Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
latihan patah hati


__ADS_3

Ray yang mencari karin akhirnya menemukan karin duduk seorang diri sambil makan es campur kesukaannya. Tanpa permisi ray lantas duduk persis disamping karin. Menyadari hal itu, karin langsung membuang nafas beratnya.


"Mau apa lagi?" tanya karin dengan tatapan dingin.


"Maaf...kemarin aku sudah marah marah gak jelas sama kamu. Aku mau ngajak kamu ke tempat itu lagi" ucap ray.


"Ngapain kesitu lagi, males gue" jawab karin lirih


"Maaf kemarin aku udah bikin kamu sakit hati. Tapi percayalah banyak hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. Aku janji ngga bakal marah lagi sama kamu. Mau ya ikut aku..." ucap ray dengan pandangan lembutnya.


"Sebetulnya aku males ray, ricko udah balik. Kalau aku main kabur aja, pasti ntar aku bertengkar lagi sama dia. Aku paling gak bisa kalo bertengkar sama dia, dan kalau aku lapor ke ayah pasti ayah lebih belain dia daripada aku" jawab karin.


"Ayolah karin, aku beneran gak bohong...ada hal penting yang mesti aku ceritain ke kamu. Lagian kenapa kamu gak minta ganti pengawal aja sih...pengawal ayahmu kan banyak" ujar ray.


"Ayah milih ricko tuh ada sebabnya. Ayah merasa selama ini cuma ricko yang bisa ngadepi sikapku. Dan ayah tuh kasihan kalo nyuruh pengawal lain buat gantiin ricko" ujar karin


"Emang kenapa?" tanya ray.


"Kata ayah, kalo ayah nyuruh pengawal lain, ntar malah jadi bulan bulanan aku..." jawab karin dengan wajah tertunduk sedikit malu.


Tapi lain halnya dengan ray, ray berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa ingin tertawanya. Pasalnya ray sendiri merasa karin memang cewek yang susah untuk ditakhlukkan. Apalagi kalau sedang berhadapan dengan laki laki, sudah pasti dia akan cuek, dingin dan tegas pada laki laki manapun.


"Ya udah...ntar biar aku yang bilang sama ricko" ujar ray sambil tersenyum manis dan merapikan beberapa rambut karin dengan tangannya sementara karin masih sibuk memikirkan cara untuk berbicara yang baik dengan ricko.


Pulang sekolah seperti biasa ray sudah menunggu karin di depan mobilnya. Banyak siswi yang sengaja menggodanya tapi ray tetap aja cuek malah sibuk dengan ponselnya sendiri. Senyumnya langsung mengembang ketika suara lembut karin memanggilnya mematahkan hati banyak siswi yang sejak tadi berdiri menunggu ray memperhatikan mereka semua.


"Kita berangkat?" tanya ray dengan lembut membuat itu semua cewek yang ada disitu merasa iri pada karin. Pandangan sinis mereka tujukan kepada karin.


"Mereka semua kenapa sih?" tanya karin kepada ray.


Tapi ray hanya tersenyum sambil membukakan pintu mobilnya untuk karin."Jangan kelamaan mikir sayang...buruan masuk" perintah ray.


Ketika ray sudah duduk di belakang kemudi karin langsung memegang tangan kiri ray.


"Ray...kita pulang aja ya...kita bisa bicara di apartemenku. Apalagi bi darmi ijin libur, aku bisa masakin kamu makanan. Tapi kita mampir bentar ke pasar ya..." pinta karin.


Ray yang tak mampu menolak permintaan kekasihnya itu hanya mengiyakan saja tapi sebelumnya dia memperhatikan jam tangannya.


"Jam lima aku ada janji sama klien, waktu kita cukup kan?" tanya ray.


Dengan antusias karin menganggukkan kepalanya.


Karin meminta ray untuk mengantarnya ke pasar yang dekat dengan apartemennya. Ray menemani karin berbelanja beberapa bahan makanan. Wajah mereka berdua begitu bahagia apalagi ketika mereka berdua memilih beberapa bahan makanan.


