Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
malam penghargaan


__ADS_3

Mobil telah sampai di tempat acara dan berhenti tepat di depan lobby gedung tempat acara diadakan.


"Lex...apa kita harus turun" rengek karin untuk kesekian kalinya.


Alexa yang duduk disebelah karin sebenarnya sudah kesal dengan sikap karin yang menganggap pesta adalah momok menakutkan baginya.


"Seandainya saja aku tidak ingat motto hidupku, aku sudah pergi dari hadapanmu" ucap alexa dengan menunjukkan wajah kesalnya kepada karin.


"Memangnya apa motto hidupmu?" tanya karin


"Jalani saja hidup ini dan lakukan segala hal dengan sebaik baiknya" jawab alexa dengan tegas.


Bak terhipnotis karin mengulang terus motto hidup alexa seperti dia menghafal pelajaran sekolahnya."Jalani saja hidup ini dan lakukan segala hal dengan sebaik baiknya" sampai dua kali.


"Jadi kau sudah siap kan? Kita turun sekarang?" tanya alexa.


Sambil mengangguk anggukkan kepala karin kembali berkata,"jalani saja hidup ini dan lakukan segala hal dengan sebaik baiknya"ucap karin sekali lagi.


Sementara ricko dan jio hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap konyol majikannya. Sampai alexa mengisyaratkan kepada mereka berdua untuk turun.


Jio bergegas turun untuk membukakan pintu mobil untuk karin. Sedangkan alexa memilih keluar dari pintu mobil sebelahnya.


Di belakang tampak dua pria yang kesal karena mobil di depannya tidak kunjung pergi lantas memilih keluar dari mobilnya serta membiarkan sopir membawa pergi mobilnya.


Pria itu adalah ray dan bima.


Sebelumnya mereka berdua memang mendapat undangan yang sama. Bima mendapat undangan untuk dirinya sendiri sementara ray menggantikan papanya yang tidak bisa hadir. Karena mereka berdua tidak memiliki pasangan untuk diajak akhirnya mereka berdua sepakat untuk berangkat bersama.


Bima yang kesal lantas keluar dari mobil diikuti ray, lalu mereka berdiri di lobby sambil menunggu acara di mulai. Sambil berdiri bima mengotak atik ponselnya untuk mengecek pergerakan sahamnya. Sedangkan ray berdiri sambil menatap ke sekeliling ruangan. Dan begitu pandangannya tertuju pada wanita yang baru keluar dari mobil di depannya tadi matanya langsung membulat.


"K..karin...a...alexa?" kata kata spontan yang keluar dari mulutnya sementara tanpa sadar tangannya meraba tubuh bima yang ada di belakang.


"Ray..sikapmu menjijikkan" ujar bima sambil menipis tangan ray dengan keras.


"Bima...coba lo lihat tuh" ujar ray yang tak mengalihkan pandangannya dari arah ke dua gadis itu.


Bima yang mengikuti arah pandangan ray juga ikut membulatkan matanya. Karin terlihat anggun dengan evening dressnya tanpa lengan berbahan sutra berwarna merah yang panjangnya sampai menutupi higheelsnya. Sedangkan alexa memakai gaun midi selutut A line berwarna peach serta tanpa lengan. Tentu saja yang membuat mereka semakin cantik adalah riasan wajah natural dan tidak terlalu tebal dengan rambut karin yang dikepang sampingnya lantas diikat ditengkuknya membentuk sanggul sedangkan rambut alexa terurai cantik dibentuk gelombang dengan sedikit jepit hitam untuk mempertahankan poninya. Ricko dan jio berpenampilan gagah selayaknya bodyguard selebritis papan atas.


Alexa...Bagaimana aku bisa menjauh kalau kau secantik ini dihadapanku lex. batin bima.


Mereka berdua terus memandangi ke arah dua gadis itu. sementara karin yang merasa ada yang mengawasinya lantas mengedarkan pandangannya dan benar saja karin mendapati ray dan bima sedang menatap intens padanya.


Karin hendak berjalan mendekati tapi lagi lagi ricko sudah berdiri di hadapannya. Setelah memandang kearah ray ricko kembali memandang ke arah karin.


"Berhati hatilah dengan sikapmu karin karena disini banyak wartawan. Kau tentu tidak ingin ada berita skandal mengenai dirimu kan?" ucap ricko.


