
Hari ini cuaca sangat cerah. Matahari bersinar dengan sempurna di atas langit sana. Tapi panasnya sinar matahari tak membuat beberapa siswa berhenti untuk latihan.
Classmate tinggal satu hari lagi di mulai. Setelah itu akan di adakan pula pertandingan persahabatan antar sekolah. Mario dan kawan-kawan juga harus menyiapkan diri disana.
Sebagai perwakilan dari kelas 11, Mario selaku ketua tim Volly selalu mengarahkan timnya untuk fokus dalam classmate kali ini. Apa lagi juara pertama akan mewakili sekolah dalam pertandingan persahabatan antar sekolah nanti.
Perlombaan yang di adakan adalah basket, volly, dan futsal. Dulu Mario juga mengikuti tim futsal. Tapi guru pelatih tidak memperbolehkan untuk merangkap. Alhasil, dia memilih untuk menjadi ketua tim Volly untuk kelas 11.
"Wah gila sih, mario ganteng banget coba."
"Iya sih, ketampanannya nggak umum sih tuh cowok."
"Eh,single nggak dia?"
"Katanya sih iya."
"Yes, ada kesempatan nih buat deket."
"Pede lo, belum tentu dia mau sama lo, ye."
"Idih, bener juga tuh."
"Apa salahnya mencoba, girls."
Olin, Anya dan Saras hanya mengerutkan dahi mereka sambil saling pandang, saat mendengar gunjingan beberapa siswi di samping mereka duduk.
Mereka bertiga sudah berada di tribun lapangan Volly. Melihat aktivitas latihan teman-temannya. Hari ini para guru membiarkan para murid free.
"Robby ketua tim basket sekarang nggak terlalu populer, posisinya di ganti sama Mario. Si Thomas ketua tim futsal juga pamornya meredup."
Lagi-lagi Olin, Anya dan Saras mendengar bisik-bisik dari siswi di sebelahnya.
"Iya ya, mereka berdua tergantikan sekarang. Iya gimana nggak terganti coba, si Mario jago di semua bidang Olahraga. Denger-denger juga dia pinter loh di kelas."
__ADS_1
"Serius lo?"
"Iya, temen gue sekelas sama Mario. Katanya cowok itu tuh pinter banget."
"Tapi kenapa dia D.O kalau dia pinter?"
"Lah, dia D.O?"
"Gimana sih lo ini. Katanya mau deketin mario, kabar tentang dia aja lo nggak tau."
"Seriusan gue nggak tau. Alah namanya juga cowok, wajarlah kalau sedikit bad."
"Kalau lo suka cowok yang bad. Kenapa cintanya Razy lo tolak?"
"Lah napa ngomongin Razy?"
"Eh, liat Alan anak kelas sebelah. Mayan cakep ya."
Ucapan terakhir salah satu siswi itu membuat Anya menoleh reflek ke arah mereka. Ketiga siswi itu pun melihat Anya dengan kebingungan.
"Sabar, godaan punya cowok cakep tuh gitu." ucap Saras menenangkan.
"Loh, maksudnya Anya pacaran sama Alan?" tanya Olin pada kedua sahabatnya.
Saras mengedipkan satu matanya ke arah Olin. "Kok lo nggak cerita sih, Nya?" ucap Olin.
Anya nyengir kuda,"Ntar kalau gue cerita lo mintain traktiran lagi. Bokek gue sekarang," jawabnya cengegasan.
"Dasar lo mah."
"Hehe, sorry Olin ku cayang." ucap Anya sok imut.
Mereka bertiga kembali melihat ke tengah lapangan. Olin melihat Mario yang bermandikan keringat disana. Cowok itu terus fokus pada bola yang terus melayang di udara.
__ADS_1
Suara tiga siswi di sebelah mereka terdengar kembali. olin kira mereka sudah pergi, nyata mereka masih di tempat yang sama.
"Mario, ya ampun makin cakep kalau kayak gitu."
"Iya tuh, waduh gila nggak sih. Auranya itu loh beda banget kayak cowok-cowok lain."
"Gue pengen jadi ceweknya."
Kini giliran Olin yang mulai terusik. Dia menoleh ke arah tiga siswi tadi. Namun mereka tidak sadar jika di awasi oleh Olin.
Anya menolehkan kepala Olin, "Kenapa?lo cemburu mereka dari tadi ngomongin mario?" tanya Anya.
"Nggak, gue risih aja. Mereka ngomongin temen kita."
Anya terkekeh. "Mereka tuh fansnya mario, wajarlah mereka ngomongin dia."
"Iya kayak nggak ada bahan perbincangan lain aja." ucap Olin sewot.
"Kenapa sih, Lin. Udahlah santai aja. Lagian mereka nggak bisa juga dapetin Mario." ucap Saras.
"Lagian, kenapa lo nggak trima sih? Beneran lo nggak cemburu, tapi kayaknya lo cemburu deh, Lin?" Anya mencoba mengoda Olin agar gadis itu mengatakan yang sebenarnya.
"Ish, nggak ya."
"Yang bener?"
"Iya. Lagian tuh si Iqki kan ada, dia juga cakepĀ kok." ucap Olin.
"Lo nggak denger mereka ngomongnya apa? Auranya beda," Saras mengucapkan kalimat terakhirnya sama dengan nada bicara siswi tadi.
Olin hanya berdecak. Sedangkan Anya dan Saras hanya tertawa pelan.
"Anak kelas sebelah kenapa cakep-cakep ,ya? "
__ADS_1
"Siapa anak kelas sebelah?"
"Itu tuh, selain Mario sama Alan. Ada Iqki sama siapa tuh nomor punggung 9?"