Sesampainya di apartemen karin meminta ray untuk mandi dan bersiap di kamarnya. Sementara karin membersihkan dan menyiapkan beberapa bahan untuk mulai memasak. Ketika karin sedang asik memasak tiba tiba ray datang lalu memeluknya dari belakang serta menaruh kepalanya di pundak karin. Aroma wangi parfum ray langsung tercium di hidung karin.


"Masak apa yang? Baunya harum...." tanya ray.


"Ayam kecap. Aku udah selesai kok. Kamu duduk aja ya" perintah karin

__ADS_1


"Nggak...Aku disini aja deket kamu" jawab ray.


"Gimana aku bisa nyiapin kalo kamu nempel terus...udah sana aku siapin" ucap karin sambil melepas tangan ray lalu menarik tangan ray untuk duduk di kursi pantri lalu dia kembali mengambil masakannya dan menatanya di depan ray.


Sebelum duduk jantung karin sempat berdegup kencang melihat kekasihnya yang penampilannya berubah menjadi cowok maskulin dan tampan hingga pandangan matanya menatap ray dari atas kepala hingga ujung kaki. Kulit putih bersih serta tubuh atletis yang dibalut kemeja dan jas abu abu membuatnya tampak semakin gagah di matanya


Ya Tuhan...berondong banget...Pantesan aja cewek cewek pada ngejar dia. batin karin


"Kamu ngga mau ikut duduk di samping pacar kamu yang ganteng ini" goda ray yang tahu karin menatapnya dengan intens.


"Ehm...Mau aku buatkan kopi atau susu coklat?" tanya karin yang gelagapan dan salah tingkah.


"Air putih aja trus duduk sini temenin aku makan" jawab ray dan karin pun segera menuruti perintah ray.


Setelah makan dengan lahap ray mulai mengutarakan maksudnya kepada karin.


"Sayang...maaf ya mungkin kedepannya aku bakalan sibuk banget. Papaku mau mempersiapkan aku buat berangkat ke Amerika sekalian aku kuliah disana. Kamu...ngga papa kan aku tinggal disini mungkin sekitar empat atau lima tahun" ucap ray sambil menggenggam erat tangan karin.


Setelah berpikir sejenak karin pun kembali tersenyum kecut lalu menganggukkan kepala.


Ray membelai rambut karin sambil berkata," kenapa kamu ngga ikut aku aja ke Amerika yang...kita bisa tetep berdua di sana"


Karin memegangi tangan ray yang mulai memainkan rambutnya lalu berkata," enggak ah...anggap aja latihan" jawab karin dengan enteng.


"Latihan apa?" tanya ray yang bingung.


"Hahaha...." Ray langsung tertawa ngakak."Ya ampun sayang...kamu lucu banget sih...aku jadi makin gemes sama kamu" ucap ray sambil mencubit hidung karin.


"Tapi aku bener kan? Apalagi kalo kita udah nikah, aku ngga mau punya rumah gedhe pasti aku bakal kesepian. Cukup apartemen kayak gini aja tapi lebih kecil dari ini ya" ujar karin dengan polos.


"Haha...emang kamu mau nikah muda sama aku?" tanya ray yang masih belum bisa menahan tawanya.


"Ya enggak lah...aku kan masih sekolah. Ntar kamu bikin aku ndut lagi" jawab karin.


"Mana ada kayak gitu, yang ada malah kamu yang bikin aku gendut karena masakanmu tuh enak banget bikin aku nagih"


"Ya baguslah kalo kamu gendut, biar tambah seksi dan gak ada yang nglirik kamu selain aku" balas karin dengan memanyunkan bibirnya.


"Haha....kamu kalo cemburu makin imut ya" ucap ray sambil tertawa lepas. Tapi setelah itu ray kembali ingat pada rasa penasarannya selama ini terhadap keluarga karin.


"Karin...soal bundamu dan papaku, aku pengen denger cerita dari kamu juga karena selama ini aku cuma mendengar cerita ini dari papaku aja. Apa bener dulu bundamu meninggalkan papaku di hari pertunangannya?" tanya ray sambil kembali menggengam tangan karin.


