Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
Serangan lagi


__ADS_3

Setelah diberi beberapa pengarahan oleh pelatih, karin dan timnya keluar ruangan menuju ke lapangan tempat akan diadakannya pertandingan. Sementara itu di bangku deretan ketiga dari bawah terlihat ricko dan raisya sedang duduk berdua sambil menikmati popcorn dan beberapa botol softdrink menunggu pertandingan dimulai.


"Eee...rick...gue boleh nanya sesuatu ngga? Apa alasan ayah karin, nyuruh lo buat beli higheels bukannya lo udah tahu kalo karin tuh anak tomboy yang ngga mungkin sampe kepikiran pakai barang begituan" tanya raisya.


"Mana aku tahu, aku hanya menjalankan perintah" jawab ricko begitu saja.


"Ricko....aku beneran penasaran nih...ayo dong cerita dikiiit aja" ujar raisya sambil menggoyang goyangkan lengan ricko berusaha mengorek keterangan dari ticko.


Ricko yang mulai terusik dengan sikap manja raisya akhirnya angkat bicara juga.


"Mana aku tahu raisya lagian ngapain juga aku terlalu ngepoin urusan bos. Yang ada tuh malah aku yang bakal kena masalah...


"Dasar pelit..." ujar raisya dengan manyun.


"Kalo menurutku sih, mungkin aja ayahnya karin kepingin karin berubah jadi lebih feminin.Tapi mana ada cewek feminin yang ngejar copet atau berani ngelawan preman udah gitu jarang dandan lagi. Makanya ayahnya tuh berharap banget kali aja....ada mukjizat turun dari langit"


Seketika raisya langsung tertawa kecil mendengar penuturan ricko.


"Masuk akal juga sih...." gumam raisya dengan tersenyum manis.


Percakapan mereka terhenti ketika pertandingan di mulai. Sorak sorai penonton dan pendukung masing masing menggema di setiap sudut ruangan. Termasuk sorak raisya yang sangat bersemangat karena kecemerlangan permainan tim sahabatnya walaupun ricko hanya diam menampakkan sikap datar sambil mengamati keadaan sekitar. Semenjak kejadian penyerangan itu, Ricko memang selalu memperhatikan keselamatan karin. Dia tidak ingin kecolongan lagi seperti kemarin apalagi sekarang mereka sedang berada di tempat keramaian. Maka dari itu dia selalu bersikap waspada serta sama sekali tidak memperdulikan jalannya pertandingan. Sorot matanya menyapu detail seluruh ruangan itu sambil sesekali memperhatikan pergerakan karin.


Di sudut lain tampak tiga orang pemuda juga ikut bersorak menyemangati karin hingga pertandingan usai dengan skor yang membanggakan. Tim karin menang sebelas poin lebih unggul dari rivalnya. Hal itu juga membuat karin cukup lega karena dia dan timnya ternyata tidak mengalami kesulitan yang berarti menghadapi rivalnya.


Ketika pertandingan usai, raisya dan ricko dihampiri oleh ray sementara aldo dan rayhan pergi terlebih dahulu.


"Lho karin mana sya? Belum keluar" tanya ray


"Belum tuh...tumben lama, apa mungkin dia masih dandan kali ya..." goda raisya kepada ricko tapi ricko malah berjalan menuju ke dalam mobil lalu mengambil sebuah tablet.


Setelah itu dia menitipkan kunci mobil langsung ke tangan raisya.


"Kau disini saja, aku mau masuk ke dalam" ujar ricko yang mulai memiliki perasaan tidak enak dengan tingkah karin.


"Ternyata kalian disini..." ujar alexa yang tiba tiba muncul setelah kepergian ricko.


"Lex...lo kapan datangnya?" tanya raisya bingung.


"Udah dari tadi jam sebelas trus aku nyari ke sekolah kalian udah pergi. Kok belum pulang? bukannya pertandingan udah selesai? Karin mana?" jawab alexa.


"Kalo nanya tuh satu satu dong...karin belum keluar ricko lagi nyusul ke dalam" jawab raisya.


"Gawat...ini gak mungkin kebetulan" gumam alexa lirih.


Seketika tampak raut wajah kecemasan dari alexa sebab tadi sebenarnya alexa juga mengikuti gerak gerik seseorang yang mencurigakan semenjak di sekolah dan ternyata orang itu benar benar sedang mengikuti kemana arah karin pergi. Sebenarnya alexa tahu orang itu ada di gedung ini tapi ketika alexa berusaha mengikuti orang itu, dia kehilangan jejaknya.


