Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
berguru pada reno


__ADS_3

Setelah melempar bola ke arah Alexa, reno malah lantas merebut bola yang karin pegang hingga membuat karin ikut mengejarnya ke tengah lapangan. Sementara alexa yang melihat ricko berlatih sendiri lantas menghampirinya dan ikut bermain bersamanya.


Sambil terus memantul mantulkan bola serta menghindari serangan karin, reno terus membawa bola menuju ring serta langsung memasukkan bola ke ring. Setelah itu dia memberikan kesempatan bola ke karin tapi lagi lagi bola itu dapat dengan mudah diambil alih oleh reno dan lagi lagi reno berhasil memasukkan bola ke ring hingga karin tidak mendapat kesempatan sedikit pun untuk memasukkan bola. Karin yang merasa sangat penasaran karena telah menemukan lawan tanding yang tangguh membuat dia mengeluarkan berbagai teknik keahliannya tapi lagi lagi nihil.


Sampai akhirnya karin menyerah karena merasa reno merupakan lawan tanding yang terlalu tangguh baginya. Dia lantas langsung duduk di tengah lapangan sambil mengatur nafasnya. Melihat itu reno langsung kepinggir lapangan mengambil dua botol air minum di tasnya lantas kembali tengah lapangan serta langsung duduk di sebelah karin sambil menyodorkan salah satu botolnya.


"Terima kasih" ujar karin yang masih mengatur nafasnya sambil meraih botol dari tangan reno.


"Sama sama" jawab reno.


"Ngga nyangka gue..baru kali ini gue kalah telak" ujar karin.


"Kenapa? Mau gue ajarin?" tanya reno dengan senyum manisnya.


"Emang lo bisa?" tanya karin tak percaya.


"Masih ngga percaya? Dua lawan satu juga boleh..." jawab reno dengan enteng.


"Maksudnya dua lawan satu?" tanya karin yang bingung.


"Kamu sama alexa lawan gue sekaligus. terus kalo kalian yang menang kalian semua gue traktir makan di kantin bawah" jawab reno seperti sebuah tantangan.


"Trus kalo kita yang kalah?" tanya karin


"Kalian berdua harus mau jadi murid aku" jawab reno.


Dasar cowok bilang mau pdkt aja pake alasan gini. batin karin


"Kok kedengarannya kayak pemaksaan gini ya...emangnya apa alasan kak reno pengen jadiin kita murid?" tanya karin


"Karena aku tadi baru lihat, kamu punya banyak teknik bagus tapi kamu kurang menguasai teknik kamu sendiri. Sampe akhirnya dengan mudah aku bisa baca teknik kamu dan bisa dengan mudah mematahkan segala teknikmu. But whatever that...langkah awal yang bagus kalo mau jadi pemain basket amatir juga Itung itung bisa buat batu loncatan gue buat bisa bikin club basket" ujar reno kepada karin.


"oooh gitu...."jawab karin setelah itu langsung meneguk habis isi botol mineral itu.


"Jadi gimana? lo mau terima tantangan gue? " tanya reno sambil menatap karin penuh harap.


"Tunggu sebentar, alexa!!!" panggil karin

__ADS_1


Terlihat alexa langsung mendekat bersama ricko juga.


"Iyah ada apa?" tanya alexa yang langsung duduk persis disebelah karin.


Kemudian dengan sedikit berbisik ke alexa, karin menceritakan segala niat reno yang memberikan tantangan termasuk akibatnya kalo mereka kalah atau menang.


Jangankan jadi murid jadi pujaan hatinya reno gue juga mau. batin alexa.


"Gimana? lo setuju ngga?" tanya karin sambil menyenggol bahu alexa dengan lengannya.


"Okey....Aku setuju...."jawab alexa.


Sementara itu, ricko yang lebih memilih duduk di sebelah raisya langsung mengalihkan perhatian raisya dari laptop yang dia pegang.


"Kamu....ngga ikut main sama mereka" tanya raisya dengan sedikit ragu.


"Enggak...aku capek" jawab ricko singkat.


"Kamu yang sabar ya ngadepin karin. Dia emang anaknya kayak gitu tapi asal kamu tahu jauh di lubuk hatinya dia itu anak yang baik, pekerja keras...pinter lagi. Aku sendiri aja kadang ngerasa minder kalo lagi deket ama dia" curhat raisya kepada ricko.


Setelah menghela nafas panjang lalu menutup laptopnya, raisya mulai bercerita.


"Udah lama sih...sejak kita masih SD. Dulu gara gara penampilan gue yang cupu, banyak temen yang ngebully. Terutama temen temen cowok aku. Tapi semenjak karin jadi sahabat aku, teman teman gak ada lagi yang berani ganggu aku lagi. Dia selalu berani membalas semua perlakuan teman teman ke aku. Sampai akhirnya pelan pelan aku mulai sedikit belajar merubah penampilanku biar kesannya gak terlalu cupu walaupun aku sendiri udah merasa nyaman dengan penampilan cupu aku. Karin dan alexa juga mengajariku beberapa ilmu beladiri supaya ngga ada lagi yang berani ganggu aku" jelas raisya pada ricko sementara ricko hanya mengangguk saja.


"Sebenarnya....apa yang terjadi...sampai karin punya sifat seperti itu" tanya ricko.


