
Sambil tertatih tatih alexa terus memapah karin memasuki lorong sekolah sebelum sampai gerbang depan. Ketika mereka masuk lorong sekolah tiba tiba ponsel alexa yang ada disaku celana alexa berbunyi.
"Hallo ricko, kaki karin terkilir" jawab alexa.
Mendengar itu karin langsung merebut ponsel alexa dan dengan cepat langsung meralat kata kata alexa.
"Aku baik baik aja" ucap karin dengan cepat.
"kaki terkilir masih kau bilang baik baik aja..." balas ricko yang tak mengerti.
"Sudah kubilang aku masih baik baik saja!!" balas karin dengan suara mulai meninggi.
"Lex mulai sekarang aku mohon...kalo lo mau ngomong sama ricko tolong perhatikan juga situasi dan kondisi. masalahnya kau tau kan ricko itu suka lebay sama aku" jelas karin kepada alexa.
"maksud lo apaan sih rin...gue ngga ngerti deh. Emang ricko kenapa?" tanya alexa lagi.
Belum sempat karin menjawab, mereka berdua langsung terdiam melihat ricko sedang mendekat dengan langkah cepatnya.
"Kau baik baik saja?...aku akan menggendongmu" ujar ricko sambil menarik lengan bajunya dan karin langsung mencegah tangan ricko yang akan menyentuh kakinya
"Ricko stop...aku masih bisa jalan. Aku ngga mau jadi pusat perhatian" ujar karin dengan cepat.
"Sudahlah karin, kau jangan memaksakan diri" ujar ricko sambil berusaha kembali menggendong karin tapi lagi lagi karin menghempaskan tangannya..
"Ricko stop! Ngga usah lebay! ujar karin dengan suara yang mulai meninggi.
melihat temannya sudah mulai akan bertengkar, dengan cepat alexa langsung menengahi.
"Maksud karin, kau bisa kasih punggungmu biar karin bisa kau gendong dari belakang" ujar alexa yang seketika membuat karin langsung membulatkan mata karena sangat terkejut.
"Karin aku mohon sekali iniiii aja kamu nurut aku ya. Kalo kita ngga segera bawa kau pergi, kakimu bisa semakin bengkak" ujar alexa yang berusaha menjelaskan kepada karin.
Karin yang awalnya diam akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginan mereka berdua. Sementara itu ricko langsung jongkok agar memudahkan karin menaiki punggungnya lalu menggendong karin menuju mobilnya.
Dari balik tembok terlihat ray sedang mengepalkan tangannya lalu menghempaskan ke dinding ketika melihat karin digendong oleh ricko. Entah kenapa hatinya merasa sakit melihat karin bersedia digendong ricko padahal tadi karin dengan tegas menolak bantuan darinya. Sedangkan dua sahabatnya yang sejak awal mengikuti ray dibelakangnya hanya bisa keheranan melihat sikap ray.
Tadi setelah ray berkata sarkas kepada jenifer, ray langsung pergi menyusul karin. Dan langkahnya langsung terhenti di balik tembok ketika melihat karin dan alexa sedang berdebat kecil sampai ricko datang lalu membawa pergi karin dari situ. Ray bisa dengan jelas mendengar semua perkataan mereka.
Setelah ray pergi dari lorong itu, ray bergegas mengambil semua barang barangnya lalu segera pergi menuju mobilnya. dia lantas memacu mobilnya dengan cepat meninggalkan sekolah itu.
Aldo dan rayhan yang sejak awal memperhatikan ray hanya keheranan tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Pasalnya ray tak pernah bersikap seemosional itu. Ray yang terkenal selalu cuek dan tidak perduli dengan semua wanita sekarang berubah emosional setelah mengenal karin.
"Do...lo tadi perhatiin kan sikap ray. Ngga biasanya dia perduli ama cewek" ujar rayhan.
"Udahlah han...gue mau cepet selesaiin ini trus pulang. Gue juga udah muak sama jenifer" ujar aldo yang juga bergegas kembali ke tempat latihan.
Sementara itu jenifer yang sangat kesal karena ucapan ray dan teman temannya itu menumpahkan kekesalannya di ruang ganti. Dia berkata kata dengan lantang bahwa dia akan bertekad untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada karin yang sudah membuatnya seperti ini. Sedangkan angel yang berada disitu bukannya berusaha mencegah niat buruk jenifer tapi malah sangat mendukung keputusan jenifer. Dia juga berniat akan membantu jenifer karena sejujurnya dia juga iri melihat perhatian ray kepada karin tadi.
