
Beberapa hari lagi akan dilaksanakan anniversary sekolah. Dalam peringatan itu akan diadakan beberapa perlombaan di sekolah juga beberapa pentas seni yang menampilkan hasil kreasi siswa. Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing masing termasuk bima yang harus mengantar beberapa undangan sekolah dan beberapa surat penting dari sekolah.
Pulang sekolah, Bima yang berjalan seorang diri sambil sibuk memilah milah alamat tiba tiba dikagetkan dengan tingkah kevin dan aldo serta jo yang kekanakan. Aldo dan kevin tengah asik berebut bola basket di depan bima yang tengah asik berjalan dan terlalu fokus dengan beberapa amplopnya langsung menghentikan langkahnya. Sedangkan jo asik dengan dengan majalah remajanya tentang artikel trik jitu mendapatkan hati doi.
"Kalian bisa pergi ngga sih!! Ganggu aja deh..." hardik bima dengan kesal.
Kevin dan aldo langsung menghentikan aksi mereka. Mereka berdua gak nyangka kalau candaan mereka yang seperti itu biasanya menarik bima kali ini dianggap lain oleh bima. sementara jo yang masih asik dengan majalah remajanya tiba tiba juga langsung merangkul bima sambil menunjukkan gambar model cewek cantik.
"Lihat nih men...cantik bener dah...bodynya bohay...kira kira disini ada ngga ya kayak gini?" tanya jo.
Mendengar itu bima langsung menjitak kepala jo.
"Kapan berkembangnya tuh otak kalo cewek mulu yang dipikirin" setelah itu tanpa rasa bersalah bima langsung pergi begitu saja meninggalkan ketiga temannya yang masih tak percaya dengan perubahan sikap bima.
"Perasaan gue aja ato emang belakangan ini bima udah berubah ya..." ucap kevin.
"Mungkin dia beneran lagi sibuk kali..." bantah aldo
"Kayaknya semenjak deket sama alexa deh" ujar jo.
"Iya yah...gue gak habis pikir kok bisa ya tuh genk cewek horor satu persatu udah nguasai temen temen kita" kevin berbicara sambil menatap jo.
"Iya sih...pertama ray sekarang bima trus ...." jo tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi tapi malah menatap penuh arti ke aldo. Bersamaan dengan itu kevin pun juga melakukan hal yang sama pada aldo.
"Apa!! ngga ada hubungannya kali sama gue..." ucap aldo berusaha membela dirinya karena merasa pandangan kedua temannya itu secara tidak langsung ikut memvonis dirinya bagian dari ray dan bima.
"Bukannya lo juga deket sama si culun itu" ujar kevin.
"Eeeh...siapa bilang...orang jadian aja belum" jawab aldo dengan cepat.
"Apa!!! " sahut kevin dan jo berbarengan.
"Heh sejak kapan selera lo berubah, bukannya si culun itu jauh dari selera lo" bantah kevin yang tak terima.
"Emang orang gak boleh berubah!! sembarangan aja kalo bicara..." setelah berkata seperti aldo langsung pergi. Dia melakukan itu juga supaya jo dan kevin tidak terus terusan menanyainya.
"Tuh kan...bener apa kata gue..." ucap kevin.
"Iya vin....emang apa lebihnya sih tuh cewek bertiga..." ucap jo.
kevin lantas merangkul bahu jo lalu berkata, "Kayaknya kita sendiri yang harus menyelidiki mereka bertiga...oh ya jangan beritahu rayhan, gue takut kedekatan rayhan sama mira bisa ganggu rencana kita" ujar kevin pada jo.
"Okey", jawab jo yang paham dengan maksud kevin.
Ditempat lain Bima yang masih asik dengan amplop amplopnya tanpa sengaja berpapasan dengan alexa. Wajahnya langsung berbinar bahagia melihat kedatangan alexa dihadapannya. Bima yang memang sebelumnya mudah jatuh cinta kepada cewek sebenarnya sudah pernah menyatakan cintanya kepada alexa berkali kali. Tapi berkali kali itu juga alexa menolaknya dengan berbagai alasan yang tepat padahal jauh di dalam lubuk hati alexa sebenarnya dia sudah menyimpan rasa kepada bima. Ada alasan tersendiri kenapa alexa menolaknya tapi alexa hanya bilang bahwa dia masih ingin fokus bersekolah saja, dia belum ingin menjalin hubungan dengan seseorang. Karena itu alexa menawarkan sebuah persahabatan dengan bima serta berjanji akan membantu bima dalam menghadapi situasi sesulit apapun. Bima sendiri menyambut persahabatan itu dengan harapan suatu saat alexa akan menerima perasaan cintanya pada dirinya hingga akhirnya hubungan mereka pun semakin akrab.
