
Setelah mengamankan ray dari angel dan juga setelah kepergian ray, Aldo memutuskan untuk berjalan menuju mobilnya sendiri. sementara raisya yang sejak tadi celingukan sana sini, langsung tersenyum senang ketika mendapati sosok orang yang dicarinya.
"Kak Aldo!" panggil raisya.
Aldo yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti lalu membalikkan badan.
Eh...Itu kan cewek sahabatnya karin, mau apa tuh cewek nyariin gue. batin aldo.
"Iya ada apa..." jawab aldo sambil menunjukkan wajah datar tak bersahabatnya.
Nih cowok garang amat mukanya, kayak lo paling cakep sedunia aja deh. Lagian siapa juga yang mau godain lo. batin raisya
"Kak aldo...aku bisa minta tolong ngga" tanya raisya.
"Tolong apaan..." sahut aldo dengan cepat.
Raisya kemudian mengambil sebuah flasdisk kecil dari sakunya lalu menyodorkannya pada aldo.
"Kak tolong kasihkan ini ke kak Mira ya...tapi tolong pastiin kak mira baca ya...ini beneran karya orisinil gue" pinta raisya.
Aldo lantas menyimpan flashdisk dia dikantongnya lalu membalikkan badan hendak pergi tapi dia teringat sesuatu lalu membalikkan badan ke arah raisya lagi yang masih mematung memandang dirinya.
"Eee sya...nama lo raisya kan?" tanya aldo.
"Iya kak...tolong diinget ya nama gue trus jangan lupa sampein ke Kak Mira ya kalo (sambil menunjuk sakunya aldo) itu dari raisya anak kelas IX D" ujar raisya yang bermaksud menegaskan agar aldo tak lupa.
Tapi sebaliknya dengan aldo, dia malah ngerasa sikap raisya udah mulai berlebihan.
"Iya...iya...cerewet amat sih...emang gue udah jadi kakek kakek pikun!" balas aldo.
"Emang yang bilang kak aldo kakek pikun siapa...orang gue cuma mastiin aja kok kalo kak aldo bakal sampein ke kak Mira" balas raisya yang mulai kesal karena niat baiknya yak disambut baik oleh aldo.
"Jadi lo marah nih sama gue kalo gitu lo sampein sendiri deh sama Mira" ujar aldo yang tak mau kalah sambil kembali menyodorkan flashdisk itu ke raisya.
Melihat sikap aldo yang seperti itu, raisya langsung mulai berpikir cepat bagaimana caranya meyakinkan aldo. Lalu dia tersenyum sambil pura pura menggoda aldo. Lalu dia meraih tangan aldo yang memegang flasdisk dan mengelus tangannya aldo perlahan serta berkata manis kepada aldo.
"Kak aldo jangan marah dong...please bantu gue ya...ya...ya...ntar gue bakal bales kebaikan kak aldo deh...gue bakal lakuin apapun buat kak aldo"rayu raisya sambil mengedipkan salah satu matanya.
Cih...gue terpaksa harus ngerayu cowok menyebalkan ini. batin raisya
Setelah aldo berpikir sejenak,
__ADS_1
Akhirnya gayung bersambut, gue bisa manfaatin dia ntar. batin aldo
"Janji..."tanya aldo sambil tersenyum penuh arti.
"Iya kak janji..."jawab raisya dengan senyum terpaksa.
"Okey....cepat atau lambat gue bakal tagih janji lo. Awas kalo lo ingkar janji..."Ancam aldo sebelum dia benar benar pergi meninggalkan raisya.
Terlihat raisya langsung tersenyum lega tapi disisi lain dia ada ketakutan.
gimana kalo kak aldo minta yang macem macem sama gue...enggak gue gak boleh berpikir negatif..tapi kan genk tuh cowok terkenal playboy semua...aaakh udahlah lebih baik gue susul karin sekarang. batin raisya.
Beberapa hari kemudian tepatnya hari sabtu, kembali para siswa hanya disibukkan dengan kegiatan ekskul mereka saja. Begitu juga dengan alexa, kali ini dia sudah tidak pernah datang terlambat latihan lagi karena alexa sudah memutuskan keluar dari ekskul basket.
Bima yang melihat alexa sudah ada di tempat latihan, lantas malah terpikir sesuatu di benaknya.
Hmm...gue bisa manfaatin nih cewek buat comblangin ray sama karin. Secara dia kan sahabatnya karin. Gue harus cari cara yang tepat supaya dia nggak curiga kalo ngga...bisa bisa gue yang ****** karena jadi sasaran dia. batin bima
"Lex..!" panggil bima
"Iya kak..."
"Lo bisa bantuin gue latihan kan?" pinta bima.
"Ya iyalah...emang sejak tadi gue itu lagi ngomong sama siapa! Sama lo kan..."jawab bima.
