Pangeran Gesrek

Pangeran Gesrek
Pacar Sehari


__ADS_3

"Key," panggil Viera yang baru datang, mukanya tampak lesu tak bertenaga.


"Apa?"


"Jahat lo kemarin ninggalin gue."


"Eh ... gimana? Perasaan pas latihan futsal selesai, lo udah gak ada."


"Gue ke kunci di kamar mandi Key," ucap Viera mengerucutkan bibirnya.


"Kok bisa?"


"Gue kekunci di salah satu bilik, mungkin pintunya rusak, soalnya gak bisa dibuka setelah gue beres buang air kecil. Gue panik dong, udah dipaksa dobrak tetep gak kebuka, udah malem lagi bokap nyariin."


"Untung gue denger ada yang lewat, ternyata si Vino, eh dia malah ikut panik teriak-teriak. Terus gue disuruh keluar lewat atas, susah dong. Gue sampe naek pinggiran closet, kaki gue malah masuk satu ke lubang kloset," lanjut Viera meneruskan ceritanya, mukanya tampak sedikit kesal.


"Pas gue berhasil naek ke atas bilik, setelah berkali-kali nyoba. Bukannya si Vino tangkep kek gua yang loncat, dia malah angkat tangan. Remuk badan gue Key ..., akhirnya gue dianter tuh sama cunguk, tapi dia nyuruh gue angkat satu kaki yang tadi nyemplung. Pegel gue sepanjang perjalanan, gak kuat hamba ... pengen bunuh orang takut gak diampuni dosanya." Viera mengasihani dirinya sendiri, Key menatapnya miris.


"Oh," ucap Key singkat.


"Oh, Key? Oh, doang? Gue udah cerita panjang kali lebar kuadrat dua akar tiga ditambah sembilan juga, jahat banget."


"Sabar ya," timpal Key.


"Gue bakar juga lo, punya sikap kok dingin banget. Pengen gue bikin meleleh rasanya tuh sikap." Viera mendecak sebal, ia mendudukan dirinya dan bergumam tak jelas di sebelah Key yang sudah fokus membaca novelnya.


Tok ... tok ... tok ...


Suara ketukan pintu kelas terdengar, masih terlalu pagi untuk memulai pelajaran.


"Key, lo dipanggil," ucap salah satu teman sekelas Key, Key langsung menutup novelnya dan menghampiri orang yang memanggilnya.


Seorang siswa berkacamata dengan pakaian super rapi dan rambut yang disisir ke belakang yang tak kalah rapi tersenyum melihat Key mendekat. Sepertinya dia adik kelas, karena Key tak pernah melihat teman seangkatannya ada yang berpenampilan seperti itu, atau mungkin hanya Key saja yang kurang pergaulan.


"I- ini kak," ucap siswa tersebut gugup, ia memberikan sebuah amplop biru yang terlipat rapi.


"Apaan tuh?" Deden mengambil amplop tersebut dilihatnya bulak-balik karena penasaran. Sejak kapan Deden disini? Kayak hantu aja tiba-tiba muncul.


"Surat cinta?" tebak Deden.


Siswa yang ditanya hanya menunduk takut melihat Deden dihadapanya, ia ragu-ragu menjawab perkataan Deden. Padahal Deden kan bukan hantu, segitu seremnya ya muka Deden?


"Jangan maen ambil sembarangan aja dong, ini kan buat gue. Lo gak usah ikut campur," ucap Key mengambil amplop biru itu dari tangan Deden.


"Terimakasih ya," ucap Key tersenyum manis pada siswa yang sedari tadi menunduk.


Siswa itupun mengangguk dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.


"Dia disenyumin, urang kapan, Key?"


Key tidak memperdulikan perkataan Deden, ia membalikan badannya kembali menuju kelas.


"Keempat, maneh jadi pacar urang."


Key menghentikan langkahnya ketika mendengar Deden berbicara. Ia menatap cowok dihadapannya dengan alis bertaut bingung.


"Maksud lo?"


"Langkah ke empat usaha urang, biar bikin maneh suka ke urang adalah dengan maneh jadi pacar urang."


"Tapi kan lo bilang itu nanti, gue aja belom suka sama lo."


"Cukup sehari Key, sehari aja maneh jadi pacar urang. Besok kan minggu, nanti sama urang jemput, gak ada penolakan."

__ADS_1


Deden pun pergi meninggalkan Key yang masih memahami ucapannya, jadi Key besok berstatus sebagai pacar Deden kan? Sehari.


*   *   *   *   *


Guguk Cungkring


[Key urang jemput maneh jam 10, gak usah dandan muka maneh sama aja datar.]


Key yang masih tertidur itu membuka matanya malas, ia mendengar suara notifikasi pesan di ponselnya. Matanya membelalak ketika melihat Deden yang mengirimkannya pesan, ditambah isi pesannya sangat menyebalkam. Hampir saja ia lupa hari ini ada Kencan dengan Deden pacar satu harinya. Eh ... apakah ini bisa dibilang kencan? Mustahil rasanya jika bersama Deden.


