
Keadaan sekolah sangat ramai, hari ini adalah hari perayaan sekolah. Sekolah mengadakan berbagai macam perlombaan dan beberapa perwakilan dari sekolah lain juga datang untuk mengikuti berbagai kejuaraan. Terlihat mira, raisya serta beberapa teman mading lainnya sangat sibuk mengumpulkan bahan agar bisa dijadikan artikel mading. Sedangkan beberapa ekskul olahraga memerintahkan kandidat terbaiknya untuk ikut bertanding mempertahankan nama baik sekolahnya.
Menjelang siang bima yang hendak berjalan menuju kantin, melihat jenifer duduk sambil memegangi lututnya yang terluka lecet dan sedikit berdarah. Bima sebenarnya malas untuk berinteraksi lagi dengan jenifer mantan kekasihnya dulu itu. Tapi karena rasa iba nya itu akhirnya dia mendekati.
"Kaki lo kenapa?" tanya bima
"Aku tadi habis jatuh di lapangan" jawab jenifer sambil meringis menahan sakit.
"Tunggu sini, aku ke UKS dulu" ujar bima dan jenifer hanya menjawab dengan anggukan saja.
Tak lama kemudian bima kembali dengan membawa sekotak perlengkapan P3K. Dia lalu berjongkok di depan jenifer serta mulai mengobati luka di lututnya. Jenifer yang tak menyangka bima masih bersikap baik padanya, hatinya mulai luluh. Dia tak henti hentinya menatap wajah bima yang sedang fokus mengobati lukanya.
Tanpa mereka berdua sadari sepasang mata tampak menatap intens kepada mereka berdua. Entah karena apa tiba tiba perasaan bima mengatakan ada yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan.
Setelah selesai mengobati jenifer, dengan cepat bima membereskan peralatan tersebut lalu hendak secepatnya pergi dari tempat itu. Namun ketika dia membalikkan badannya, dia merasa melihat sekilas sosok alexa dari kejauhan. Tapi setelah kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah, dia tidak menemukan keberadaan alexa. Padahal tadi itu bima benar benar yakin kalau dia tidak salah lihat.
"Lo lihat siapa bima?" tanya jenifer
"Enggak...ngga ada" jawab bima.
kemudian ketika hendak pergi jenifer segera berkata,"bima aku...."
"Sudahlah jen...aku mau ngembalikan ini" ucap bima segera menyela perkataan bima.
"Apa gossip itu benar? Kau sedang dekat dengan alexa?" tanya jenifer.
"Benar atau tidak bukan urusanmu, sebaiknya kau rawat saja lukamu itu" jawab bima datar.
"Apa aku sudah tak ada artinya lagi bagimu?" ucap jenifer yang tak percaya
"Jen...Kau tidak perlu lagi mengurusiku. Lupakan saja semua urusan kita di masa lalu, Itu semua sudah kuanggap masa lalu dan aku tak akan mau lagi mengingatnya" jawab bima dingin.
"Jadi semua gosip itu benar..."
Bima yang malas menanggapinya hanya berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan jenifer. Sedangkan jenifer, hanya tertunduk diam menahan sakit hatinya. Bagaimana tidak, ketika hatinya mulai luluh disaat itu juga dia harus mendapatkan kenyataan pahit. Kedua tangannya mengepal erat dan dia bersumpah kepada dirinya sendiri dia akan membalas perlakuan bima kepada dirinya.
Bima terus berjalan menyusuri lorong sambil berperang dengan pikirannya sendiri.
Kok gue beneran ngerasa itu tadi alexa ya....tapi kenapa dia menghindar? Hemm gue tahu nih, lo ngga bakal menghindar dari gue lex, kalo lo ngga cemburu. Gue yakin lo pasti punya rasa sama gue. Cepat atau lambat lo pasti bakal ngakui perasaan lo ke gue. batin bima
Senyum bahagia langsung mengembang di wajah bima. Dia lantas bergegas untuk mencari alexa di segala penjuru sekolah.
Di tempat lain ray sedang mencari karin guna menanyakan kondisinya yang kemarin. Senyumnya langsung mengembang ketika dia mendapati sosok gadisnya tengah berjalan santai seorang diri di lorong sekolah. Dengan cepat dia menghampirinya serta langsung menarik tangannya.
"Iiish...apaan sih ray" ucap karin berusaha melepaskan tangannya.
