuh...lagi main game dikamarnya...masuk gih" jawab mira
Ray pun langsung berjalan menuju kamar aldo. Belakangan ini hubungan ray dan aldo yang memang semakin akrab membuat ray terbiasa keluar masuk kamar aldo.
"Wuiiih...main game gak ngajak ngajak" seru ray begitu dia telah masuk di kamar aldo.
"Ray...bukannya tadi lo pergi sama karin?" tanya aldo yang keheranan.
"Iya sih...tapi cuma ke klinik doang" jawab ray sambil mengambil stick game lalu memulai permainan. Mereka berdua memang sering bermain game bersama bahkan terkadang sampai begadang bersama untuk sekedar main game bareng. Sambil terus mengotak atik tombol game mereka terus mengobrol.
"Gimana ceritanya kok cuma ke klinik doang...ajak kemana kek...orang malam mingguan juga..." ujar aldo tanpa menoleh dari layar tv.
"Gimana mau ngajak kalau sopirnya aja ngintilin dia terus" gerutu ray.
Spontan aldo langsung tertawa keras mendengar perkataan ray tadi.
"Oh Ya...coba lo rayu dulu...kali aja dia mau" ujar aldo dengan tanpa henti tertawa.
"Udah gue coba tapi dianya kekeh, katanya udah perintah dari ayahnya kalo kemana mana harus sama tuh sopir" jawab ray dengan wajah kesalnya tapi aldo malah tertawa makin keras.
"Buahaha....ray...ray...nasib lo ray...kagak pernah deket ama cewek, sekalinya deket bawa bodyguard. buahaha..." ujar aldo sambil terus tertawa kencang.
"Puas lo ketawain gue terus...."ujar ray dengan wajah sewotnya.
"Iya iya maap...trus...kalo yang di klinik, gimana ceritanya?" tanya aldo yang penasaran.
"Ya...karin perhatian banget sih, malah dia yang bayarin aku berobat. Katanya dia mau berterima kasih karena gue udah nolongin dia. Makanya dia mau pastiin aku baik baik aja" ucap ray dengan wajah senangnya.
"Hmm...so sweet" goda aldo
"Tapi do...gue penasaran...dia kan bilangnya anak kos tapi kok barang barang yang dia pake bermerek semua ya. Penampilannya sih emang sederhana banget, tapi tas, sepatu, jam tangan dan ponselnya itu keluaran terbaru lo. Kok gue ngerasa kayaknya dia bukan anak orang biasa" ujar ray.
"Mungkin Lo ada benernya ray, lo tau ngga belakangan ini adik gue juga udah mulai deket sama raisya. Dan perlu lo tau juga setiap mira pengen maen ke tempat raisya, raisya selalu menolak dan yang terakhir raisya keceplosan dikit, kalo dia itu sebenarnya numpang di tempatnya karin dan karin ngga pengen ada anak sekolah kita tahu tempat tinggal dia" ujar aldo.
Pantesan waktu aku tadi bilang pengen main ke rumahnya, karin cuma diam tersenyum aja. Kenapa dia bersikap seperti ini ya? ray
"Oh ya do..lo udah tahu dimana dia tinggal?" tanya ray.
"Belum sih, setiap kali mira tanya, raisya ngga pernah mau cerita, pernah juga pas raisya kesini trus pulangnya mau gue coba anterin tapi dianya ngga pernah mau" jawab aldo.
"Mereka bertiga misterius banget do bikin kita makin penasaran aja" gumam ray.
"Lo kali bukan gue...xixixi" balas aldo sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
Setelah mereka puas bermain game bersama sebentar, malam itu ray memutuskan pulang ke rumah.
Setelah makan malam seorang sendiri selesai, ray langsung menuju kamarnya. Karena tidak ada yang bisa ray lakukan di malam minggunya itu, akhirnya ray mencoba membuka beberapa sosial media dan chat di.grupnya. Kemudian dia iseng menchat karin dan ternyata di luar dugaannya karin langsung meresponnya.
Malam karin chat ray
Malam kak..
*gimana keadaan kakak?
apa kakak sudah makan? Karin
udah lebih baik kok rin
aku juga udah makan.... ray
apa obatnya sudah diminum? karin
sudah cantik....hehehe.
aku video call ya .... ray*
Tidak lama kemudian video call pun tersambung
"Malam cantik..." sapa ray
"Kak ray kok manggil aku gitu sih?" karin
"Aku ngga suka ! dasar playboy ! aku ini bukan salah satu pacar kak ray!" balas karin dengan cepat dan ketus.