"Bima? kok bawa banyak amplop?" tanya alexa
"Iya nih aku dapat tugas khusus dari sekolah nganterin surat surat ini...eemm lex,ikut aku ya...temenin aku nganter surat surat ini" pinta bima.
"Tapi bim...aku dah janji mau nemenin karin latihan basket"
wajah bima langsung berubah masam mendengar perkataan alexa.
"Karin mulu yang diperhatiin, gue gak pernah... padahal gue kan sahabat lo juga" bima berkata dengan nada sewot.
"ldiih...cemburu kok sama karin" ujar alexa yang keheranan.
"Ya jelas aja gue cemburu, padahal dari pagi sampe malem lo bisa nemenin karin, tapi nemenin gue kan jarang" ucap bima yang masih sewot.
"What!!! bima...lo nyadar ga sih ngomong kayak gitu. Ya jelas aja gue sama karin terus orang gue aja numpang di rumah dia trus gue juga makan tiga kali sehari disana. Karin tuh udah baik sama aku jadi wajarlah kalo aku baikin dia juga" ujar alexa berusaha menjelaskan.
__ADS_1
"Kalo cuma itu gampang lex, lo pindah aja ke rumah gue, rumah gue kan lebih besar, trus jangan kan tiga kali sehari, lo juga bisa makan sepuasnya di rumah gue dan gue ikhlas kok apalagi belakangan ini pembantu gue jarang masuk, jadi kita bisa sering punya waktu berdua dan lo juga bisa sering nemenin gue kan. Gimana lo mau kan?" ujar bima dengan senyum liciknya serta tanpa rasa bersalah.
"Emangnya lo pikir gue cewek bodoh yang mau aja disuruh masuk ke kandang harimau...pake alasan pembantu gak ada lagi... menyeramkan..." balas alexa dengan senyum penuh arti juga yang artinya menolak ajakan bima.
"Maksud gue bukan itu lex...tapi aaakkh udahlah, gue gak mau tahu pokoknya lo harus nemenin gue titik..." ujar bima sambil langsung menggandeng erat tangan alexa serta menariknya pergi. Bima kembali bertingkah seperti anak kecil yang manja kepada alexa.
"Tapi bim...gue belum bilang sama karin" alexa berusaha melepaskan tangannya tapi bima malah semakin erat menggenggamnya.
"Ngga bisa, ngga ada tapi tapian lagian lo udah janji mau bantu gue. Ntar gue traktir deh, makan ketoprak mang ujang" ujar bima yang kembali menarik alexa. Bima tahu kalo alexa suka banget dengan ketoprak favoritnya itu.
"Bim...ntar kalo karin nyariin gue gimana?" tanya alexa.
"handphone lo mana?" pinta bima. alexa segera mengeluarkan ponselnya lalu memberikannya kepada bima. Bima segera menghubungi karin lewat ponsel alexa
tuut...tuut....
"lex, kau dimana? "tanya karin lewat ponselnya.
"karin, lo dijemput ricko kan?" tanya bima
"bima? kok bisa..."
"jawab aja karin! "bima yang tak sabar segera menyela perkataan karin.
"Tentu saja bima" jawab karin
"Bagus kalo begitu pergilah, karena alexa harus menemaniku melaksanakan tugas sekolah, kau tidak perlu khawatir, aku berjanji aku akan menjaganya dengan sangat baik" tanpa menunggu jawaban dari karin bima langsung menutup panggilan itu dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Sudah bereskan? ayo pergi" ajak bima sambil menyerahkan kembali ponsel alexa lalu segera menggandeng erat tangan alexa.
cih...dasar tuan muda, apa kelakuan anak orang kaya selalu seperti ini...tapi ya sudahlah...sudah kepalang basah mau gimana lagi. Kapan lagi bisa dekat sama bima. batin alexa.
Sesampainya di parkiran, bima segera memakaikan helm ke kepala alexa lantas dia segera membonceng alexa menuju alamat yang dituju menggunakan motor sportnya. Mendekati tempat yang dituju, Bima menghentikan motornya sejenak lalu membuka aplikasi penunjuk arahnya. Bima meminta alexa sebagai navigatornya. Beberapa alamat sukses dengan mudah mereka temukan dan urusannya pun tidak terlalu berbelit, hingga surat terakhir bima yang sudah beberapa langkah mengurungkan niatnya karena ada tulisan AWAS ADA ANJING GALAK!! Tulisan itu terpampang jelas di pagar.
