
Pulang sekolah, ray sudah berdiri menunggu karin di depan mobilnya. Setelah karin datang mobil ray segera melaju pergi meninggalkan sekolah. Tidak ada pembicaraan di dalam mobil hanya ada beberapa kata aldo yang masih terngiang ngiang di telinganya.
Flash back on
Setelah kepergian karin dari hadapannya ray bergegas menemui aldo sahabatnya. Ray hendak mencari solusi dari permasalahan yang dia hadapi bersama karin. Tapi entah kebetulan atau tidak ray melihat aldo sedang duduk berdua bersama raisya. Belakangan ini aldo memang mulai memiliki rasa kepada raisya. Karena itulah aldo memutuskan untuk mengejar cinta raisya.
Ray yang awalnya ragu ragu akhirnya dia mendekati aldo dan raisya.
"Sya...lo bisa cerita ngga sama gue, karin tuh sebenarnya siapa sih?" tanya ray kepada raisya.
"Kok lo tiba tiba nanya gitu ke gue, kenapa lo ngga nanya aja sama dia" jawab raisya.
"Kalo gue bisa dapat jawabannya dari dia, gue nggak bakal nanya sama lo sya!" tanya ray yang mulai kesal.
"Sabar bro...ada apaan sih?" tanya aldo
"Raisya, lo teman masa kecilnya dia kan? Masa lo ngga tahu siapa dia? Bagaimana keluarga dia? Apa pekerjaan ayahnya" tanya ray lagi mengabaikan pertanyaan aldo tadi.
"Sebenarnya gue ngga ngerti kenapa lo tiba tiba nanya kayak gini ray. Tapi oke deh gue jawab. Setahuku ray, ayahnya tuh pemilik perkebunan terluas di desa kami. Ayahnya juga mempunyai beberapa bisnis lain di luar kota. Itulah kenapa akhirnya ayah karin menunjuk karin sebagai asisten cantik ayahnya. Dia sering menggantikan posisi ayahnya di perkebunan kalau ayahnya sedang mengurus bisnisnya di luar kota dalam jangka waktu yang lama. Aku tak tahu apa bisnis ayahnya di luar kota. Karin sendiri juga ngga pernah cerita kepadaku dan alexa dan tiap kali aku tanya, dia selalu menjawab tak tahu. Sampai ketika kami tiba disini sebenarnya kami bertiga sangat terkejut dengan perubahan drastis kehidupan kami dari yang sangat sederhana di desa menjadi sangat wah disini. Beberapa kali aku menggoda karin dengan mengatakan ayahmu sangat keren karin. Karena sejujurnya aku sendiri juga penasaran sebenarnya sekaya apa keluarganya dan seberapa besar bisnis ayahnya sampai bisa memberikan kehidupan mewah walaupun karin sendiri kadang kurang setuju dengan perlakuan ayahnya kepadanya. Setahuku karin bukan orang yang suka dengan barang barang mewah dan kehidupan mewah seperti ini. Dia orang yang sederhana ray. Maaf hanya itu yang bisa aku jelaskan padamu ray" jelas raisya.
"Lalu apa hubungan kalian dengan reno?" tanya ray.
"Reno?" raisya sempat bingung dengan pertanyaan ray.
Darimana ray tahu soal reno? Apa dia mengenal reno? raisya
Ray mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto reno kepada raisya.
"Apa hubungan orang ini dengan karin, sya?" tanya ray.
Raisya yang sempat terkejut dengan foto yang ditunjukkan ray adalah reno yang dia kenal.
"Reno itu tetangga kami di apartemen savana. Dia temannya ricko. Belakangan ini ricko tak bisa mengantar jemput karin karena ada tugas dari ayahnya karin. Ricko lalu meminta reno untuk menggantikannya sementara waktu untuk menjaga serta mengantar jemput kami bertiga" jawab raisya.
Aldo yang tak paham kenapa ray menginterogasi raisya sampai seperti itu akhirnya ikut angkat bicara.
"Hei bro...apa yang terjadi? Apa kau ada masalah dengan karin.