Tapi ray malah memeriksa keningnya karin dan menangkup kedua pipinya karin sampai semua mata yang ada disitu langsung memandangi pemandangan langka itu. Seorang ray yang biasanya dingin kini terang terangan berani menunjukkan perhatiannya kepada karin dihadapan banyak mata.
"Syukurlah kau baik baik saja tapi kenapa kau tidak membalas semua pesanku" ucap ray dengan wajah kekhawatirannya.
"Aku sibuk"
"Sibuk apaan?" sahut ray dengan cepat.
"Ehmm...sibuk...selfie" jawab karin dengan asal.
"Mau selfi sama aku?" goda ray
Tiba tiba terbersit ide jahil karin, "jangankan sama kamu, sama semuanya juga aku mau" balas karin dengan sikap menggodannya." Guys!! ada yang mau selfie sama kita?!" ucap karin dengan lantang.
Sekali lagi Momen yang jarang terjadi itu langsung menyita banyak perhatian terutama para cewek yang memang ingin bisa sedekat itu dengan ray pasti tidak akan menyianyiakan kesempatan langka itu. Tidak menunggu waktu lama lagi semua yang ada disitu yang mayoritas para cewek langsung berebut mendekati ray yang tengah menjadi idola di sekolah itu.
Terlihat sesekali di wajah ray sedang meringis kesakitan karena para cewek itu dengan kasar berebut menarik kedua tangan ray sampai ray bingung harus berbuat apa. Sementara karin sudah otomatis didorong oleh cewek cewek itu agar segera menjauh dari ray padahal sebenarnya hal itu juga yang diharapkan karin agar supaya dirinya bisa menjauh sejenak dari ray.
Karin tersenyum simpul sambil mengibas serta menepuk nepuk tangannya sendiri.
"Haah ternyata tidak terlalu sulit mengerjainya. Akhirnya aku bisa bebas walaupun sejenak" ujar karin dengan tanpa rasa bersalahnya.
__ADS_1
Dan ketika langkahnya mulai menjauh dari kerumunan itu tanpa dia sadari ada empat pasang mata sudah menatapnya dengan intens. Dia adalah jo dan kevin yang sejak tadi memperhatikan tingkah karin dan ray.
"Lo lihat kan? Cewek itu emang sengaja mempermainkan perasaan teman kita" ucap kevin yang kesal menatap kepergian karin setelah berhasil mengerjai ray.
"Iya nih...kita harus bikin pembalasan yang setimpal" sahut jo
"Ada apaan?" tanya rayhan yang kebetulan lewat.
"Tuh lihat sendiri, ini semua gara gara dikerjain tuh cewek horor ray sampe kayak gitu" jawab kevin dengan muka sewotnya.
"Wah...gue baru nyadar kalau ray itu emang selebritis sekolah...keren oiy..." ucap rayhan dengan wajah kekagumannya.
"Tapi lo lihat deh...ray sepertinya kesakitan gitu?" ujar jo dengan wajah selidiknya.
"Iya yah...pasti ini gara gara kemarin...kita selamatin ray dulu" ujar rayhan.
Mereka bertiga bergegas membantu ray mengusir cewek cewek itu agar segera pergi menjauh dari ray. Setelah itu mereka bertiga mengajak ray untuk menemui karin. Bima yang berpapasan dengan mereka berempat langsung menghentikan sejenak kepergian mereka berempat.
"Apa kalian tahu dimana alexa? gue udah nyari dia kemana mana tapi sepertinya dia menghindar dari gue. Gue takut dia salah paham sama gue" tanya bima.
"Ini lagi....lagi lagi genk cewek horor itu yang bikin masalah sama kita. Mereka bener bener udah kelewatan" ucap kevin yang semakin kesal.
"Sebenarnya ceritanya gimana sih bim sampe alexa menghindar dari lo" tanya ray yang penasaran.
"Tadi itu gue ngelihat jenifer kakinya luka terus karena kasihan gue ngobati lukanya dia. Tapi sepertinya alexa ngelihat gue dari kejauhan walaupun cuma sekilas tapi gue yakin itu alexa. Semenjak itu gue jadi sulit nemuin dia. Gue takut dia salah paham sama gue" jelas bima kepada teman segenknya.
"Gue punya rencana, kita datangi karin sekarang. Lo pepet abis dia ray dan lo ngga perlu khawatir kita semua bakal bantu lo" ujar rayhan.
"Tapi gue mau nyari alexa" sahut bima.
"Bima...lo kan tahu dimana ada karin disitu pasti ada alexa" ujar kevin.
