Nona Muda Karin

Nona Muda Karin
Sedikit terbuka


__ADS_3

Ray yang baru sampai di rumahnya sedikit tersenyum ketika dia melihat sebuah motor sport terparkir di halaman rumahnya. Bergegas ray melangkah masuk ke dalam.


"Stev!!" panggil ray.


"Hallo adikku yang manja" ujar stev yang terlihat baru keluar dari dapur sambil membawa dua piring makanan serta celemek yang masih melekat di tubuh kekarnya.


"Kapan kakak datang? Kenapa tak memberitahuku?" tanya ray yang berjalan lalu duduk di meja makan.


"Hei sejak kapan adikku jadi manis begini? Biasanya setiap aku datang kau selalu mengajakku bertengkar dulu" jawab steve yang mulai melepaskan celemeknya lalu duduk di meja makan.


Ray hanya tertunduk diam dan mulai memakan makanannya tanpa bersuara.


"Ray...apa telah terjadi padamu...kenapa kau terlihat sedikit kacau hari ini? Apa ini semua karena gadis itu?" tanya steve


"Stev sudahlah jangan membahas dia lagi, kau membuat selera makanku hilang" ujar ray yang hendak berdiri tapi dicegah oleh steve


"Kalau ada sesuatu biasanya kau selalu cerita padaku. Kau juga tahu kan aku pulang dari kesatuan karena aku ingin melihat kondisimu. Kau tidak ingin membuat kakakmu ini mati penasarankan" goda stev berharap ray sedikit luluh hatinya.


"Iya kau benar stev ini soal gadis itu dan juga kecelakaan mama..." jawab ray yang kembali duduk disamping steven.


Steven yang terkejut langsung memberondong pertanyaan kepada ray.


"Kecelakaan mama? Maksudmu apa ray?" tanya steven.


"Dia tadi membuat pengakuan padaku kalau dia adalah anak dari pengusaha sialan itu. Dan lebih sialnya lagi, kenapa aku harus jatuh cinta kepada gadis seperti dia!" ucap ray dengan penuh emosi.


Sepertinya aku harus bercerita tentang gadismu itu ray. steven


"Aku juga tidak menyangka ray kenapa mama bisa pergi secepat itu. Sama seperti kau, mama juga sangat berarti bagiku walaupun aku hanyalah anak yang dia pungut dari jalanan. Tapi apa kau juga tahu ray, entah kenapa aku menemukan sosok mama berada dalam diri gadismu itu. Tanpa sengaja aku melihat gadismu berdiri dipinggir jalan membagi bagikan kotak makanan pada gelandangan dan orang miskin di sana. Bukan hanya sekali tapi beberapa kali. Lalu diam diam tanpa sepengetahuanmu, aku menyelidiki dia dan kau tahu apa yang kudapatkan?" ray hanya menggelengkan kepalanya.


"Sebelum aku menceritakan aku mau bertanya sesuatu padamu. Kapan kau baru tahu tentang dirinya?" tanya steven

__ADS_1


"Tadi sewaktu aku mengajaknya keluar, dia menceritakan segalanya padaku".


"Sebenarnya sejak beberapa bulan yang lalu aku mengetahui bahwa dia pernah datang ke kantor ayahnya. Besar kemungkinan dia sudah mengetahui itu sejak beberapa bulan yang lalu" jawab steven.


"Dasar wanita penggoda, seharusnya aku tak boleh tergoda olehmu!" ujar ray dengan emosi.


