Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
kekacauan pesta


__ADS_3

Bima yang mulai merasa nyaman dengan hadirnya alexa, membuatnya betah berlama lama berada disamping alexa.


"Kenapa? bosen sama aku?" tanya bima.


"Bim...aku lihat karin dulu yah" ucap alexa sambil berusaha melepaskan tangannya tapi kalah tenaga dengan bima.


"Karin tuh bukan anak balita yang mesti diawasi dua puluh empat jam, karin udah gedhe" ucap bima.


"Bima please...gue mau susul karin bentar aja ya" rayu alexa.


Akhirnya bima melepaskan tangan alexa dan alexa langsung pergi menghampiri karin. Bukan tanpa sebab alexa buru buru mendekati karin, tapi karena alexa sejak tadi memperhatikan gelagat aneh angel dan jenifer yang mulai mendekati karin.


"Ka..rin...cantik banget" sapa raisya yang tak percaya dengan penampilan feminin karin di depannya.


"Kalian berdua juga cantik banget kok" balas karin sambil menggandeng erat tangan raisya serta tak hentinya mengumbar senyum manisnya.


"Haha...dasar orang kampung ya walaupun udah dandan masih aja kelihatan kampungan" ejek jenifer dengan tawa sinisnya.


Sedangkan angel yang sedang membawa minuman mendekati diri karin perlahan.


Gaun ini kelihatannya lebih mahal dari gaunku, pasti disini dia punya sugar daddy. Dasar sok alim. batin angel


"Baju dan accessory lo kelihatannya mahal semua. Sugar daddy mana yang mau pelihara lo?" tanya angel dengan tatapan sinisnya.


"Jaga bicaramu angel!" ucap alexa dengan tegas.


"Kenapa? bukankah aku benar?" balas angel sambil memainkan gelas berisi penuh air sirup. Kalau saja karin tidak segera menampiknya maka air itu hampir saja tumpah mengenai gaun indahnya. Tapi ketika karin menampik tangan angel, wanita licik itu malah melepaskan gelas ditangannya hingga gelas itu tejatuh tepat didekat kaki mereka berdua sedangkan air itu sempat terpercik di gaun bawah karin dan kaki angel karena angel sedang memakai gaun pesta yang pendek dan ketat sampai lekuk tubuhnya terlihat sangat seksi.


Prang...


Suara gelas jatuh menarik perhatian semua orang yang ada disitu. Perasaan karin yang sebenarnya sangat kesal langsung hilang ketika melihat semua orang sedang fokus melihat kearahnya. Dia langsung tertunduk malu, cemas, merasa bersalah, kesal dan tak percaya diri. Semua perasaan itu bercampur aduk dan bergemuruh di dadanya.


"Ada apa ini? Apa ada yang terluka?" tanya mama aldo yang datang dengan beberapa pembantu untuk segera membersihkan pecahan kaca.


"I...ini tante...tadi karin yang senggol gelasku sampai terjatuh" hasut angel terhadap semuanya. kecuali karin yang masih tetap diam tertunduk tanpa berani sekalipun mengangkat wajahnya. Karin hanya bisa mengeratkan tangannya pada tas genggamnya.

__ADS_1


"Kau bohong angel! aku lihat sendiri, kau yang ingin menumpahkan air minummu di baju karin!" sanggah alexa.


"Atau...bagaimana kalau kita lihat rekaman cctv aja" tambah ray yang tiba tiba sudah berdiri tepat disamping karin serta ikut membela karin.


Tampak perasaan khawatir langsung muncul di wajah angel dan jenifer. Mereka berdua khawatir kesalahan mereka akan terbongkar dihadapan banyak orang.


Diluar dugaan karin malah berkata sampai membuat semua menatapnya dengan penuh tanda tanya dan tak percaya.


"maaf tante...aku....sudah bikin keonaran disini dan maaf bukan aku tidak suka dengan pestanya tapi aku harus pergi...selamat malam" ucap karin lalu sengan cepat karin berjalan pergi keluar pesta sambil setengah berlari. Untung saja karin mulai terbiasa dengan sepatu tingginya itu jadi dia bisa terus berjalan cepat sambil menelpon ricko." Ricko bersiaplah, pokoknya aku mau pulang sekarang"ucap karin. Tanpa menunggu jawaban ricko, karin langsung menutup telponnya.


Sedangkan alexa sebelum pergi dia sempat berkata dihadapan ray.


"Padahal dengan susah payah aku merayu karin supaya mau berpenampilan seperti itu, sekarang sia sialah pekerjaanku" gerutu alexa. Kemudian dengan cepat dia ikut pergi disusul raisya dan ray serta teman teman segenknya menyusul karin.


Langkah lebar ray akhirnya mampu mengejar langkah karin yang sudah sampai depan pelataran depan rumah aldo. Dengan cepat ray meraih serta menarik tangan karin sampai karin hampir jatuh kepelukan ray. Karin yang sempat menahan dirinya dengan salah satu tangannya di dada ray, berhasil menahan tubuh ray untuk tidak sampai menempel pada tubuhnya. Lalu karin kembali berupaya melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan ray yang kuat.


"Aku akan lepaskan tapi jawab dulu pertanyaanku...aku mohon" Setelah mendapat persetujuan akhirnya perlahan ray melepaskan tangannya. "Lihatlah ini...." perlahan ray menyibakkan rambut karin yang menjuntai ke depan bahunya kembali ke belakang bahu karin,"Kau tahu...semua orang sangat suka dengan penampilanmu tapi kenapa kau bersikap seperti ini? Aku tahu bukan kau yang salah karin, tapi angel dan jen. Seharusnya mereka yang pergi bukan kau".


