Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
kepergian ray


__ADS_3

Mendekati waktu pulang sekolah karin semakin gelisah. Alexa yang duduk di sebelahnya pun menjadi terusik dengan sikap karin. Mereka pun berbisik bisik.


"Sst...ada apa?" tanya alexa dengan berbisik.


"Ray tiga jam lagi berangkat ke amerika tapi kita malah ada pelajaran tambahan dari Pak Jefri. Bantu aku ya lex, gimana caranya aku bisa kabur, please...." bisik karin kepada alexa.


"Kalo urusan ini aja lo inget gue" ujar alexa.


"Jangan kuatir, bonus lo ntar gue tambahin deh" rayu karin.


"Gue ngga pengen bonus, gue mau cuti dua hari" ujar alexa.


"Satu hari plus bonus dua kali lipat" ucap karin.


"Ngga bisa ditawar" jawab alexa.


Setelah berpikir sejenak, dengan berat hati akhirnya karin menyetujuinya. Alexa lantas mengangkat tangannya.


"Ada apa Alexa?" tanya pak Jefri.


Tanpa basa basi alexa langsung berdiri sambil menarik tangan karin.


"Lex!"


"Kenapa!! Lo ngga terima gue perlakukan begini hah!!" teriak alexa.


"Ada apa dengan kalian berdua! Kenapa kalian mengacau di jam pelajaranku! ucap Pak Jefri dengan tegas.


Tanpa bicara lagi setelah melempar pandangan tajam kepada karin, alexa berjalan seorang diri menuju keluar kelas hingga membuat Pak Jefri geram.


"Karin!!Alexa!! ikut bapak ke kantor sekarang juga!" ucap Pak Jefri dengan tegas.


Karin dan alexa pun akhirnya mengekor dibelakang Pak Jefri tapi anehnya karin sebelumnya telah membereskan peralatan tulisnya serta membawanya.


Di Lorong sekolah alexa menghentikan langkah Pak Jefri dengan berdiri tepat di depannya. Pak Jefri yang bingung semakin bingung dengan sikap karin yang membawa tas sekolahnya seperti hendak pulang.


"Hah...sebenarnya apa maksud kalian membuat bapak marah" tanya Pak Jefri penuh selidik.


"Maaf pak, saya tidak bisa ikut pelajaran tambahan bapak masalahnya saya ada kepentingan urgent pak" ucap karin


"Memangnya kepentingan apa yang lebih urgent dari sekolah lagipula kalian juga bisa bilang baik baik kepada bapak kan? Kenapa harus bikin bapak marah"


"Pak kami kan murid yang baik. Jadi kami tidak mau mempengaruhi siswa lainnya untuk tidak ikut pelajaran tambahan bapak. Dan masalah bapak yang marah kami minta maaf ya pak. Itu hanya pengalihan saja pak" ujar karin dengan wajah memelasnya.


"Baik gundulmu!! Minta maaf saja tidak cukup! kalian sudah menginjak injak harga diri bapak sebagai seorang guru. Kalian harus bapak hukum!" ujar Pak Jefri.


"Pak...bukankah istri bapak lagi hamil ya. Kalau bapak marah marah terus emang bapak ngga takut anak bapak ntar wajahnya seram mirip sumanto" ucap alexa


"Kamu menyumpahi anak bapak ya..." ucap pak Jefri dengan geram.


"Tenang pak...Pak udah deh...emang bapak ngga laper apa dari tadi marah terus! Kalau bapak mau kita bisa kok traktir bapak. Bapak mau pesen apa aja kita turutin deh pak, asal ijinin saya pergi sekarang ya pak?" ucap karin yang sekali lagi memohon.


"Kalian mau nyogok bapak? Lagipula mana ada siswa yang baik nyumpahi anak gurunya" ujar pak Jefri


"Bukan begitu pak, Saya tahu bapak itu pekerja keras dan butuh banyak energi buat melaksanakan tugas mulia bapak tapi...kalo bapak ngga mau ya udah" jawab karin dengan wajah sedihnya.


