Not To Be Angel

Not To Be Angel
Episode 2


__ADS_3

"Ehh bang." langkah Davi terhenti dia menoleh ke arah sang adik.


"Apa lagi?"


"Jangan lupa nanti tungguin Olin, "Davi mengangguk.


"Jangan di tinggal," lagi-lagi cowok itu mengangguk dan segera pergi dari hadapan sang adik.


Olin berjalan santai karena dia hari ini tidak telat. Iya, biasnya Olin selalu menjadi tukang sapu dadakan setiap pagi. Bukan Olih lah penyebab utamanya, melainkan Davi sang kakak. Davi sering pulang malam yang membuat dia dan Olin telat datang ke sekolah.


"Olin!" suara itu tak asing di telinga Olin. Gadis itu menghentikan langkahnya tepat di depan ruang kepala sekolah.


"Bapak manggil saya pak?" tanyanya kepada pak Hendra selaku kepala sekolah.


"Iya lah siapa lagi yang namanya Olin di sekolah ini." jawab pak Hendra ketus. Olin hanya tersenyum lebar.


"Ada apa ya pak? Olin nggak lagi telat kok hari ini pak,beneran." ucap Olin takut jika di hukum kembali.


"Kenapa? kamu kira bapak mau ngehukum kamu?"


"Iya biasanya gitu, pak." ucap Olin polos sambil tersenyum.


"Kalau kamu nggak telat ngapain bapak hukum,emang kamu mau di hukum nyapu seluruh kelas di sekolah ini?" tanya pak Hendra dengan wajah mengerikan.


"Yah jangan dong pak Olin kan nggak ada salah."


"Mangkany, Sini kamu," pak Hendra menyuruh Olin memasuki ruangannya. Olin baru sadar jika di dalam ruangan itu sudah ada seorang cowok yang menatap Olin datar.


"Olin tolong anterin Mario ke kelasnya," pinta pak Hendra. Olin kebingungan.


"Kan saya nggak tau kelas dia dimana, pak?" jawab Olin polos.


"Dia sekelas sama kamu. Mangkannya bapak nyuruh kamu barengan ke kelas sama dia," jelas pak Hendra yang membuat Olin mengangguk mengerti.


"Mario, kamu bisa ke kelas bersama Olin," Mario mengangguk.


"Terima kasih, pak." ucap Mario sambil bangkit dari duduknya.


"Olin permisi dulu, pak." pamit Olin sopan.


"Eh Mario."


"Iya,pak."


"Nanti jika sekelas sama Olin, jangan kamu tiru perilakunya yang buruk-buruk. Cukup contoh saja kepintarannya," Mario tersenyum tipis sambil mengangguk. Sedangkan Olin dia hanya diam sambil menunduk.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju kelas kedua remaja itu hanya diam. Olin terus saja berjalan mendahului Mario yang berada di belakangnya.


Sampai di kelas Olin segera menuju ke bangkunya. Mario tidak tau harus berbuat apa. Dia hanya mampu berdiri di ambang pintu saat ini.


"Eh Lin, yang sama lo tadi siapa?" tanya Anya sahabat Olin yang duduk di belakang Olin.


"Anak baru."


"Cakep." ucap Saras yang duduk di belakang Anya.


Bel masuk pun berbunyi. Seluruh murid sudah memasuki kelas masing-masing. Namun berbeda dengan seorang cowok yang masih mematung di ambang pintu. Cowok itu hanya diam di tempatnya. Dia sekarang menjadi pusat pandangan seluruh kelas 11 IPA 2. Kecuali sepasang mata yang tak meilhatnya. Dia OLIN.


"Lah bro,nggak masuk?" tanya seorang yang baru saja sampai di ambang pintu.


"Emm."


"Lo anak baru ya?" tanyanya lagi. Mario melihat nametag cowok yang mengajaknya bicara tadi.


"Heh Alan, kamu telat lagi ya!" ucap seorang guru yang baru saja datang di belakang mereka.