"Ada apa lex ?" tanya ray yang merasa aneh dengan sikap alexa.


"ray lo kan cowok pasti ngerti mesin mobil kan? tolong lo cek fisik mobil ini bener bener apa ada yang gak beres? raisya lo temenin ray ya...gue mau susul karin" ujar alexa setelah itu dia berlari sambil mengambil ponsel dari kantongnya.


"Halo rick...kau sudah temukan karin" tanya alexa

__ADS_1


"Sepertinya dia mengarah ke bagian belakang gedung" jawab ricko.


"Perasaanku tak enak ricko, ayo kita susul dia secepatnya" balas alexa kemudian dia segera menutup telponnya.


"kurang ajar...awas aja kalau kau main belakang lagi" gumam ricko sendiri lalu setengah berlari dia menuju ke belakang gedung.


Perasaan karin yang sedang berjalan seorang diri ke belakang gedung, semakin tak menentu.


Kalo benar pak pelatih menungguku disini, tapi kenapa suasananya sepi sekali. Ada apa ini? Apa ada yang tidak beres? Aaakh...aku balik aja deh....pasti anak tadi cuma mengajakku becanda aja. batin karin


Sayangnya ketika karin membalikkan badannya, seorang pria tegap berpakaian hitam serta berpenutup kepala hitam berada tepat di hadapannya sambil membawa sebuah pisau.


Sial....ternyata aku dijebak....sebenarnya orang ini siapa sih? kenapa dia terus saja berusaha mencelakaiku. batin karin


Setelah mengelak dari beberapa serangan dia, Karin sempat mendorong tubuh orang itu hingga jatuh terjerembab. Kesempatan itu digunakan karin untuk melarikan diri. Karin berlari sekencang kencangnya tanpa dia sadari ponselnya telah terjatuh ketika menghindar dari serangan orang itu.


Orang itu berjalan mendekati ponsel karin lalu dia meraihnya. Sebenarnya dia hendak.mengotak atik ponsel karin tapi sayup sayup terdengar suara laki laki memanggil manggil nama karin. Dia langsung bersembunyi disebuah ruangan sambil membawa ponsel karin.


Ricko yang melihat sinyal pergerakan karin yang malah menjauh merasa aneh tapi dia terus berusaha mendekati pergerakan karin.


Orang itu meletakkan ponsel karin di atas meja di sebuah ruangan sementara dia bersembunyi berusaha menjauh dari ruangan itu secepatnya. Rupanya orang itu menyadari ada sebuah alat pendeteksi telah terpasang di ponselnya karin.


Ricko yang mengikuti arah alat pendeteksi itu sampai di depan sebuah ruangan. Ketika Ricko masuk ke dalam dia merasa sangat aneh dengan kondisi ruangan yang sangat sepi.


"Karin..." panggil ricko dengan perasaan ragu.Tapi tidak ada sahutan sama sekali. Pandangan tajamnya langsung menyapu ke seluruh ruangan hingga matanya langsung terfokus ketika melihat sebuah ponsel tergeletak di atas meja begitu saja. Ricko mendekatinya dan sangat terkejut ketika ia hanya mendapati ponsel milik karin saja. Secepatnya ricko menghubungi alexa.


"Lex...orang ini menipu kita. Aku hanya menemukan ponsel milik karin tapi karin tidak ada disini" ujar ricko.


"Kau cari disebelah kiri gedung, aku akan ke arah sebaliknya, semoga saja karin belum jauh" perintah ricko.


"Baik ricko" jawab alexa.


Sambil mencari ricko juga menghubungi reno


"Aku butuh bantuan reno" ujar ricko lewat ponselnya.


"Apa yang terjadi..."tanya reno datar


" Karin menghilang dan aku hanya menemukan ponselnya saja. Bisa kau bantu aku mencarinya?" tanya ricko


"Apa dia memakai jam tangannya?" tanya reno sambil membuka sebuah layar yang terhubung dengan alat pendeteksi lainnya


"Sepertinya ia" jawab ricko


"Tunggu sebentar...sepertinya dia mengarah ke bagian kiri belakang gedung. Kemungkinan dia berusaha kearah depan gedung lewat samping. Aku akan mengirimkan petunjuknya padamu" ujar reno lalu dia menutup ponselnya.


Ricko langsung membaca petunjuk itu dan secepatnya berlari mengikuti petunjuk itu.


Karin yang masih terus berlari akhirnya terhenti sejenak karena kelelahan. Sambil bersandar sejenak di tembok, dia berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Sayup sayup terdengar suara alexa memanggil.


