
Ketika waktu istirahat karin berencana ke toilet terlebih dahulu. Datang bulan membuat dia harus bolak balik ke toilet. Tapi ketika akan masuk toilet dia merasa aneh dengan pintu toilet yang sedikit terbuka. Dan benar saja, disaat dia mendorong sedikit pintu itu,dia dikejutkan dengan jatuhnya ember berisi air. Beruntung dia sempat menghindar hanya sepatunya menjadi basah karena air tersebut.
"Hahaha...untung cuma sepatu yang basah, bukan seluruh badan" ujar jenifer yang kegirangan karena rencananya masih sedikit berhasil.
"Tapi...kalau tuh baju basah, pasti dia kelihatan lebih seksi" tambah angel.
Karin yang marah sempat mengepalkan tangannya tapi dia urungkan. Dia lebih baik diam dan hendak pergi dari tempat itu. Dan lagi lagi dua cewek itu belum puas untuk terus membully karin.
Mereka berdua langsung menarik kedua lengan karin lalu menyandarkannya di dinding.
"Lepaskan aku, mau lo berdua apa sih?" tanya karin sambil meronta ronta dari pegangan erat angel serta jenifer.
"Setelah lo berani ngrebut ray dari gue, lo masih nanya apa mau gue hah, dasar anak kampung dandanan lo aja norak tahu ngga" ucap angel dengan ketus.
"Asal lo tahu juga ya, ngga ada satu sekolahan ini yang berani ama kita berdua, lo inget itu baik baik anak kampung" ujar jenifer sambil menudingkan telunjuknya di kepala karin.
Karin yang sudah hampir hilang kesabarannya sebenarnya hendak membalas tapi tiba tiba ada teriakan.
"Hentikan!! Angel...jenifer....apa sedang yang kalian lakukan?" tanya Bu Ratna Guru BP sekolah.
"Ehmm...kita sedang becanda sama temen baru kok bu'' ujar angel yang dengan cepat langsung merangkul leher karin dan berbisik.
"Berani ngomong yang macem macem habis lo sama gue" ancam angel lirih
Tapi karin yang sama sekali tak takut malah menghempaskan tangan angel lalu berjalan agak menjauh sedikit.
"Mana ada temen pake ngancem segala" ujar karin.
"Maksud kamu karin?" tanya bu Ratna tiba tida dia mendapat pesan video tentang perbuatan angel dan jenifer lewat ponselnya.
Seketika itu wajah bu Ratna merah padam karena sangat geram kepada angel dan jenifer.
Gawat...awas aja kalo sampe ada yang berani ngaduin gue sama jenifer. batin angel
"Angel! jenifer! apa yang kalian lakukan! ibu tidak suka ada berita pembullyan di sekolah kita. Kalian murid berbakat di sekolah ini tapi tingkah laku kalian malah berniat mencoreng nama baik sekolah. Kalian harus ibu hukum! ujar ibu Ratna tegas.
"T..tapi bu...k..kami...." ucapan terbata angel terpotong karena ucapan bu ratna.
"Cukup!! Video sudah cukup membuktikan kesalahan kalian berdua. Apa jadinya video ini kalau sampai tersebar ke sosial media. Mana ditaruh dimana nama baik sekolah kita! Sekarang ambil kain pel lalu bersihkan air yang tercecer ini, sekarang!! Dan untuk kalian semua, bubar!! ini bukan tontonan" perintah tegas bu ratna.
Karin yang juga hendak pergi dipanggil sebentar oleh bu ratna. Dia, angel dan jenifer berdiri menghadap bu Ratna dengan wajah tertunduk.
"Karin...sebenarnya apa masalah yang membuat kalian ribut seperti ini?" tanya bu ratna.
__ADS_1
Aku harus jawab apa ini. Kalau aku jawab sebenarnya pasti akan menyeret nama orang lain lagi. batin karin
"Maaf bu, saya juga tidak tahu pasti apa alasannya, tiba tiba saja mereka berdua membully saya. Kalau dugaan saya sih mungkin karena saya dari kampung dan karena penampilan saya seperti ini mereka jadi membully saya" jawab karin dengan harapan jawabannya bisa diterima oleh bu Ratna.
"Baiklah ibu mengerti tapi ingatlah satu hal kalau sampai kejadian ini berlanjut, ibu tidak akan segan segan menskors kalian semua. Tidak peduli siapapun kalian, bahkan kalau kalian sudah keterlaluan, ibu juga tidak akan segan segan mengeluarkan kalian dari sekolah ini. Kalian semua paham?" Jelas Bu Ratna.
"Paham bu...." jawab mereka bertiga dengan wajah tertunduk.
"Pak Sobri!!" panggil bu Ratna.
"Iya bu..." jawab pak sobri.
"Awasi kedua anak ini, pastikan mereka melaksanakan hukuman dari saya. Kalau mereka tidak melaksanakan perintah saya, lapor ke saya, saya akan menskors mereka berdua" perintah bu Ratna sambil menunjuk ke arah angel dan jenifer.
"Baik bu..." jawab pak sobri.
Kemudian bu Ratna berlalu pergi menuju kantor.
Setelah mengambil peralatan kebersihan, angel dan jenifer kembali dengan peralatannya. Di perjalanan kembali mereka berdua berpapasan dengan karin lagi. Karin sebenarnya tidak mau mencari masalah tapi angel malah dengan sengaja memainkan alat pelnya di depan karin hingga membuat karin terjatuh karena kaget dan spontan menghindar.