"Ray benar, lagipula pestanya juga belum kumulai" tambah aldo.


"Kalau begitu ayo kembali dan biarkan aku menemanimu" ajak ray yang kembali mengulurkan tangannya tapi karin malah mengeratkan kedua tangannya pada tas tangannya dan rok gaunnya dengan wajah semakin tertunduk sampai tanpa sadar sebuah bulir air mata jatuh kebawah mengenai gaunnya.


Melihat karin seperti itu alexa segera angkat bicara. "Maaf untuk semuanya, sejujurnya sejak dari kecil, karin tidak terlalu suka dengan pesta. Dia pasti akan mencari tempat sepi daripada harus jadi pusat perhatian. Lebih baik kalian semua kembalilah ke dalam. Semua teman teman pasti sudah menunggu kalian. Ayo kita pulang karin" alexa lantas hendak berjalan mengajak karin.


"Tunggu karin...." dengan cepat ray meraih kembali tangan karin. "Aldo kau bisa mulai acaranya sekarang, kalian semua pergilah, aku masih ingin disini bersama karin"


Setelah kepergian semuanya dan juga alexa yang terpaksa ikut pergi karena bima kembali menarik tangannya serta membawanya masuk ke dalam. Perlahan ray mengarahkan telunjuknya ke bawah dagu karin lantas mengangkat wajah karin yang terlihat sedikit memerah matanya karena menangis tadi. Dengan lembut ray mengusap bekas lelehan air mata di pipi karin walau karin kembali melepaskan tangan ray dari pipinya


"A...apa yang...m...mau kau bicarakan" karin berkata terbata bata sambil terus kembali berusaha melepaskan tangannya walaupun kenyataannya tangan ray lebih kuat cengkeramannya dari tangannya.


"Kalau kau mau pergi katakanlah...aku akan mengantarmu kemanapun kau mau" sorot mata ray yang tajam sama sekali tak mau berpaling dari wajah karin yang memang tampak manis malam itu.


"Tapi aku hanya ingin sendiri" jawab karin lirih tapi masih bisa di dengar ray


"Kau yakin tidak mau aku temani?" ray tiada henti menatap wajah karin

__ADS_1


"Pergilah...lagipula aldo sahabatmu, dia pasti akan bahagia kalau semua teman baiknya ada disampingnya sekarang" karin berusaha membujuknya.


Ray menghela nafas beratnya," nggak...aku malas kalo ngga ada kamu" ray kembali menatap wajah karin.


"Kau duluan saja...aku mau disini sebentar"


"Bohong..." bantah ray


karin berusaha membalikkan badan ray dan mendorong punggung ray dengan sekuat tenaganya,"ayo...sanaaa..." suara karin yang terdengar manja ditelinga ray sampai ray merasa malas beranjak serta lebih memilih kembali membalikkan badan dan tak mau meninggalkan karin.


Dengan menangkup kedua pipi karin,"apa kau sudah lebih baik?" tanya ray penuh arti.


Sebuah senyum tersungging di bibir manisnya karin. Karin lantas menganggukkan kepalanya saja sambil tetap tersenyum manis. Kemudian karin kembali melakukan hal tadi yaitu mendorong punggung ray supaya laki laki itu segera masuk kedalam,"Sudah sana....." perintah karin tapi sebelum berjalan pergi ray sempat menoleh ke arah karin.


Ketika ray baru beberapa langkah karin kembali membuka tas tangannya, mengeluarkan ponselnya serta menghubungi ricko. setelah karin membalikkan badannya, karin melangkah dengan cepat menjauh dari rumah itu dan ketika baru beberapa langkah ponselnya tersambung,"ricko...kau ada dimana..hiks..hiks...cepatlah...hiks..hiks" sambil menangis karin terus berjalan ke arah gerbang.


deg...


deg...


Detak jantung ray kembali kencang mendengar suara tangis karin walau terdengar samar di telinganya. Secepatnya ray membalikkan badannya dan segera berlari menyusul karin yang sudah terlihat agak jauh beberapa langkah karena karin terus melangkahkan kakinya dengan cepat dan kini dia hampir mencapai pintu gerbang.


Sebuah mobil sport putih mendekat tepat di depan karin. Dengan cepat karin membuka pintu mobil itu lalu masuk ke dalam mobil itu.


Ray yang sempat menggedor pintu belakang mobilnya akhirnya hanya bisa melihat kepergian mobil karin sampai menghilang dari pandangannya.


Kau ini bodoh...bodoh ray...kenapa kau justru pergi bukan malah menenangkannya. Padahal kau sudah tahu dia berbohong harusnya kau tidak pergi. Harusnya kau tetap disisinya dan terus mendampinginya.


Ray terus saja merutuki dirinya sendiri kesal karena kebodohannya tadi melepas karin begitu saja. Akhirnya dengan langkah gontai ray kembali masuk ke dalam tapi pikirannya masih terus saja melayang membayangkan kejadian tadi. Melihat ray datang, angel langsung menghampiri lalu bergelayut manja di tangan ray.


Ray yang baru tersadar karena tingkah angel membuat ray segera melepaskan pegangan tangan angel lalu memutuskan segera pergi dari pesta setelah pamit kepada aldo dan teman temannya.


Alexa yang sudah bisa menebak perubahan sikap ray, memutuskan untuk mengajak pulang raisya naik taksi online yang sudah dipesankan ricko sebelum kepergiannya dengan karin. Tapi bima bersikeras untuk mengantar mereka berdua karena khawatir.


Akhirnya Bima mengantar kepulangan alexa dan raisya menuju ke apartemen karin

__ADS_1


__ADS_2