Alexa...Apa itu suara alexa? tapi alexa kan belum pulang...atau ini hanya usaha orang itu untuk menjebakku lagi...Tapi aku yakin itu suara alexa. Semoga saja itu benar suara alexa. batin karin.

__ADS_1


Karin langsung berdiri tegak lalu berjalan mendekati arah suara alexa. Setelah melihat sosok alexa dari jarak jauh dengan mata kepala sendiri karin berteriak memanggil alexa sambil terus berjalan mendekati begitu pula dengan alexa. Akan tetapi langkahnya terhenti ketika orang itu tiba tiba berdiri di depannya dan kembali menyerangnya.


Refleks karin yang bagus membuatnya berhasil menghindari serangan dan terjatuh membentur tembok. ketika pisau orang itu hendak menusuk punggungnya tiba tiba tangan orang itu ditarik alexa lalu dengan keras alexa menendang perut orang itu hingga terpental mundur agak jauh dari mereka. Rasa sakit yang orang itu tahan terpampang jelas diwajahnya.


"Karin pergilah...biar aku yang menghadapinya" perintah alexa.


"Aku tak akan meninggalkanmu, kita hadapi bersama" jawab karin


"karin aku mohon pergilah! keselamatanmu adalah hidupku" perintah keras alexa tapi lagi lagi karin tak mengindahkannya.


Sayangnya orang itu tidak menyerah dan malah membabi buta kembali menyerang alexa dan karin dengan fokus utama adalah karin sasarannya ditunjang dengan kemampuan tenaga dan beladiri yang lebih dari dua gadis itu, membuat orang itu berhasil menggoreskan pisau di lengan alexa.


"Aaakh..." pekik alexa yang terjatuh disebelah kaki karin.


"Lex!!" teriak karin. Refleks karin langsung jongkok memegangi alexa hingga orang itu mempunyai kesempatan besar untuk menghunuskan pisau ke tubuh karin.


Ketika orang itu hendak bergerak tiba tiba ada yang menarik bajunya dari belakang lalu menendangnya dengan keras hingga orang itu kembali jatuh tersungkur.


"Kalian baik baik saja?" tanya ricko


Karin dan alexa hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Cepat pergi!" perintah ricko dengan tegas.


Tanpa membantah lagi alexa menarik karin lalu mengajaknya keluar sementara ricko menyelasaikan urusannya dengan orang itu.


Setelah kepergian karin dan alexa, ricko langsung menghajar orang itu tanpa ampun sampai orang itu tak sempat untuk melarikan diri dari hadapannya.


Sedangkan karin yang mendengar suara teriakan seseorang sebenarnya hendak kembali tapi alexa menariknya


"Karin percayalah...ricko pasti bisa mengatasinya. Kau tak perlu khawatir...Yang perlu kau pikirkan adalah ray dan raisya sedang ada di depan menunggumu" ucap alexa dengan cepat.


Dengan terpaksa karin menuruti perkataan alexa walaupun sebenarnya jauh dilubuk hatinya dia sangat menghawatirkan keadaan ricko.


Ricko berjalan lalu berjongkok dihadapan orang itu yang sudah terkapar tak berdaya karena menahan sakit disekujur tubuhnya akibat pukulan keras ricko.


Ricko mengeluarkan ponselnya lantas menghubungi seseorang.


"Harus kuapakan orang ini...dia berhasil melukai alexa" ujar ricko lewat video call serta sengaja meloudspeaker ponselnya.


"Terserah bagaimanapun caranya, jangan sampai kau meninggalkan jejak. Sisanya percayakan pada orangku, mereka sudah tiba disana" jawab orang itu.


"Baiklah..."jawab ricko lalu dia menutup ponselnya. Lalu berkata dengan senyum menyeringai


"Kau sudah dengar kan? Jadi jangan salahkan aku...Aku hanya menjalankan perintah" ucapan ricko membuat orang itu menggeleng gelengkan kepalanya karena sangat ketakutan dan berharap ampunan dari ricko.


Tak lama kemudian terdengar teriakan terakhir orang itu. Dan ketika ricko berdiri membersihkan tangannya dengan sapu tangannya beberapa orang sudah berdiri di belakang ricko.


"Aku sudah selesai...aku akan menyusul karin" ujar ricko sambil menyerahkan sapu tangannya itu kepada orang disebelahnya.


"Baik pak..." jawab orang itu.

__ADS_1


Ricko lantas berjalan pergi menyusul karin dan alexa yang sudah ada di depan mobil.


__ADS_2