"Do...gue mau bicara sama lo" ucap ray
Raisya yang paham dengan maksud ray langsung berdiri.
"Gue mau bantu mira dulu ya...." pamit raisya kepada aldo.
"Jangan lupa bilang ke mira, ntar kita pulang bareng" ucap aldo.
raisya hanya mengangguk lalu dia pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Ray duduk di sebelah aldo sambil mengacak ngacak rambutnya sendiri. Aldo merasa aneh dengan tingkah sahabatnya itu.
"hei, What's up bro....kenapa lo kelihatan kacau banget sih?" tanya aldo.
"Gimana ngga kacau do, masak iya cewek yang gue sukai ada hubungannya dengan masa lalu gue" jawab ray yang kembali mengacak ngacak rambutnya sendiri.
"Maksud lo masa lalu?" tanya aldo dengan tatapan meminta penjelasan kepada ray.
"Lo tahu kan reno tuh tadi datang kesini. Gue pernah cerita ke lo kan siapa reno. Tangan kanan orang yang sudah menyebabkan kecelakaan sampe mama gue meninggal. Gue tadi lihat karin begitu akrab sama dia. Bahkan raisya juga cerita kalau reno beberapa kali mengantar jemput karin. Ngga mungkin orang sepenting dia langsung turun tangan sendiri kalo bukan orang penting juga yang dia hadapi. Dan gue masih ingat pengusaha licik itu punya seorang anak gadis yang dulu sempat membuat gue hampir tertipu karena perkataan manisnya. Aaahhk!Kenapa masa lalu gue harus kembali muncul disaat gue pingin bahagia dengan seseorang?" ujar ray yang menahan rasa kesalnya.
"Jadi maksud lo karin itu...anak pengusaha terkenal itu? Tunggu ray lo pasti salah sangka deh...tapi tapi terlepas dari itu semua ingat ray kejadian ini terjadi sewaktu lo masih kecil kan? Kalo ngga salah waktu itu umur lo masih tujuh tahun kan? berarti umur karin waktu itu sekitar lima tahun? Lo ngga boleh gegabah dalam ngambil tindakan ray. Gue ngga mau lo nyesel karena keputusan lo" ray hanya diam dengan sedikit mengangguk saja dengan perkataan aldo."Apa karin tahu akan hal ini? Apa dia ngga pernah cerita ke lo tentang dirinya?" tanya aldo lagi
"Gue ngga tahu apakah dia sudah tahu tentang ini semua atau dia sengaja menyembunyikan ini semua dariku. Gue janji nanti pulang sekolah akan ngajak dia pergi ke suatu tempat dan dia juga berjanji akan menceritakan semuanya kepada gue" jawab ray dengan tatapan kosongnya.
"Satu hal yang harus lo pikirin ray...waktu kejadian itu lo berdua masih kecil. Lo berdua pasti belum terlalu paham tentang permasalahan yang terjadi diantara kedua orang tua kalian. Bagiku rasanya ngga adil kalo lo limpahin semua kesalahan kejadian ini kepada karin. Dia juga sama sama korban keadaan ray. Dan setahu gue, karin tuh anak yang baik juga murah hati. Lo percaya deh sama gue" ucap aldo.
"Entahlah do...kita lihat aja nanti" ucap ray sambil berdiri dan mengeratkan kepalan tangannya. Lalu dia pergi meninggalkan aldo sendiri.
"Semoga aja lo bisa berpikir jernih ray...." gumam aldo.
flasback off
ketika mobil ray telah sampai ray hanya diam menatap kosong ke depan. Sedangkan karin yang duduk disebelahnya hanya diam sambil menatap ray.
