
Hari ini karin dan dua sahabat seharusnya masuk sekolah, tapi karena hari ini dan besok tanggal merah, otomatis sekolah libur dua hari berturut turut. Hari ini karin berencana untuk mengisi hari liburnya itu dengan joging santai di sekitar apartemen seperti yang biasa dia lakukan bersama reno dan alexa.
Tapi joging kali ini beda. Dia terpaksa harus joging seorang diri karena karin tahu kemarin malam raisya begadang untuk menyelesaikan tugas artikel madingnya. Sedangkan alexa terpaksa harus pulang kampung untuk beberapa hari kedepan karena sakit ibunya yang bertambah parah.
Sebenarnya karin juga ingin ikut pulang kampung sejenak, tapi entah kenapa ayahnya melarang dia untuk pulang kampung. Berbagai alasan yang sekiranya tepat sudah ayah karin berikan supaya putrinya mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke desanya. Sementara bunda karin sendiri yang sebenarnya juga sudah rindu kepada putrinya terpaksa harus mematuhi perintah suaminya karena dia sendiri juga tahu keputusan suaminya itu sudah tidak bisa dia tawar lagi.
Sudah satu minggu ini, reno juga tidak bisa lagi menemani karin latihan karena reno sedang disibukkan dengan urusan pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan. Reno juga sudah merekomendasikan karin untuk bisa gabung di sebuah klub basket kecil milik temannya yang sudah berdiri sejak dua tahun belakangan ini.
Setelah memakai headset dikedua telinganya lalu memutar lagi penyemangat langkahnya serta tak lupa tetap memakai beban di kaki dan kedua tangannya, karin mulai melangkah kecil meninggalkan lobby apartemennya. karin juga berencana hari ini dia ingin joging mengelilingi apartemennya sebanyak 3 putaran seperti yang biasa dia lakukan bersama reno dan alexa.
Satu putaran berhasil dia lalui dengan biasa. Tapi disaat karin baru setengah putaran kedua tiba tiba langkahnya harus terhenti karena ada empat orang preman berbadan tegap berdiri di hadapannya dan satu lagi seorang preman yang merupakan pimpinan mereka sedang berdiri di belakang empat orang itu. Sebenarnya karin tidak mau perduli dengan keberadaan preman itu dan hendak terus melakukan jogingnya. Tapi keempat preman itu lagi lagi menghalangi langkahnya. Setelah mengatur nafas sejenak, karin lantas memandang tajam mereka berempat.
"Apa mau kalian?" tanya karin.
"Wah...bos sepertinya dia macan betina bos. Dia sama sekali tidak takut sama kita bos" celetuk salah satu preman itu kepada bosnya.
"Iya bos, lihat aja tuh muka cantiknya...garang banget..." ujar salah seorang lainnya dan langsung diikuti tawa besar mereka bersama.
Karin yang malaa mendengarnya sebenarnya hendak kembali melanjutkan langkahnya tapi salah seorang diantaranya kembali menghadang dan berkata tak sopan padanya.
"Mau kemana gadis cantik...Kau belum memuaskan kami semua...." goda salah seorang preman itu.
Karin yang geram lantas membalasnya dengan berkata," jaga mulutmu pengecut!! beraninya cuma main keroyokan apalagi dihadapan seorang perempuan kecil sepertiku!!"
"Berani kurang ajar juga nih cewek, lo belum pernah ngerasain barang gue hah!!" balas seorang preman yang mulai tersulut emosinya dan bersiap melayangkan pukulan.
"Dasar pengecut, kalo berani lawan gue satu satu!!" tantang karin setelah sebelumnya melepas semua beban dikedua kaki dan tangannya lalu melemparnya sembarangan.
Tanpa diberi aba aba satu persatu mulai melawan karin. Tapi karena merasa karin terlalu gesit akhirnya mereka berempat mulai menyerang karin secara bersamaan hingga karin yang masih berhasil menghindar dari serangan serangan itu akhirnya hampir jatuh terlempar kebelakang. Beruntung ricko tiba tiba menangkap tubuhnya yang mungil itu.
Sebenarnya karin terkejut melihat kemunculan ricko yang secara tiba tiba.
"Ricko...?? Sejak kapan kau ada disini??" tanya karin.
"Sejak bi ani memberitahuku kalau kau tadi keluar seorang diri!"jawab ricko dengan raut wajah tak sukanya
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau aku keluar seorang diri...aku kan cuma joging..."balas karin dengan sedikit sewot.
"Kau ini...."ujar ricko
"Stop!!!" bentak seorang preman itu yang membuat ricko tak dapat menyelesaikan perkataanya kepada karin.
"Lanjutkan pacaran kalian nanti setelah kalian berhasil menghadapi kami!! Itupun kalau kalian berhasil..." ujar preman itu dengan sombongnya.
Ricko pun langsung menghela nafas berat.
"Baiklah kalau itu mau kalian...dan kau ( sambil menunjuk karin dengan telunjuk kanannya) tetap diam disini sampai aku selesai membereskan mereka semua" ujar ricko dengan tegas kepada karin, lalu dia segera menyingsingkan lengan bajunya dan mulai menghadapi keempat preman itu.