"Iya sih tapi....lo lihat deh tulisannya" jawab bima dengan perasaan ragu.
"Ya elah...badan segede kingkong takut ama tulisan" alexa menatap bima dengan pandangan aneh.
"Bukan masalah tulisannya tapi isi dari tulisannya, emangnya lo ngga paham apa tulisannya" bima mengomel ngomel pada alexa.
"Dasar penakut, udah lo jaga sini aja gue aja yang kesana"
"Tunggu lex...kita berdua yang kesana" ucap bima dengan tanpa bersalah.
"Trus yang jagain motornya siapa? ntar kalo ilang gimana?"
"Yang penting bukan lo yang ngilang" ucap bima sambil langsung menarik tangan alexa
"Bukan masalah itu bim, ntar kalo motor lo ilang berarti gue jalan dong sama lo, mana udah mulai gelap jalanan sepi lagi" ujar alexa yang sedikit menunjukkan wajah takutnya.
"Dasar cewek aneh, ama anjing galak gak takut sama hal begituan takut. Udah gak usah mikir yang macem macem, jadi ikut nggak?"
"Emang lo berani sendiri?" tanya alexa.
Bima langsung menarik tangan alexa, " makanya gue ngajak lo"
"Tapi bim..."
"Alexa please...jangan niru mami gue yang cerewet aakh...lama lama gue cium tuh mulut" akhirnya bima nengeluarkan jurus terakhirnya membungkam alexa sampai alexa hanya bisa pasrah ngikuti kata bima.
Setelah posisi tepat di depan pagar bima berkata lagi,"gimana caranya kita masuk ke dalam lex?"
__ADS_1
Alexa yang awalnya mengamati sekitar pagar akhirnya tersenyum lalu tanpa bicara dia segera berjalan menuju alat tersebut dan memencet tombol tersebut.
"Malam pak bu, kami dari sekolah SMU X mau menyampaikan pesan dari sekolah kami pak bu" ucap alexa.
Tidak lama kemudian pesan tersebut diterima dan seorang satpam keluar. Karena belum membuat janji sebelumnya akhirnya bima dan alexa hanya bisa menitipkan surat dari sekolah tersebut kepada satpam setelah itu mereka pergi.
Sebelum mengantar pulang bima mewujudkan janjinya kepada alexa lagipula jam masih menunjukkan jam tujuh malam maka dari itu bima ingin ngajak nongkrong alexa sejenak di warung ketoprak mang ujang yang terletak di pinggir jalan di bawah flyover.
Sambil menunggu pesanan datang bima mengeluarkan sketsa gambar pesawatnya dan sedikit memperbaiki gambarnya.
"Sejak umur berapa lo mulai suka gambar pesawat?" tanya alexa yang memang beberapa kali mengetahui bima sedang serius menggambar sketsa badan pesawat.
"Sejak gue kecil...." entah kenapa akhirnya bima malah menutup gambarnya dan asik menceritakan kehidupannya kepada alexa sambil menikmati ketopraknya.
"Lo tahu lex...mungkin bakat papa kandung aku menurun ke diriku" ucap bima.
"Papa kandung? " ucap alexa yang merasa bingung dengan ucapan bima.
"Papi sama mamiku yang sekarang itu sebenarnya adalah paman dan bibiku. Papiku adalah adik papaku. Orang tua kandungku sendiri sudah meninggal semenjak aku kelas dua SD. Mereka meninggal karena kecelakaan pesawat" jawab bima sambil sesekali memasukkan makanannya ke dalam mulutnya.
"Sorry ya bim..."
"Udahlah lex, itu udah kejadian lama, lagipula aku masih beruntung punya papi dan mami yang menyayangiku seperti orang tua kandungku sendiri. Apalagi semenjak lahir adik perempuanku, mamiku udah divonis dokter, untuk diangkat rahimnya karena kistanya terus tumbuh dengan ganas. Padahal mamiku kepengen banget bisa ngasih anak banyak ke papiku mengingat riwayat pernikahan mereka yang ngga direstui kakek sampai papiku harus dicoret dalam daftar pewaris. Semua harta jatuh ke tangan papa kandungku. Tapi papaku ngga tinggal diam, dia terus berusaha membantu adiknya secara diam diam tanpa sepengetahuan kakek sampai kakek meninggal. Papaku sendiri juga diam diam mendirikan sebuah perusahaan di bidang transportasi udara dan produksi pesawat. Perusahaan itu berkembang pesat dan setelah kakek meninggal sebenarnya papaku sudah menyerahkan semua perusahaan milik keluarga kepada papiku. Dia hanya ingin fokus pada perusahaannya sendiri. Kemudian terjadi kecelakaan itu, papiku berjanji kepada papaku akan merawat aku sampai dewasa dan menikah" bima bercerita panjang lebar kepada alexa.
