
Di pagi yang masih buta, suara alarm jam di kamar karin telah berbunyi. Alarm itu menunjukkan jam 04.30. Dia sengaja memasang alarm itu supaya dia tidak terlambat datang di latihan pertamanya bersama reno dan alexa. Dengan langkah gontai karin berjalan ke kamar alexa untuk memastikan alexa juga sudah bangun.
tok...tok...tok...
"Lex...bangun lex...." ujar karin dari balik pintu.
Tidak lama kemudian....
Ceklek...
"Masuk rin....." ujar alexa yang sebenarnya masih mengantuk dan masih merasa capek karena kemarin malam, kembali merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.
Lho kok tidur lagi sih. batin karin
"Lex....bangun...." ujar karin sambil mentoel toel pipi alexa.
"Aduuuuh kariiin....aku masih capek" keluh alexa dengan malasnya.
Mendengar itu karin langsung terduduk di tepi ranjang alexa.
"Ya...gue juga sebenarnya capek....tapi mau gimana lagi, kita kan udah janji sama reno" ujar karin yang tanpa disadari alexa sudah mulai tertidur lagi.
"Yah nih anak...diajak ngomong malah enak tidur" gerutu karin lalu dia jongkok di samping alexa yang tengah tertidur di pinggir ranjangnya.
"Gempa bumi!!!!" ujar karin dengan lantang pas di telinga alexa hingga membuat alexa otomatis memegang telinganya tapi sama sekali tidak menampakkan sikap terkejut hanya kedua matanya mulai terbuka lebar
"Kariiiin!! Lo itu ya jailnya gak pandang waktu!!"' ucap alexa dengan kesal.
Karin hanya tersenyum melihat sahabatnya kesal.
"Udah sono cuci muka trus kita turun" perintah karin kemudian dia bangkit keluar nenuju kamarnya sendiri untuk bersiap.
Jam lima pas mereka berdua turun dan langsung duduk di meja makan dimana disitu sudah ada bi ani dan bi darmi sedang menyiapkan bahan buat masakan.
"Bibi..udah datang ya" sapa karin.
kedua pelayan itu hanya tersenyum mengangguk saja. Melihat karin dan alexa hanya terduduk lesu di meja makan, bi ani lantas mendekat.
"Nak karin sama nak alexa kalo masih ngantuk kenapa ngga tidur di kamar aja" tanya bi ani.
"Enggak bi...kita berdua udah janjian sama reno mau olahraga bareng. ngga enak mau batalin" jawab karin dengan lesu.
"Emang kalian janjian jam berapa?" tanya bi ani.
"Jam setengah enam bi" jawab alexa juga dengan lesu.
"Ya udah...bibi bikinin roti selai sama susu coklat hangat ya",kata bi ani dengan lembut.
Seketika mereka berdua langsung menganggukkan kepala serta langaung bersemangat.
Setelah menghabiskan sarapan kecilnya, mereka berdua langsung keluar bersama menuju basement tempat mereka janjian dengan reno. Tampak reno sudah menunggu mereka berdua. Setelah karin dan alexa berdiri di dekat reno, reno langsung melihat jam tangannya.
"Kalian telat dua menit" ucap reno datar tanpa rasa bersalah.
"Emang kenapa kalo kita telat, kak reno mau hukum kita gitu!" balas karin.
"Bukankah itu kesepakatan kita kemarin "balas reno dengan cepat.
"Emangnya kak reno mau hukum kita apaan hah...!" balas karin seperti menantang.
__ADS_1
"Hukumannya...adalah hukuman yang tidak akan pernah bisa kalian lupakan seumur hidup!" balas reno dengan tegas dan penuh penekanan kata seakan akan reno benar benar marah.
Seketika dua gadis yang sedang ketakutan itu langsung berpegangan tangan satu sama lain sambil begidik membayangkan hal hal yang buruk tentang reno. Melihat itu reno langsung tertawa lebar sambil menggelengkan kepala.
"Dasar gadis polos...baru digertak gitu aja langsung takut, gimana kalo ketemu penjahat beneran?" ujar reno yang tak henti hentinya tersenyum lebar.
"Kan kita baru kenal...kirain beneran kak reno itu penjahat berdarah dingin" gerutu alexa dimana reno kembali tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya
"Kalian berdua tuh ya kalo punya niat belajar jalaninnya yang bener. apalagi aku kasih bantuan ini gratis loh...padahal jaman sekarang disini tuh gak ada yang gratis, ya walaupun kita punya tujuan masing masing. Emang kalian berdua gak pengen apa jadi pemain basket profesional. apalagi kamu karin...kamu tuh punya bakat. Sayang kalo dibiarin gitu aja" jelas reno kepada mereka berdua.
