
"Cek ... cek .... Uhuk!"
Dua onggok manusia yang masih bernapas dengan teratur tengah berkumpul di sebuah ruangan dengan meja panjang ditengahnya. Suasana hening ... belum ada yang mulai berbicara.
"G-gue merinding," ucap Gibran mengusap tengkuknya pelan. "Cahayanya minim banget, gue cuma bisa liat gigi lo, Vin," lanjutnya menepuk pundak orang di sebelahnya pelan.
"Oh, lo yang di sebelah gue, Bran? Pantesan gue nyium bau-bau jones bertebaran," sahut Vino memicingkan mata, berusaha menangkap sosok di sebelahnya.
"Bau jones gimana, Woy?!" timpal sebuah suara dari belakang. "Hoax, tuh, yang badak ada aslinya!"
"Kebalik, Markonah!" Gibran membalikan badan, lampu seketika menyala membuat ruangan terang seketika. "Makanya kalo ngomong buka mulut dulu, biar gak tersesat tuh oksigen!"
Deg!
Vino dan Gibran terkejut melihat orang yang tersenyum manis ke arah mereka. Melambaikan tangan sambil berjoget ria, entah tarian ular atau kesetrum listrik, yang jelas gerakannya seperti ular tersetrum listrik.
"Kalian gak kangen sama urang? Kapan lagi coba urang ketemu kalian semua?" ujar orang memakai topeng Mimi Peri dengan celana training hitam dan kaos yang tak jelas warnanya, apakah itu warna abu-abu beruk atau putih buluk.
"Thor? Alligator?" tebak Vino setengah terkejut.
"Emang urang buaya? Maneh, tuh, yang buaya!" bentak orang bertopeng Mimi Peri sarkas.
"Dih, galak, banget. Copot tuh rahang!"
"Udah, gak usah banyak berdebat. Buang-buang napas aja," ucap orang sedikit normal dan banyak anehnya memutar bola mata malas. "Urang mau kenalin kalian sama orang baru!"
* * * * *
*Rael menarik napas dalam, sebelum akhirnya berteriak, "RYUNA ARINAYYA!"
"Aakh! Geblek, telinga gua!"
"Ya ampun, berdarah kagak, nih?"
"Jir! Kuping gue kepanasan."
"Apa abis ini urang jadi hantu budek?"
__ADS_1
Keluh-kesah perihal telinga pun terdengar dari banyak penjuru, lantaran Rael yang berteriak kencang padahal sudah memegang pelantang.
"EH, OGEB! MAU SIMULASI NIUP SANGKAKALA, LU?" teriak Arin pada Rael. "BUDEK SEMUA, NIH, KUPING ORANG-ORANG!"
Rael cukup lelah karena menarik sound system besar ke lapangan, juga menyusun sepatu yang juga hampir memenuhi seisi lapangan itu sendirian. Ia pun memegang pelantang dengan napas yang terengah-engah. Senyumnya yang cukup manis menghiasi wajahnya yang penuh akan keringat.
"Arin! Urang sayang," ujarnya lirih, masih dengan pelantang di tangannya. Hingga semua penonton masih mampu mendengarnya.
"Iya, saya juga sayang sama Arin," sahut seseorang dari arah samping lapangan. Membuat Rael dan banyak pasang mata beralih kepadanya*.
Eaak ... kepotong. Kepo, kan? Nah ini cerita 'Destiny', kisahnya Arin, Tetet, sama Rael. Cerita ini, tuh, cerita kolaborasi yang ditelantarkan oleh urang sama 'Ampas Kopi'. Klik profil urang nanti muncul deh, ceritanya di sana. Update setiap selasa dan sabtu. Kuy! Kuy! Serbu!
"Udah gitu doang?" tanya Vino menaikan sebelah alis.
"Heh, Vino! Urang punya hadiah buat maneh."
"Apaan, tuh, Alligator?" ucap Vino antusias.
"Apaan, sih, lo?" bentak Viera kesal, ia mencubit perut Vino kuat-kuat.
"Syukurin! Gue tarik ginjal lo sampe turun ke dengkul!"
"R-Ra lepas, nanti gue keguguran."
Viera dengan segera menarik tangannya, matanya membulat mendengar ucapan Vino.
"Kok, bisa?" pekik Viera terkejut, ia melirik Vino dari atas hingga bawah. "Lo bukan cowok, ya?"
Kali ini giliran Vino yang terkejut, ia menggeleng kuat-kuat. "Gue cowok ori, kok! No minus dan tanpa perantara, RAM 25 GB, COD Pasar Gebang," ujar Vino dengan tatapan serius.
"Up, gan! Kurang minat," timpal Viera memutar bola mata malas.
"Gak percaya? Nih, gue buktiin." Vino sudah siap memegang bagian depan celananya.
"Heh! Heh! Ngapain lo?!" bentak Viera.
* * * * *
__ADS_1
"Cerita apa itu, woy?!" ucap Vino dengan ekspresi aneh.
"Cerita maneh sama Viera, lah! Gak mau? Jadi main character, lho."
"Yang bener?"
"Iya, ceritanya di sana maneh udah nikah sama Viera."
"Yang bener?" Vino kembali bertanya hidungnya mulai mimisan.
"Mikirin apa maneh sampe hidungnya mimisan gitu?!"
"Gue gak diajak?" sahut Gibran dengan wajah memelas.
"Diajak, kok, numpang lewat sama napas doang di sana wkwk," jawab orang bertopeng Mimi Peri.
"Dih, jahat." Gibran mendelik kesal. "Vino dibikinin cerita, gue kagak."
"Bodo amat!"
"Yang bener?" Vino masih mengoceh tak jelas sedangkan Gibran bergumam kesal dengan bahasa alien.
Nah, buat yang penasaran sama cerita duo V, mereka kagak di sini, wkwk. Mereka di sebelah, ada di 'Novel*Me'. Dijamin ambyar, dah, di sana. Mampir, ya ... nanti kita ngerumpi bareng Ok! Update setiap hari Judulnya THE V2 (Absurd Couple)
KUY! KUYLAH! SERBU ....
Serbu, woy, jangan lupa!
Ayo yang punya apk *Novel*me* serbu!
Cepetan!
Ayok, lah!
Penasaran, kan?
Cepet berangkat ke sana!
Udahlah, capek ngetiknya, berasa orgil ngoceh sama diri sendiri. ;(
__ADS_1
Sekian!