
Ray yang baru sampai di rumah langsung menghampiri papanya di ruang kerjanya. Sebenarnya papanya ingin marah besar mendengar kedekatan ray dengan putri salah satu rival bebuyutannya. Tapi setelah tiba ray mengutarakan keinginannya, papanya membuat rencana baru untuk menjauhkan ray dengan karin.
"Pa...ray boleh belajar bisnis di perusahaan papa?" tanya ray yang baru datang langsung duduk di kursi depan meja kerja ayahnya.
"Kenapa tiba tiba kau ingin belajar...bukankah selama ini kau tidak mau tahu dengan perusahaan papa?" tanya papanya.
"Maaf untuk sikap ray sebelumnya pa...Ray hanya ingin mempelajari perusahaan dulu sebelum ray bisa menggantikan kepemimpinan papa disana. Ray ingin jadi pengusaha tangguh seperti papa dan bisa membuat perusahaan papa menjadi berkembang pesat" ucap ray berusaha meyakinkan papanya.
"Baik...kapan kau akan mulai?" tanya papanya.
"Minggu ini aku akan menyelesaikan permasalahan sekolahku dulu jadi minggu depan aku bisa mulai bekerja paruh waktu di perusahaan papa. Kuharap papa jangan memberiku jabatan penting dulu di perusahaan, cukup menjadi staf perusahaan saja" jelas ray dengan penuh semangat.
"Baik papa akan siapkan semuanya, papa harap kamu serius belajar. Jangan sampai usaha papa mendidikmu selama ini menjadi sia sia" tegas papanya.
"Ray janji akan berusaha yang terbaik untuk papa" jawab ray. Setelah itu dia berlalu menuju kamarnya untuk mempersiapkan segalanya.
Keesokan harinya sepulang sekolah ray segera menemui pak pelatih untuk mengundurkan diri dari kepengurusan ekskul basket. Setelah itu dia mulai berbelanja baju untuk persiapan magangnya.
Lain halnya dengan bima. Karena merasa tubuhnya tak bisa diajak kompromi lagi dia memutuskan ijin untuk pulang sekolah lebih awal berharap bisa istirahat di rumah ditemani mamanya. Tapi sayangnya ketika sampai di rumah kondisi rumah sudah sepi. Papi maminya beserta adiknya mendadak harus berangkat ke australia.
Bima yang awalnya mencari cari maminya akhirnya menemukan dua buah pesan tertempel di pintu kulkas. Sekali lagi bima hanya bisa menghela nafas berat ketika tahu bahwa isi pesan itu tentang kepergian orang tuanya yang mendadak dan sebuah pesan lagi tentang pembantunya yang meminta ijin tidak masuk.
"Pergi lagi...ini lagi..selalu aja manfaatin kesempatan kalo mami lagi ngga ada. Lebih baik aku telpon dr. Damar" gumam bima sendiri.
dr. Damar adalah dokter pribadi keluarga bima. Tak lama setelah dia telpon dokter itupun datang. Dokter itu memeriksa bima dengan teliti lalu menyimpulkan bahwa bima hanya perlu istirahat dan tak lupa meminum obat serta beristirahat yang cukup untuk beberapa hari ke depan.
Setelah memberikan resep obat, dr Damar pun pergi. Sepeninggal dokter itu, Bima menyantap makan siangnya yang sudah disiapkan sebelumnya oleh pembantunya sebelum dia pulang. Dan ketika akan meminum obat, hati bima menjadi bimbang pasalnya dia termasuk orang yang susah untuk meminum obat. Obat pil selalu tercekat di tenggorokannya sedangkan jika meminum obat serbuk, rasa pahit selalu membuat perutnya ingin langsung memuntahkan kembali semua makanan yang sudah masuk.
Setelah dia pikir pikir, akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja daripada harus meminum obat. Pikirnya lebih baik tidak memuntahkan kembali makanan daripada harus dipaksakan minum obat tapi pada akhirnya dia muntahkan kembali. Bahkan ia bangun di malam hari hanya untuk makan setelah itu tidur lagi. Yah...itulah kebiasaan bima kalau sakit, dia lebih banyak meluangkan waktu untuk tidur.
Keesokan harinya ketika istirahat di sekolah, alexa yang sudah membungkus rapi baju seragam bima yang basah kemarin serta berniat menyerahkan kembali baju itu kepada bima tapi di depan kelas bima dia berpapasan dengan rayhan dan kevin yang memang satu kelas dengan bima.
"Lex, lo ngapain kesini?" tanya rayhan
"mau cari bima" jawab alexa dengan wajah polosnya.
