
Hari ini hari pertama masuk sekolah. Karin, raisya dan alexa sudah bersiap pagi itu. Begitu juga dengan ricko yang sudah berdiri bersandar pada bagian depan mobil mengunggu kedatangan tiga gadis itu di parkiran lantai basement apartemen mereka sambil memainkan ponselnya. Tidak lama kemudian tiga gadis itu muncul lalu mendekat. Melihat itu ricko bergegas menyimpan ponselnya serta hendak berjalan masuk ke mobil.
"Ricko tunggu..." panggil karin
"Hmm...ada apa" tanya ricko dengan lembut.
Sementara raisya dan alexa tidak jadi masuk mobil dan ikut mendengarkan omongan karin dan ricko.
"Aku bisa minta tolong?" ujar karin dengan perasaan ragu.
"Tolong apaan..." tanya ricko yang bingung.
"Sampe mobil yang lama aku datang, Aku ngga mau kamu turunin kita di depan sekolah. Kamu turunin agak jauh dari sekolah ya? ntar sisanya biar kita jalan kaki saja" pinta karin kepada ricko.
Semalam memang karin telah berdebat panjang dengan ayahnya soal mobil. Karin tahu kalo sekolah yang bakal dia masuki itu adalah sekolah internasional yang rata rata muridnya itu anak anak orang kaya. Bahkan dia juga tahu rata rata gaya hidup mereka itu gaya hidup orang kalangan atas. Sedangkan karin sendiri tidak ingin hanyut dalam pergaulan seperti itu. Karena itulah karin berdebat panjang semalam dengan ayahnya tentang masalah tersebut hingga akhirnya ayahnya menyetujui keputusannya dan berjanji dalam seminggu mobilnya akan datang. Karin minta ayahnya mengirim mobil lama dia di desa untuk dibawa ke kota. Bagi karin mobil carry yang selama ini selalu mengantar jemput di sekolahnya dulu sudah membuatnya merasa nyaman. Dan karin ingin mobil itu juga yang akan mengantar jemput dia bersekolah disini. walaupun karin tahu mobil itu sudah ketinggalan jaman dibandingkan dengan kendaraan kebanyakan siswa di sekolah tersebut. Karin juga tidak ingin teman temannya tahu kalo dia tinggal di salah satu apartemen mewah di jakarta. Karin hanya ingin orang yang mengenal dia hanya menganggap dia orang kalangan biasa saja. Dan karin rasa itu bukan suatu hal yang mencolok. Bahkan dia tidak perduli kalo nantinya dia bakal diejek disana. Tapi sayangnya dia belum memberitahu kedua sahabatnya mengenai hal itu. Sampai akhirnya kedua sahabatnya merasa sangat terkejut dengan keputusannya.
"Maksud lo minta kita jalan tuh apa karin?" tanya raisya yang terkejut dengan keputusan karin.
"Gue ngga mau aja orang lain tahu kalo gue anak orang mampu. Gue bukan anak manja kayak mereka semua. Dan gue harap lo berdua bisa dukung segala keputusan gue" jawab karin tanpa rasa bersalah.
"Iya gue ngerti kalo lo ngga suka sesuatu hal yang berlebihan... tapi ngga kayak gini juga kali" ujar alexa yang juga terkejut.
"Kalo kalian mau kalian bisa kok minta ricko buat turunin kalian di depan sekolah. ntar biar gue jalan sendiri deh" ujar karin dengan santai kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil sportnya.
__ADS_1
Sementara sahabatnya akhirnya hanya bisa diam menurut kepada karin. Begitu juga dengan ricko yang terpaksa harus menuruti keinginan aneh majikannya itu.
Sesampainya di sekolah mereka segera bargabung dan membaur dengan teman temannya. Karena Alexa dan karin masih satu kelas jadi mereka masih sering bersama. sementara raisya harus terpisah karena mereka beda kelas. Tapi itu tak masalah bagi mereka toh mereka masih bisa ketemu sewaktu istirahat.
Seminggu pertama adalah masa orientasi siswa. Seperti saat ini, semua siswa baru sedang berkumpul di lapangan untuk menerima masa orientasi dari kakak kelasnya.
Karin dan alexa beserta teman teman sekelasnya sedang sibuk menjalankan tugas dari kakak kelasnya. Sementara itu dari kejauhan tampak sepasang mata sedang memandang mereka dengan intens. Dia adalah bima. Dia tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan dua gadis yang pada waktu itu mengejar copet. Dia lalu mendekati ray dan berbisik kepada ray.