"Kalian tuh ya paling pinter kalo ngeles, Jadi...bapak bisa pesan apa saja? apakah termasuk pesanan istri bapak?" tanya pak Jefri yang seketika membuat wajah karin kembali cerah.


"Tentu dong pak, apa sih yang nggak buat bapak" jawab karin dengan sedikit merayu.


"Baiklah kau boleh pergi tapi pesankan bapak dulu dan awas kalau bohong, bapak akan berikan hukuman yang berat kepada kalian berdua" ujar jefri.


"Siap pak" jawab karin. "Lex...lo urus ya" perintah karin lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua.


"Okey...mau pesan apa pak" tanya alexa sambil membuka aplikasi pemesan makanan. "Bapak mau mie ayam pakai bakso lima sama jus jeruk dikirim kesini ya. Sekalian untuk isfri saya yang ngidam boleh" ucap pak Jefri.


"Siap pak tapi jangan aneh aneh ya pak" jawab alexa.


"Enggak kok istri saya cuma pengen rainbow cake tapi yang utuh dilapisi krim coklat dan dihiasi potongn coklat berbentuk love serta diberi tulisan I love My Sweety Baby. Oh ya jangan lupa diberi lilin berbentuk angka tujuh"

__ADS_1


"Kenapa pakai lilin pak... bayi bapak kan belum lahir masak udah ulang tahun..." ujar alexa.


"Ngga usah bawel deh ini permintaan bayi saya. Ntar kalo kamu hamil juga paham!" ujar Pak Jefri.


"Kan saya masih dibawah umur pak, mana ngerti saya hal begituan" balas alexa.


"Ya udah kalo gitu kamu kirim aja kue tar nya langsung ke rumah ya sekalian sate ayam dua bungkus sama soto betawi dua bungkus untuk makan malam saya dan istri saya" perintah pak Jefri.


"Siap pak...ada lagi pak?" jawab alexa.


"Cukup...saya harus segera balik ke kelas. Ingat pesanan saya harus sampai di rumah sebelum saya sampai rumah" ujar pak Jefri setelah itu dia pergi meninggalkan alexa seorang diri. Jiwa jomblo Alexa langsung meronta.


Istrinya yang hamil kenapa aku yang susah sih hiks.hiks. Ini semua gara gara karin. batin alexa


Kemudian alexa menghubungi seseorang yang akan membantunya mencarikan pesanan pak Jefri untuk istrinya yang mengidam. Dan alexa memberi penekanan pada orang suruhannya supaya melaksanakan tepat yang dia minta karena pesanan itu untuk orang yang sedang mengidam.


Dibandara terlihat dua orang pemuda sedang duduk di ruang tunggu sambil meminum softdrinknya.


"Aku ngga nyangka ray, kamu bener bener ngelakuin perintah papa" ujar steven.


"Stev...aku bukan anak kecil lagi. Aku juga calon pewaris jadi mau ngga mau inilah jalan hidup yang harus kutempuh" ucap ray.


"Sepertinya papa sudah mulai menyayangimu bahkan dia sudah membelikanmu sebuah apartemen" goda steven


"Kalau dia benar benar menyayangiku, dia tidak akan menyuruhku membawa sekoper berkas itu. Kau sudah tahu bagaimana sifat papa..." balas ray


"Keberangkatanmu kurang lima belas menit lagi. Tapi tidak ada tanda tanda gadismu akan datang" ujar steven.


Tidak lama kemudian ada suara perempuan yang berisik.


"Jio bantu aku cari ray, kau cari disana ya..." ujar karin.


"Tidak nona, aku tidak akan meninggalkanmu" jawab jio dengan santai.


"Jio!!" ucap karin


Tanpa karin sadari di belakangnya telah berdiri dua orang lelaki. Ketika karin membalikkan badan, senyumnya langsung mengembang sempurna di wajahnya. Apalagi ketika seorang diantaranya membuka tangannya, karin langsung berlari kearahnya lalu memeluk erat dirinya.