Kevin yang nyinyir langsung nyerocos, "kalo orangnya ada aja ngga pernah dicariin eh giliran ngga masuk malah dicariin"
"Bima ngga masuk, anaknya sakit" jelas rayhan.
"Eh tuh bungkus apaan? makanan ya bagi bagi dong..." celetuk kevin yang tangannya sudah ngga sabar ingin menyambar bungkusan yang dipegang alexa.
"Bukan...ini baju seragam bima yang kemarin basah" jawab alexa dengan wajah lugunya.
"Baju basah!!!" ucap rayhan dan kevin bersamaan dengan perasaan kaget.
"Iya...kenapa?" tanya alexa sekali dengan tampang lugunya.
"K..kalian...berdua...ngapain? kok bisa basah basahan bareng?" tanya kevin dengan penuh selidik sama halnya dengan rayhan yang sudah berpikir jauh tentang hubungan alexa dan bima.
"Oh kemarin tuh bima ngajak aku ke acara keluarganya di panti trus pulangnya kita kehujanan. Karena kasihan daripada dia sakit akhirnya bima gue pinjemin baju gue. Trus nih baju gue suruh ninggal di rumah" jelas alexa.
Perasaan lega langsung menyelimuti di kedua cowok itu.
"Eh tadi bukannya lo bilang bima pinjem baju lo?" tanya kevin dan hanya dijawab anggukan saja oleh alexa."Lo foto dia ngga?" tanya kevin dengan senyum mencurigakan.
"Enggak...." jawab alexa
"Yah...mestinya lo foto lex, jarang jarang bima pake baju cewek" celetukan kevin membuat alexa geram dan langsung menoyor kepala kevin berharap otak kevin kembali normal.
"Otak lo tuh bisa mikir normal ngga sih! Emang bima banci!!" balas alexa.
"Mana bisa lex, tadi aja dia sempat kepikiran lo udah ngapa ngapain sama bima" ucap rayhan yang keceplosan bicara. Menyadari itu rayhan langsung menutup mulutnya.
Sedangkan alexa yang paham maksud mereka berdua tanpa pikir panjang dia memukul mukulkan bungkusan itu ke tubuh serta kepala rayhan dan kevin sampai mereka memohon ampun.
"Dasar omes..." alexa mencibir rayhan dan kevin.
"Iya...iya maaf...tapi tetep aja lo kudu tanggung jawab sama bima" ucap rayhan.
"Lha...kenapa mesti gue" tanya alexa.
"Kemarin lo berdua kehujanan bareng kan..." tanya rayhan
"Iya" jawab alexa.
"Trus dia masih nganterin lo pulang pake motor kan padahal hujan deres?
"iya"
__ADS_1
"Berarti dia sakit karena lo, maka dari itu ntar pulang sekolah lo ikut kita berdua tengokin bima. Gue tunggu di depan mobil gue" ucap rayhan
"Gue titip ini aja ya..." ucap alexa dengan wajah memelas sambil menyodorkan bungkusan baju bima.
"Dasar kunti...ngga punya perasaan lo" celetuk kevin
Rayhan kembali berkata kata dengan penuh dramatis,"Emang lo ngga takut ntar kalo bima sakitnya tambah parah trus masuk UGD kondisinya kritis..." tatapan tajam alexa membuat rayhan berhenti berkata kata lagi
"Ngga usah didramatisir deh...kenapa mesti gue sih yang disalahin? Dan lagi gue kan cewek masak pergi sama dua orang cowok" ucap alexa.
"Kalo masalah itu lo tenang aja, cowok kayak kita tuh ngga doyan sama kuntilanak kayak lo" gerutu kevin.
Dengan berat hati alexa menjawab,"Oke deh" setelah itu dia pergi kembali ke kelasnya.
Bima yang di rumah sendirian hanya bisa tiduran di gazebo depan kolam renangnya. Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Seandainya ada mami disini atau ngga alexa, dia selalu punya cara untuk bisa bikin aku sembuh.
Pulang sekolah, ray kembali menghampiri karin.
"Karin...." panggil ray.
Seketika Karin berhenti melangkah lalu membalikkan badannya menghadap ke ray.
"Iya..ada apa?" tanya karin
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap ray
"Ngomong aja, mau ngomong apa?"
"Ikut aku ya...kita ke mobil" ucap ray sambil langsung menarik tangan karin.
"Tapi ray..." Karin tidak dapat melanjutkan kata katanya karena perhatiannya teralihkan dengan sorot mata teman temannya yang memandang ke arah mereka berdua. Karin berusaha melepaskan tangannya tapi genggaman tangan ray semakin kuat.
"Ray...lepas...teman teman pada lihat kita" ucap karin dengan wajah cemas.
