Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
rahasia alexa


__ADS_3

Karin baru memasuki apartemennya bersama ray, ray lalu duduk di sofa sedangkan karin membuatkannya minuman.


"Mau ngomong apa ray?" tanya karin sambil membawa senampan minuman dan makanan kecil untuk menemani ray yang sedang menonton tv.


"Ehm rin...aku boleh sering sering kesini kan? Soalnya mungkin setelah ini aku bakalan sibuk banget. Mulai minggu depan aku kerja paruh waktu di perusahaan papaku" ucap ray


"Oh ya...bagus tuh, kamu harus serius belajarnya, toh itu ntar bakal jadi perusahaan kamu kedepannya" diluar dugaan ray ternyata karin mendukung penuh keputusannya.


"Makasih kamu bisa ngertiin aku rin.Jadi kapanpun aku ada waktu senggang, aku boleh kan datang kemari?"


"Iya boleh...


Ray lantas mengeluarkan dompetnya. Dia menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada karin.


"Apaan nih? Maksudnya apa ngasih aku beginian. Kau mau merendahkanku?" ucap karin dengan nada ketus.


"Jangan marah dulu rin...aku cuma pengen kamu masakin aku. Masakanmu kemarin enak, sekarang masakin aku yah? please...." ucap ray dengan memohon.


"Kenapa ngga beli aja...kenapa harus aku yang masak" ucap karin dengan bibir monyongnya.


"Kalau kamu ngga mau ya udah...aku cuma mau diperhatiin yayang aku aja" ucap ray dengan perasaan kecewa.


"Yayang? Emang sejak kapan aku jadi yayang kamu?"


"Sejak hari ini...aku cinta sama kamu rin...i lope you. Mulai sekarang aku mau kau jadi kekasihku " ucap ray dengan perasaan bahagia.


Ya Tuhan jantungku...kenapa seakan ingin loncat. karin


"Kalau aku ngga mau?"tanya karin dengan perasaan ragu.


Ray lantas meraih tangan karin, kemudian diletakkannya tangan karin di dadanya.


Degup jantung ray...kenapa sama denganku.Apa dia benar benar mencintaiku...tapi mana mungkin...dia kan playboy. karin


Ray menatap karin dengan tatapan lembutnya. Senyum manis selalu tergambar di wajahnya ketika dia menatap sosok karin, gadis yang dia cintai.


"Aku sungguh sungguh mencintaimu karin. Kau tahu selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Bahkan entah kenapa terkadang aku merasa jijik dan risih ketika aku dekat dengan wanita. Tapi tidak denganmu, aku selalu menginginkan sedekat ini denganmu. Hanya denganmu aku selalu merasa nyaman dan bahagia. Sejujurnya aku tidak ingin kebahagiaan ini pergi dariku. Aku selalu ingin menghabiskan waktu berdua denganmu" ray berusaha mengutarakan isi hatinya kepada karin.


Bagaimana ini kalau aku tolak, aku yang patah hati tapi kalau aku terima, apa papanya akan setuju. Entah apa permasalahan papanya ray dan ayah tapi aku tahu dengan pasti kalau Papa ray membenci ayahku. karin


"Karin...jawablah aku" pinta ray tapi karin sekali lagi hanya diam. Ray lantas menarik tubuh karin agar kepala karin bersandar di dadanya.


"Aku tidak akan memaksamu kalau kau tidak mau. Tapi jangan minta aku untuk berhenti mengejarmu karena kamu cinta pertamaku rin" ucap ray dengan lembut.


"Sejujurnya...aku juga tidak pernah sedekat ini dengan laki laki. Dulu aku selalu benci melihat para lelaki yang selalu menunjukkan kesombongannya di depanku. Tapi sepertinya aku juga cinta padamu..." gumam karin dengan pelan


Ray yang terkejut langsung melepaskan pelukannya dari karin. Dia yakin dengan apa yang dia denganr baruasan. Dia menatap lekat wajah karin dengan tatapan lembutnya.


"Tapi satu hal yang selama ini selalu menjadi pikiranku ray. Bagaimana kalau papamu mengetahui hubungan kita. Dia pasti tidak akan setuju kau dekat denganku yang hanya gadis desa. Kedepannya hubungan kita akan sangat sulit dijalani" ucap karin.


Seketika Ray menangkup pipi karin.


"Aku mengerti kekhawatiranmu karin tapi aku juga selalu percaya bahwa tidak akan ada hal yang sulit kalau kau bersamaku dan kau selalu percaya padaku" ucap ray.


Ray lantas mencium kening karin dengan lembut. Setelah itu dia kembali memeluk erat tubuh karin dan sesekali mencium pucuk kepala karin yang tengah bersandar di dadanya.