"Enggggak kok bu. Itu loh si Gilang juga telat, bu.dia ada di parkiran sekarang."


"Kalian emang sama aja. Nggak ada yang bener. Sana jemput Gilang dan bawa dia ke kelas." ucap sang guru marah. Cowok bernama Alan itu pun pergi dari hadapan sang guru dan Mario.


"Iya bu."


"Oh ayo sini masuk. Biar ibu kenalkan ke temen-temen kamu," Mario mengangguk dan mulai mengikuti langkah sang guru.


"Selamat pagi anak-anak."


"Pagi bu," jawab semua murid kompak.


"Anak anak, perkenalkan di samping ibu ini ada penghuni baru di kelas kalian. Cakep lagi anaknya. Biar yang cewek nggak mandang Alan sama Gilang mulu," seluruh kelas tertawa mendengar celotehan sang guru.


"Ayo, perkenalkan nama kamu," Mario mengangguk.


"Perkenalkan nama saya, Mario Dirganata Mahendra, kalian bisa manggil saya, Mario." ucap Mario memperkenalkan diri.


"Kalau di panggil mahendra, gimana?" tanya seorang murid.


"Nggak pa-pa." ucap Mario sambil tersenyum tipis.


"Kalau di panggil sayang gimana?" tanya seorang siswi sambil berkedip genit kearah Mario.


"Heh, kamu itu bisa-bisanya genit banget." ucap sang guru tak terima.

__ADS_1


"HUUUUHHHHH!! " suara riuh para murid pun kembali terdengar.


"Sudah Mario kamu duduk di samping Olin, ya. karena di situ aja bangku kosangnya."


"Bu bu Mario biar duduk sama saya aja, bu." ucap kembali salah satu siswi genit yang berada di kelas itu.


"Kamu sama Alan atau Gilang saja sana." jawab sang guru cuek.


"Ya sudah anak-anak ibu mau keluar dulu mencari Alan sama Gilang, Kalian pelajari aja buku paket lanjutan kemarin ya nanti ibu terangkan," pesan sang guru lalu berlalu pergi meninggalkan kelas.


Mario akhirnya duduk di samping Olin. Suasana sangat canggung di antara mereka. Dua remaja itu hanya diam. Olin yang sibuk dengan buku paketnya, sedangkan Mario hanya bermain bolpoin saja.


"Ssttt,anak baru." Mario menoleh ke belakang.


"Lo manggil gue?" tanyanya.


"Iya, kenalin nama gue Saras." ucap Saras yang hanya di balas anggukan oleh Mario.


"Gue Anya," sapa Anya tak mau kalah.


"Mario."


Olin di sampingnya hanya diam. Dia mendengarkan semua pembicaraannya kedua sahabatnya dengan Mario. Namun dirinya bersikap cuek saja.


"Heh bu Anggi, mana?" tanya seorang yang baru saja datang dengan nafas yang tak teratur. Sepertinya cowok itu habis lari.


"Keluar nyari'in lo sama Alan." ucap Anya yang duduk sebangku dengan Alan.


"Lah Alan mana?"


"Nyari'in lo." jawab Saras.


"Lah kok ****." jawab cowok beranama Gilang tadi.


"Telvon sana. Orang kalian memang bege." ucap Saras yang duduk dengan Gilang.


"Ras ini siapa?" tanya Gilang sambil menunjuk ke arah Mario.


"Oh anak baru. Kenalan gih dia calon pacar gue." ucap Saras dengan Pedenya. Mario menoleh saat merasakan ada yang mencolek bahunya.


"Bro, kenalin gue Gilang calon pacarnya Saras. Lo bisa kok temenan sama gue dan Alan." ucap Gilang memperkenalkan dirinya.


"Heh enak aja calon pacar katanya, nggak ada ya," Saras tak terima.


"Yaudah sih kagak usah marah." ucap Gilang lalu sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2