Perkataan ricko menjadi pukulan telak bagi karin agar tidak mendekati ray dan bima apalagi lima penjaga tambahan yang dikirim ayahnya mulai mendekat karena ada beberapa wartawan yang juga ingin mendekat kepada karin karena penasaran dengan sosoknya yang tiba tiba muncul sebagai putri pengusaha ternama tersebut.


"Karin sebaiknya kita masuk ke dalam" ujar alexa.


"Tapi...


"Percayalah diri karin, kau sangat cantik hari ini. Jadi tegakkan badan dan pandanganmu, perlahan mulailah berjalan dan perhatikan gaunmu. Jangan sampai kau terjatuh"ucap ricko mencoba memberikan semangat sedangkan karin hanya bisa mengangguk saja."Kau bisa jalan sendiri kan?" tanya ricko.


Sekali lagi karin hanya mengangguk.


"Ricko...berjalanlah dibelakangku dan tangkap aku kalau aku jatuh" pinta karin dan ricko hanya bisa mengangguk menuruti keinginan majikannya itu.


Dengan di dampingi delapan bodyguard yang berpenampilan sama seperti ricko dan jio, karin dan alexa melangkah dengan anggun dan percaya diri menuju meja serta kursi vvip yang khusus disediakan untuknya. Karin duduk tepat di sebelah ayahnya yang sudah datang terlebih dahulu darinya. Terlihat ayahnya tak henti hentinya tersenyum menatap putrinya yang kali ini berpenampilan sangat anggun bak seorang putri.


"Ini baru putri ayah" ucap ayahnya.


"Jadi selama ini ayah tidak pernah menganggapku sebagai putri ayah?" tanya karin yang salah paham.


"Apa ayah ini dimatamu sekejam itu?" tanya ayahnya balik.


"Lalu kenapa ayah berkata seperti itu?" tanya karin.


"Karena baru kali ini ayah bisa melihat putri ayah bersikap anggun tidak bersikap konyol seperti biasanya. Semoga saja ada laki laki baik yang terpikat padamu dan ayah bisa secepatnya mendapatkan beberapa cucu" ucap ayahnya.


"Apa ayah tahu...kali ini ayah yang bersikap konyol bukan aku padahal aku saja masih dibawah umur" balas karin.


Mereka pun akhirnya terdiam karena acara sudah dimulai. Dan ketika baru beberapa saat ponsel karin bergetar. Karin yang sebenarnya tidak pernah suka dengan pesta langsung mengambil serta membuka pesan yang ternyata itu dari ray. Akhirnya mereka pun berbalas pesan.


Kau sangat cantik

__ADS_1


My princess. ray


Kau juga sangat tampan. karin


Bisakah kita bertemu


Aku sangat merindukanmu. ray


Kebetulan aku juga sudah bosan dengan pesta ini. karin.


Baiklah aku tunggu di rooftop. Aku akan mengajak bima dan kau ajaklah alexa. ray


siap bos. karin


"Lex...aku mau pipis" bisik karin di telinga alexa.


"Maaf karin, aku lupa bawa pispot" jawab alexa dengan santai.


"Memangnya aku gadis berpenyakitan! Antarkan aku ke toilet" balas karin yang kesal dengan jawaban alexa.


Tanpa sadar perkataan karin membuat semua penjaganya menoleh ke arahnya termasuk ayahnya.


"Ada apa, karin?" tanya ayah


"Ayah aku mau ke toilet tapi alexa tidak mau mengantarku" jawab karin yan sontak membuat wajah alexa pucat pasi karena jawaban tak terduga dari karin tadi.


Dasar cewek gila, bisa bisanya dia berkata seperti itu dihadapan ayahnya. Bisa mati muda aku kalau begini caranya. alexa


"Kalau begitu ajaklah ricko" ujar ayahnya dengan santai.


"Apa? Jadi ayah rela aku satu toilet dengan seorang pria?" ujar karin


"Alexa tolong kau temani putriku sebelum dia membuat keributan disini" perintah suwandi yang lebih memilih mengalah daripada harus berdebat panjang dengan putrinya.


"Baik tuan" jawab alexa


Syukurlah setidaknya dia lebih membelaku daripada si tuan putri gila ini. alexa


"Tapi ingat, kalian jangan lama lama, nanti ketika ayah maju, ayah mau kau ambil foto foto terbaik ayah" ucap ayahnya.