Di rumah bima, bima yang merasa udara dingin sudah mulai menyentuh kulitnya akhirnya terbangun. Dia lantas berjalan masuk ke dalam rumah. Senyumnya langsung mengembang ketika bima melihat dari kejauhan alexa sedang berkutat di dapur memasakkan makanan untuknya.


Karena tak mau mengganggu alexa, Bima lantas pergi menuju kamarnya. Dia ingin mandi air hangat karena merasa tubuhnya sudah mulai lengket. Alexa tidak menyadari kalau bima sudah pindah ke kamarnya.


Setelah selesai memasak makan malam, alexa berniat membangunkan bima terlebih dahulu sebelum menyiapkan makanan di meja. Karena tidak menjumpai bima di gazebo, alexa pun kembali ke dapur. Alexa berpikir mungkin bima sudah bangun dan sekarang sedang pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Alexa pun kembali menyiapkan makan malamnya bima di meja. Ketika alexa baru selesai menata meja, alexa mendengar ada langkah seseorang sedang mendekat. Alexa sangat terkejut ketika membalikkan badan dia mendapati sosok seorang perempuan muda begitu pula dengan perempuan itu.


"Selamat malam, Kau mau bertemu dengan siapa?" tanya alexa dengan sopan.


"Tentu saja dengan bima! Aku tunangannya! Dan kau siapa?" tanya netha dengan ketus.


"Aku alexa, temannya bima, Maaf aku tidak tahu kalau bima sudah memiliki tunangan" jawab alexa dengan sabar.


Dari atas tanpa mereka berdua sadari, bima sudah berdiri di depan tangga sambil mencuri dengar pembicaraan alexa dan netha.


Sedangkan netha yang memperhatikan Alexa berdiri di dekat meja makan sambil membawa beberapa sendok, mulai berjalan mendekati meja.


"Apa makanan ini kau yang menyiapkan?" tanya netha dengan pandangan sinis.


"Benar"


Netha yang kesal ingin segera menumpahkan makanan itu ke tubuh alexa. Tapi ketika tangannya baru bertindak, alexa sudah mencegahnya dengan mencengkeram erat tangan netha. Pandangan alexa pun berubah tajam padanya.


"Lepaskan tanganku! Bima tidak butuh makanan itu! Aku bisa membelikan makanan yang jauh lebih baik dari makanan sampah" ucap netha dengan ketus.


"Kalau kau mau marah padaku marahlah tapi jangan merusak makanan ini! Makanan yang kau bilang sampah ini setidaknya bisa membuat bima cepat sembuh dari sakitnya" ujar alexa dengan tegas.


"Apa...bima sakit?" tanya netha.


Alexa yang heran malah berbalik tanya,"Kau mengaku tunangannya tapi kenapa kau tak tahu dia sakit"


"I...Itu karena bima mematikan ponselnya" netha berusaha membela diri


"Benarkah?" tanya alexa dengan pandangan penuh selidik.


"Tentu saja...seharian aku berusaha menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif" netha masih saja membela diri di depan alexa tapi karena alexa terus memandangnya dengan tatapan tak percaya akhirnya dengan wajah tertunduk netha berbicara lagi,"sebetulnya sudah beberapa hari ini aku tidak menghubunginya karena kesal. Dia terus saja mengacuhkanku, padahal kedua orangtua kami berniat ingin segera menikahkan kami sebelum orang tua bima pindah ke australi. Bima dan aku sudah berteman sejak kecil. Sifat dia memang selalu acuh kepadaku dan sebetulnya aku juga sudah agak lelah karena belakangan ini sifat acuhnya semakin menjadi bahkan dia juga berusaha menghindariku. Aku kesini karena aku ingin menanyakan kenapa dia selalu bersikap seperti ini padaku padahal kami sebentar lagi akan menikah dan aku tidak suka rencana pernikahan kami harus terhalang oleh apapun" ucap netha panjang lebar.


Alexa yang merasa kasihan dengan netha akhirnya berniat membantu netha dengan maksud supaya bima berhenti mengejarnya.


"Kau....kenapa kau percaya diri sekali" ucap netha dengan sinis.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, perlu kau ketahui, bima berkali kali mengutarakan cintanya padaku.( wajah netha langsung merah padam) Tapi kau perlu tak perlu khawatir, aku tidak akan merebutnya darimu. Bahkan dengan sukarela aku akan membantumu" ucap alexa dengan tenang dan kembali menata makanannya di meja.


Bima yang sejak awal sudah mendengar percakapan mereka langsung merasa murka perkataan alexa tadi.


Bagaimana bisa orang yang kucintai malah berniat menjodohkanku dengan orang lain. Setelah apa yang kau lakukan padaku kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja lex. Tidak...bahkan netha dan keluarganya pun tak akan bisa menghentikanku. batin bima


Dengan langkah tegap bima menuruni tangga. Alexa dan netha yang melihatnya langsung terdiam. Netha lantas mendekati bima dan bergelayut manja di lengan bima, sementara alexa lebih memilih menyibukkan dirinya dengan menata meja makan malam bima.


