Noodle In Love

Noodle In Love
61 Surprise


__ADS_3

Sakit dan kecewa sekali rasanya. Lelaki itu telah mengecewakan hatiku sangat dini. Dia telah mengingkari janjinya sangat cepat.


Saat akan berangkat, bu Yanti mengabarkan jika Rushqi telah menyiapkan taksi untuk mengantarku ke bandara. Sedang lelaki itu telah pergi ke perusahaan di pagi-pagi buta sekali. Tidak sempat mengucap maaf, sebab aku masih tidur dan kamarku juga gelap.


Tentu saja kurasa kecewa berat hingga darah naik ke ubun-ubun rasanya. Mendadak merasa seperti tidak ingin dinikahi Errushqi. Kesal, kecewa, marah dan sakit hati yang sangat. Ponsel lelaki itu tidak bisa kuhubungi.


Hingga kutangisi sikap Errushqi yang tega di sepanjang jalan ke bandara. Meski dia kata akan menyusulku, tapi tetap saja kurasa kecewa yang hebat. Aku butuh diyakinkan setiap saat.


Kuseret koper sedangku menuju baris chek in di maskapai pesawat pilihanku. Petugas Check in sedang memeriksa ticketku dan memperhatikanku dengan lekat. Lalu mengatakan jika tiketku sudah dibekukan.


Namun, petugas maskapai segera mengabarkan jika tiketku telah ditukar pribadi secara online. Aku pun pasrah asal saja bisa terbang. Sebab aku kurang paham dengan sistem dan peraturan penerbangan yang berlaku dan terbaru.


Sesak kutinggalkan lantai satu menuju ruang tunggu di lantai dua. Yang sekarang pun mulai kutinggalkan menuju ke dalam badan pesawat.


Kekesalanku pada Rushqi yang sejenak kulupa, kembali datang dan kuingat setelah duduk manis pada nomor kursiku di dalam badan pesawat.


Tidak lagi kupedulikan pada kursi sebelahku yang terus saja masih kosong. Yang sebenarnya sangat takut jika kursi di sebelahku tidak akan diisi. Seperti harus sendirian berjuang dengan maut tanpa teman di sepanjang penerbangan.


Audio pesawat dari seorang pramugari yang menginformasikan bahwa pesawat akan segera lepas landas sedang indah terdengar di seantero ruang dalam pesawat. Bersamaan dengan gerak seseorang yang duduk menghenyak di kursi sebelahku.


Lenganku bahkan bersinggungan cukup rapat dengan lengan orang itu yang sebenarnya cukup lebay, namun tidak juga kupedulikan. Wajahku terus berpaling ke jendela dengan menyembunyikan sedih dan kecewaku. Berharap penerbangan ini akan baik-baik saja dan segera berakhir.


Tapi,,, wangi sekali teman duduk di sebelahku. Terasa jika lenganku masih agak menempel dengan lengan tangan orang itu. Tiba-tiba tidak asing dengan aroma parfum wanginya.

__ADS_1


Jantungku berdetak sangat cepat saat berkhayal siapa pemilik wangi ini. Kupalingkan perlahan wajahku menolehnya.


"Ah,,!" seruku terkejut yang dahsyat.


Errushqi tengah menolehku dan memandang penuh senyum di wajah lelahnya. Ah, geram sekali kurasa. Dia sempat mempermainkan perasaanku. Rasa kecewa ini masih sangat jelas kurasakan. Tidak sudi kunampakkan senyum untuknya di wajahku.


"Kamu marah, hemmm? Velingga,,,?" tegur Errushqi sangat lembut namun tidak kupedulikan.


"Kamu tahu, aku berangkat habis subuh ke kantorku. Menyelesaikan semua pekerjaan demi siapa?" tanya Rushqi masih sangat lembut di kepalaku.


"Kamu tahu bagaimana usahaku agar mendapat tiket yang berurutan duduk denganmu?" tanya Rushqi terus dengan lembut. Hati ini mulai iba dan luluh.


"Kamu tahu, aku sangat bahagia dan tidak menyangka bisa duduk dan terbang bersama denganmu, Ling.." Hatiku mulai terenyuh dan sebak oleh penjelasannya.


"Apa kamu tidak suka dengan kejutanku ini?" tanya Rushqi lagi dan aku sudah sangat tidak tahan.


Rasa kecewa, sedih dan marah, telah hilang menguap ke udara menembusi pesawatku. Cepat kutarik lengan bahunya yang besar untuk kubenamkan wajahku di sana. Tangis bahagia dan haruku telah pecah mengalir di lengan bajunya.


Kian tersedu saat tangan lebarnya mengelusi kepalaku dengan membujuk rayu agar tangis ini kuhentikan. Rasanya aku sangat bahagia dan terharu.


"Maafkan aku,,, terimakasih sudah menyusulku. Aku sangat menyukai kejutanmu. Tapi, tolong jangan diulang lagi seperti ini. Sebenarnya aku tidak suka kejutan yang seperti ini, " ucapku di sela sedu tangisku yang mengalir melimpah ruah di bahu kekarnya.


"Maafkan aku, Darliing," ucap Rushqi sambil mengusapi lembut kepalaku yang berkerudung.

__ADS_1


Ah, nyaman sekali kurasa, telah kian hilang segala marahku. Serasa langsung ingin pasrah segala jiwa raga segera padanya. Berharap tanpa aral melintang pada segala acara kami hingga selesai dengan gemilang.


Mendapat lindungan dariNya di sepanjang perjalanan hingga sampai di tempat tujuanku. Juga mendapat selamat hingga pergi kembali ke tempat Errushqi di Batam.


Telah bertekad untuk berpasrah pada Errushqi setelah jiwa ragaku diijabnya dengan sah di depan pak penghulu yang harus disegerakan. Demi menyongsong masa depan berdua yang indah, bahagia dan samawa.


Aamiin ya Rabb...


END


πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ


πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ


Terimakasih kepada kakak-kakak reader yang masih ada hingga end. Sampai jumpa di novelku selanjutnya. Adalah novel kejutan untuk kakak-kakak readerku di sini. Pengobat rasa kecewa dengan pendeknya novel ini.


Aku sangat-sangat padamuuuu,


Terimakasih pada tulusmu mendukung dan menyemangatiku... πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Sampai berjumpa di The Bodyguard's Secrets, semoga menghibur.


Alhamdulillah. Wassalam.

__ADS_1


__ADS_2