"Padahal di sekolah tuh aku punya julukan jomblo abadi tapi kenapa kau selalu bilang aku playboy?" ray
"Karena penjahat ngga mungkin akan ngaku penjahat...aakh udahlah kak...aku terima vidcall kakak karena aku pengen tahu kakak udah baikan atau belum..." karin
"Udah cantik...Apa perlu aku mengajakmu kencan supaya kau percaya? mumpung malem minggu loh" goda ray
"Dasar playboy amatir sukanya mencari cari kesempatan" karin
"Lebih baik gitu kan ? daripada sendirian disini..." ray
"Kak ray sendirian? kok bisa sih... Emang papanya kak ray kemana?" karin
"Ya bisa dong, papaku sibuk sama urusan kerja diluar kota, makanya temeni aku biar kamu percaya. Mau aku jemput?" goda ray sekali lagi.
"Idiih...ogah...samperin tuh pacar kakak sendiri" karin
"Kalo gitu beritahu aku alamat kamu dimana ntar aku samperin, mau sekarang?" ray
"Loh...kok aku sih...emang pacar kak ray kemana semua?" karin
"Belum ada cantik...udah percaya kan? Atau kamu mau buatin aku daftar?" ray
__ADS_1
"Daftar apaan" karin
"Daftar...pacar aku" goda ray
"Kak ray!!!" pekik karin lalu dia segera menutup video callnya. Perasaan marah, kesal, senang dan malu tiba tiba bercampur aduk jadi satu dalam hatinya membuat wajahnya yang putih bersih jadi keliatan merah merona.
*Duh nyesel gue merhatiin dia. Tahu gitu aku biarin aja dia terluka, tapi ntar aku dibilang ngga tahu balas budi lagi...aduuuh sabaaar karin, ini nggak akan lama...cuma sampe dia sembuh aja. setelah itu peduli amat. batin karin
Karin marah ngga ya aku godain terus...aku chat lagi aja deh...batin ray*
Gimana?
udah selesai bikin daftarnya? ray
Bodo amat. karin
kamu cemburu ya. ray
Idiih ngapain juga cemburu. karin
Kalo ada cewek marah marah gak jelas ama cowok, kalo bukan cemburu namanya apa?" ray
aku marah itu karena semua cowok tuh sama aja...suka nyebelin, suka caper dan suka sok kepedean ama cewek. karin
udah dong marahannya...
emangnya cowok cowok di desamu dulu kayak gitu semua? ray
pastilah kak...apalagi fahri anak kepala desa, karena dia anak kades jadi suka mentang mentang ama orang lain. Astaga...aku jadi inget belum telpon bunda, udah dulu ya kak. karin
Ok...bye cantik.... ray
Kak ray!!! 😡👊 awas aja kalau berani panggil aku kayak gitu di sekolah. karin
😂😂😂 padahal banyak cewek lho yang pengen aku kayak panggil gitu. ray
percuma aja mau gombalin aku, ngga bakal berhasil karena aku bukan salah satu anggota fans penggemar kak ray.... karin.
oh ya....hiii takuuut 😂😂. ray
setelah itu karin tidak menjawab lagi pesan chat dari ray.
Ray yang merasa haus akhirnya keluar kamar bermaksud untuk mengambil air minum di dapur. Tapi ketika ray telah sampai di lantai atas dan hampir masuk kembali ke dalam kamarnya, tanpa sengaja dia mendengar langkah kaki papanya baru saja pulang bersama dengan asistennya dan seorang wanita berdandan seksi dan menor terlihat sedang menggelayut manja di lengannya.
Ray yang melihat dari lantai atas hanya menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku papanya yang sudah sering kali ia pergoki membawa perempuan pulang hanya untuk memuaskan nafsunya saja bahkan semenjak ray ditinggal meninggal oleh mamanya.
Sikap papanya inilah yang membuat ray jadi selalu bersikap dingin pada banyak wanita terutama para wanita yang memiliki sifat mirip dengan wanita wanita penghibur yang pernah papanya bawa pulang tapi tidak untuk elis dan karin.
Elis adalah teman sewaktu dia masih kelas lima sekolah dasar. Ray senang berteman dengannya karena sifat ceria dan kedewasaannya. sayangnya elis mengidap penyakit kanker otak. Hal inilah yang membuat papanya menentang pertemanan ray dan elis. Hingga satu tahun pertemanannya dengan elis, elis pun meninggal karena penyakitnya.
Sedangkan karin, sejak awal bertemu dengan karin, ray merasa sudah merasa ada yang berbeda dengan karin. Karin tidak seperti kebanyakan teman teman cewek lainnya yang selalu memujanya. Hal itulah yang membuat dia mulai tertarik pada segala tingkah lakunya.
__ADS_1