"Apa yang kau lakukan disini netha" tanya bima dengan dingin sambil menepis kedua tangan netha yang melingkar di lengannya.


"Bima...aku tunanganmu...kenapa kau selalu bersikap seperti ini padaku! Kenapa kau selalu saja mengacuhkanku!" tanya netha dengan wajah kesal tak percayanya.


"Karena aku muak melihat tingkahmu! Kau selalu saja datang padaku disaat kau butuh. Kau bahkan tidak pernah menanyakan apa mauku dan bagaimana kondisiku. Bahkan disaat aku sakit kemarin kau masih berani memintaku untuk mengantarmu berbelanja tanpa kau tanyakan dulu bagaimana kondisiku. Kalau bukan karena alexa yang merawatku dan menjagaku, aku tak akan bisa seperti ini!" ucap bima dengan lantang.


Netha yang tak percaya bima akhirnya bisa marah kepadanya hanya bisa memandang benci kepada alexa. Rasa cemburunya sudah memuncak mendengar bima menyanjung nama alexa di depannya.


"aku tak percaya wanita murahan itu sudah membuatmu berubah bima!"


"Alexa bukan gadis murahan netha! kau yang murahan! Kau pikir aku tidak tahu hubunganmu dengan pacar premanmu itu? Selama ini aku diam menutupimu di hadapan papaku tapi kali ini kau sudah melewati batasanmu netha. Sekarang pergilah dari sini sebelum aku bertambah marah padamu!" bentak bima kepada netha.


"Bima..."


"Kau tidak perlu ikut campur alexa, ini urusanku dengan dia" ucap bima dengan tegas membuat alexa tidak dapat berkata kata lagi.


"Apa kau tidak mendengar perkataanku netha? Pergi dari sini sekarang juga!!" hardik bima.

__ADS_1


Dengan mata berkaca kaca akhirnya netha pergi keluar rumah bima dengan perasaan dendam.


aku berjanji aku akan membalas semua perlakuanmu padaku tadi bima. Jangan panggil aku netha kalau aku tidak bisa membalasmu bima. netha


Alexa meraih tasnya yang ada disofa lalu hendak berjalan menuju pintu utama. Tapi baru beberapa langkah bima menarik tangannya.


"Kau mau kemana lex?"


"Aku mau pulang, lagipula aku sudah penuhi janjiku padamu kan? Makan malam sudah kusiapkan makanlah" jawab alexa dengan suara datar. Alexa berusaha melepaskan tangannya tapi bima malah mendorongnya ke arah dinding disebelahnya hingga tasnya terjatuh. Bima memegang erat bahu alexa.


"Bima kumohon jangan macam macam, biarkan aku pergi" ujar alexa dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah bima.


"Kenapa kau selalu ingin pergi dariku lex? Aku masih ingin kau disini menemaniku"


"Tunanganmu saja kau usir apalagi aku yang hanya seorang teman. Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku bima? kau membuatku terlihat seperti wanita rendahan yang sudah merebut kekasih orang lain" jawab alexa dengan tegas.


"Apa yang kau katakan lex? Sejak awal bertemu denganmu aku sudah merasa kagum padamu. Bahkan sebelum papaku membicarakan tentang pertunangan aku sudah mulai dekat denganmu. Seandainya kau tahu aku sudah berusaha keras menolak pertunangan ini. Dan pertunangan ini terjadi hanya karena papaku ingin membalas budi kepada keluarga netha yang dulu sudah membantu ayahku yang nyaris bangkrut karena kelalaian papaku menjaga perusahaan milik keluarga. Dan sekarang hal sebaliknya juga tengah terjadi pada keluarga netha. Perusahaan papa netha nyaris bangkrut dan aku mendekati keluarganya supaya aku bisa menolong perusahaan papanya bangkit tanpa harus menikah dengan putrinya. Beri aku waktu lex, aku berjanji akan secepatnya menyelesaikan masalah ini dan menjadikanmu hanya satu satunya dalam hidupku" bima menjelaskan panjang lebar masalahnya.


"Tidak bima, mulai sekarang belajarlah menjauh dariku itu akan baik untukmu dan untuk diriku" ucap alexa dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau selalu ingin menjauh dariku alexa!! katakan alasanmu!!" hardik bima sambil mencengkeram erat bahu alexa hingga membuat alexa meringis kesakitan.


