
Ray langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke klinik terdekat dari sekolah. Terlihat suasana klinik yang lumayan ramai dengan hilir mudik orang disana. Setelah mengurus pendaftaran mereka berdua langsung menuju ke poli tujuan menunggu dipanggil. Sedangkan ricko yang merasa khawatir karena mendapat cerita dari raisya akhirnya meminta raisya untuk pulang sendiri naik taksi. Ricko lantas membuntuti kemanapun karin dan ray pergi hari ini. Setelah ricko sampai di parkiran klinik X dia mengambil ponselnya. Sesudah memberitahukan kepada reno tentang kejadian tadi, lalu ricko menghubungi karin
"Iya ada apa?" tanya karin melalu ponselnya.
"Kau ada dimana karin...Apa kau sudah lupa dengan pesan ayahmu? Atau aku harus mengingatkanmu sekali lagi?" ucap ricko dengan tegas.
Karin yang sudah paham dengan maksud ricko lalu menjawab,"aku ada di Klinik X untuk mengantar kak ray periksa ke dokter. Kami berdua sedang menunggu panggilan masuk".
"Baiklah...kau segera selesaikanlah urusanmu lalu cepatlah keluar, aku menunggumu di parkiran. Beritahu aku kalau ada hal yang mencurigakan. Aku tidak ingin kau sampai kenapa kenapa" ucap ricko panjang lebar.
"Baik...baik" jawab karin singkat lalu dia menutup sambungan telponnya.
"Telpon dari siapa?" tanya ray.
"Dari ricko kak..." jawab karin.
ketika ray akan bertanya lagi tiba tiba namanya dipanggil.
Sesudah mengantar ray periksa dan mengambil obat, karin dan ray yang sudah ada di depan klinik, memutuskan untuk pulang bersama ricko yang sudah berdiri di depan mobilnya.
"Kak ray, maaf sepertinya aku sudah dijemput ricko" ujar karin.
"Tidak karin, aku tadi kan sudah berjanji akan mengantarmu pulang" ucap ray yang sangat berharap dia bisa mengantar karin pulang hingga tanpa sadar ray kembali menggenggam erat tangan karin berharap karin tidak segera pergi dari sisinya.
"Maafkan aku kak, tapi ayahku pernah berpesan supaya aku jangan pergi sendiri, harus ada seseorang yang menemaniku" kata karin.
"Tapi bukankah kau tidak sendiri, ada aku yang bersamamu" ujar ray lagi tanpa mau melepaskan tangannya.
"Maaf kak, maksud ayahku, kemanapun aku pergi aku harus pergi bersama ricko, ayahku sudah mempercayakan keselamatanku padanya. Kejadian tadi disekolah pasti sudah membuat ricko sangat khawatir. Aku hanya tidak ingin mempersulit posisinya saja. Aku harap kak ray bisa mengerti "ujar karin yang perlahan melepaskan genggaman erat tangan ray lalu hendak pergi.
"Karin tunggu!" ucap ray dengan cepat.
"Iya ada apa kak..." tanya karin
"Apa boleh...kapan kapan aku main ke rumahmu?" tanya ray kembali.
__ADS_1
Tapi karin hanya diam sambil tersenyum dan menganggukkan kepala. kemudian dia kembali berjalan sendiri menuju parkiran mobilnya.
Ada apa ini...kenapa aku merasa bersalah sudah meninggalkan kak ray sendiri. Padahal dokter tadi bilang luka kak ray bisa cepat sembuh. Pasti karena aku memikirkan kejadian tadi. karin
"Karin....Kau baik baik saja?" tanya ricko dengan cemas.
"Kau tenang saja ricko, tidak ada yang luka di tubuhku. Aku tadi hanya mengantar kak ray, dia terluka karena sudah menyelamatkanku" jawab karin panjang lebar.
"Masuklah...kita bicara sambil jalan" ujar ricko sambil memegang gagang pintu mobil yang telah terbuka.
Reno yang merasa terkejut karena sudah dua kali mendapat laporan tentang penyerangan kepada karin beberapa hari ini membuatnya langsung bertindak cepat.
"Tuan...sudah beberapa hari ini ada yang mencoba menyerang karin. Sepertinya ada yang sudah mencurigai keberadaan karin" ucap reno kepada seseorang di seberang.
Di seberang sana tampak suwandi dan istrinya sedang duduk mesra di sofa dalam kamarnya.
"Apa? secepat itu mereka tahu?" jawab suwandi.
Cintya yang mendengar perkataan itu langsung menoleh ke arah suaminya karena sangat penasaran.
"Ceritakan kepadaku bagaimana kejadiannya, lalu kenapa bisa kalian baru menceritakan kejadian ini padaku" jawab suwandi dengan tegas.
