Not To Be Angel

Not To Be Angel
Episode 11


__ADS_3

"Lin jadi kan gue anter?" tanya Mario saat jamĀ  pulang sekolah. Olin di sampingnya masih membereskan peralatan tulisannya.


"Jadi, kok." ucapnya. Saras dan Anya sudah pulang duluan. Para murid di kelas itu juga sudah pada bubar. Tinggal menyisakan Olin dan Mario.


"Yaudah, ayo." ajak Mario dan Olin mengangguk. Gadis itu berjalan di depan Mario. Namun sebelum sampai di depan pintu Mario melihat ada yang aneh di bagian belakang rok Olin.


"Lin, sorry, rok lo kok ada nodanya?" tanya Mario yang membuat mata Olin membulat.


"Masa?" tanya Olin kaget sambil menatap Mario tak percaya. Mario mengangguk.


Tanpa ba bi bu, Olin langsung saja berlari ke arah toilet. Dia tidak memperdulikan Mario yang masih tertinggal di belakang.


"Olin!" teriak Mario sambil menyusul Olin.


"Ishh, kok bisa sih. Gue harus gimana coba." ucap Olin di dalam kamar mandi siswi.


"Lin lo nggak pa pa, kan?" tanya Mario di balik pintu.


Olin bingung harus berbuat apa sekarang. Kalau dia keluar dia malu dengan Mario. Dirinya tidak tau jika tamunya akan datang. Alhasil dia tidak membawa barang itu itu berjaga-jaga.

__ADS_1


"Lin, lo kok diem aja. Lo kenapa?" suara Mario masih saja terdengar.


"Apa gue minta tolong Mario aja ya?" gumam Olin pada diri sendiri. Akhirnya dengan kemantapan hatinya Olin keluar dari bilik kamar mandi itu. Bagian belakang roknya sengaja dia tutup dengan tasnya.


"Lo kenapa?" tanya Mario dengan raut wajah khawatir.


"Itu... gue lagi dapet, trus nggak bawa buat jaga-jaga." lapor Olin sedikit malu pasalnya yang dia ajak berbicara adalah seorang cowo.


"Ohh, trus gue harus apa?" tanya Mario lagi.


"Lo bisa nggak beli'in gue pembalut. Di toko terdekat." ucap Olin ragu apakah Mario mau. Tanpa kata cowok itu langsung mengangguk matap.


"Lo tunggu sini aja ya. Gue bakal beli'in apa yang lo butuh." ucap Mario lalu pergi dari hadapan Olin. Gadis itu hanya mengangguk.


"Lin, lo masih di dalem?" ucap Mario sambil mengetuk pintu itu.


Tidak menunggu lama, kepala Olin muncul di balik pintu, "Mana Mar?" tanya gadis itu. Mario menyerahkan kantung plastik tadi lalu membiarkan Olin mengurus masalah pribadinya.


Mario menunggu di samping washtafel. Lalu Olin pun muncul. Namun ada yang aneh, gaya Olin berjalan sang berbeda.

__ADS_1


"Lo kenapa?" tanya Mario.


"Emm itu...." Olin mengangtungkan ucapannya.


Mario melepas jaket yang tadi dia kenakan. Lalu memasangkannya di pinggang Olin, sehingga rok Olin tertutupi oleh jaket Mario. Gadis itu hanya diam dengan apa yang di lakukan cowok di depannya.


"Gimana, udah lebih baik dari sebelumnya?"


"Iya thanks ya." ucap Olin.


Mario hanya mengangguk. "Iya udah ayo pulang. Keburu bang Davi sampek rumah duluan." ajak Mario yang di balas anggukan oleh Olin.


---------------------------------------------


Motor Mario berhenti tepat di depan pagar rumah Olin. Gadis itu menuruni motor Mario.


"Makasih ya, Mar. ini jaket lo harus jadi korban buat gue pinjem."


"Nggak masalah, kok. Udah habis ini lo istirahat aja ya." ucap Mario. Olin mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Kalau gitu gue pamit dulu."


Setelah berpamitan Mario pun menjalankan motornya pergi dari hadapan Olin. Gadis itu pun memasuki rumahnya setelah di rasa Mario sudah menghilang dari pandangan.


__ADS_2