
Saat istirahat karin dan alexa segera menyusul raisya ke dalam kelasnya lalu mereka bertiga pergi ke kantin sekolah bersama. Seperti biasa karin selalu memesan es campur setiap kali dia ke kantin. Bagi dia es campur di kantin itu nikmat sekali apalagi kalo cuaca sedang panas kayak gini.
Ketika mereka bertiga sedang asik di kantin menikmati jajanan mereka sambil sesekali bercanda, tiba tiba ray tanpa permisi langsung mengambil tempat duduk di bangku panjang persis di sebelah kiri karin setelah sebelumnya dia juga sudah memesan makanan dan minuman di kantin tersebut. Karin yang melihat ray duduk agak dekat dengan posisi duduknya langsung sedikit bergeser menjauh tapi sayangnya dia sudah duduk di ujung tempat duduk bangku panjang itu.
"Emangnya gue punya penyakit menular yang mesti lo jauhin kayak gitu" tanya ray sambil menatap karin.
Karin hanya bisa terdiam mendengar ucapan ray yang memberinya pertanyaan menohok. Tadi ray memang melihat sekilas kalau karin sedikit menggeser tempat duduknya.
"Udah gak usah ge er...gue cuma mau tanya sesuatu kok sama kalian berdua" ujar ray setelah meneguk sendiri minumannya.
"Mau tanya apa?" ujar karin sambil sesekali memakan es campurnya.
"Lo berdua beneran jadi keluar dari tim basket" tanya ray.
"Kalo iya emang kenapa?" tanya karin balik.
"Sayang banget lho...padahal kamu tuh karin udah keliatan bakatnya. Tinggal sedikit dikembangin aja" jawab ray.
"Sorry...Gue udah males kak....gue udah gak minat" jawab karin dengan cepat.
"Apa ini semua karena jenifer?" tanya ray lagi.
"Kak ray please deh...kenapa sih kak ray kok ngebet banget buat ngajakin kita gabung lagi ama basket?" tanya karin yang mulai kesal.
"Karena gue adalah ketuanya...gue emang ditugasin buat nyari bibit bibit baru kayak lo berdua. Dan soal jenifer...kita udah kelas XII yang sebentar lagi bakal dihadapin sama ujian negara. Jadi cepat atau lambat posisi kita bakal digantiin sama junior kita. Karena itu sebelum gue digantiin, gue mau mastiin kalau nama sekolah kita bakal terus bisa terangkat melalui tim basket kita. Gue harap lo paham maksud gue" ujar ray yang berusaha menjelaskan sebaik baiknya kepada karin.
Melihat karin yang hanya bisa diam sambil mengaduk aduk es campurnya, membuat dua sahabatnya yang sejak awal juga diam akhirnya ikut bicara. Raisya menyenggol lengan alexa serta memberinya isyarat dengan pandangan matanya.
"Kak ray sorry yah...aku tetep sama keputusan aku...aku keluar..." jawab alexa dengan sedikit gugup.
"Dan lo rin?" tanya ray sambil memandang karin tiada henti.
"Sorry kak, gue juga sama....gue gak mau cari masalah disini" jawab karin yang justru membuat ray jadi penasaran.
"Maksudnya...gue itu masalah buat lo berdua" tanya ray
"Bukan kak ray, tapi tuh cewek yang sejak tadi ada dipojokan. Mana pandangan mereka gak enak lagi...." jawab karin
__ADS_1
Ray segera mengalihkan pandangannya menyapu ke semua pojokan kantin. Dan dia mulai paham ketika mendapati jenifer dan angel sedang duduk berdua di salah satu pojokan kantin. Apalagi Angel yang sempat bertatap pandang dengan ray, berusaha menggodanya dengan senyum luar biasa manisnya serta lambaian tangannya. Tapi seperti biasa ekspresi ray hanya datar tak perduli. Kepedulian ray hanya pada satu cewek yang sekarang duduk disebelahnya.
Karena itu ray kembali menatap karin.
"Kalo cuma jenifer yang lo masalahin rin. lo tenang aja gue pasti bakal bantuin lo buat ngurusin dia" ujar ray.
"Kenapa sih kak ray belum paham juga. Gini ya kak, jenifer itu kapten tim inti. Dan kalo gue nuruti permintaan kak ray buat gabung,Kak ray pasti bisa bayangin kan gimana hubungan kami kedepannya...baru pertama kenal aja udah kayak gitu, gimana selanjutnya...apalagi dia itu kaptennya kak. Gue gak mau jadi bulan bulanan dia..." jelas karin dengan tegas kepada ray.
Sedangkan ray hanya bisa bernafas panjang sambil mengalihkan pandangannya setelah mendapat penjelasan dari karin. Lalu tiba tiba genk ray yang beberapa saat melihat ray sang jomblo abadi sedang duduk dengan tiga orang cewek itu, langsung ikut gabung dengan niat ingin menggodanya. Semua cewek yang ada disitu langsung memandang iri kepada karin dan dua sahabatnya.
"Kayaknya ada yang bakal ngelepas julukan jomblo abadi nih" celetuk kevin yang langsung membuat teman segengknya tertawa lebar.
Tapi justru sebaliknya dengan ray, karin dan juga dua sahabatnya itu.
Karin yang merasa tiba tiba jadi pusat perhatian langsung berdiri hendak pergi tapi dengan cepat ray langsung menarik lengan karin hingga terduduk kembali. Karin memang tidak suka dirinya jadi pusat perhatian.