"Dulu bundaku memang kekasih papamu. Mereka berdua saling mencintai. Sampai akhirnya kecelakaan orang tua bundaku membuat bundaku bingung memikirkan biaya rumah sakit yang mahal hingga mau tak mau bunda meminta bantuan kepada ayahku. Pada saat itu ayahku mau membantu bunda dengan syarat bunda mau menikah dengannya. Padahal waktu itu juga papamu memang sedang berusaha mencarikan uang buat bundaku tapi karena desakan rumah sakit membuat bundaku tak punya pilihan lain selain menerima permintaan dari ayahku. Walaupun pada akhirnya kakek dan nenekku meninggal, ayahku tetap tak mau melepaskan bundaku. Mereka berdua tetap menikah tepat di hari pertunangan papamu dan bundaku. Bundaku lebih memilih ayahku karena bunda takut ayahku akan menghancurkan papamu beserta usaha papamu yang awalnya memang papamu dan bundaku dirikan untuk masa depan papamu dan bundaku. Tapi papamu ngga pernah mau terima alasan bundaku sampai akhirnya bundaku memberikan kepemilikan sahamnya di perusahaan papamu kepada papamu sendiri. Bunda berusaha menjauh dari papamu untuk meredam emosi ayahku karena bundaku tahu jika sampai ayahku terpancing emosinya maka ayahku bisa melakukan hal hal mengerikan yang tidak bisa kita bayangkan" jawab karin dengan panjang lebar.


"Jadi begitu ceritanya...dari mana kamu tahu cerita ini karin?" tanya ray lagi.


"Reno...dia yang menceritakan semuanya padaku. Pada waktu itu dia memang masih baru bekerja bersama ayahku tapi kedekatan dia dengan om sebastian membuat dia mengetahui segalanya" jelas karin lagi.


Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin ray tanyakan kepada karin tapi karena dia harus kembali ke kantor papanya, ray mau tak mau harus bersiap pergi meninggalkan karin. Ray berdiri lalu menggenggam erat tangan karin menuju pintu keluar ruangan apartemen. Tapi ketika membuka pintu ternyata ayah karin telah berdiri tepat di depan pintu apartemen karin.

__ADS_1


Sorot mata tajam dan merah langsung terlihat di kedua bola mata ayah karin dan ray.


"Sedang apa kau disini!!" hardik ayah karin.


"Mencari kasih sayang yang seharusnya aku dapatkan dari mamaku" jawab ray dengan tegas.


Suwandi langsung berusaha melepaskan genggaman erat tangan ray di tangan karin dengan kedua tangannya sendiri. Karin yang tak rela melihat pertengkaran kedua orang terkasihnya itu hanya bisa menitikkan air matanya. Sedangkan ray yang tak mau mengalah malah semakin mempererat genggaman tangannya tanpa memperdulikan karin yang mulai kesakitan.


"Lepaskan tangan kotormu dari tangan putriku! Dia tidak pantas untukmu!!" bentak suwandi.


"Jangan egois tuan! Anda tak bisa merebut paksa kekasih orang lain begitu saja!!" balas ray.


Ray yang kasihan melihat karin tersiksa akhirnya memutuskan sedikit mengalah dengan melepaskan tangannya. Suwandi langsung menarik karin sedikit menjauh dari ray lalu memegang erat kedua pundak karin.


"Maaf ayah..hiks hiks...aku mencintainya hiks hiks" ujar karin dengan sesenggukan.


"Ayah sudah menuruti segala keinginanmu Apa itu masih kurang karin! Selama ini ayah terlalu bersabar padamu, tapi mulai saat ini kau akan hidup dengan cara ayah!!" bentak suwandi kepada karin.


Karin yang tak pernah melihat ayahnya semarah itu padanya hanya bisa diam menunduk sambil terus menitikkan air matanya.


"Dan kau!! Untuk apa kau masih disini!! Jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di tempat ini!! Pergi dari hadapanku!!" hardik ayah karin.