"Ini semua sebenarnya karena salahku juga. Dulu waktu SD ada seorang teman cowok yang berusaha ngebuly aku lagi. Dia anak juragan sayur disana. Keluarganya di desa bisa dibilang cukup mampu dibandingkan warga situ Karena merasa bapaknya banyak uang, anak itu jadi bersikap seenaknya kepada siapapun termasuk ketika dia di sekolah. Melihat aku dibully lagi, karin jadi marah pada anak itu. Dia berusaha membalas dengan memukulnya tapi karena anak itu cukup kuat jadi karin kalah melawan anak itu. Melihat anak itu merasa sombong apalagi selalu mengagung agungkan bapaknya yang punya banyak uang, karin juga berusaha membalasnya dengan menyombongkan ayahnya juga tapi anak itu malah berhasil membuat karin diejek satu sekolah. Aku kasihan dan merasa bersalah melihatnya. Tapi untungnya karin itu anak yang banyak akal. Dengan beberapa ide jahilnya dia akhirnya bisa membalas perlakuan anak laki itu hingga wajah anak itu memerah menahan amarah dan malu. Setelah berhasil entah kenapa aku merasa karin mulai berubah sikap. Sikapnya jadi dingin dan cuek terhadap kebanyakan anak terutama anak laki laki tapi sangat akrab dan baik kepada teman wanitanya yang sudah dia kenal. Bahkan dilihat dari sikapnya dia cenderung membenci laki laki terutama laki laki yang berasal dari keluarga mampu. Menurut dia laki laki seperti mereka hanyalah anak manja yang bisanya hanya mendompleng nama orang tuanya. Haah....mengingat itu aku jadi merasa sangat bersalah padanya" ujar raisya sambil memandang karin, alexa dan reno yang tengah asyik bermain sendiri.


"Jadi karena masalah itu karin jadi seperti ini kepadaku...kupikir dia memang nona muda yang manja seperti kebanyakan orang" ujar ricko.


"Hehe...Kalau orang baru ketemu dia mungkin sama pikirannya seperti kamu. Aku bisa mengerti kok...makanya kamu yang sabar ya sama dia. Intinya jangan bikin dia kesal aja" ujar raisya lagi dan ricko hanya mengangguk saja. Karena sejujurnya ricko tidak pernah menyangka kalau hidupnya akan terjebak dengan majikan kecilnya itu.


Sementara itu karin yang mulai kelelahan memutuskan untuk duduk sebentar di tengah lapangan sambil berusaha menetralkan nafasnya yang tersengal sengal karena habis bermain basket. Melihat karin seperti itu, alexa dan reno pun juga melakukan hal yang sama.


"Istirahat bentar...aku ngga kuat" ujar karin dengan nafasnya yang masih tersengal sengal.


"aku juga...aku nyerah deh" ujar alexa

__ADS_1


Masak iya sih gue nyerah semudah itu ma cowok. ini lagi punya sahabat satu gak mendukung malah nyerah gitu aja. Gue gak rela. batin karin


"Kok lo nyerah sih lex..." ujar karin


"Karin....kalo lo berdua mau lanjutin silahkan....gue enggak ah....gue udah capek" ujar alexa kemudian dia malah membaringkan telentang tubuhnya di tengah lapangan


"Mau lanjut apa mau nyerah juga..." tanya reno dengan senyum penuh arti.


"Ya udah mau gimana lagi...kalo gue sendirian juga gak bakal sanggup ngelawan kak reno" jawab karin yang langsung disambut senyum manis reno.


Yes...akhirnya usaha gue sukses...sekarang tinggal ngejalanin rencana selanjutnya. batin reno.


"Okey...kalo gitu kita mulai latihannya besok pagi. Besok kita ketemu di basefloor jam setengah 6 pagi, jangan sampe telat..." ujar reno lalu meneguk kembali air dari botolnya.


Seketika alexa langsung langsung terbangun


"Tapi kak, kalo telat gimana? Jujur hari ini kita udah capek banget lho....." ujar alexa.


"Kalian berdua itu kan belum mulai sekolah. Jadi gak masalah kan kalo bangun pagi pagi...ntar kalo capek kan bisa tidur siang. Aku aja yang kerja gak ngeluh masa kalian baru gini doang udah ngeluh" balas reno.


"Ya maklumlah hari ini kita baru datang dari kampung, jadi masih capek di perjalanan kan tadi siang kita udah ketemu di lift" ujar alexa memberikan alasan.


"Pokoknya kalo sampe kalian telat, kalian harus bayar ganti rugi" ujar reno.


"Ganti rugi apaan...orang yang maksa situ kok kita yang harus ganti rugi" balas karin.


"Ganti rugi karena kalian udah ngebuang waktu aku dengan percuma. Aku gak suka sama orang yang tidak disiplin. Jadi mulai sekarang belajarlah untuk mendisiplin diri kalian terlebih dulu. Udah malem lebih baik kita balik trus istirahat, supaya besok kita ngga kesiangan....ayuk bangun..." perintah reno.


Dengan langkah gontai akhirnya karin dan sahabatnya juga ricko berjalan menuju lift. Kemudian mereka kembali ke kamar apartemen masing masing.


Di dalam apartemennya reno segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi. setelah itu dia duduk bersandar di sofa empuknya sambil meminum susu hangat sambil memainkan ponsel untuk mengatur jadwal dia besok bersama seseorang di tempat lain.


Setelah itu dia meletakkan ponselnya lalu meminum kembali susunya dengan melempar pandangan kosongnya.


Maaf karin kalau aku nantinya sedikit keras padamu. Ini demi kebaikanmu sendiri supaya kau siap menghadapi masa depanmu. batin reno


Setelah menghabiskan susunya kemudian dia beranjak menuju ranjangnya untuk menghilangkan rasa lelah.

__ADS_1


__ADS_2