"Kak reno bener sih, karin pengen banget jadi pemain basket kayak di tv tv" ujar karin polos.
"Kalo gitu ayo kita mulai latihannya sekarang ntar kesiangan. Okey...Latihan pertama kita lari keliling kompleks sini 3 putaran" ujar reno.
"Kalo cuma lari doang sih...udah sering kita" jawab karin dengan sombong.
"oh gitu...tunggu sebentar" ujar reno lalu dia mengeluarkan empat pasang beban dalam bentuk gelang kaki dan tangan dari tasnya. Kemudian dia langsung menyodorkan masing masing dua pasang kepada alexa dan karin.
"Kalian pake ini..." perintah reno sementara reno juga memasangkan beban yang sama di kedua kaki dan tangannya.
"Kak reno yakin kita harus pake ini..." tanya karin dengan perasaan ragu.
"Iya..kenapa...aku juga pake..." jawab reno dengan santainya.
Dengan berat hati karin dan alexa akhirnya memasangkan beban itu di kedua kaki dan tangannya kemudian mereka berlari mengikuti langkah kaki reno.
Walaupun hanya tiga putaran akan tetapi sungguh ini awal latihan yang berat bagi mereka berdua. Apalagi di hari selanjutnya reno selalu menambah porsi latihan lari mereka dari hanya tiga putaran, setelah lima hari kedepan menjadi lima putaran ditambah dengan mereka kadang harus berjongkok dan terus mengayunkan tangan mereka sesuai perintah reno.
Bahkan reno juga melatih gerak refleks mereka lewat beberapa gerakan karate yang sudah mereka pelajari di kampung. Hal ini reno lakukan karena celetukan alexa yang dihari pertama latihan menyebut latihan lari mereka mirip seperti latihan karate mereka di desanya dulu.
Seperti biasa setelah selesai latihan, karin dan alexa selalu terduduk lesu di sofa ruang di depan tv.
Seketika bi darmi datang membawakan dua buah gelas besar air dingin. Sementara raisya yang baru turun dari tangga melihat karin dan alexa duduk di sofa, dia segera menghampiri mereka.
"Kalian baru balik latihan ya...apa....kalian capek?" tanya raisya kepada mereka berdua.
"Pastinya capek banget sya..." jawab karin.
"Lo gak tahu sih...kalo reno tuh ngasih latihannya berat banget"tambah alexa.
"Ya udah kalo gitu kalian istirahat aja deh...ntar gue mau keluar sendiri aja" jawab raisya dengan wajah sendu.
"Emangnya lo mau kemana?" tanya karin
"Gue mau cari buku sama beberapa alat tulis gue yang kurang, masalahnya lusa kita udah masuk sekolah" jawab raisya.
"Gini aja, gimana kalo ntar sore kita ke mall bareng. soalnya aku juga sama sya, butuh beberapa alat tulis, sekalian kita jalan jalan. Kan selama ini kita belum kemana mana" ujar karin
"Okey bos...." jawab raisya dan alexa bersamaan.
"Kalo gitu aku mau istirahat dulu yah...aku capek banget" ujar karin.
"Aku juga....aku nggak nyangka kalo seorang reno bisa menguras habis tenaga kita" tambah alexa.
Kemudian alexa dan karin segera masuk ke kamar mereka masing masing dan segera membersihkan diri. Lalu mereka berdua langsung tidur untuk menghilangkan rasa lelah mereka.
Sore harinya dengan diantar ricko mereka bertiga berangkat menuju ke mall terdekat. Disana mereka langsung berbelanja beberapa barang kebutuhan mereka. lalu karena merasa lapar, mereka memutuskan untuk makan di foodcenter mall tersebut. Mereka terlihat bahagia saat itu tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata sedang mengintai mereka.
Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang tapi ketika mereka bertiga baru keluar dari foodcenter tiba tiba seseorang menabrak raisya dari belakang. Awalnya raisya akan menggerutu tapi ketika dia juga menyadari kalau tas kecil yang dia gantungkan dipundaknya itu lenyap raisya langsung berteriak,"copeeet!!!"
__ADS_1
Seketika karin dan alexa langsung mengejar orang yang menabrak raisya tadi dimana orang tersebut juga langsung lari sekencang mungkin mendengar teriakan raisya.
Sebenarnya Karin dan alexa berusaha mengepung copet itu dari dua sisi tapi nyatanya copet itu cukup cerdik. Dia langsung berlari menuruni tangga yang ada disebelahnya hingga ke lantai dasar. Karin dan alexa langsung kembali mengejarnya ke lantai dasar.
