
Dua tahun kemudian....
Setelah masa ujian nasional berakhir, karin mengajak alexa ke danau tempat yang dulu ray dan dia menghabiskan waktu bersama. Diujung jembatan itu, karin dan alexa terbaring diatas jembatan kayu sambil menggantungkan kaki ke arah air danau. Karin membaringkan tubuhnya disamping alexa. Mereka juga masih menggunakan seragam sekolahnya.
"Haah...sudah berapa lama kita tidak bersantai seperti ini lex?" ucap karin sambil menatap langit jauh diatasnya.
"Sejak kita mulai sibuk dengan perusahaan ayahmu. Untung saja ayahmu sudah memboyong keluargamu kesini. Jadi kita lebih banyak waktu luang karena ada ayahmu yang mengurus perusahaan. Tinggal ayahku saja yang lebih memilih tinggal disana" jawab alexa juga sambil memandang ke arah langit.
Mendengar jawaban itu, karin menoleh ke arah alexa yang juga terbaring di sebelahnya.
"Apa kau merindukan ayahmu?" tanya karin
"Tentu saja, sama seperti kau merindukan ray. Bedanya ayahku tidak pernah menyiksaku di setiap malam hanya untuk video call denganku" jawab alexa.
"Siapa bilang aku tersiksa, coba saja itu bima. Kau justru akan tersiksa kalau dia tidak menghubungimu" balas karin.
Terlihat raut wajah alexa yang sedikit bahagia tadi langsung serius mendengar kata bima terucap dari mulut karin. Pasalnya semenjak kejadian gosip alexa mengidam dulu. Bima memutuskan untuk tidak melanjutkan kerjasama bisnis dengan perusahaan ayah karin setelah semua proyek mereka selesai. Entah karena bima merasa kecewa atau karena hal lain, bima seperti menjauh dari kehidupan karin dan alexa. Sedangkan karin setelah kejadian itu baru mengetahui dari alexa sendiri bahwa alexa adalah saudara sepupunya setelah tanpa sengaja menemukan sebuah foto bibinya yang merangkul alexa waktu masih kecil di dalam dompet alexa hingga alexa mengakui semuanya.
Awalnya karin ingin marah kepada ayahnya karena merahasiakan hal ini darinya tapi karena alexa mengatakan bahwa ayah alexa sendirilah yang meminta ayahnya karin untuk menyembunyikan identitas anaknya dengan alasan tidak mau membuat alexa terluka lagi karenanya, membuat karin memahami hal itu.
"Apa kau merindukan bima?" tanya karin.
"Tidak...untuk apa aku merindukannya. Demi dirimu, aku sudah berjanji aku harus menjadi wanita yang kuat supaya kau tidak pernah terlihat lemah dihadapan siapapun" jawab alexa.
"Hei...aku tidak pernah memaksamu seperti itu saudaraku" ujar karin
"Sudahlah karin jangan di bahas lagi. Karin bolehkah aku ijin sebentar hari ini?" tanya alexa.
Alexa bangkit berdiri diikuti karin juga
"Kau mau kemana? Kita ada rapat jam empat sore di hotel. Jangan lupakan itu" tanya karin
"Baiklah...aku akan datang tepat waktu" ucap alexa sebelum meninggalkan tempat itu menuju motornya sendiri.
Sedangkan karin akhirnya kembali menuju mobilnya sendiri dimana jio dan ricko telah dengan setia menunggunya.
"Kita kembali nona?" tanya jio
"Ayo kita pergi kemana kalian mau aku akan mengikuti kalian. Tapi ingat jam empat aku harus sudah ada di hotelku" jawab karin.
"Berarti masih ada lima jam lagi. Itu waktu yang cukup untuk bersantai di pinggir pantai. Benar begitu kan jio" ujar ricko yang belakangan ini memang sedikit melankolis.
"Nona...apakah aku boleh berenang dan menikmati fasilitas hotelmu?" tanya jio.
"Setelah kau mentraktirku sebatang es krim coklat yang segar" jawab karin.
"Siap nona...Kalau begitu ayo ricko, kita ke hotel nona sekarang" ucap jio dengan bersemangat.
"Kita berangkat..." ucap ricko dengan senang.
Motor yang alexa kendarai akhirnya berhenti di sebuah kafe. Kafe dulu tempat bima bersama dia dan teman temanya merayakan ulang tahun bima. Alexa mengambil tempat duduk di tengah ruangan di meja yang kosong. Setelah minuman pesanannya datang alexa mengeluarkan sebuah foto dari dompetnya lalu menyandarkan tangan yang sedang memegang foto itu di meja. Alexa tiada henti menatap lekat foto tersebut sambil sesekali menyedot jus alpukatnya.