"Ya kau sedikit terlambat" balas ray.


"Ehem...." steven yang merasa dicueki


Mereka berdua pun melepaskan pelukannya.


"Sayang...kenalkan ini kakakku steven. Steven ini karin cewek aku" ucap ray yang disambut jabat tangan keduanya.


"Benar benar cantik" gumam steven tapi masih bisa di dengar ray dan karin.


"Aku pastikan kali ini kau tak akan bisa menikungku" ujar ray.


"Menikung? Apa maksudnya?" tanya karin


"Dialah penyebab aku mendapat gelar jomblo abadi. Dia selalu berhasil membuat para wanita yang mendekatiku berpaling padanya. Dan hal itu dulu sempat membuatku iri tapi lambat laun aku menyadari ada bagusnya stev melakukan hal itu. Aku jadi paham tentang beberapa wanita. Bahkan aku sering bertaruh dengannya" jelas ray.


"Bertaruh apa?" tanya karin yang bingung


"Bertaruh kalau aku bisa menakhlukkan wanita yang mengejarnya, maka dia akan memberikanku hadiah" jawab steven.


Kening karin mengkerut mendengar jawaban dari steven.


"Sayang, sudah cukup membahas dia. Aku tidak punya banyak waktu lagi" ray memegangi pundak karin."Berjanjilah padaku, kau akan menjaga dirimu baik baik selama aku pergi"


Karin hanya mengangguk saja lalu ray memcium kening karin dengan lembut hingga membuat jiwa jomblo steven yang berada di sebelah ray langsung meronta. Seketika itu steven membalikkan badannya dengan posisi membelakangi mereka berdua.


Karin yang tidak enak hati memanggil nama steven.


"Stev..." panggil karin dengan lembut


"Lanjutkan aja, anggap aja aku cuma nyamuk" ujar steven sambil asik memainkan ponselnya tak memperdulikan tingkah mereka berdua.

__ADS_1


Sementara itu ray mengeluarkan sebuah liontin dari balik jasnya.


"Maaf...dulu karena emosi aku sudah membuang liontinmu" ray lantas meletakkan liontin itu ditangan karin.


Kening karin kembali berkerut ketika tempat foto di liontin itu masih kosong.


"Maaf aku tidak punya foto yang tepat untuk dipasang di situ" ujar ray sambil tersenyum salah tingkah.


"Aku tahu foto yang tepat" jawab karin sambil mengarahkan kamera ponselnya ke wajah ray.


Setelah itu ray menarik tangan kiri karin lalu memasangkan sebuah gelang emas cantik di tangannya.


"Ini permintaan maafku karena dulu sudah merusak ponsel lamamu" ujar ray.


"Terima kasih ray tapi...." karin tidak dapat melanjutkan kata katanya karena ray menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir karin. Perlahan ray mendekatkan wajahnya ke wajah karin. Tangan kiri ray sudah otomatis melingkar di pinggang karin.


Dengan lembut ray mengusap pipi karin lalu mencium kening karin. Tapi kali ini wajah ray tidak mau menjauh dari wajah karin. Bahkan perlahan bibir ray mulai mengecup serta ******* bibir karin hingga sayup sayup terdengar panggilan untuk keberangkatan ray.


"I love U dan tunggu aku kembali...." ucap ray yang hanya dibalas anggukan oleh karin. Perlahan ray mulai berjalan meninggalkan karin dan steven yang masih menatapnya menuju pintu pemeriksaan.


Setelah ray menghilang, karin pun pamit kepada steven untuk segera kembali ke perusahaan ayahnya karena dia harus menggantikan ayahnya rapat dengan beberapa klien penting disana apalagi bima juga ikut disana. Sementara itu alexa juga ikut menyusul karin di perusahaan karena tugas alexa adalah menjadi asisten karin.