"Ray dengarkan aku dulu kau jangan terburu buru emosi. Aku menyelidiki tentang kasus kecelakaan itu. Ketika aku datang ke rumah sakit itu, aku mendapati gadismu itu juga sedang menyelidiki kasus kecelakaan itu. Dia membayar orang dalam untuk meminta mencari berkas berkas tentang ibunya. Dari percakapan yang bisa aku dengar, dia sedikit syok dengan berita dari perawat itu yang mengatakan bahwa ibunya mengalami keguguran karena peristiwa itu. Janin dari ibunya waktu itu masih berusia empat bulan. Tapi bertepatan dengan ibunya keluar dari rumah sakit, ibunya tampak menggendong seorang bayi yang sehat dengan penuh kasih sayang. Tapi bayi itu sudah ada di dalam mobilnya. Dia sempat menanyakan kembali perihal kebenaran data itu kepada perawat tersebut dan perawat tersebut mengatakan bahwa riwayat data tersebut benar benar sesuai dengan kenyataan. Kemudian dia bertanya pada perawat itu adakah catatan bahwa orang tuanya sedang mengadopsi seorang bayi pasalnya dia tidak pernah melihat ibunya hamil lagi, setelah kecelakaan itu. Dia hanya fokus membesarkan karin dan adiknya. Perawat itu menjawab tidak. Lalu dia juga penasaran dengan kondisi mama sebelum meninggal. Mama sempat melahirkan seorang bayi laki laki yang sehat tapi entah kenapa tiba tiba dia meninggal dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter bayi itu mengalami gagal jantung sampai akhirnya dia meninggal. Perawat itu sendiri sebenarnya juga merasa aneh karena hasil itu didapat dari tes darah dan semuanya menyatakan bayi yang baru lahir itu normal dan ketika karin meneliti membali copy hasil tes darah itu, dia menemukan ada perbedaan pada golongan darah bayi itu. Dari situ kemudian perawat itu berkesimpulan, apa mungkin bayi ini sengaja ditukar dengan bayi lain? Mendengar pertanyaan itu karin marah dan kepada perawat itu dan mengancam akan membeberkan rahasia kalalaian rumah sakit itu kalau sampai perawat itu tidak bisa menutup rapat mulutnya atas kedatangannya itu. Sebelum keluar dari ruang arsip itu, karin berkata pada dirinya sendiri, dia akan menyewa seseorang untuk terus mencari keberadaan adikmu karena besar kemungkinan adikmu masih hidup ray" jelas steven panjang lebar.


"Apa? jadi bayi adikku sengaja ditukar? Ini pasti perbuatan orang licik itu, memang siapa lagi yang bisa berbuat licik seperti dia!" ucap ray dengan penuh emosi.


"Awalnya aku juga berpikir seperti itu ray, tapi melihat permusuhan mereka berdua, rasanya tak mungkin Suwandi rela membesarkan anak dari musuhnya. Kau ingat kan kalau karin mempunyai seorang adik laki laki setelah pulang dari rumah sakit. Lagi pula bayi itu sudah berada di mobilnya suwandi ketika ibunya karin baru keluar dari rumah sakit. Bisa saja itu kebetulan bayi yang diadopsi oleh suwandi dari tempat lain. Sedangkan papamu orang yang paling suwandi benci karena sudah berkali kali dengan sengaja menyebabkan istrinya keguguran sampai rahimnya terluka dan dokter memvonis ibunya karin supaya tidak hamil lagi, karena itu akan sangat berbahaya bagi nyawa ibu dan bayinya. Dan kecelakaan terakhir itu benar benar membuat ibunya karin syok berat, karena dia mendengar berita bahwa mamamu dan bayinya meninggal serta janinnya sendiri keguguran lagi. Mungkin Suwandi sengaja mengadopsi anak dari luar supaya istrinya tidak terlalu syok" ujar steven.


"Lalu kenapa semua itu bisa kebetulan stev!" kata ray.


"Entahlah ray, maaf aku tidak mau berasumsi sebelum mendapatkan bukti kebenarannya. Satu satunya jalan untuk membuktikan rasa penasaran kita adalah kita harus menunggu sampai adik karin muncul. Baru kita bisa mencari bukti untuk melakukan tes DNA" ujar steven.


"Kau benar stev, lalu jika ada kemungkinan lain kemana aku harus mencari adikku?" tanya ray.


"Entahlah ray...pelakunya benar benar tak meninggalkan jejak. Oh ya menurutku lebih baik kau rahasiakan ini dulu dari papamu. Aku tak tahu lagi bagaimana reaksi papa kalau tahu akan hal ini. Dan masalah gadismu itu, kalau kau sudah bosan, apa boleh aku mengejarnya?" ujar steve kepada ray.


"Hey aku sudah menyelidiki dia. Dia gadis yang baik. Lagipula aku bukan sepertimu yang pendendam, rasanya tak adil kalau kau menumpahkan kekesalanmu padanya" ujar steven yang membuat ray merasa mengingat kembali perkataan aldo sahabatnya itu.


Ray hanya diam tertunduk mendengar penjelasan steven.


"Ray, kenapa kau diam? Apa aku sudah salah bicara?" tanya steven.


"Tidak stev, kau benar aku memang pendendam" ujar ray.