"Kevin bener bim, lagian gue juga mau bantu ray untuk meminta pertanggungjawaban sama karin. Dia udah bikin tangan ray jadi sakit lagi. Gue juga ngga nyangka ternyata cewek cewek ganjen itu bisa sebrutal itu" ucap rayhan.
Mereka semua bergegas mendatangi karin yang tengah duduk seorang diri sedang asik membaca novel detectivenya di sebuah bangku taman sambil mendengarkan musik lewat earphonenya. Karin tengah duduk santai di ujung bangku tersebut
Ray mengambil duduk persis tepat disebelah kirinya karin yaitu di pegangan tempat duduk taman tersebut sementara Rayhan, kevin dan jo sengaja duduk bersama di sebelah kanan karin sampai terlihat bangku itu terasa penuh.
"Di jakarta ini susah amat ya cari tempat yang tenang" ujar karin bermaksud menyindir mereka dengan perkataan sarkasnya.
"Jelas aja susah karena disini sekolah bukan kuburan" balas kevin.
"Tapi aku tahu seseorang yang bisa bawa lo ke tempat yang tenang, pulang sekolah okey...." ujar rayhan sambil melirik ke arah ray dengan senyum penuh artinya.
Karin yang paham maksud rayhan langsung berdiri hendak pergi tapi rayhan dan ray dengan cepat mendudukkannya lagi.
"Mau kalian apa sih!" ucap karin yang mulai kesal dengan tingkah mereka.
"Mau gue lo tanggung jawab sama ray karena gara gara tingkah konyol lo tadi, tangan ray sampai sakit lagi" jawab rayhan dengan cepat.
"Tanggung jawab?" ucap karin sambil langsung berdiri tapi lagi lagi ray dan rayhan dengan cepat menariknya supaya terduduk lagi.
"Ngga usah pura pura deh, kita semua udah melihatnya kok" sindir kevin.
Seketika itu karin langsung berdiri lagi dengan wajah kesalnya dan ketika hendak melangkah ray langsung menyindirnya,"gitu ya...temen sakit bukannya dihibur malah ditinggalin gitu aja"
Karin langsung menghembuskan nafas beratnya kemudian dengan malas dia membalikkan badannya menghadap ke arah bangku tadi.
"Okey...okey gue ngaku salah. Sekarang mau kalian apa?" tanya karin wajah seriusnya.
mendengar itu Rayhan, kevin dan jo tersenyum simpul. Mereka bertiga lantas berdiri dari bangku tersebut. Rayhan menarik ray supaya duduk dengan benar sementara kevin menarik karin supaya duduk tepat di sebelah ray.
"Karin sekarang lo mesti jagain ray terutama dari para cewek brutal itu. Baik baik ya lo berdua...yang akur...." ucap rayhan dengan senyum liciknya itu.
"Apa maksudnya semua ini!!" hardik alexa yang tiba tiba muncul lalu mendekat. Setelah berhenti tepat di depan mereka, alexa melipat kedua tangannya di dadanya.
Mereka semua yang ada disitu sontak kaget tapi lain halnya dengan bima yang sejak tadi diam hanya memperhatikan tingkah teman temannya itu. Senyuman langsung mengembang di bibir bima.
__ADS_1
Bener juga kata lo han, dimana ada karin disitu ada cewek gue. Batin bima
"Mereka semua nggak ngapa ngapain kok" jawab bima sambil berjalan santai ke arah alexa.
"Hem...Alasan" bantah alexa. Alexa yang awalnya akan menarik tangan karin tapi malah tangan tersebut dengan cepat ditarik oleh bima. Bima lantas mengapit tangan alexa ke ketiaknya serta membawanya berjalan pergi.
"Dasar genk cewek horor ya...Untung aja bukan hantu beneran...kalo ngga bisa copot beneran nih jantung gue" celetuk kevin.
"Kalian semua ngomongin siapa?" tanya karin dengan penuh selidik
"Ngga ngomongin siapa siapa kok....ya udah titip ray ya...jangan bertengkar...malu udah gedhe bertengkar mulu" jawab kevin setelah itu dia buru buru pergi menghindari tatapan membunuh karin diikuti dengan teman yang lainnya.
"Bim..bima lepasin" ucap alexa yang kesal dan terus meronta berusaha melepaskan tangannya.
"Iya ntar gue lepasin di kantin, biar lo bebas milih makanan sepuasnya, gue yang traktir" bima menjawabnya sambil tersenyum penuh arti serta menggenggam erat tangan alexa seolah tak mau melepaskannya.