"Ray, lo masih inget wajah gadis yang waktu itu ngejar copet di mall"bisik bima kepada ray.
"Kenapa emangnya?" tanya ray.
"tuh...(bima menunjukkan dengan pandangan matanya) ternyata dia anak baru men", ujar bima.
"Ternyata...pepatah dunia tak selebar daun kelor berlaku juga dalam hidup gue" celetuk bima dengan senyum songongnya yang seketika itu membuat ray langsung menjitak kepala bima.
"Trus lo mau bilang dia bakal jadi jodoh lo gitu?" ucap ray.
"Yeee...Emangnya gue playboy amatir....?" balas bima sambil mengelus kepalanya sendiri.
"Bukan...lo tuh playboy profesional...Banget!" sahut ray yang menekankan kata banget.
"Segitu negatifnya gue di mata lo...gue pergi aja deh....males gue ngomong sama lo" ujar bima yang kesal lalu berjalan pergi menyusuri lorong sekolah.
__ADS_1
Sementara itu ray entah kenapa dia akhirnya jadi mencuri curi pandang kepada karin. Dalam hatinya dia merasa pernah bertemu dengannya jauh jauh hari tapi entah dimana. Ray merasa karin mirip dengan seseorang tapi dia tidak ingat siapa orang tersebut. Sejak itu diam diam ray selalu mencuri curi pandang pada karin ketika tak sengaja berpapasan atau berada dekat dengannya,sambil mengingat ingat peristiwa dahulu untuk mengetahui apakah ini perasaannya saja atau memang mereka berdua pernah bertemu sebelumnya.
Tidak terasa waktu telah berjalan beberapa hari.Dan sekarang adalah hari terakhir masa orientasi. Hari ini adalah hari pengenalan ekskul kepada siswa baru. Satu persatu para siswa baru sangat antusias mendekati stan ekskul favorit mereka. Mereka diwajibkan memilih minimal satu ekskul. Raisya memilih untuk gabung dengan ekskul mading. sedangkan karin dan alexa tentu saja ekskul basket. Walaupun sebenarnya alexa lebih ingin masuk ekskul karate tapi karena dia tidak tega pada karin yang sendiri akhirnya dia ikut gabung ke basket. Hingga akhirnya setelah berpikir panjang, diam diam alexa juga mendaftar ikut ekskul karate.
Bima yang sekilas melihat karin dan alexa mengembalikan formulir pendaftaran yang sudah terisi, langsung menghampiri ray yang merupakan ketua ekskul basket.
"Ray...dua cewek tadi gabung ke ekskul basket?" tanya bima.
"Iya....kenapa bim?"jawab ray yang seketika bima menunjukkan wajah kecewa sedangkan Ray bisa mengerti itu.
"Yah....padahal gue berharap banget bisa punya temen latihan yang sebanding" ujar bima.
"Kalo lo pengen, lo kan bisa ngajak mereka buat gabung..." ujar ray.
"Iya sih...tapi masak iya orang sekeren gue nyamperin mereka dulu, biasanya juga cewek cewek itu yang datang sendiri ke gue" ujar bima dengan pedenya.
"Songong lo..." balas ray kemudian dia pergi dari hadapan bima. Ray memang terkenal cowok yang dingin terhadap lawan jenisnya. Hal itu juga yang membuatnya jadi dikejar kejar banyak cewek, ditunjang lagi wajahnya yang paling tampan diantara teman se genknya.
Melihat itu bima lantas hanya bisa geleng geleng kepala. "Ray...ray...pantesan aja lo dibilang jomblo abadi....gak bisa lihat cewek bening..." gumam bima. Bima lantas kembali ke basecampnya. Disitu dia membantu teman temannya menyeleksi beberapa formulir pendaftaran yang telah terkumpul.
Senyumnya langsung mengembang ketika dia melihat sebuah formulir bertuliskan nama alexa. Sebelumnya dia memang susah mencari tahu identitas karin dan dua sahabatnya itu. Kemudian dia semakin bersemangat untuk meneliti semua berkas formulir itu. Tapi sayangnya dia hanya menemukan nama alexa saja.
"kenapa cuma alexa aja yang daftar, kok karin gak ikut daftar ya...tapi ga papa deh...lumayan dapat teman latihan baru" gumam bima. Bima lantas memyimpan nomor ponsel alexa yang tertera formulir itu.
__ADS_1