Sebelum rapat karin yang tengah berada di dalam kantor ayahnya, menyempatkan untuk membuka grup chat yang ada di perusahaan ayahnya. Dia begitu terkejut dengan rumor terbaru yang menggosipkan bahwa alexa sedang mengidam kue tart rainbow cake dihiasi krim coklat bertabur coklat bentuk love dan bertuliskan I love my sweety baby.


Belum hilang rasa terkejutnya dia kembali dikejutkan dengan kehadiran bima dan alexa yang tiba tiba menyelonong masuk ke dalam ruangannya dengan bertengkar.


"Lex...katakan padaku siapa ayah dari bayi itu" ucap bima sambil menunjuk perut alexa.


"Yang jelas bukan kau tuan bima" jawab alexa dengan wajah kesalnya.


Tapi wajah kesal alexa tiba tiba berubah serius ketika merasakan sakit di perutnya bahkan alexa sampai meringis kesakitan sampai membuat karin dan Bima tiba tiba khawatir.


"Aduuh...maagku kambuh lagi" gerutu alexa lalu dia membuka tasnya hendak meminum obat maagnya dengan sebotol air mineral di tangannya.


"Lex tunggu! Jangan minum sembarang obat.bisa berbahaya buat bayimu" cegah bima.


"Bima jangan berisik, lagipula kau bukan ayah bayiku" jawab alexa sambil dengan cepat meminum obatnya.


"Alexa!! Apa kau tidak sayang pada bayimu!" bentak bima.


"Hei!! sebenarnya bayi siapa yang kalian maksud?" ujar karin yang bingung.


"Alexa hamil kau tidak tahu? Karin kau sungguh sahabat yang tidak peduli" ucap bima kepada karin


Papi bima yang sejak awal mendengar pertengkaran mereka bertiga pun akhirnya masuk.


"Bima! apa begini papi mengajarkan sopan santun padamu! Papi sudah mencarikan jodoh terbaik untukmu tapi kau malah mengejar perempuan hina ini! Kali ini papi akan tetap menjodohkanmu dengan pilihan papi" bentak papi bima kepada bima.


"Tunggu om...om pasti salah paham...kenapa om menuduh sahabatku wanita yang hina" tanya karin.


"Karin apa kau sudah mendengar gosip di group chatmu. Disitu dikatakan alexa sedang mengidam" jawab bima.


"Maksudmu ini..." ujar karin sambil menunjukkan pembicaraan di group chatnya melalui ponselnya.


"Iya benar..." jawab bima.


Terlihat alexa sedikit memberikan isyarat kepada karin untuk membenarkan saja perkataan gosip itu.


Karin menarik nafas beratnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Alexa persiapkan semua berkas rapat kita sekarang juga" Alexa segera berjalan pergi melaksanakan perintah karin. "Dan masalah gosip itu....istrinya pak jefri guru sekolah kita yang mengidam bukan alexa. Aku yang menyuruh alexa mengikuti permintaan pak Jefri karena aku tidak bisa mengikuti pelajaran tambahannya dia" jawab karin.


"Apa...jadi alexa membohongiku? Lalu gosip itu?" ucap bima.


"Itu hanya sebuah gosip bima. Alexa sepanjang hari selalu bersamaku, dia bahkan jarang punya waktu untuk dirinya sendiri. Aku jamin dia masih virgin" tambah karin.


"Bima...papi mau bicara denganmu" ucap papi bima dengan tegas.


Entah pembicaraan apa antara ayah dan anak itu, hanya bima dan papinya yang tahu.

__ADS_1


Di episode selanjutnya setelah dua tahun di amerika ray pulang sejenak untuk menengok kekasihnya. Tapi siapa yang menduga kalau pertemuan mereka membawa tragedi yang kembali membuat keluarga dia dan kekasihnya kembali berseteru bahkan sampai berpengaruh pada jalan percintaan ray dan karin.


__ADS_2