"Maaf tuan...awalnya kupikir hanya kebetulan saja karin bertemu dengan segerombolan preman biasa. Tapi setelah kejadian selanjutnya, saya mulai berpikir mungkin saja ada dalang di balik penyerangan karin. Tuan...Apa perlu kita menambahkan para penjaga di apartemen?" ujar reno
"Kita jangan terpancing dulu reno. Pilihlah beberapa penjaga terbaik lalu suruh mereka menyamar menjadi sekuriti apartemen kita dan pastikan jangan terlalu mencurigakan. Aku masih ingin memastikan apakah orang itu sudah yakin karin adalah putriku atau bukan. Aku yakin saat ini ricko masih sanggup mengatasinya. kalau kita hanya menambahkan jumlah sekuriti, orang itu mungkin berpikir yang dia serang hanyalah anak orang biasa yang meminta jaminan keamanan kepada pihak apartemen. Kita akan tunggu bagaimana reaksi orang tersebut" jawab suwandi.
"Baik tuan, saya akan segera laksanakan perintah tuan. Dan tentang orang baru yang anda bicarakan kemarin, saat ini dia sudah berada di tempat latihan. Sepertinya dia memiliki bakat terpendam. Saya berjanji akan melatihnya sebaik mungkin dalam waktu yang sangat singkat" jelas reno.
"Bagus...pastikan dia bisa menyimpan rapat identitas dirinya. Semoga saja pilihanku tepat dan jangan lupa dapatkan identitas pelakunya. Aku ingin tahu siapa yang sudah memulai terlebih dahulu permainan ini "ucap suwandi.
"Baik pak, akan segera saya laksanakan" jawab reno.
Setelah menutup telponnya, suwandi hanya diam sambil memikirkan sesuatu. Cintya yang masih duduk tepat disampingnya lantas mulai bersikap manja kepada suwandi. Cintya menyandarkan kepalanya di dada suaminya sambil memeluk erat suaminya seakan dia tidak mau lepas.
"Kau akan segera kembali?" tanya cintya.
__ADS_1
"Heem" jawab suwandi.
Cintya semakin memperdalam pelukannya
"Ada apa? Apa kau masih merindukanku?" goda suwandi.
"Kalau aku bilang iya...Apa kau akan membawaku kesana? Pasti tidak kan...." ucap cintya dengan manja.
Senyum lebar langsung terlihat diwajah Suwandi. Kemudian suwandi menarik wajah cintya lalu mencium bibirnya untuk beberapa saat.
"Jika saatnya tiba, aku pasti akan segera membawamu kembali. Sejujurnya...aku sendiri juga tidak ingin jauh darimu" ucap suwandi kemudian dia kembali mencium sekilas bibir istrinya.
"Kau tidak akan tidur dengan wanita lain kan? Kau hanya akan menjaga karin kan? Kau tidak...mmmp"
Suwandi langsung ******* bibir merah istrinya hingga cintya tidak bisa menyelesaikan ungkapan kecemburuannya itu kepada suaminya.
Perlahan suwandi membawa istrinya untuk naik ke ranjang dan sore ini suwandi membuat istrinya benar benar kelelahan hingga tertidur pulas. Malam hari suwandi keluar kamarnya meninggalkan istrinya yang masih tertidur pulas. Dia berjalan menuju ruang kerjanya.
"Bagaimana reno?" ucap suwandi dari.video call ponselnya.
"Seperti yang anda lihat semua masih terkendali. saya juga sudah menambahkan beberapa pengawal berseragam sekuriti. Mereka terus berpatroli di setiap lantai apartemen" jawab reno.
"Bagaimana dengan identitas penyerang itu" tanya suwandi.
"Malam ini ricko kembali sekolah karin, dia pergi bersama jio untuk memeriksa keadaan sekitar. Semoga saja mereka menemukan barang bukti" jawab reno lagi.
"Lalu bagaimana dengan karin" tanya suwandi.
"Setelah pulang, karin hanya berdiam diri di dalam apartemen. Bahkan setelah makan dia langsung pergi ke kamarnya. Saya menduga sepertinya ada yang mengganggu pikiran dia. Saya tidak apa itu tapi berdasarkan cerita ricko, sepertinya dia mulai menanyakan masa lalunya" jawab reno.
"Biarkan saja dia berusaha...lebih cepat dia tahu lebih baik. Aku juga tak bisa lama lama lagi menyembunyikannya. Biarkan dia berusaha mencari tahu sendiri, jangan pernah sekalipun kau membantunya" ujar suwandi.
"Baik pak" jawab reno.
Setelah panggilan video call terputus, suwandi kembali menuju kamarnya.
__ADS_1