*Apa yang sedang dia pikirkan. Apa kecelakaan itu benar benar menjadi peristiwa menyakitkan baginya? Apa dia belum bisa menerima kenyataan pahit hidupnya? karin
Bagaimana kalau apa yang kupikirkan itu benar. Apa aku akan menjadikannya pelampiasan balas dendamku? Berpikirlah realistis ray, apa yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi. Tapi kehilangan seorang ibu juga sangat menyakitkan bagiku*. ray
Karin berjalan hingga ke ujung danau diikuti ray yang terus berjalan di belakangnya tanpa sepatah katapun. Dan ketika sampai ujung karin yang sedang mengambil sesuatu dari tasnya sempat terkejut ketika ray tiba tiba memeluknya dengan erat dari belakang.
deg
deg
deg
Detak jantung karin berpacu dengan cepat begitu juga detak jantung ray. Apalagi pipi hangat ray yang menempel tepat di telinga karin membuat seakan jantung ingin meloncat dari tempatnya.
"Katakan bahwa semua pikiranku itu salah karin. Aku tak ingin kehilangan kebahagiaan ini" ucap ray
Perlahan karin melepaskan tangan ray, kemudian dia melepaskan kalung liontin sebelumnya dia pakai di lehernya. Lalu dia berikan kepada ray.
"Bukalah ray dan itulah kenyataan yang terjadi. Setelah kecelakaan itu, ayahku membawa kami semua pergi menjauh dari kota jakarta. Waktu itu aku masih kecil dan tak tahu apa alasan ayah membawa kami semua ke tempat itu. Setahuku itu adalah tempat terpencil yang minim fasilitas. Hidup kami sangat sederhana jauh dari kehidupan mewah kami disini. Hingga ada sebuah pameran pendidikan yang membuat aku, alexa dan raisya datang kemari. Bahkan ayahku yang awalnya menentangku akhirnya mendukung dan memberikanku fasilitas yang membuatku curiga dan diam diam aku menyelidikinya sendiri dan ketika aku mengetahui kenyataan ini, aku marah pada ayahku. Mengapa dengan sengaja dia menyembunyikan identitasku disini. Dia dekat tapi aku merasa sangat jauh dengannya. Belakangan ini aku mengetahuinya bahwa dia hanya tak ingin banyak orang tahu tentang diriku untuk menjaga keamananku. Maaf kan aku ray, aku baru berani berbicara padamu. Aku takut kau salah paham dan pergi menjauh dariku" ucap karin dengan mata berkaca kaca.
Tapi ray yang geram menggenggam erat liontin itu.
"Kau pasti bohong padaku kan karin. Kau melakukan ini justru karena kau ingin menghindariku kan karin! Dari sejak awal kau tak pernah percaya padaku dan kau hanya ingin bermain main denganku kan karin!!" ujar ray dengan penuh amarah lalu melempar liontin itu ke tengah danau.
__ADS_1
"Aku tak pernah bermain main denganmu ray" karin mengeluarkan sebuah foto dari dompetnya dan ponsel lamanya lalu menyodorkan kepada ray. "Di ponselku ada foto foto masa kecilku sampai aku dewasa"
bayangan ray bersama karin di ruang uks serta beberapa bayangan lainnya bersama karin langsung terlintas di pikiran ray.
"Jadi benar kau adalah gadis kecil yang menemuiku waktu itu?" tanya ray dengan pandangan tak percaya.
"Ray...aku tak bermaksud membohongimu aku..." Karin tak dapat melanjurkan kata katanya setelah ray membanting ponsel lamanya di dekat kakinya dan ray berteriak memarahi karin.
"Tapi kau sudah membohongiku karin!! Apa kau tahu betapa menyiksanya hidup sendiri tanpa seorang ibu!! Dan itu semua terjadi karena ibumu!! Kau penipu perasaan sama seperti ibumu karin!!"
Karin tak percaya ray begitu marah padanya. Kata kata kasar dan menyakitkan terlontar dari mulut kekasihnya. Wajahnya memerah menahan tangis. Bahkan perlakuan seperti itu tak pernah dia dapatkan walaupun ayahnya marah sekalipun ayahnya tak pernah memarahinya seperti itu.
Dengan perlahan karin berjongkok meraih ponselnya yang sudah hancur itu lalu menyimpannya kembali ke dalam tasnya. Air matanya tak berhenti menetes, melihat perlakuan orang terkasihnya tadi.
"Aaaaakkh!!!" teriak ray sambil mengacak acak rambutnya sendiri lalu berlutut di tepi danau itu.