Alexa yang sebenarnya masih ingin bersama karin akhirnya mau ngga mau terpaksa mengikuti langkah bima menuju kantin. Walaupun sebenanrnya alexa malas untuk bersama bima mengingat kedekatan bima tadi bersama sang mantan yang entah kenapa membuat hatinya merasa sakit sekaligus sedih.
Sementara karin yang duduk bersama ray berusaha menutupi rasa canggungnya dengan membuka buku novel detectivenya. Sedangkan ray merasa bahagia akhirnya bisa berdua dengan karin, karena itu sejak tadi dia tak henti hentinya menatap wajah karin yang imut itu.
Lo imut banget sih rin bikin orang makin gemes aja...kalau gue cubit pipi lo kira kira lo marah gak ya. ray
Karena sudah tidak tahan akhirnya ray kelepasan juga mencubit pipi karin.
"Auw...sakit!" ucap karin sambil mengelus sendiri pipinya serta memandanga kesal ke arah ray.
Melihat karin kesal bukannya berhenti malah ray semakin gemas dan ingin mencubit lagi kedua pipi karin. Tapi karin langsung memukul tangan ray tanpa dia pedulikan tangan ray yang sedang sakit. Spontan ray langsung mengelus sendiri tangannya yang sakit.
"Auw....ssh" jerit ray
"M...maaf...maaf...Gue ngga sengaja, lagian lo sih...main cubit cubit pipi aja, sakit tahu..." ucap karin dengan mengerucutkan bibirnya sambil meraih tangan ray yang sudah dibalut perban pembungkus tangan lalu mengelusnya perlahan.
"Lo kalo kayak gini malah bikin gue gemes tahu....rasanya gue pengen gigit lo sampe puas" jawab ray diiringi dengan senyum manisnya walaupun rasanya debaran jantung ray sudah tak karuan.
Mendengar itu malah membuat Karin semakin menunjukkan wajah kesalnya kepada ray. Ray yang tidak tahan lagi akhirnya mengusap usap pucuk kepala karin serta membuat berantakan rambut karin.
"Ray!! Kalo gue disini cuma untuk disiksa mending gue pergi aja deh" akhirnya karin merajuk kepada ray sedangkan ray malah tertawa lebar melihat karin merapikan rambutnya sendiri dengan raut wajah kesalnya.
"Gue boleh peluk lo ngga? kok gue hari ini gemes banget ya ngelihat lo" ucap ray
deg...
deg...
Jantung karin serasa mau copot mendengar perkataan ray barusan.
Gue tadi ngga salah denger kan? Maksudnya
apa ray ngomong kayak gitu. Tapi kenapa perasaan gue malah bahagia gini sih. Enggak ngga boleh...sebelum keadaan ini tambah parah gue harus cari cara menjauh dari dia. karin.
Di kantin bima yang tengah duduk dengan alexa bingung dengan sikap alexa yang hanya diam menatap makanannya saja.
"Lex...dimakan dong...apa mau aku suapin" tanya bima.
Ya cara ini memang selalu menjadi andalan bima dan selalu berhasil membuat alexa langsung memegang sendok makanannya dan mulai memasukkan makanannya ke dalam mulutnya.
"Lex, lo udah tahu preman kemarin itu kira kira suruhannya siapa ya?" tanya bima.
"Gue ngga tahu, mereka cuma bilang, dua gadis yang berseragam sama dengan kita" jawab alexa sambil terus memasukkan makanannya ke dalam mulut.
"Dua gadis...apa tebakan gue bener ya..." gumam bima tapi masih bisa di dengar alexa.
"Maksud lo si jen sama angel...emang mereka seberani itu?" tanya alexa.
"Mungkin aja...oh ya lex ntar pulang sekolah temenin gue ke panti ya" ajak bima.
"Ke panti? Panti yang mana?"
__ADS_1
"Panti asuhan Kasih Bunda, biasanya tiap dua bulan sekali keluarga gue ngadain acara sama anak panti disana. Dan karena papi masih di luar kota dan mami lagi nemenin adik gue yang sakit, makanya gue yang disuruh datang ke acara itu. Lo mau kan temenin gue?" tanya bima dengan penuh harap.
Alexa yang ngga tega akhirnya hanya bisa mengiyakan saja permintaan bima. Setelah itu mereka berdua kembali larut dalam candaan masing masing.