Dasar tua bangka narsis, padahal tinggal cari di internet saja sudah banyak foto foto keren ayah. karin


Jawaban karin seperti hantaman peluru yang sudah menembus jantung alexa hingga seketika membuat wajahnya kembali pucat pasi disertai keringat dingin. Bagaimana tidak dia yang harus bertanggungjawab atas keselamatan diri karin tapi dengan seenaknya karin berkata dirinya sakit di depan ayahnya. Mau ditaruh dimana harga dirinya sebagai seorang penjaga.


"Apa itu benar anakku?" tanya ayahnya


"Kalau ayah tidak percaya, ayah bisa tanya pada alexa. Sepertinya dia juga mengalami hal yang lebih parah dariku. Ayah lihat saja wajahnya sampai pucat gitu" jawab karin.


Dasar anak durhaka, kau mau berbohong apalagi kepada ayahmu. Dan lebih teganya kau juga melibatkanku yang tak berdosa ini. Ya Tuhan...mimpi aku semalam. batin alexa


"Apa itu benar lex? Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sakit? Khusus untukmu Aku masih bisa memberimu cuti" tanya suwandi kepada alexa.


"Ehm...itu...saya sudah membawa obat tuan. Anda tidak perlu khawatir. Tapi setidaknya ijinkan saya ke toilet sekarang" ucap alexa yang hanya bisa pasrah mengikuti permainan karin.


Yes..akhirnya si tikus masuk ke dalam jebakan. karin


"Ayo lex cepatlah, aku sudah tak tahan lagi" ucap karin sambil menarik tangan alexa agar bergegas mengikutinya.


Setelah keluar dari ruangan tersebut alexa merasa bingung dengan sikap karin yamg malah berjalan ke arah lift.


"Bukankah toilet ke arah sebaliknya?" tanya alexa.


"Apa aku bilang aku akan ke toilet?" tanya karin balik.


"Cih....seharusnya aku sadar kalau kau hanya ingin menjebakku" ujar alexa dengan kesal.


"Alexa...ayolah...aku semakin tidak paham dengan perubahan sikapmu. Aku tidak suka dengan dirimu yang sekarang?" ucap karin yang ikut kesal.


"Memangnya apa yang berubah dariku?" tanya alexa.


"Banyak sekali lex, dan aku tidak mengharapkan ini semua darimu. Aku hanya ingin seorang sahabat sepertimu dulu. Aku bahkan selalu menyayangimu seperti saudaraku sendiri apapun yang terjadi bahkan rasa ini melebihi rasa sayangku kepada raisya" ucap karin dengan mata yang sedikit berkaca kaca membuat hati alexa menjadi luluh.


"Kupikir kau membenciku karena kita terlalu sering bertengkar. Tapi kau tidak mencintaiku kan?" tanya alexa.


"Kalau kau mau aku rela mencintaimu lex" balas karin

__ADS_1


"Tapi aku jijik mendengarnya" balas alexa.


"Percayalah aku juga sama" balas karin yang seketika itu membuat mereka berdua tertawa kembali.


"Karin...ayo kita kembali...aku hanya tidak ingin ada seseorang yang berusaha menyerangmu lagi" ajak alexa.


"Maaf lex...aku tidak bisa" jawab karin setelah itu dia kembali berjalan menuju ke arah lift sedangkan alexa tetap mengikutinya sampai masuk ke dalam lift menuju ke lantai paling atas.


"Karin!! Kau bisa membuatku dalam masalah!" ujar alexa dengan lantang


"Alexa tenanglah....suaramu membuat telingaku sakit" balas karin.


"Semoga saja tidak ada yang berniat menyerangmu" ucap alexa.


"Amin....lagipula kan ada kau, sahabat baikku" goda karin.


"Kau selalu saja memanfaatkanku" balas alexa dengan raut wajah kesalnya.


Setelah sampai di rooftop tampak dua pria tersenyum menatap ke arah dua gadis itu.


"Pergilah karin...waktumu lima belas menit atau kau ingin melihat ayahmu mengobrak abrik gedung ini" ucap alexa.


"Lex...temani Aku kesana...bukankah disana ada bima" ujar karin.


"Lebih baik Aku menunggu disini. Aku akan menjaga pintu ini" ujar alexa.


"Lex..."


"Karin kalau kau memaksaku lebih aku lompat dari gedung ini" ucap alexa yang memotong perkataan karin sebelum karin selesai bicara.


