Not To Be Angel

Not To Be Angel
Episode 14


__ADS_3

"Nanti pulang sama bang Davi ya?"


"Bang Raven nggak bisa jemput?" tanya Olin pada kakaknya.


"Abang ada urusan jadi nanti pulang sama bang Davi." ucap Raven lagi sambil mengelus puncak kepala Olin.


"Iya udah deh. Olin masuk dulu ya bang."


"Iya, semangat sekolahnya." ucap Raven sambil melambaikan tangan kepada Olin yang sudah turun dari mobil.


Olin berjalan santai di koridor kelas. Jika di berangkat dengan Raven dia tidak akan telat. itu sebabnya Olin lebih suka berangkat bareng kakak sulungnya.


"Lin!" sapa seorang cowok dari arah belakang.


"Eh hay, Mar." jawabnya.


"Baru berangkat?"


"Iya, baru sampek ini tadi."


"Nggak sama bang Davi?" tanya Mario yang tidak melihat Davi di sekitar Olin.


"Tadi sama bang Raven. Bang Davi jemput pacarnya." jelas Olin yang membuat Mario mengangguk.


"Gimana udah mendingan?" tanya Mario di tengah jalan mereka.


"Mayan cuma masih nyeri doang." Mario mengangguk.


"Em Mar jaket lo masih gue cuci. Belom bisa gue balikin." ucap Olin sambil memandang cowok di sampingnya.


Mario tersenyum, "nggak usah di balikin. Buat lo aja." ucapan Mario membuat Olin menatap tak percaya.


"Hah? Nggaklah itu kan punya lo."

__ADS_1


"Udah Lin gpp kok. Yuk jalannya agak cepet udah mau bell." tangan Mario menarik tangan Olin untuk segera berjalan lebih cepat.


Sesampainya di kelas Mario melepaskan cekalannya karena banyak sekali pasang mata yang melihatnya.


Olin sedikit malu karena baru pertama kali dia di perlakukan seperti ini oleh cowok selalin ke dua abangnya.


"Saras Anya, nanti ikut gue ke kalas atas ya. Nyari bang Davi." ucap Olin sebelum duduk di bangkunya.


"Siap." ucap kedua gadis itu kompak.


Tett tett tett


Suara bell pelajaran di mulai pun terdengar di suluruh penjuru sekolah. Para murid pun berhamburan memasuki ruang kelas.


"selamat pagi anak-anak." sapa seorang guru yang baru saja memasuki kelas.


"Pagi bu." jawab murid murid kompak seperti anak TK.


"Hari ini ibu mau membuat kelompok belajar. Jadi jika ada tugas yang ibu berikan kalian harus mengerjakan bersama teman kelompok kalian. Mengerti semua?" tanya bu Diah selaku guru Biologi.


"Baiklah grup pertama yaitu Olin, Mario dan dua bangku di belakangnya."


"Yes kita satu kelompok." sorak Anya girang. 


"Mantap, bu Diah." sorak Alan tak kalah heboh.


"Alan sama Gilang, kalian hrus belajar yang bener tutor kalian, Olin. Dan untuk Olin sendiri tolong di bantu teman satu kelompoknya ya." pesan bu Diah.


"Baik bu." jawab Olin singkat.


Bu Diah pun menyebutkan beberapa kelompok lagi sampai semua murid terbagi menjadi beberapa kelompok.


"Untuk tugas pertama kalian buka buku paket halaman 45,di situ ada beberapa soal yang mengharuskan kalian mencari jawabannya di beberapa sumber buku yang kalian ketahui. Untuk menambah wawasan,  kalian bisa mencari di perpus sesuai dengan soal yang ada." jelas bu Diah.

__ADS_1


"Ada yang di tanyakan?" ucap bu Diah kembali di depan.


"Bu, apa jawaban setiap kelompok harus berbeda?" tanya salah satu murid.


"Tidak, ibu tidak mengharuskan jawaban kalian berbeda. Hanya saja nanti jawaban di tulis secara jelas. Contohnya jawaban dari soal ini apa, dan di cantumkan juga dari buku mana sumber refrensi kalian. Bagaimana sudah jelas?"


"Sudah bu." jawab murid kompak.


"Baiklah. tugas itu di kumpulkan saat pertemuan di jam ibu minggu depan. Jadi waktunya satu minggu ya. Jangan sampai telat. Nanti kalian kumpulkan ke pada ketua kelas. Siapa di sini ketua kelasnya?" tanya bu Diah sambil mengedarkan padangannya.


Gilang mengacungkan tangan kanannya ke atas tinggi-tinggi.


"Kalian nggk salah milih Gilang jadi ketua kelas?" tanya bu Diah tak yakin.


"Sebenernya nggak yakin sih, bu. Tapi ya dari pada dia nggak ngapa-ngapain di jadiin ketua kelas aja." ucap Aldo salah satu siswa.


Gilang hanya nyengir kuda di hadapan bu Diah. Sedangkan sang guru yang baru saja kembali mengajar, akibat cuti melahirkannya pun hanya menggeleng.


"Trus wakilnya siapa?" tanya bu Diah lagi. Alan di depan Gilang pun mengangkat tangannya.


"Alan?" ucap bu Diah lagi ekspresinya begitu tidak percaya.


"Iya bu, saya" jawab Alan dengan tersenyum lebar.


"Ini kenapa kalian milih Alan wakilnya. Kan si Agas sama Iqki ada. Kenapa harus Alan?" tanya bu Diah lagi.


"Iya alasannya hampir sama sih bu, seperti Gilang tadi. Dari pada bikin onar di kelas. Mending di kasih tanggung jawab." ucap Aldo yang dulu sebenarnya mantan ketua kelas.


"Wali kelas kalian bukannya bu Anggi ya?"


"Iya, bu benar."


"Gilang sama Alan, kalian harus bertanggung jawab ya sama apa yang harus kalian tanggung di kelas ini. Jangan bikin onar." ucap bu Diah mewanti wanti. Karena bu Diah hafal betul kelakuan dua cowo itu. Dulu wali kelas gilang dan Alan adalah bu Diah saat kelas 10. wajar jika beliau sudah hafal kelakuan dua muridnya.

__ADS_1


"Iya sudah anak-anak sekarang ibu mau menjelaskan sebentar materi yang baru ini."


__ADS_2