"Trus perusahaan papa kamu sendiri gimana?" tanya alexa.
"Karena papiku tahu bakatku, akhirnya semenjak awal aku masuk SMU ini perlahan lahan dia membantuku untuk mengelola perusahaan papaku sendiri. Dia mengajariku banyak hal tentang perusahaan itu. Aku juga bertekad ingin mengembangkan perusahaan papaku sendiri. Karena itulah belakangan ini, aku adalah orang yang jarang kumpul sama temen segenkku. Pulang sekolah biasanya aku lebih sering ngurusi perusahaanku kadang sampai larut malam" jawab bima dengan sedikit senyum getirnya tapi dia tiba tiba merasa terkejut dengan tangan alexa yang menyentuh punggung bima.
"Lo bener bener lelaki hebat bim, di usia muda udah punya penghasilan sendiri. Salut gue sama lo, tapi kenapa lo cerita sama gue? Lo ngga takut gue ntar morotin lo? Berapa banyak cewek yang udah dengar cerita lo. Jangan jangan mereka ngejar lo karena mereka tahu lo pengusaha muda sukses" tanya alexa yang membuat wajah bahagia bima langsung berubah masam.
"Gue serius lex...gue ngga pernah cerita masalah ini sama siapapun. Bahkan ngga sama temen temen gue sendiri. Lo orang pertama yang gue ceritain" jawab bima dengan wajah serius nya sampai alexa yang melihatnya juga ikutan serius.
"Trus kenapa lo cerita sama gue?" tanya alexa dengan perasaan ragu dan mengaduk aduk.sisa makanannya.
"Karena gue selalu merasa nyaman sama lo, lo selalu ada disaat gue butuh lex. Karena itu gue berharap...."
"Bim....udah malem kita pulang yuk" alexa segera menyela perkataan bima karena alexa tahu kemana arah pembicaraan mereka.
"Tapi makanan lo kan belum habis" sahut bima sambil memasukkan makanan terakhirnya ke mulutnya sendiri lalu meneguk habis minumannya.
"Aku udah kenyang, kita pulang aja ya...udah malem" jawab alexa.
"Ngga mau habisin dulu makanannya, ntar kalo lo sakit gimana. Kalo lo sakit ngga ada yang nemenin gue lagi dong. Lagian Baru juga setengah delapan" tapi alexa hanya diam, "mau gue suapin?" ucapan bima membuat alexa langsung kembali makan apalagi tangan bima yang akan meraih sendoknya segera alexa tepis dan alexa segera menghabiskan makanannya sendiri dengan seribu pikiran di kepalanya.
*Apa yang kau pikirkan alexa. Lo ngga boleh punya perasaan sama nih cowok, ini bakal jadi kelemahan lo. Ngga...Lo ngga boleh lemah...lo bukan cewek lemah lex...pokoknya gue harus cari cara buat bisa menjauh dari nih cowok sebelum perasaan gue semakin ngga bisa gue kendalikan. batin alexa.
Lex...kenapa hati sama mulut lo selalu berbeda lex. Lo tadi bilang pengen morotin gue, tapi kenyataannya lo masih ngga bergeming dengan pendirian lo yang ngga mau jadi pacar gue. Padahal baru kali ini gue ngerasa cinta beneran sama seorang cewek dan bahkan kalo lo pengennya nikah sekarang, gue siap kok nikah muda sama lo. Batin bima*
"Aku udah selesai, kita pulang ya..." ucap alexa dengan wajah memohon.
Bima hanya mengangguk lalu setelah membayar bima mengantar alexa pulang sampai depan apartemennya.
"Jadi lo bertiga tinggal disini?" pertanyaan bima hanya dianggap anggukan kepala oleh alexa."Cuma lo bertiga atau sama ortunya karin?" tanya bima lagi.
"cuma kami bertiga, udah malam pulang gih sono...ntar bahaya kalo pulang terlalu malam", perintah alexa.
" Tapi ini kota lex, bukan desa, lagian baru juga jam delapan" ucap bima.
"Tapi bagi gue sama aja, udah malam sono gih pulang..." perintah alexa lagi.
"ehm lex...kapan kapan gue boleh mampir kesini nggak?" tanya bima.
__ADS_1
"Lo bilang dulu sama karin, ini apartemen karin bukan apartemen gue" jawab alexa.
"Ya udah deh, gue pulang dulu ya..." ujar bima dengan wajah kecewanya.