Gimana kabar lo bima. Apa kau baik baik saja? Semoga kau selalu berbahagia bima. batin alexa
Alexa yang biasanya selalu waspada dengan keadaan sekitarnya, entah kenapa kali ini dia lengah karena hanyut dengan perasaannya sendiri hingga tanpa dia sadari ada seorang laki laki yang beberapa saat telah berdiri di belakang kursinya. Alexa baru tersadar ketika laki laki itu tiba tiba mengambil tempat duduk tepat disampingnya.
"Bima....kok lo disini?" tanya alexa yang baru sadar serta buru buru menyimpan foto bima ke dalam sakunya.
"Aku kesini buat kasih kesempatan sama fansku yang diam diam nyimpen fotoku trus ngelihatin fotoku sampai ngga kedip gitu. Gimana penampilanku, aku semakin memikat hatimu kan. Lebih cakep aslinya kan daripada yang di foto " jawab bima dengan sedikit menggoda alexa.
Wajah alexa langsung merona merah menahan malu karena telah tertangkap basah menatap foto bima.
Aku sudah gila kali ya...sampe ngga nyadar sama kondisi sekitar. Bodohnya aku. batin alexa.
Bima yang melihat alexa hanya diam melamun kembali menyadarkannya dengan menggoyangkan tangannya.
"Hei....ngga usah shock gitu. Gue nyadar kok kalo gue tuh masih idola lo yang ganteng. Makanya lo terima cinta gue" ucap bima dengan pedenya.
"Dasar orang gila...makanya lo nikah gih sono"
Seketika wajah ceria bima langsung muram mendengar kata menikah.
"Lo bener lex, sebulan lagi gue nikah..." ujar bima dengan tatatapan sendunya.
"Lo serius bim...mau nikah? Sama siapa?" tanya alexa yang penasaran.
__ADS_1
"Kenapa lo? Cemburu ya....serius amat wajahnya" ujar bima yang kembali tersenyum sangat manis hingga membuat siapapilun yang melihatnya bakal terpesona.
"Mulai lagi..." gumam alexa.
"Karena lo orang paling berkesan di hati gue, oke deh bakal gue ceritain. Semenjak berita ngidam lo dulu, papi gue semakin kekeh minta gue buat nikahin netha. Karena dia pikir nethalah cewek yang lebih baik dari lo. Berbagaicara sudah aku lakukan untuk membuka kedok netha dan membuat papi sadar bahwa lo itu masih jauh lebih baik daripada netha. Tapi usaha gue selalu sia sia, papi selalu meminta gue untuk nikahin netha karena dia tidak bisa lagi menunda kepindahan keluargaku ke australi. Jadilah...walaupun gue nggak yakin sama netha, tapi apa mau dikata. Gue udah janji sama papi buat jadi anak yang baik dan patuh sama orang tua. Karena papi sama mami gue adalah segalanya bagi gue" jelas bima.
"Kalo lo ngga yakin kenapa lo tetep nikah, lo kan bisa bilang sama papi lo kalo lo tuh ngga cinta sama netha" ujar alexa.
"Udah berkali kali lex, tapi tetap aja bokap tuh bilang, cinta tuh akan datang karena terbiasa kayak papa mama gue yang dulu juga sama dijodohin. BTW lo kok ngebelain gue?" tanya bima dengan tatapan menyelidik.
"Y..yah gue kasihan aja...secara lo itu ganteng, masih muda, kaya lagi siapa sih cewek yang ngga mau sama lo. Lo pantes aja dapat yang lebih baik dari netha" ujar alexa yang berusaha ngeles.
"Jadi...." tanya bima menggantung.
"Jadi apanya?" tanya alexa yang bingung.
"Jadi....apa lo siap gantiin netha?" pertanyaan bima sukses untuk semakin mengaduk aduk isi hati alexa.
"Bim...kayaknya gue terlalu lama disini. Sorry gue harus balik" ujar alexa hendak berdiri tapi dengan cepat bima menggenggam erat tangan alexa serta menatap alexa dengan tatapan tajamnya.
"Gue serius lex...sejak awal lo udah tau perasaan gue ke lo" ucap bima masih dengan tatapan dinginnya.
Alexa kembali meronta dan sukses membuat bima melepaskan tangannya dari tangan alexa
"Alexa tunggu!...Aku...
"Bima cukup! Sudah aku bilang ini salah bima! Aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai terjadi sesuatu denganmu!" ujar alexa dengan tegas lalu dia melenggang pergi meninggalkan bima yang menatap nanar gelas bekas minuman alexa.
