Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
sekolah idaman


__ADS_3

malam itu telah tiba, karin dan dua orang sahabatnya sudah sampai di pameran. tapi setelah melihat kesana sini mereka tidak menemukan sosok fahri dan ata, akhirnya mereka memutuskan masuk duluan. Ketika masuk perhatian mereka tertuju pada sebuah stan yang cukup ramai pengunjung. Stan itu memang menarik, disana terdapat gambar berbagai kejuaraan lomba dan sederet gambar mengenai kemenangan siswanya di berbagai ajang perlombaan. Hanya saja yang tidak mereka pahami, bagaimana bisa sekolah dari jakarta bisa bergabung di dalam pameran ini. Dan setelah bertanya kepada petugas, akhirnya mereka mengetahui bahwa sekolah tersebut sedang mencari bibit bibit berprestasi dari segala daerah untuk dibawa ke Jakarta.


kemudian ketika karin sedang sangat mengagumi foto berbagai kejuaraan basket sedangkan raisya sedang mengagumi berbagai fasilitas sekolah terutama lab komputer seorang wanita paruh baya mendekat.


"Selamat malam adik adik!" sapa wanita itu


"Selamat malam bu", jawab mereka bertiga serempak.


"Sepertinya kalian sangat tertarik dengan sekolah kami, apa kalian punya prestasi di sekolah ?"tanya wanita itu sambil langsung menyodorkan brosur pendaftaran siswa.


Disitu tertera jelas bahwa pendaftaran dibuka jalur prestasi dengan syarat memiliki beberapa prestasi minimal tingkat kabupaten dan kecamatan serta persyaratan nilai.


"Kalau kalian memenuhi persyaratan itu, kalian bisa mulai mendaftar disana, dan sepuluh siswa yang nanti mendapatkan nilai tertinggi, akan mendapatkan beasiswa dari sekolah sampai mereka lulus. Oh ya...sekolah juga menyediakan asrama bagi para siswa yang berasal dari luar kota jadi kalian tidak perlu repot mencari tempat kos disana."jelas wanita itu.


"Baiklah bu, kami akan mendiskusikan ini dengan orang tua kami, tapi sebelumnya bisakah kami meminta formulirnya terlebih dahulu? masalahnya rumah kami lumayan jauh, jadi kalo orang tua kami mengijinkan, kamu tidak harus bolak balik", jelas karin.


"Tentu saja, kalian bisa minta di bagian pendaftaran", jawab ibu itu dengan tersenyum.


setelah itu mereka menuju ke beberapa stan selanjutnya hingga tanpa mereka sadari ada dua pasang mata sedang mengawasi penampilan mereka yang terkesan sederhana tapi elegan.


"Gila men...mereka bisa cantik juga", ucap fahri yang memang sudah terkenal playboy.


"iya ya....kok aku baru nyadar ya, ada cewek cantik di dekat kita"tambah ata.

__ADS_1


"Ini gak bisa dibiarin ta...pokoknya aku harus bisa ngegebet karin",ujar fahri.


"Tapi masalahnya ri, bukannya mereka terkenal sebagai genk nenek lampir di sekolah, trus kalo kita ngedeketin tuh nenek lampir bisa turun dong pamor kita disekolah"sanggah ata.


"ngga masalah daripada ntar kita berurusan sama sisil, mending sama karin, asalkan ga macem macem kita aman",jawab fahri cepat


"Bener juga ya....tunggu tunggu mereka kemana tadi...ayo buruan ri ntar keburu mereka pergi", ajak ata.


kemudian mereka mengejar karin dan temannya yang udah hampir sampai di ujung stan pameran pendidikan sebelum menuju stan makanan


keesokan harinya di kantin sekolah,"guys...aku kemarin udah cari info tentang tuh sekolah dari internet" ucap raisya dengan semangat.


"hmm..trus", ucap alexa


"Kayaknya tuh sekolah keren deh, gue tertarik banget buat ngembangin bakat IT gue disana"ujar raisya.


"Tapi masalahnya rin, apa semudah itu orang tua kita bakal ngelepas anak gadisnya untuk bersekolah jauh, masalahnya di formulir kemarin aku ngelihat ada formulir persetujuan orang tua",ujar raisya.


"hmm...kalo itu gampang, ada jagonya yang bisa bikin tanda tangan", jawab karin sambil melirik ke arah alexa.


"Gak usah macem macem deh" ujar alexa yang merasa dipojokkan.


"Ayolah lex, lagian juga cuma iseng, belum tentu juga kita bakal ketrima" rayu karin

__ADS_1


"Trus klo ketrima gimana?"tanya alexa cepat


"Ya dijalanin ajah", jawab karin enteng


"karin please deh....kalo punya ide jahil tuh dipikir dulu, jangan sampe kelewatan" balas alexa ketus.


"udah...udah kok malah bertengkar sih? kita disini buat cari solusi, bukan bertengkar",ujar raisya yang berusaha menengahi.


alexa yang ingin bicara lagi akhirnya hanya diam melihat fahri dan ata yang tiba tiba datang dan langsung duduk disebelah karin dan raisya. apalagi fahri yang tiba tiba menarik es campur karin dan langsung memakannya tanpa bersalah.


"Heh cunguk, ngakunya anak kades, lo ngga dikasih uang saku apa sama bokap lo?",tanya karin kesal


"Sorry beib...lagi haus banget", jawab fahri sambil terus memakan es campur tanpa rasa bersalah.


"Apa lo bilang? (sambil menjewer terus telinga fahri) sejak kapan gue jadi bebep lo?", tanya karin yang terkejut sambil terus menjewer telinga fahri. fahri yang kesakitan langsung menjawab dengan cepat dan lantang "aduh duh duh karin...sakit!!...emang kalo telinga gue copot lo mau tanggung jawab!!". Terlihat dua sohib karin langsung tersenyum lebar melihat itu semua.


"Makanya lain kali jaga tuh mulut", ucap raisya


"Untung cuma telinga, kalo yang lainnya, bisa nyesel lo seumur hidup", tambah alexa.


"hmm...kalian tuh ya, emang beneran genk nenek lampir...sadis amat jadi cewek", ucap ata lirih tapi masih bisa didenger sama karin dan sohibnya.


"Lagian bukannya permisi dulu kek tau tau nyerobot makanan gue", balas karin

__ADS_1


"Udah deh ntar gue gantiin, lagian kita kesini mau ngebahas tugasnya pak lukman, dan kita berdua siap bantu cewek cewek cantik di depan kita"rayu fahri kepada karin dan dua sahabatnya.


sebenarnya karin sudah jengah melihat dua cowok itu sok akrab dengannya. karena pengalaman buruk karin di masa kecil membuat dia jadi bersikap membenci dan dingin terhadap semua lelaki manapun kecuali ayah dan adiknya. Bukan hanya itu ia juga jadi tidak suka berdandan dan berpenampilan sangat biasa yang hal ini sangat kontras dengan keadaan keluarganya yang tergolong orang terpandang di desanya. entah apa yang ada dipikirannya tapi akhir akhir ini dia sudah cukup nyaman dengan penampilannya itu.


__ADS_2