Perlahan karin melangkah pergi meninggalkan ray seorang diri yang masih diliputi amarahnya. Ray yang tak menyadari kepergian karin tetap berlutut sambil menundukkan kepala hingga beberapa saat mengenang kejadian kecelakaan di masa kecilnya itu yang terkadang masih mengganggu di tidur malamnya. Ketika kesadarannya ray kembali, ray mendapati karin sudah pergi dari hadapannya. Ray mencari cari keberadaan karin di sekitar tempat itu tapi Dia tak menemukannya
Sementara itu Karin berjalan seorang diri di trotoar dengan tatapan kosongnya. Beruntung reno yang bisa melacak keberadaan karin segera menemukan diri karin. Dengan cepat reno membawa motornya menghampiri karin.
"Karin!! apa yang terjadi? Bukankah tadi kau pergi dengan ray? Kenapa kau berjalan seorang diri?" tanya reno yang tak percaya menemukan karin dalam keadaan kacau.
"Reno...hiks hiks bawa aku pergi dari sini hiks hiks" pinta karin sambil menangis.
"Cepat naik ke motor" ucap reno sambil menarik karin menuju motornya kemudian segera pergi membawa ke tempat yang karin minta.
Sementara itu ray yang tidak menemukan keberadaan karin ingin menghubunginya tapi dia urungkan.
Untuk apa aku menghubungi penipu itu. Penipu seperti dia mungkin sekarang sedang bersenang senang dengan para pengawalnya merayakan keberhasilannya.
Dengan langkah geram ray kembali ke mobilnya serta dengan segera membawa pergi mobilnya menuju tempat dimana dulu dia sering menumpahkan keluh kesahnya. Diatas makam yang masih terawat kebersihannya dia menaburkan bunga dan sedikit menumpahkan keluh kesahnya. Makam mamanya dan juga adiknya yang meninggal secara bersamaan akibat kecelakaan itu.
Ma...beberapa hari kemarin ray bahagia karena ray merasa sudah menemukan sosok pengganti mama. Dia baik, cantik dan juga pengertian tapi ngga nyangka ma, dia menipu perasaan ray ma. Dia anak orang sudah yang menyebabkan mama meninggal. Ma...ray kangen sama mama hiks....hiks....hiks...
Setelah berkeluh kesah, ray kembali menuju mobilnya. Bulir matanya kembali mengalir mengingat kepergian mamanya dan juga adiknya yang kala itu masih dalam kandungan. Setelah berdiam diri sejenak akhirnya ray memacu mobilnya kembali ke rumahnya.
Sementara itu karin yang baru sampai di dalam apartemennya duduk menatap sedih ponsel lamanya yang hancur karena amarah ray. Sebenarnya bukan ponselnya yang membuat sedih tapi hatinya yang sakit mengingat perkataan ray tadi. Reno yang memperhatikan itu lantas duduk disamping karin.
"Apa ponsel itu sangat berarti bagimu? Kau mau aku membetulkan ponsel itu?" tanya reno.
"Di dalam ponsel ini ada foto foto kenangan masa masa kecilku. Apa kau bisa memperbaikinya reno. Tolong perbaikilah ponselku" pinta karin dengan perasaan sedih.
Reno memasukkan serpihan ponsel yang sudah hancur itu ke dalam sebuah kantong.
"Aku akan membawanya ke temanku, semoga saja masih bisa diperbaiki. Kau mau aku buatkan sesuatu?" ucap reno.
"Tidak....aku hanya mau diam dikamarku....tolong jangan ganggu aku" ucap karin dengan sedih lalu dengan langkah perlahan dia mulai menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Hmm...Jadi begitu rasanya patah hati. Kasihan kau karin, cinta pertamamu harus berakhir karena hubungan rumit masa lalu orang tuamu. Semoga saja kau tidak semakin trauma dekat dengan laki laki" gumam reno seorang diri.
Tidak lama kemudian reno kembali menuju parkiran. Setelah menyuruh seseorang untuk berjaga kalau karin butuh sesuatu, reno kembali ke kantor menyelesaikan pekerjaannya.