"Biarin aja...salah sendiri mereka ngelihat kita" ucap ray tanpa rasa bersalah serta terus menarik karin menuju mobilnya.
Tanpa banyak bicara ray langsung mendorong karin supaya masuk ke dalam mobilnya. Karin yang tak sempat menolak akhirnya hanya bisa menuruti keinginan ray untuk mengantarnya pulang ke apartemen.
Sementara itu alexa, rayhan dan kevin yang baru sampai di bima segera turun dari mobil lalu menuju pintu utama. Setelah berkali kali diketuk pintu utamanya tapi tak ada respon malahan pintunya terbuka dengan sendiri. Rasa khawatir dari tiga remaja itu langsung timbul ketika mendapati rumah dalam keadaan sepi sekali.
"Bima!!!....Astaga bima...lo kenapa? Kok muka lo kusut gini?" tanya alexa yang panik hingga teriakannya membangunkan bima.
"Alexa...lo beneran datang?" tanya bima dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Terlihat bima juga sesekali mengelap ingusnya dengan tissue dari sekotak tissue di sebelahnya.
Kevin dan rayhan pun tak lama kemudian ikut mendekat.
"Hei men....lo gimana sih sakit ngga bilang bilang. Hape juga dimatiin lagi" ujar rayhan yang memang selalu peduli kepada teman teman segenknya.
"Gue cuma kena flu berat aja" jawab bima dengan khas orang kena flu.
Dengan telaten alexa membantu bima untuk duduk sambil bersandar di sisi samping gazebo.
"Kok rumah lo sepi bim?" tanya alexa.
"Mami Papi ke australia dan pembantu gue libur sampe beberapa hari ke depan" jawab bima.
"Lo udah makan?" bima hanya geleng kepala menjawab pertanyaan alexa."Trus lo udah minum obat?" tanya alexa lagi. Sekali lagi bima hanya menggelengkan kepala.
"Ya ampun bim, gimana lo bisa sembuh kalo gini caranya. Dapur lo dimana? Gue masakin deh" ujar alexa.
"Emang lo bisa masak?" celetuk kevin yang berhasil membuat alexa melotot kesal kepadanya.
Rayhan yang mendapati gelagat kurang baik dari alexa lantas menginjak kaki kevin dan tersenyum penuh arti kepada alexa.
"Kalo ngomong tuh lihat sikon" bisik rayhan kepada kevin.
"Kalian bisik bisik apa sih?" tanya alexa dengan ketus.
Rayhan langsung tersenyum lalu berjalan mendekati alexa.
"Enggak kok, buruan masak deh...dapur lurus aja kesana sampe mentok" ucap rayhan sambil mendorong alexa untuk bergegas berjalan ke arah dapur.
Dengan langkah berat alexa berjalan pergi menuju ke dapur.
"Lain kali kalo ngomong jangan asal nyeblak deh" ucap rayhan berusaha menasehati kevin.
__ADS_1
"Hei ngga ada salahnya kan gue nanya, takutnya ntar masakannya hancur lagi, trus bima tambah sakit perut karena habis makan makanan itu" kevin berusaha membela diri.
"Alexa bisa masak kok" ucap bima sambil tersenyum bahagia mengingat keberadaan dia di apartemen.
"Tuh kan? emangnya lo yang dilirik cuma cewek cewek cantik doang. Cewek cantik mah bisanya dandan bukan masak" balas rayhan hingga membuat bima hanya tersenyum saja melihat kelakuan kedua temannya itu.
Tak berapa lama kemudian alexa kembali dengan senampan sop ayam dan sepiring nasi serta segelas air putih dan segelas teh hangat. Harum masakannya pun juga sudah menggugah selera makan teman temannya.
"Kayaknya enak tuh" ucap kevin yang reflek langsung berdiri hendak mendekati alexa yang sudah berada di dekat bima tapi dengan cepat rayhan menariknya serta menahannya.
"Itu buat bima bukan buat lo" ucap rayhan berusaha menyadarkan kevin.
"Dikit aja..." rayu kevin
Rayhan hanya bisa menarik nafas panjang melihat kelakuan kevin.
"Udahlah vin....lebih baik kita pulang sekarang...ayok" rayhan bergegas menarik kevin pergi dari situ.
"Tunggu!! Kalo kalian pulang terus gue sama siapa?" tanya alexa kepada rayhan dan kevin.
"Ya sama bima lah..." sahut kevin.
"Tapi...."
"Ngga usah tapi tapian...lo suapin aja bima sekarang" perintah kevin hingga membuat alexa terperangah tak percaya.
"Lo tenang aja, orang tua bima paling bulan depan baru pulang" tambah rayhan dengan senyum penuh arti. Dan sebelum berlari pergi kevin sempat menggoda alexa lagi dengan berkata,"Bima disayang ya...jangan diajak bertengkar".