"Ups...maaf...aku ngga sengaja lho" ucap angel dengan genit. Lalu mereka berdua tertawa lebar diikuti oleh beberapa anak disitu. Mengetahui itu pak Sobri langsung menggeram sampai semua murid disitu diam.
Tapi tidak lama setelah itu, Angel dan jenifer langsung membelalakkan mata melihat ray mendekati karin dengan mengulurkan tangannya kepada karin yang masih dalam posisi terjatuh. Senyum manis ray mengembang sempurna di wajahnya yang hanya dia tujukan untuk karin seorang, membuat semua siswi lain yang melihatnya menjadi sangat iri pasalnya ray tidak pernah sepeduli itu kepada siswi manapun bahkan bersikap semanis itu di depan seorang siswi. Karin yang awalnya hanya diam akhirnya meraih tangan ray setelah memahami isyarat mata dari ray.
Setelah membantu karin bangkit berdiri, ray kembali meraih dengan cepat tangan karin lalu membawanya ke kantin. Di kantin ray memesan minuman untuk mereka berdua sedangkan karin sibuk mengirim pesan kepada ricko.
Ricko kau ada dimana?
sepatuku basah, tadi ada dua orang anak yang mengerjaiku
bisa tolong kau ambilkan aku sepatu yang baru? karin
Aku selalu di sekolah menunggumu pulang karin.
Begini saja, Kau mau sepatu model apa?
akan aku carikan untukmu... ricko
Jadi kau masih disini kalau begitu lupakan saja perintahku. karin
Aku mohon jangan karin, nanti kau bisa masuk angin.
Begini saja, kalau tidak salah kemarin kau meninggalkan sebuah sepatu di mobil. ricko
__ADS_1
Tapi itu sepatu untuk bermain, mana boleh dipakai untuk sekolah. karin
Kau tenang saja, aku sendiri yang akan meminta ijin kepada gurumu. Kau ada dimana sekarang. ricko
aku ada di kantin bersama temanku. karin
Kalau begitu aku akan kesana sekarang. ricko
Karin tidak membalas chat ricko lalu meletakkan ponselnya di meja dekat ray. Ray yang duduk persis disebelah karin sejak awal hanya diam memperhatikan karin berbalas chat dengan ricko. Bahkan dia juga bisa melihat dengan jelas isi pesan di ponsel karin tadi saat karin masih berbalas chat dengan ricko.
"Hei...buruan diminum keburu tehnya dingin" ucap ray dengan penuh perhatian.
Setelah minum beberapa teguk karin kembali tertunduk.
"Makasih ya kak" ucap karin.
"Sudahlah karin...kita ini berteman kan?" ujar ray dengan memperlihat kembali senyuman manisnya yang sangat menggoda itu.
"Tapi harusnya kak ray ngga perlu sebaik ini sama aku. Kak ray lihat sendiri kan aku hampir kena masalah dengan sekolahku" ucap karin dengan wajah masih tertunduk.
Ray yang paham maksud karin, akhirnya mulai berbicara panjang lebar karena sedikit merasa bersalah.
"Aku minta maaf karin, karena aku kau jadi kena masalah. Tapi aku mohon padamu supaya kau jangan menghindariku setelah ini. Aku janji aku akan selalu membelamu kalau angel dan jenifer berani berbuat macam macam lagi padamu. Lagipula kau ini kan karin, gadis tangguh yang bahkan sanggup melawan seorang copet. Lalu kenapa kau diam saja diperlakukan seperti itu oleh mereka berdua?" tanya ray
"Aku hanya nggak mau aja kena masalah disekolah ini kak. Aku kesini kan untuk belajar bukan untuk cari keributan" jawab karin dengan wajah sendu sampai membuat ray jadi sangat tidak tega.
"Maka dari itu kau selalu menghindariku? tanya ray dan hanya dijawab anggukan kepala oleh karin.
*Maafkan aku karin sebenarnya perasaanku tidak tega tapi aku ngga akan menyerah sampai aku bisa mendapatkan hatimu. Entah sejak kapan, kau selalu ada dipikiranku dan aku sendiri selalu merasa senang dan nyaman ketika berada di dekatmu. sampai kapanpun aku akan terus mengejarmu. batin ray
Ricko kemana sih...kenapa belum nongol juga. batin karin*.
"Kak...video itu...apa kakak yang kirim?" tanya karin dengan perasaan ragu.
setelah menganggukkan kepala ray lalu mengeluarkan ponselnya. Ray menunjukkan ke karin dimana dia menyimpan video itu. Tidak lama setelah itu ricko datang menghampiri karin dengan membawa sepatu kets warna biru cerah yang kemarin dia pakai untuk jalan jalan ke pantai bersama ricko.
Disaat ricko yang tiba tiba berjongkok hendak meraih tali sepatu karin, karin dengan cepat menepis tangan ricko.
"Berdiri ricko, jangan mengundang perhatian, aku bukan anak manja...berikan sepatuku..." perintah karin.
Ricko hanya menuruti saja permintaan karin.
Setelah mengganti sepatunya, karin yang melihat ricko masih berdiri disampingnya merasa terusik kembali, apalagi banyak siswi yang mulai memperhatikan ricko karena wajah tampannya itu.
__ADS_1