Ricko mengantar karin menuju klinik terdekat agar karin segera memperoleh penanganan medis. Sementara ricko menunggu di ruang tunggu, Alexa dengan sabar selalu mendampingi karin ketika dokter memeriksanya. Setelah pemeriksaan selesai merekapun pulang kembali ke apartemen mereka.
__ADS_1
Reno tak sengaja berpapasan dengan mereka bertiga di basement tepatnya di depan lift,lalu dia langsung menghampiri mereka bertiga.
"Lho ricko...lo kenapa gendong karin?" tanya reno.
"Kaki karin terkilir..." jawab ricko singkat.
"ooh...udah dibawa ke dokter?" tanya reno lagi.
"Udah tadi...oh ya kak...ntar sore kita libur latihan dulu ya...kaki karin masih sakit belum bisa buat latihan" pinta alexa kepada reno.
"Okey...kalo karin bisa libur tapi untuk lo, lo ngak kenapa kenapa kan lex?" ucap reno kepada alexa.
"Iya sih kak, tapi karin kan..."
belum selesai alexa berbicara reno dengan cepat berkata,"karin udah gedhe, dia bisa jaga diri dia sendiri. lagipula dia ngga kemana mana kan...cuma di apartemen aja. jadi lo ngga ada alasan untuk nanti bolos latihan"
Alexa akhirnya hanya bisa pasrah menuruti kata kata reno.
"Baiklah kak...eee...kita keatas dulu yah" ujar alexa. kemudian mereka bertiga masuk ke dalam lift.
Beberapa menit kemudian....ayah karin yang baru sampai di apartemen karin langsung turun dengan cepat dan setengah berlari menuju lift. Hari ini memang ayah karin sudah berjanji kepada karin akan datang mengunjungi karin. Tapi di luar dugaan ayahnya karin, dia juga mendapat kabar dari ricko kalau dia sedang berada di rumah sakit untuk memeriksakan kaki karin yang tadi terkilir karena latihan basket. Hubungan karin dan ayahnya memang sangat dekat. Bahkan rasa sayang ayah karin kepada putrinya melebihi rasa sayangnya kepada istrinya. Karena itulah ayahnya langsung panik ketika mendengar kabar dari ricko kalau kaki putrinya terkilir.
Setelah sampai di dalam kamar apartemen...pandangan ayah karin tertuju pada ricko yang masih menggendong karin dipunggungnya serta hendak ke naik atas menuju kamar karin diikuti alexa.
"Karin putriku...kau baik baik saja nak?!" ucap ayahnya setengah berteriak karena ayahnya di bawah sedangkan ricko baru sampai menaiki tiga anak tangga.
"Ayah....ricko tolong bawa aku ke sofa" perintah karin kepada ricko.
Karin yang paham dia tidak akan bisa membantah perkataan ayahnya hanya bisa patuh dan diam saja ketika ricko kembali membawanya menuju kamarnya. sementara ayahnya sebelum pergi sempat memerintahkan bi ani untuk membawakan minum ke atas.
Setelah ricko merebahkan karin di atas ranjang empuknya, ayahnya langsung menghampirinya lalu memeriksa kening anaknya.
"Anakku kau baik baik saja kan....kau jangan buat ayah jantungan. Kalau kau sampai terluka sedikit saja dan bundamu tahu, bundamu tak akan pernah memaafkan ayah" ucap ayahnya dengan cepat dan tampak sekali kekhawatiran di wajahnya.
"Ayah sudahlah....kaki terkilir tidak akan membuatku cepat mati"jawab karin dengan asal.
Mendapat jawaban anaknya yang asal seperti itu, ayahnya otomotis langsung menjitak kepala anaknya.
"Aduh ayah sakit! emangnya ayah ngga kasihan apa ngelihat karin kayak gini!" ujar karin yang merajuk.
"Itu balasan ayah untuk anak nakal. Berani ngomong yang tidak tidak lagi, ayah hukum kamu" jawab ayahnya tegas.
Sementara itu ricko dan alexa yang masih disitu juga bi ani yang baru datang hanya bisa tersenyum melihat pertengkaran kecil mereka. Kemudian bi ani segera menyodorkan minuman kepada mereka berdua.
"Makasih bi..." ujar karin'yang hanya disambut dengan senyuman dan anggukan kepala bi ani. Setelah itu bi ani pergi keluar kamar bersama ricko dan alexa.
"Karin...sekarang ceritakan kepada ayah, bagaimana kakimu bisa sampai terkilir" ujar ayahnya.