Karin hanya menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan keras kepalanya alexa tadi. Karin lantas berjalan sendiri mendekati ray dan bima yang sedang berdiri di tengah tengah area rooftop.


Hembusan Angin kencang di rooftop membuat gaun karin berkibar kibar serta beberapa anak rambutnya seakan ikut terbang juga.


"Kenapa alexa hanya berdiri saja disitu?" tanya bima.


"Tadi dia bilang dia hanya ingin menjaga pintu itu" jawab karin.


Tanpa basa basi lagi bima berjalan ke arah alexa meninggalkan mereka berdua. Pandangan karin beralih ke Ray ketika merasakan jemari tangannya disentuh oleh ray. Senyuman manis ray tak henti hentinya mengembang ketika karin mulai menyentuh dadanya.


Sosok lelaki yang biasanya terlihat memakai seragam dihadapannya kini terlihat gagah dengan balutan kemeja putih dan jas hitamnya. Jemari tangan ray berusaha menyingkirkan anak rambut karin yang menutupi pipinya. Setelah itu tangan ray mulai menyentuh serta mengusap pipi karin.


"Kau sangat cantik karin" ucap ray


Ray lantas mencium kening karin lalu memeluk erat tubuh kekasihnya itu. Karin semakin merasa nyaman di pelukan ray. Tidak ada kata kata yang terucap dari mereka berdua. Hanya ada pelukan yang dirasa karin bisa mengusir rasa dingin akibat angin kencang yang berhembus di rooftop tersebut.


"Apa kau merindukanku sayang?" tanya ray.


"Iya...udaranya sangat dingin tolong peluk aku ray" pinta karin yang membuat ray semakin erat memeluk tubuh kekasihnya.


Sementara itu alexa yang melihat sekilas bima semakin mendekatinya tetap santai dan diam sambil mengotak atik ponselnya tak menghiraukan kedatangan bima. Alexa membalikkan badannya ketika bima semakin mendekat padanya. Alexa sengaja membelakangi bima berharap bima tak mengganggu konsentrasinya untuk selalu siaga menjaga karin.


Hembusan angin kencang membuat rambut alexa berkibar tepat di wajah bima. Bak terhipnotis bima memejamkan matanya merasakan belaian lembut rambut alexa di wajahnya hingga tanpa sadar tangan kekarnya melingkar di pinggang alexa. Alexa yang merasakan tangan bima sudah melingkar erat di pinggangnya membuat alexa tesentak berusaha melepaskan diri.


"Bima...tolong lepaskan...apa yang kau lakukan" ucap alexa.


"Maaf sayang, aku tidak akan pernah melepaskanmu" balas bima sambil mencium pundak alexa hingga membuat alexa seperti tersengat listrik dan tanpa sadar Alexa pun mendesah pelan.


"Bima...aku mohon....hentikan" ucap alexa yang berusaha mengembalikan kesadarannya lalu menepis kasar tangan bima. Dengan cepat alexa memutar tubuhnya menghadap bima yang sangat dekat dengannya.


"Bima cukup...aku sedang bertugas. Tolong jangan ganggu konsentrasiku" ujar alexa.


Alexa menelpon karin yang jaraknya beberapa meter darinya.


"Karin...Ayo kita kembali" pinta alexa lewat telpon.


"Sebentar lagi lex" jawab karin yang masih dalam pelukan ray


"Karin...kalau kau tidak segera kembali, ayahmu bisa menghancurkan gedung ini" ucap alexa


"Baik baik...Kau ini cerewet sekali" balas karin lalu menutup telponnya.


"Ada apa karin?" tanya ray yang


"Alexa bilang kalau aku tidak segera kembali, ayahku bisa menghancurkan gedung ini" jawab karin.

__ADS_1


"Baiklah...aku akan menelponmu nanti malam" ucap ray setelah itu ray kembali mengecup kening karin. Dan sebelum pergi ray mencium serta ******* bibir karin untuk beberapa saat lalu pergi meninggalkan ray berjalan menuju alexa.


Sedangkan bima yang masih berdiri di samping alexa berkata,"Baru kali ini aku merasakan lex, semakin kau menjauhiku, semakin aku ingin mendekatimu serta memilikimu. Karena itu jangan pernah menjauhiku lagi lex. Karena sebenarnya aku sangat tidak tahan untuk jauh darimu, aku takut aku bisa berbuat nekat padamu" ucap bima sebelum karin mendekat ke alexa.


__ADS_2