Malang ray tanpa sengaja menyenggol betis karin yang masih terasa sakit dengan menabrakkan kakinya ketika ray berusaha untuk mencegah karin pergi. Karin langsung mengaduh kesakitan dihadapan semuanya.
"Aauw...kak ray!! Kaki gue belum sembuh bener tahu!!" ujar karin sambil meringis menahan sakit.
Secepatnya ray langsung meminta maaf kepada karin sambil berusaha memegang kaki karin.
Sementara karin langsung memukul keras kedua tangan ray yang terus berusaha memegang kaki atau tangan karin.
"Ngga usah cari kesempatan!" tegas karin kepada ray yang merasa mulai jengah dengan sikap ray. Ray menjadi langsung tersadar dari kepanikannya. Kemudian karin langsung menggigit bibir bawahnya menahan sakit hingga akhirnya lama kelamaan rasa sakitnya mulai bisa diajak kompromi.
Sementara itu semua teman ray semakin kaget dengan perlakuan karin karena selama ini belum ada cewek yang pernah menjauh bahkan menolak untuk mereka semua dekati.
Alexa langsung berdiri menghampiri karin diikuti dengan raisya juga, lalu mereka berdiri di sebelah kanan karin.
"Karin...gue bener bener minta maaf sama lo...gue tadi bener bener gak sengaja...lo jangan marah ya sama gue? please....tolong maafin gue" ujar ray dengan sikap memohon kepada karin yang justru semakin membuat teman segengknya geleng geleng tak percaya dengan sikap ray.
Tapi karin hanya diam memandang tak suka kepada ray.
Setelah rasa sakit di kakinya sudah mulai sedikit demi sedikit menghilang, perlahan lahan karin mulai berdiri dan kali ini ray hanya bisa diam melihat sikap karin. Ray juga takut dia bakal berbuat kesalahan lagi dihadapan mereka semua.
"lex...sya...yuk kita balik ke kelas" ajak karin sambil berdiri bersandar pada lengan alexa yang langsung terulur untuk membantu sahabatnya itu. Raisya juga langsung menggandeng lengan karin. Dan ketika akan pergi rayhan mengeluarkan candaan.
__ADS_1
"Kalo ngga kuat jangan maksain diri, ray bisa kok gendong kamu sampai ke dalam kelas...iya kan ray..." Seketika langsung terdengar tawa keras dari teman segenknya ray, tapi tidak dengan ray, karin dan dua sahabatnya.
Apalagi alexa yang sudah sangat geram dan terlihat mengepalkan tangannya. Karin semakin mengeratkan pegangan tangannya di lengan alexa dan alexa yang paham maksud karin langsung mengikuti keinginan karin untuk tetap melangkahkan kaki mereka menuju kelas mereka.
Setelah agak jauh para cewek itu melangkah, ray langsung berkata tegas dihadapan teman segenknya.
"Kalian udah puas kan ngerjain gue..." ujar ray dengan wajah datarnya.
"Ray lo kenapa sih...kita itu tadi cuma becanda" ujar rayhan yang berusaha untuk membela diri.
"Tapi becanda lo semua tuh udah kelewatan!" balas ray dengan tegas.
"Ray...sejak kapan lo jadi emosional kayak gini...biasanya juga lo cuek cuek aja" ujar aldo.
"Kayaknya sejak dia kenal tuh cewek tadi..." sahut bima dengan cepat.
"oh..." ujar semua temannya secara serempak kemudian mereka semua langsung tertawa penuh arti sambil memandang ray.
Ray yang semakin kesal dengan sikap teman temannya itu memilih langsung pergi tanpa berkata apa apa.
"Eh nih anak ya...kagak pernah jatuh cinta tapi sekalinya jatuh cinta malah kayak gini. Emang seumur hidupnya ray, tuh anak kagak pernah jatuh cinta sebelumnya apa..." celetuk kevin.
"Kayaknya emang iya vin..." jawab aldo.
"Darimana lo yakin?" tanya jo.
"Ya...kita berdua udah temenan sejak smp, trus selama ini gue emang gak pernah lihat dia jalan sama cewek sih" jawab aldo.
"Lo yakin do...dengan ucapan lo barusan" tanya rayhan.
"Ya iyalah...masak kalian gak ingat sih kita kan pernah main ke kamarnya ray...emangnya lo pernah lihat ada gambar cewek terpajang di kamarnya ray" sahut aldo dengan cepat.
"Ada ...gambar Selena gomez...sumpah seksi banget bro..gedhe lagi..."celetuk kevin hingga membuat jo yang disebelahnya langsung menjitak kepalanya sambil berkata,"itu gak masuk hitungan...ada ada aja lo vin" terlihat kevin langsung mengelus sendiri kepalanya.
"Udah...udah...daripada kita berdebat gue ada ide nih....gimana kalo kita comblangin ray sama tuh cewek. Kayaknya bakal seru abis kalo mereka jadian...yang satu jutek abis kayak emak emak yang lagi dikurangi jatah uang belanjanya, yang satunya lagi sedingin frezer yang ada dikutub utara"ujar bima yang langsung disambut tawa lebar dari teman segenknya.
"Bener juga...gue juga bener bener penasaran kalo ray pacaran itu bakal seperti apa... ada romantis romantisnya gak ya..." sahut rayhan.
__ADS_1
Kemudian mereka semua tertawa bersama. sementara jenifer dan angel yang mendengar itu semua langsung pergi dari kantin itu dengan perasaan kesal.