Saat akan melewati pintu keluar, copet itu sengaja berjalan biasa tapi dengan langkah agak cepat untuk mengelabui sekuriti yang berjaga di pintu utama mall.
Saat copet itu baru beberapa langkah, terdengar teriakan karin dibelakangnya yang menyebutnya copet lagi hingga membuat sekuriti yang berjaga tersentak kaget lalu ikut berlari dibelakangnya karin dan alexa.
Copet itu segera berlari kembali tapi malang baru beberapa langkah ada seorang anak muda yang menjegal langkah kakinya hingga dia terjatuh. Melihat karin yang hampir dekat spontan dia melempar tas raisya lalu segera berlari menjauh. Karin yang terkejut langsung menghindar sementara alexa yang dibelakangnya sambil melompat langsung menendang balik tas tersebut hingga mengenai punggung copet itu sampai copet itu terjatuh lagi.
Dengan cepat copet itu berusaha bangkit lagi serta menghindari tendangan yang diberikan karin. Dengan dibantu alexa sempat terjadi duel mereka bertiga beberapa detik sampai akhirnya copet itu berhasil memukul mundur dua gadis itu dengan cepat. Kemudian copet itu segera melarikan diri lagi, beruntung karin sempat merampas kembali tas raisya. Jadi akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mengejarnya serta membiarkan sekuriti yang bertindak.
Raisya yang baru datang langsung berlari mendekati dua sahabatnya itu.
"Kalian baik baik saja?" tanya raisya yang khawatir.
"Lo tenang aja...nih tas lo..." jawab karin sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal.
"Kalian berdua hebat" kata anak muda tadi yang ikut membantu menjegal copet itu.
"Makasih atas pujiannya..." jawab alexa sambil masih berusaha mengatur nafasnya.
"Aku bima.."ujar anak muda itu sambil mengajak berjabat tangan untuk berkenalan.
Tapi sayang ketika alexa akan membalas tiba tiba ricko berteriak marah kepada mereka berdua.
"Karin!!!Alexa!!!...apa apaan kalian ini!!"
"Apa apaan gimana!! kita berdua tuh tadi cuma ngejar copet yang udah ambil tas raisya!!" balas karin dengan marah juga.
"Lalu apa kau tahu kalo sampai terjadi sesuatu padamu, kau bisa membuatku dalam masalah besar!!" ucap ricko yang masih dikuasai kemarahannya.
"Sudah...sudah....kalian berdua kenapa malah bertengkar disini sih, malu tau...." ujar raisya yang berusaha melerai mereka berdua. Raisya bener bener malu karena mereka berempat telah menjadi pusat perhatian di mall itu.
"Ricko...Karin...ayo...lebih baik kita pulang sekarang dan jangan ada yang ngebahas ini lagi" ujar alexa tegas serta langsung menarik lengan karin yang sebenarnya masih ingin meluapkan amarahnya kepada ricko.
Sementara raisya juga langsung menarik lengan ricko untuk berjalan di belakang karin dan alexa ke arah mobil mereka.
Sedangkan seorang teman bima yang juga ada disitu juga mengajak bima masuk.
Ditempat lain terlihat copet itu telah berganti pakaian berjas hitam lengkap dengan earpiecenya bak seorang pengawal profesional dan sedang berjalan cepat mendekati reno yang sudah menunggunya di parkiran. Copet itu sebenarnya adalah anak buah reno yang dia suruh untuk mengetes kemampuan karin dan alexa. Setelah masuk mobil, reno segera memacu mobilnya keluar mall.
"Bagaimana mereka..." tanya reno
"Bagi seorang pemula mereka lumayan cukup tangguh. Mereka hampir saja membuatku kewalahan" jawab anak buahnya.
Baguslah...ku pikir sebelumnya aku harus bekerja keras. batin reno.
"Haha...Jadi kau hampir saja dikalahkan bocah ingusan" ujar reno sambil tertawa kecil penuh arti.
"Maaf pak...saya akan berusaha berlatih lebih keras lagi. Tapi...apa maksud pak reno melatih mereka berdua secara diam diam...apakah bapak akan merekrut mereka?"tanya anak buahnya.
seketika wajah reno langsung berubah serius.
"Kondisikan rasa ingin tahumu itu sebelum perasaanmu itu bisa benar benar membuat hidupmu dalam kesulitan" jawab reno dengan melirik tajam kepada anak buahnya itu sambil tetap menyetir.
"Maaf pak...saya tidak akan mengulanginya lagi" jawab anak buah itu yang langsung tertunduk ketakutan.
Setelah itu reno segera memacu mobilnya kembali ke perusahaan Jaya Suwandi Group.
__ADS_1