Alhasil keempat preman itu ternyata memang bukan tandingan ricko karena terbukti keempat preman itu dengan mudahnya dihajar ricko sampai babak belur. Sedangkan bos dari keempat preman itu yang melihat anak buahnya sudah babak belur, akhirnya turut serta melawan ricko. Bos preman itu memang terlihat lebih ahli beladiri daripada anak buahnya. Tapi walaupun begitu tetap saja mereka semua bukan tandingan ricko meski ada sebuah pukulan mendarat di pipi kiri ricko ketika mereka semua mencoba melawan ricko secara bersamaan.
Ricko yang mulai merasa marah akibat pukulan di pipinya tadi lantas saat itu juga mulai meningkatkan kemampuan bertarungnya dengan mengeluarkan beberapa jurus yang mematikan.
Terlihat salah seorang preman itu ada yang kakinya dibuat patah, ada juga yang hidungnya patah, sedangkan bos preman itu sedang terkapar menahan rasa yang sangat sakit di perutnya akibat tendangan keras ricko. Dua orang yang masih tidak kenapa kenapa itu akhirnya gemetar ketakutan ketika ricko memandang tajam mereka berdua. Dua orang itu lantas meminta ampun kepada ricko serta secepatnya membantu teman temannya untuk segera kabur semua dari tempat itu.
Setelah melihat semua preman itu kabur, rikco lantas meraih alat beban milik karin yang tadi sudah dilempar karin sebelum menghadapi preman preman itu lalu menyerahkan kembali kepada karin.
" Terimakasih..." ujar karin sambil mengambil kembali beban itu lalu memasang kembali beban itu di kedua kaki dan tangannya.
"Ngga mau...aku belum menyelesaikan jogingku" ujar karin yang hendak melangkah pergi tapi ricko segera mencegahnya.
"Kau ini ya...suka sekali mengajakku bertengkar" ujar ricko yang mulai kesal.
"Memangnya kenapa kalau aku jogging! Kau tak suka! lalu apa aku harus melaporkan segala kegiatanku padamu hah?!" balas karin yang juga ikut kesal.
"Lalu sekarang apa maumu?!" tanya ricko ketus.
"Aku mau joging satu putaran lagi...Kalau kau mau kau bisa ikut..." ucap karin dengan santai dan langsung berlari kecil meninggalkan ricko.
"Apa semua nona muda selalu menyebalkan seperti ini..."gumam rico sendiri.
"Ricko! Kau jadi ikut tidak!" seru karin yang agak jauh dari ricko.
__ADS_1
Terlihat ricko dengan cepat mengeluarkan kacamata hitamnya dan memasang earpiece di telinganya lalu dia ikut berlari disamping karin. Karin yang merasa aneh dengan dandanan ricko, langsung menghentikan langkahnya dan menatap ricko dengan intens.
"Kenapa? Ada apa lagi?" tanya ricko
Mendengar pertanyaan ricko karin malah tertawa lebar dan setelah agak reda karin lalu berkata,"Sorry ko, dandanan kamu lucu banget" ucap karin lalu dia melanjutkan tertawa lebarnya.
"Puas puasin deh ketawanya...padahal aku begini juga karena kau",gumam ricko tapi masih bisa di dengar karin.
"Iya...iya....aku minta maaf...aku janji aku ngga bakal keluar sendiri lagi....kau senang kan?" ujar karin sambil menahan tawanya.
Ricko hanya menghela nafas berat.
"Ricko....coba aku lihat..." ucap karin tapi nyatanya ricko malah mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ricko...." panggil karin dengan suara sangat manjanya hingga akhirnya ricko hanya bisa luluh lalu membuka kacamatanya serta sedikit mendekatkan perlahan wajahnya.
"Kayaknya ga terlalu parah juga" celetuk karin.
Tiba tiba karin melihat ada penjual air botol mineral lewat. Karin lantas membeli dua botol lalu memberikan sebotolnya kepada ricko.
Jalanan Jakarta yang mulai macet dan panas membuat mereka berdua sedikit gerah dan mulai merasa haus.
Karin meminum air di botol itu lalu sedikit membasuhkan ke wajahnya sehingga wajahnya terlihat sangat segar. Sedangkan ricko hanya meneguk air saja. Tanpa mereka berdua sadari ada sorot mata yang terus memandang mereka berdua dari balik kaca mobil yang agak gelap.
Karin....lo cantik banget...muka lo kelihatan seger banget....bikin lo makin cantik aja. batin ray
Aldo yang berada di belakang kemudi dan tahu ray yang duduk disampingnya sedang intens menatap karin, lantas terbersit ide untuk menjahilinya.Aldo sengaja menjitak kepala ray tapi tidak terlalu keras.
"Lo lagi lihat apa melototin..." ujar aldo.
"Apaan sih so ga bisa liat temen lagi seneng", ujar ray yang lagi sewot tapi pandangannya mengarah kepada karin lagi yang sedang berjalan santai bersama ricko.
"Gila cantik bener men...gue ngga salah lihat nih...itu kan karin anak baru yang tomboy itu. Tapi tuh cowok yang disebelahnya siapa ya...kayak bodyguard dia aja...serem banget mukanya" ujar jo yang ternyata juga ikut melihat karin.
"Tuh denger...kalo lo.ngga gerak cepet ray, gelar jomblo abadi lo ngga bakal ilang" bisik aldo di telinga ray.
__ADS_1
"Apaan sih...emang karin barang mainan apa..." balas ray dengan setengah berbisik kepada aldo.
Karena jalanan sudah mulai tidak macet lagi, aldo pun kembali melajukan mobilnya dengan sedikit cepat karena hari ini mereka ada pertandingan basket di sekolah mereka.