"Kau benar benar ingin tahu alasanku? Baiklah tapi lepaskan dulu tanganmu" bima melepaskan tangannya tapi dia sama sekali tidak beranjak dari posisinya


"Aku tak sepolos yang kau pikirkan bima. Sebenarnya aku bekerja pada keluarga karin. Ayahnya membayarku untuk menjaga karin. Awalnya kupikir ini hanyalah pekerjaan mudah tapi tanpa kuduga banyak sekali orang yang berusaha mengancam nyawa karin. Terakhir kali lenganku terluka membuatku berpikir bahwa pekerjaanku bukan hanya mengancam jiwaku tapi bisa saja siapapun yang berada dekat denganku termasuk kau bima. Bahkan seniorku sendiri sudah memperingatkanku supaya jangan menunjukkan kedekatanku dengan siapapun. Karena itu aku memintamu, menjauhlah dariku bima. Rasa bersalah akan selalu menghantuiku kalau kau sampai kenapa kenapa dan itu semua karena diriku. Hiduplah dengan baik dihadapanku itu sudah cukup memberikanku kebahagiaan" alexa berusaha menjelaskan panjang lebar kepada bima.


Jadi benar dugaanku selama ini kau seorang bodyguard. Pantas saja kemampuan bertarungmu sudah sangat jauh diatasku. bima


"Sejak kapan kau bekerja dengan ayah karin?" tanya bima dengan menekuk tangannya di dadanya.


"Sejak awal aku datang kesini bersama karin" jawab alexa.


"Kalau begitu berhentilah sekarang juga. Aku bisa memberikanmu gaji yang jauh lebih besar dan kehidupan yang jauh lebih layak dari yang kau terima sekarang" perintah bima kepada alexa.


"Maafkan aku bima, Ini bukan soal pekerjaan dan gaji saja. Tapi ini masalah kesetiaan dan hutang budi. Bertahun tahun ayahku sudah bekerja pada keluarga karin. Bertahun tahun itu juga aku bisa mendapatkan kehidupan layak. Dan bahkan dimasa sulit keluargaku mereka selalu datang membantu kami. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri dan aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melukai dirinya" ujar alexa.


Bima kembali memegang erat bahu alexa.


"Aku senang akhirnya kau bisa jujur padaku lex. Sesuai janjiku padanu, kita akan hadapi bersama"


"A...Apa maksudmu bima, a....hmmmp"


Alexa tak dapat lagi melanjutkan kata katanya karena bima kembali mencium serta ******* bibirnya. Dirinya berusaha melawan tapi tangan bima dengan cepat memegangi tangannya, Bima juga menekan tubuh alexa dengan tubuhnya.


Mulutnya yang sempat terbuka tadi memudahkan lidah bima masuk dan menari nari di dalam mulut alexa. Alexa berusaha melawan sekuat tenaganya tapi apalah daya tenaga bima lebih kuat darinya. Perlahan lahan sebagian hati alexa mulai menerima perlakuan bima.


Bima mulai berhenti ketika mendengar isak tangis alexa.


"Kau sudah puas kan bima? Sekarang biarkan aku pergi" ucap alexa dengan sedih.


"Maafkan aku lex, aku hanya tak ingin kau pergi menjauh dariku lex" ucap bima


"Untuk apa aku menjauh darimu" setelah itu


alexa meraih tasnya lantas hendak pergi. Tapi langkah alexa terhenti karena tiba tiba bima memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi dariku lex, aku mencintaimu alexa" ucap bima sambil mempererat pelukannya hingga membuat air mata alexa semakin deras mengalir.


"Bima kumohon jangan bersikap seperti ini padaku!" tapi bima tetap tak bergeming. " Maafkan aku bima..." alexa menyikut dengan sedikit keras perut bima sampai membuat bima tersentak kaget dan melepaskan pelukan eratnya kepada alexa. Lalu dengan cepat alexa berlari menjauh beberapa langkah. langkahnya terhenti ketika bima berteriak memanggilnya.


"Alexa!!"

__ADS_1


"Maafkan aku bima, aku harus pergi" setelah itu dia kembali berlari keluar dari rumah bima. Suasana malam yang gelap memudahkannya untuk bersembunyi dari kejaran bima dan beberapa penjaga rumah bima. Bima yang frustasi dengan langkah gontai akhirnya kembali ke dalam rumahnya. Bima duduk.seorang diri di meja makan menatap nanar makan malam yang sudah dipersiapkan alexa tadi.


Sementara itu alexa sudah berada dalam sebuah taksi. Air matanya masih mengalir membasahi pipinya. Tak berapa lama kemudian ponselnya berbunyi. Alexa sangat terkejut mendengar kabar ibunya dalam kondisi kritis. Walaupun ibunya hanyalah ibu tiri tapi kasih sayang diantara mereka berdua sangatlah besar. Karena itu setibanya dia diapartemen dia langsung berkemas. Dan pagi pagi sekali alexa sudah pergi kembali menuju kampung halamannya.


__ADS_2