Alexa hanya memandang kesal kepada kevin yang sudah berlari menjauh darinya.
"Keviiin!!!" bentak alexa.
Setelah itu dia kembali menatap bima. Jantungnya langsung berdetak kencang ketika bima terus memandangi wajah alexa hingga alexa jadi salah tingkah sendiri.
"Kalo lo mau pulang, pulang aja, gue udah biasa kok sendirian disini" ucap bima yang tak pernah berhenti memandangi alexa diiringi senyuman hangatnya sambil sesekali mengusap ingusnya.
Karena merasa tak tega, akhirnya alexa berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Bim di makan ya...aku suapin" ucap alexa dengan gugup sambil langsung mengambil mangkuk sop supaya bima bisa mencicipinya dulu. Setelah bima menganggukkan kepala, alexa mulai menyuapi bima yang tak pernah berhenti menatap hangat dirinya.
Bima terus mengunyah makanan dimulutnya sambil tiada henti menatap alexa yang masih setia menyuapinya. Alexa yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mengalihkan pandangannya tak berani membalas tatapan bima. Mereka berdua hanya diam sampai bima menghabiskan makanannya.
"Sekarang lo minum obat ya..." ucap alexa sambil menyodorkan beberapa pil obat kepada bima.
"Tapi lex...aku....."
"Buka mulutmu..." Alexa langsung memotong perkataan bima.
Bima yang ragu ragu kembali menatap alexa.
Bima...lo itu kebiasaan deh. Kayaknya ngga ada jalan lain nih.Cih...aku harus merayunya lagi. batin alexa.
Alexa langsung menggenggam erat tangan bima sampai membuat bima merasa bahagia sekali dan ingin terbang apalagi alexa tersenyum manis manja kepadanya.
"Ayo buka mulutnya" rayu alexa
Tanpa bicara lagi bima langsung menurut segala permintaan alexa. Setelah memasukkan obat ke mulut bima dengan segera alexa meminumkan air putih kemulut bima.
"Satu lagi ya..." rayu alexa sambil membelai pipi bima sampai membuat mata bima membulat tak percaya namun secara tanpa disuruh secara refleks bima membuka mulutnya. Dan hal sama pun terulang lagi.
Setelah selesai alexa mengambil gelas teh manis hangat untuk menetralisir rasa pahit di mulut bima. Ketika alexa hendak berdiri tangan bima spontan menariknya hingga alexa duduk kembali disampingnya. Bima menyibakkan rambut alexa tapi alexa segera memegangi tangan bima supaya tidak semakin terbawa suasana.
"Lebih baik kamu istirahat ya..." pinta alexa.
Seolah terhipnotis, bima menuruti segala permintaan alexa. Bima kembali berbaring di gazebo itu. Alexa berdiri untuk menarik selimut sampai menutupi dada bima. Dan ketika alexa hendak pergi bima dengan cepat menarik tangannya.
"Berjanjilah kepadaku lex...kau tidak akan pergi sebelum aku bangun" pinta bima.
Alexa yang sekali lagi merasa kasihan dengan bima hanya bisa menganggukkan kepala saja. Setelah itu alexa membereskan peralatan makan itu lalu membawanya ke dapur untuk dibersihkan bersama bekas peralatan memasak tadi.
"Akhirnya pekerjaanku beres, lebih baik sekarang aku melihat kondisi bima setelah itu aku akan persiapkan makan malam" gumam alexa sendiri kemudian dia pergi melihat bima.
Alexa duduk di tepi gazebo tepat disebelah bima yang sedang tertidur nyenyak. Melihat bima tertidur pulas membuat alexa tak berhenti menatap wajah tampannya. Tangannya pun tanpa sadar sudah mulai bergerak membelai pipi bima.
"Ya tuhan...makhluk apa yang ada di depanku ini. Dia begitu indah dimataku"gumam alexa
Alexa sedikit terkejut ketika bima tiba tiba memiringkan tubuhnya kearah alexa yang tengah duduk disampingnya. Apalagi kedua tangan kekar bima juga sudah melingkar tepat dipinggang alexa, tapi mata bima masih terpejam. Alexa tak buru buru melepaskan tangan bima karena dia ingin memastikan bima masih tertidur. Ketika alexa mengalihkan pandangannya dari bima, sedikit senyum tersungging di wajah bima.
Setelah merasa nafas bima mulai teratur dan dekapan tangan bima perlahan mulai mengendur, dengan hati hati alexa mulai berdiri dan perlahan lahan meninggalkan bima lalu kembali menuju dapur.
__ADS_1