"Iya sih...tapi kan gue ini juniornya kakak...kenapa kak bima gak minta kakak kakak senior lainnya buat bantu kak bima secara...mereka kan lebih berpengalaman" jawab alexa
"Tapi masalahnya gue itu maunya sama lo karena gue masih penasaran sama cewek yang kemarin pernah ngejar copet di sebuah mall"
deg
pikiran alexa langsung melayang membayangkan kejadian kemarin.
"Gimana ceritanya sampai lo ngejar tuh copet" tanya bima santai.
"Ehmm....itu...ya...gitu deh" jawab alexa yang bingung harus jawab apa.
"Gitu gimana..."Tanya bima yang semakin penasaran.
"Udahlah kak...gak usah dibahas lagi, jadi aku bantu latihan ngga?"ucap alexa yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ya iyalah....tapi kita duel...gimana...lo mau kan...atau...lo takut gak bisa ngalahin gue" tantang bima.
"Enggaklah...ngapain gue takut, kan cuma latihan doang"jawab alexa dengan santai.
"Tapi kita taruhan...kalo lo yang menang gue akan turutin satu permintaan lo tapi kalo lo yang kalah sebaliknya" ujar bima dengan senyum penuh arti.
Haah...ini kan cuma latihan...kenapa mesti taruhan sih. Kalo gue yang kalah trus gue diapa apain sama dia gimana...enggak...pokoknya gue ngga mau. batin alexa
"Ngga mau...Kalo gini caranya mendingan gue latihan sendiri aja kak. Ntar kalo gue yang kalah trus kak bima mintanya yang macem macem...enggak...pokoknya gue ngga mau"sahut alexa dengan cepat.
Buset dah....baru kali ini gue ditolak ama cewek, bikin gue makin penasaran aja. batin bima.
"Lo itu ya negatif thinking mulu deh" balas bima.
"Ya..gue kan mana tahu kalo disekeliling gue itu banyak yang omes apa ngga...gue kan anak baru disini" jawab alexa dengan polosnya.
Bima langsung menghela nafas berat.
"Haah...jadi lo ngga percaya ama gue..."tanya bima.
"Hehe...enggak..." sahut alexa dengan santai.
"Aakh...udahlah kita mulai aja latihannya" pinta bima dengan cepat.
"Tapi kak..."
"Ngga ada tapi tapian" sahut bima serta langsung mengeluarkan jurus melawan alexa. sedangkan alexa hanya yang kaget hanya bisa menghindar serangan saja. Sebenarnya alexa berusaha menghentikan aksi bima. Tapi bima yang tak mau menyerah begitu saja akhirnya membuat alexa mau gak mau meladeninya. Hingga aksi mereka akhirnya malah menjadi tontonan beberapa anak termasuk kevin dan jo yang sejak awal memang berada disitu untuk menonton latihan.
Melihat tontonan seru itu membuat kevin dan jo akhirnya mengirim pesan kepada semua teman segenknya agar segera datang ke basecamp karate. Tidak berapa lama teman teman bima sudah berkumpul disitu dan mulai menikmati tontonan serta tak menghiraukan para gadis yang sejak tadi pikirannya terpecah karena kedatangan mereka.
Karin yang tidak sengaja lewat seorang diri trus mendengar keriuhan lantas mendekat. Dan betapa terkejutnya dia karena melihat sahabatnya itu telah menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Alexa..." gumam karin lirih dan tanpa sadar dia berbicara juga tak percaya dengan yang dia lihat di depannya.
Lalu ketika dia berniat pergi secepatnya dari situ, rayhan yang tanpa sengaja melihat karin langsung bergerak mendekati karin secepatnya. Dia juga langsung berdiri tepat di depan karin yang membuat karin jadi terpaksa menghentikan langkahnya.
"Kak Rayhan..." ujar karin spontan.
"Iya ini aku...lo ngga mau dukung sahabat lo latihan" tanya rayhan.
"Nggak...gue masih ada urusan" sahut karin dengan cepat. Dan ketika karin akan melangkah pergi lagi, tiba tiba rayhan malah menarik tangannya dengan kuat serta membawanya duduk persis diantara ray dan dia. Sehingga karin duduk diapit ray dan juga rayhan. Karin langsung merasa kikuk pasalnya tidak ada jarak tempat duduk antara dia dan ray juga antara dia dan rayhan. Sementara ray sendiri juga tidak bisa bergeser karena kevin dan jo yang juga duduk disebelahnya, sengaja tidak mau menggeser tempat duduknya.
__ADS_1
"Udah lo duduk tenang aja...kita ngga bakal gigit kok" ujar rayhan yang paham dengan sikap karin. Sementara ray hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan teman temannya juga karin.