Hari minggu pagi, biasanya Key masih malas-malasan menonton TV. Tapi khusus untuk hari minggu kali ini dia bergegas dan sibuk mempersiapkan dirinya, setelah mandi ia pun sibuk memilih baju hingga hampir seluruh isi lemarinya ia bongkar. Key juga tidak paham mengapa ia segitu niatnya, Key malas berpikir, jalani saja tak usah dipikirkan dan ikuti kata hati.


Suara bel rumah terdengar, Bunda Devi membuka pintu untuk melihat tamu yang datang.


"Eh Deden? Mau kemana?"


"Mau izin nyulik Key bunda."


"Haha ... kencan nih ceritanya, cakep juga ya kamu."


Deden mengenakan baju hitam dan celana jeans abu-abu. rambutnya ia sisir rapi ke belakang.



"Cakep itu sebuah takdir yang gak bisa dihindari bun, sudah penyakit turunan," ucap Deden terkikik geli.


"Yasudah tunggu aja nanti Key juga turun. Kamu mau air keran atau air comberan buat minum?" tawar Bunda Devi.


"Jahat banget bun. Gak usah repot-repot deh bun, urang biasanya minum baygon campur sianida."


"Pantes otak kamu ngungsi separuh ya," ucap Bunda Devi tertawa mencoba bercanda.


"Bukan separuh lagi bun, tapi semuanya minta di transmigrasikan."


"Hahaha ... udah ya, bunda lanjutin masak. Ngobrol sama kamu rahang bunda pegel ketawa mulu."



"Urang kan bilang gak usah dandan Key, kalo urang tambah suka gimana? maneh mau tanggung jawab?"


"Ya kali ... lo cakep gue burik. Bisa diamuk masa gue."


"Jadi maneh mengakui kalo urang cakep? Gimana Key udah suka belum sama urang?"


"Gak," jawab Key singkat.


"Urang pastikan hari ini maneh bakal suka sama urang."


"Jadi gak nih? Lo udah ganggu hari libur gue."


"Iya Key, iya."


Mereka pun pergi setelah pamit kepada bunda Devi, Deden menyalakan Pinky ---Motor ninja merahnya---menjauhi pekarangan rumah Key. Seseorang memperhatikan mereka diam-diam dari mobil dengan wajah emosi.


*   *   *   *   *


"Key tipe cowok maneh kayak gimana sih? Masa urang yang segini cakepnya ditolak," ucap Deden masih fokus mengendarai motornya.


Key yang berpegangan di ujung jaket Deden itu samar-samar mendengar. ia kesulitan mengkondisikan gaunnya, seharusnya ia tadi memakai celana saja, ia tidak berpikir jika sulit memakai gaun menaiki motor. Lagipula kenapa seorang Key begitu peduli penampilan sih? biasanya ia sangat suka yang sederhana saja, ini gara-gara Deden, dasar kadal aer.


"Yang pasti harus cowok," jawab Key seadanya.


"Kan urang juga cowok."

__ADS_1


"baik."


"Urang juga baik."


"Perhatian."


"Apalagi urang."


"Nerima gue apa adanya."


"Urang nerima maneh apa adanya, nerima banget malah, Key."


"Gak gesrek."


"Nah itu cukup sulit dikondisikan. Tapi kan urang unik Key, urang janji bakal ngelindungin maneh sepenuh hati."


"Basi."


"Maneh perlu bukti apa Key? Urang berani ngelakuin apa aja."


"Loncat dari menara eiffel."


"Mati atuh urang, nanti populasi cowok cakep makin langka," ucap Deden sambil tertawa.


"Pede banget lo."


Deden memberhentikan motornya di pinggir jalan, Key turun takut jika motornya mogok.


"Maneh gak nyaman ya Key, nih jaket urang pake sama maneh aja."


Key menerima jaket Deden dan mengikatkannya di pinggang Key.


"Urang janji, hari ini maneh akan bahagia sampai gak bisa lupa wajah urang."


Deden menepuk pelan puncak kepala Key, ia menampilkan senyum manis khasnya. Sontak saja itu berhasil membuat jantung Key bersetak lebih cepat, mukanya pun memerah, langsung saja Key berusaha menutupinya dan bersikap datar.


Deden kembali melajukan motornya, Key juga sudah nyaman dalam posisinya.


'Deden orang baik ' ucap batin Key.


Baru beberapa meter motor yang dikendarai Deden melaju, ia kembali mengerem motornya mendadak hingga refleks Key memeluknya.


Deden memberhentikan motornya di depan sebuah toko bunga. Apakah Deden akan memberikan Key sebuah bunga? Seorang Deden bisa romantis ternyata.


*   *   *   *   *


Urang \= Saya


Maneh \= Kamu


~ ~ ~


"Bun, promo dong," ucap Author memohon.


"Lagi sibuk bikin kue," jawan Bunda Devi.


"Nanti dikasih banyak film drakor, bun."


"Oke setuju."


"Hallo Readers jangan lupa like, komen dan subscribe yaa .... "


"Bun ini bukan youtube,"

__ADS_1


"Yang penting udah promo."


"Aduh Bunda kenapa sama kayak Cast yang lain sih. Hy gaes, jangan lupa like, vote, rate bintang lima, klik favorite dan krisannya yaa gaes. Terimakasih untuk yg sudah membaca."


__ADS_2