"Baik aku akan pergi....tapi selama karin mencintaiku aku tak akan pernah berhenti mengejar karin walaupun kau akan menghancurkan dan menghabisi nyawaku. aku hanya meminta pertanggung jawaban kepadamu atas kematian bundaku hingga aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Kau tenang saja, aku bukan pria kejam seperti dirimu, kasih sayangku hanya tulus untuknya" ucap ray sambil menunjuk ke arah karin.


Sebelum pergi ray sempat beradu tatap dengan karin. Ray menatap sendu kepada kekasihnya yang masih terdiam menangis menatap dirinya. Ingin rasanya ray berlari kearahnya tapi itu semua hanya akan kembali memancing emosi ayahnya karin. Karena itulah tanpa berkata apa apa lagi ray lantas membalikkan badannya berjalan perlahan dan sempat menoleh kebelakang untuk menatap karin sejenak lalu pergi menghilang.


Setelah kejadian itu, suwandi membawa putrinya kembali ke kediamannya. Rumah mewah yang menjadi rumah masa kecil karin dulu. Bahkan kamar karin pun letaknya masih sama hanya isinya saja yang berbeda menyesuaikan kebutuhan karin.


Di tempat lain di sebuah tempat rahasia untuk melatih secara khusus para pengawal suwandi, tampak seorang wanita muda cantik yang sedang berlatih menembak. Tembakannya mulai terarah dengan baik dan banyak yang tepat sasaran. Keahlian merakit senjata pun sudah dia pelajari dengan baik. Bahkan ilmu beladirinya pun sudah mencapai level yang sangat tinggi dibandingkan dengan ketika dia baru menginjakkan kakinya kembali di Jakarta.


"Cukup Alexa!!" perintah reno.


Seketika alexa berhenti lalu menghampiri reno yang membawa sebuah map coklat.


"Bersihkan dirimu...aku tunggu di ruanganku" perintah reno lagi kepadanya.


Reno pun pergi ke ruangannya sementara alexa membersihkan diri lalu bersiap menuju ruangan reno. Dengan langkah santai alexa berjalan menuju ruangan reno.


Tok....tok...tok..


Setelah masuk alexa kemudian mengambil dudu di depan meja reno. Reno memberikan sebuah amplop coklat itu kepada alexa. Perlahan alexa meraih lalu membuka serta mengamati beberapa foto di atas kertas kertas tersebut.


"Foto yang pertama bernama John. Musuh besar bos kita yang dulunya sempat menjadi sahabat bos kita. Orang itu juga yang dulu sudah membuat bos kita terjun ke dunia hitam. Beruntung nyonya cintya berhasil membuat bos kita berubah dan kembali menjadi orang baik. Tapi orang itu menjadi sangat dendam kepada nyonya cintya dan berniat menghancurkan siapa pun yang punya hubungan erat dengan nyonya cintya. Dan foto selanjutnya adalah beberapa anak buah kepercayaan john. Beberapa dari mereka sudah mengetahui keberadaan karin dan sudah mulai bertindak. Besok kembalilah ke posisimu dan ingat...jagalah hatimu jangan sampai orang lain memanfaatkan kelemahan hatimu. Aku sudah menyiapkan semuanya di kediaman tuan besar" ujar reno.


"Jadi maksudmu aku harus pulang ke rumah tuan suwandi?" tanya alexa dengan perasaan heran.


"Iya....karin sudah kembali kesana. Ini kunci motormu, amankan keadaan sebelum karin tiba disekolah. Jangan sampai kita lengah sedikitpun" perintah reno kepada alexa.


Alexa meraih kunci motornya lalu dia berjalan pergi ke kamarnya bersiap untuk kembali ke kediaman tuan suwandi dengan mengendarai motornya.Dengan mengenakan celana jeans hitam kaos ketat dibalut jaket kulit hitam serta memakai tas punggungnya. Tapi sebelum kembali ke rumah karin, alexa berencana untuk kembali ke apartemen sekaligus menengok raisya karena sejujurnya dia juga rindu dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2