Untuk beberapa saat bima masih terduduk diam sambil menatap nanar bekas gelas minuman alexa. Setelah itu dia meneguk habis minumannya lalu berdiri meninggalkan kafe itu. Bima berjalan lesu menuju mobilnya.
Ketika dia sudah ada di dekat mobilnya, tiba tiba lima orang preman menghadangnya dan langsung memberikan beberapa pukulan di wajah dan tubuhnya. Bima yang tidak siap dengan serangan tiba tiba itu berusaha menangkisnya tapi tetap saja preman yang mengeroyoknya itu terlalu banyak baginya.
Tak berapa lama tiba tiba ada beberapa dari preman itu dikejutkan dengan hantaman dan pukulan hingga satu persatu mereka tumbang ke tanah.
"Alexa..." tanpa sadar bima berucap lirih sambil menahan rasa sakitnya.
Alexa menoleh sejenak ke arah bima yang wajahnya sudah lebam karena beberapa pukulan preman tadi. Kemudian alexa mengalihkan pandangannya ke arah para preman itu. Pandangannya berubah sangat tajam serta tangannya mengepal erat seakan ingin menghabisi para preman itu saat ini juga.
"Kalian berani bermain main dengan bima, tanggung sendiri akibatnya!" ujar alexa dengan suara geramnya.
"Cukup!! Jangan bermain main lagi! Ayo kita habisi mereka berdua!" ujar preman satunya.
Alexa yang merasa sudah gatal tangannya langsung menghadiahkan beberapa pukulan serta tendangan kerasnya kepada para preman itu hingga mereka tumbang karena kesakitan. Para preman yang tak mau menyerah itu mulai mengeluarkan senjatanya. Beberapa darinya mengeluarkan pisau lipatnya dan beberapa mengeluarkan senjata rantai.
Nyatanya hal itu membuat amarah alexa semakin memuncak. Dengan tangan kosongnya bukan hal sulit bagi dia menumbangkan satu persatu lawan dihadapannya sampai jatuh terkapar tak berdaya.
Alexa berjalan santai ke arah seorang preman yang dia pikir adalah pemimpinnya. Alexa lantas menginjak dengan keras luka di kaki preman itu lalu kembali memukul wajah preman itu hingga kembali tersungkur dalam posisi tengkurap. Alexa lantas mengunci kedua tangan orang itu sambil menarik ke belakang leher orang itu hingga orang itu mengerang kesakitan.
"Katakan padaku...siapa yang menyuruh kalian!" tanya alexa dengan suara lantang.
Karena orang itu tidak menjawab membuat amarah alexa kembali memuncak. Dia lantas berdiri dan mengeluarkan sepucuk pistol dari balik jaketnya.
"Cepat katakan padaku siapa yang menyuruhmu!! Atau peluru ini akan menembus kepalamu" bentak alexa sambil mengarahkan pistolnya ke arah kepala preman itu.
"Alexa!!"
teriakan bima yang tiba tiba sambil menarik tubuh alexa membuat alexa jatuh berguling menimpa tubuh bima diiringi dengan suara letusan pistol dari arah lainnya.
Spontan para preman itu segera berlarian pergi menjauh dari alexa dan bima.
"Kurang ajar mereka lari..." ucap alexa.
"Sudahlah lex jangan dikejar lagi" ujar bima sambil menahan sakit di kakinya yang terkilir karena tendangan preman tadi.
"Bima kau tidak apa apa?" tanya alexa dengan wajah kuatirnya.
"Lenganku terluka dan Kakiku terkilir...bisa kau antar aku ke rumah sakit?" ucap bima sambil menahan sakit.
"Baiklah...tapi tunggu sebentar..."
Alexa berjalan di dekat mobil bima. Matanya dengan detail melihat ke seluruh tempat itu.
Kalau tidak salah tembakan itu mengenai mobil bima dan ini dia goresannya....ketemu...bukti ini akan aku simpan. batin alexa
Alexa segera menyimpan peluru itu di saku jaketnya.
__ADS_1
"Lex...kau sedang apa?" tanya bima.
Tanpa menjawab pertanyaan bima, alexa datang mendekati bima lalu memapahnya masuk ke dalam mobilnya di bangku penumpang sebelah sopir.
"Kau bisa menyetir?" tanya bima
"Iya...tunggu sebentar aku akan parkir motorku" ujar alexa.
Setelah memarkir motornya alexa bergegas mengantar bima ke klinik terdekat menggunakan mobil bima. Selama perjalanan bima tak henti hentinya menatap alexa hingga membuat alexa sedikit salah tingkah. Tapi alexa berusaha menutupinya dengan fokus menyetir hingga mereka sampai di halaman sebuah klinik.