"karin ngga mau ayah...karin males ngomongin itu" jawab karin. Tampak terlihat kelas wajah kesal karin disitu. sementara ayahnya yang sudah paham dengan kekesalan anaknya hanya bisa menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Tumben kamu ngga mau cerita sama ayah" ujar ayahnya.
"karena karin tahu ayah itu sama lebaynya kayak ricko" jawab karin.
"Dasar anak keras kepala" gerutu ayahnya.
"Ayah....ayah kenapa baru datang...karin kangen...ayah ngga kasihan apa ngelihat karin sendiri disini" ujar karin dengan manjanya.
"Memangnya ayah ini seperti kau yang tidak punya kerjaan...Ayah ini sibuk sayang...apalagi kamu sudah berhenti menjadi menjadi asisten cantik ayah. Jadi semuanya ayah lakukan sendiri sekarang. Seharusnya kamu dong yang kasihan sama ayah" jawabnya ayahnya.
"Kan masih ada bunda ayah...bunda juga bisa bantu bantu kok...oh ya ayah kesini pasti karena ada kerjaan juga kan...pasti lama kan...sebulan atau dua bulan ?" tanya karin dengan antusias.
"Hanya satu hari...hari ini saja" sahut ayahnya cepat. Seketika wajah karin langsung terlihat kesal.
"Apa! Kenapa cuma satu hari!! Apa ayah ngga tahu karin itu kangen sama ayah!! Ayah ngga adil!! Bunda terus yang diperhatiin!! Karin gak pernah!! ujar karin yang tak henti hentinya berkata lantang kepada ayahnya sampai sampai ayahnya langsung menutup salah satu telinganya.
"Udah selesai marahnya sayang" tanya ayahnya yang tahu bahwa anaknya tidak benar benar marah tapi hanya merajuk kepadanya. Lalu dia beralih posisi memeluk anaknya yang sedang bersandar di ranjangnya.
"Ayah tahu nak kamu kangen sama ayah...kamu kangen kita bisa kumpul seperti keluarga utuh. Bersabarlah...beri ayah waktu. Cepat atau lambat ayah pasti akan mewujudkan keinginanmu...."
"Apa ayah janji..." ucap karin.
"Tentu saja sayangku, Sekarang istirahatlah...kau pasti lelahkan? Ayah akan tetap disini sampai kau tertidur"
Tanpa diperintah dua kali karin langsung memejamkan matanya. Dia dapat merasakan belaian lembut dari ayahnya yang sedang mengelus elus kepala dan rambutnya. Tidak berapa lama kemudian karin pun benar benar terlelap dalam mimpinya.
Melihat putrinya sudah tertidur pulas, Suwandi segera bangkit lalu berjalan keluar kamar meninggalkan putrinya yang sudah tertidur pulas. Dia lantas turun menuju ruang keluarga dimana disitu sudah ada reno, ricko, ani, darmi dan juga alexa. Sementara raisya sedang keluar jalan jalan bersama salah satu teman sekelasnya.
"Kenapa ini bisa terjadi...apa karin sering mendapat perlakuan seperti ini disekolah?" tanya suwandi.
"Tidak tuan...maaf....akan saya pastikan kalo ini adalah yang terakhir" jawab ricko.
"Maafkan saya juga tuan, sebagai orang terdekatnya, saya tidak bisa menjaga karin dengan baik" ujar alexa.
"Alexa tolong ceritakan kepadaku, bagaimana karin bisa sampai seperti ini" tanya Suwandi dengan tegas.
Kemudian alexa mulai menceritakan secara detail tentang pertandingan tadi dan juga semua kecurangan jenifer sejak awal pertandingan sampai kaki karin terkilir.
"Cukup alexa, aku sudah paham. Aku hanya minta mulai sekarang kau harus awasi karin. Aku khawatir gadis itu masih menyimpan dendam pada karin. Pastikan jangan sampai gadis itu membully karin lagi" perintah suwandi.
"Baik tuan", jawab alexa.
"Dan kau Ricko...kau harus lebih bersabar menghadapi putriku.
"Baik tuan" jawab Ricko.
"Kalau ada hal yang mencurigakan segera lapor kepadaku. Jangan sampai kalian lengah...aku tidak akan mengampuni kalian kalau sampai terjadi sesuatu kepada putriku" ujar suwandi dengan tegas.
"Baik tuan..." ujar mereka semua bersamaan.
__ADS_1
"Ayo Reno..kita masih banyak pekerjaan" ujar Suwandi.
mereka berdua pun akhirnya keluar apartemen.