"Apa kau tahu ray, belakangan ini karin suka ke pantai. Dan belakangan aku tahu bahwa dia sudah mengakuisisi sebuah hotel di dekat pantai yang hampir bangkrut lalu mengubahnya menjadi hotel yang sangat unik serta juga mengganti chefnya disana dengan temannya dan hasilnya hotel itu sekarang kembali ramai dan makanan disana terkenal enak. Sepertinya jiwa bisnisnya benar benar menurun dari ayahnya", ujar steven.


"Benarkah...Kau tidak bohong padaku?"

__ADS_1


"Bukankah kau tahu, aku bukan seperti teman temanku yang rata rata mata keranjang. Jadi untuk apa aku berbohong padamu? Kau ini lebih senior darinya tapi karin sudah selangkah lebih maju darimu. Sedangkan kau masih baru memulai segalanya. Jadi katakan padaku, kalau kau sudah bosan, aku akan mengejarnya" ujar steven lagi.


"Cukup stev! kau mau kuhajar! Jangan kau pikir aku takut padamu. Karin itu cinta pertamaku, mana mungkin aku segampang itu melupakannya. Atau kau mau membuatku mati karena cemburu pada orang jelek sepertimu!" ujar ray yang akhirnya memutuskan pergi ke kamarnya karena malas berdebat lagi dengan steven.


Aku tahu kau sangat mencintainya ray, melebihi rasa dendammu kepada keluarganya karin. Semoga cinta kalian berujung bahagia. Tak seperti kedua orang tua kalian. steven


Kau benar stev, karin sudah selangkah lebih maju dariku tapi aku tak akan menyerah semudah itu. Sepertinya tasya benar, hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan. aku harus belajar melupakan dendamku. Dendam hanya menimbulkan masalah baru bagiku. Semoga kau tenang disana teman kecilku. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi orang yang layak bagimu karin. Ray


"Ray...kau ada di dalam?" tanya steven dari balik pintu.


Ray yang baru memejamkan matanya pun kembali membuka matanya. Dengan langkah malas ray membuka pintu kamarnya.


"Stev aku baru tidur kau menggangguku saja" ujar ray yang kesal.


"Baiklah kalau begitu aku kembali saja ke asramaku, aku tidak akan mengganggumu lagi" ujar steven yang hendak pergi tapi segera dicegah oleh ray.


"Stev bukan itu maksudku, kau ini seperti wanita yang sedang haid saja, mudah tersinggung" ujar ray.


"Oh ya...sejak kapan kau pandai soal wanita? Apa papa yang mengajarimu? Atau jangan jangan kau sudah bukan perjaka lagi" goda steven.


"Iih...amit amit dah" ujar ray sambil begidik geli.


"oh ya aku harus kembali ke asrama, bosku memanggilku" ujar steven.


"Tapi kan kau baru datang, kupikir kau benar benar akan meluangkan waktu untukku" ujar ray


"Untuk apa aku meluangkan waktu untuk orang yang sedang patah hati. Duniaku terlalu singkat untuk ikut bersedih denganmu" balas steven setelah itu dia hendak berjalan pergi.


"Kakak ayolah...tiga tahun ini aku sendirian terus di rumah ini. Setiap hari sabtu minggu papa pasti akan sibuk diluar kota dan kau hanya sesekali datang kemari itu pun hanya sebentar. Kapan kau punya waktu untukku, aku ingin jalan jalan denganmu" ucap ray memohon.


"Maafkan kakak ray, ini masalah tugas negara. Aku tak bisa menolak perintah atasanku, tapi sepertinya aku masih punya waktu untuk main game sampai beberapa jam kedepan. Kau mau aku ajari trik baru?" tanya steven kepada ray.

__ADS_1


"Mau dong....ayok tunggu apa lagi" ujar ray yang mempersilahkan steven masuk ke dalam kamarnya lalu mulai membuka permainan game konsolnya. Akhirnya mereka berdua larut dalam bermain game untuk beberapa saat.


Sedangkan karin yang tak mau terus larut dalam kesedihan akhirnya memutuskan untuk pergi ke hotelnya bersama jio, seorang pengawal yang ditugaskan reno untuk menjaganya ketika reno masih sibuk dengan urusan kantor. Karin memutuskan untuk menginap saja di hotelnya sambil menikmati matahari terbit besok pagi.


__ADS_2