Setibanya disana bima langsung mendapatkan perawatan khusus. Alexa yang setia menemaninya, terpaksa harus mondar mandir sebentar untuk mengurus administrasi dan menebus beberapa obat. Bima yang melihat itu sebenarnya merasa kasihan kepada alexa tapi juga merasa sangat bahagia karena ternyata alexa masih sangat perhatian kepadanya.
Bahkan sampai keluar klinik pun alexa sendiri yang memapah bima masuk ke dalam mobilnya. Ketika bima baru duduk di bangku penumpang, bima menunjukkan wajah kesakitannya apalagi ditambah wajah pucat bima serta keringat dingin sebelumnya membuat alexa sangat khawatir.
"Bima ada apa? mana yang sakit?" tanya alexa sambil mengusap pipi bima tapi bima masih kesakitan.
"Tunggu sebentar ya, Aku akan panggil perawat kesini" ujar alexa yang hendak pergi tapi bima segera menarik tubuh alexa hingga alexa jatuh terduduk di pangkuan bima. Alexa yang terkejut memandangi wajah bima yang begitu dekat dengan wajahnya.
Bima tersenyum manis dihadapan alexa yang tengah memandangi wajahnya.
"Aku senang kau masih perhatian seperti dulu" ucap bima dengan tatapan lembutnya.
Alexa yang merasa kesal karena di bohongi bima akhirnya memukul pelan bekas luka bima yang baru diobati tadi.
"Aaaw! Sakit lex...." jerit kecil bima yang kesakitan.
Alexa yang sudah melepaskan diri dari bima lantas bergegas menuju bangku sopir. Melihat bima yang disampingnya belum memasang sabuk pengaman, alexa mendekat lalu menarik sabuk pengaman bima.
Bima yang hanya diliputi perasaan rindunya kepada alexa memanfaatkan kesempatan itu dengan melingkarkan tangannya di tubuh alexa.
"Jangan macam macam bima atau aku akan benar benar mematahkan kakimu" ancam alexa.
Perlahan bima melepaskan tangannya sambil menunjukkan wajah kecewanya
"Duh Sadis amat...jadi cewek jangan galak galak...ntar susah lakunya lho..."ujar bima sambil tersenyum manis disamping alexa.
Alexa yang melihat bima tersenyum manis kepadanya akhirnya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya hingga mengukir sedikit senyuman di wajahnya.
Dalam perjalanan bima mengajak ngobrol alexa.
"Sejak kapan lo bisa nyetir lex?" tanya bima.
"Sejak gue tiba disini juga udah bisa, ayah gue sendiri yang ngajarin" jawab alexa sambil tetap fokus menyetir dengan kecepatan sedang.
"Oh ya...terus kenapa dulu bukan lo aja yang jadi supirnya karin?" tanya bima.
"Mana gue tahulah....itu sudah perintah tuan besar" jawab alexa lagi.
"Lex...soal gosip dulu..."
"Kalo gue beneran hamil lo bakal jauhin gue kan?" pertanyaan alexa memotong perkataan bima yang belum selesai.
"Kalo lo bahagia...gue ikut bahagia lex" ujar bima dengan wajah sendunya.
"Oh ya...ternyata seorang tuan muda sepertimu bisa juga berjiwa besar" ledek alexa sambil tetap fokus nyetir.
"Lo itu ngga pernah berubah ya...selalu aja ngremehin gue" ucap bima yang kesal.
"Baru aja dipuji udah balik sifat asalnya" balas alexa.
"Lex...tolong minggir sebentar dong" perintah bima dan alexa langsung menuruti perintah bima.
"Kenapa sih bim?"tanya alexa dengan pikiran bingungnya.
"Enggak kok....cuma pengen......" Bima tidak lagi melanjutkan perkataannya tapi tiba tiba menggelitiki tubuh alexa sampai tubuh alexa menggeliat karena kegelian.
"Haha....Bima jangan..udah dong....oke..ampun ampun" ujar alexa yang masih berusaha menahan tangan bima.
"Masih berani ngremehin gue?" tanya bima yang bersiap menggelitik alexa lagi.
"Enggak! Ampuuun tuan muda bima" ujar alexa sambil mengatupkan kedua tangannya di dadanya. Lalu mereka berdua tertawa bersama sejenak.
Setelah itu alexa kembali menjalankan mobilnya yang sudah dekat dengan kediaman bima.
cerita selanjutnya Bayu Kurniawan bertemu kembali dengan alexa. Apa yang akan mereka berdua lakukan untuk menyelamatkan bima? Sementara ray pulang untuk menemui kekasihnya tunggu ceritanya ya.....
__ADS_1