Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 11


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote nya yah


Terima kasih:)


Lanjut.


Masih di cerita nya si Dewa.


Dewa hanya tertawa kecil ketika melihat Gani datang menghampiri dirinya"Kenapa Lo ketawa emangnya ada yang lucu gitu"ucap Gani terheran heran.


"Enggak"ucap Dewa yang kembali menjadi dingin dan memalingkan wajahnya.


"Yaudah buruan sabung lagi cerita Lo yang barusan"ucap Gani sambil kembali duduk di samping Dewa.


"Yaudah gue ceritain,jadi semalem itu gue kan sempet ci*man tuh sama si Luna dan gue kepikiran tuh buat nembak dia"ucap Dewa sambil tertawa.


"Trus dia jawab gimana?"ucap Gani dengan penuh penasaran.


"IYA si Luna jawab iya,hahhah...dasar si Luna dia emang bodoh kan?masa baru kenal beberapa jam aja udah mau aja jadi pacar gue"ucap Dewa sambil tertawa terbahak bahak.


"Iya bener bro Lo emang bener si Luna itu emang bodoh"ucap Gani seakan tak percaya.


"Trus trus sekarang kalian udah resmi pacaran gitu?"sambung Gani yang masih penasaran.


"Hakh..itu cuma menurut si Luna nya doang tapi menurut gue dia bukan siapa siapanya gue"Ucap Dewa terkekeh.


"Trus ngapain Lo nembak dia kalo Lo gak anggap dia itu pacar Lo"ucap Gani yang merasa heran dengan ucapan Dewa.


"Jadi gini nih Gan gue gak mungkin ngeklaim si Luna itu sebagai pacar gue karna di hati gue udah ada si Risa istri gue,tapi gue bakalan ngeklaim si Luna sebagai wanita pemuas hasrat gue yaa..lebih tepatnya sih dia bakalan gue jadi pelacur pribadi gue"ucap Dewa menjelaskan rencananya kepada Gani sahabatnya.


"Wah bro Lo kelewatan nih,,si Luna itu salah apa coba sama Lo sampai dia harus jadi pemuas hasrat Lo"ucap Gani seakan tak percaya akan ucapan Dewa dan ia merasa kasiah kepada Luna yang tak mengetahui apa apa.


"Ya salah dia sendiri kenapa dia udah bikin gue tergoda sama dia,lagian wanita pelacur kaya dia tuh mana mungkin bisa jadi pacar gue"ucap Dewa dengan santainya.


"Ah..ya udahlah terserah Lo,,gue mau balik dulu mau istirahat"ucap Gani sambil menepuk pundak Dewa.


"Ya udah hus hus sana"ucap Dewa sambil mendorong dorong kaki Gani supaya cepat menghilang dari hadapannya.


"Biasa aja kali gak usah seret seret kaki gue segala ini juga gue mau balik"ucap Gani sambil berdiri dan kemudian berjalan meninggalkan Dewa.


"Eh...Gan pegang janji Lo,awas kalo Lo sampei cerita sama orang terutama istri gue,kalo Lo sampei bilang gue bakalan pecat Lo"teriak Dewa kepada Gani yang sudah berada di depan pintu keluar.


"Iya iya gue bakal tutup mulut Lo tenang aja"teriak Gani sambil membuka pintu apartemen Dewa kemudian keluar dari apartemen tersebut.

__ADS_1


"Hakh.. ternyata Lo lebih bajingan nya di bandingkan gue Wa"ucap Gani yang terkekeh setelah mendengarkan ucapan Dewa.


Di tempat lain.


Kembali ke cerita Luna.


Luna yang sedari tadi rebahan di atas ranjang itu sudah merasa sangat bosan karena sedari tadi ia hanya menatap layar ponselnya berharap Dewa akan menelponnya.


"Akhhh..gue udah gatahan mending gue telpon duluan aja tuh di Dewa"ucap Luna geram karena sedari tadi ia terus menunggu tetapi hasilnya nihil.


Lalu Luna mengambil ponselnya dan hendak menelpon Dewa tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi dan tertera nama Dewa di layar ponselnya"ehh...baru aja gue mau telpon eh..ternyata malah dia yang nelpon"ucap Luna yang terlihat begitu bahagia ketika mendapat telepon dari sang kekasih.


Luna pun langsung mengangkat panggilan masuk tersebut nampak ia begitu bahagia mendapat telpon dari Dewa.


📞Luna"Halo Dewaa"ucapnya dengan gugup.


📞Dewa".............


📞Luna"Eh.. enggak kok aku gak gugup.


📞Dewa"..............


📞Luna"Iya beneran aku gak gugup.


📞Dewa"..............


📞Dewa"..............


📞Luna"Eh..emang kita mau kemana.


📞Dewa"..............


📞Luna"Mmm... baiklah ntar aku kirim alamatnya lewat WhatsApp yah.


📞Dewa"..............


📞Luna"Ya udah,Dahhh.


Setelah mendapat telpon dari Dewa Luna nampak sangat gembira ia langsung bergegas menuju meja rias milik Mela"Mel gue minta makeup Lo yah"teriak Luna sambil duduk di kursi meja rias tersebut.


"Iya Lun Lo pake aja"Teriak Mela yang berada di ruang tengah.


Luna pun langsung merias dirinya dengan peralatan makeup milik Mela nampak ia berdandan sangat cantik karena Dewa akan menemuinya.

__ADS_1


Setelah selesai merias dirinya Luna pun pergi menghapiri Mela yang sedang duduk di sofa ruang tamu rumah kontrakannya.


"Wih udah cakep mau kemana Lo?"ucap Mela ketika melihat Luna keluar dari kamarnya.


"Mau jalan sama si Dewa"ucap Luna menyombongkan diri.


"Sombong amat Lo Lun ketibang jalan doang gue juga bisa kali"ucap Mela sambil melempari Luna dengan kulit kacang yang sedang ia makan.


"Ih.. Mel nanti dress gue kotor"ucap Luna sambil ikut duduk di samping Mela.


"Eh..Lun itu kacang gue"ucap Mela ketika Luna mengambil cemilannya.


"Udah gue minta sedikit"ucap Luna sambil menyingkirkan tangan Mela yang ingin merebut kembali cemilannya.


"Nih.."sambungnya sambil memberikan kembali bukus kacang tersebut.


Tak lama kemudian terdengar klakson mobil Dewa berbunyi tepat di depan rumah Mela"Eh..Lun mungkin itu mobil si Dewa coba Lo liat"ucap Mela ketika mendengar suara klakson mobil tepat di depan rumah kontrakannya,Luna pun mengintip dari balik jendela dan benar Dewa keluar dari mobil tersebut.


"Eh..iya Mel itu Dewa,,aduh gue harus gimana nih Mel mana mulut gue bau kacang lagi,Mel Lo punya permen penyegar mulut gak"ucap Luna salah tingkah.


"Iya ada nih sebentar Lun gue ambil dulu"ucap Mela yang sama menjadi salah tingkah.


"Udah buruan Mel"ucap Luna yang tergesah gesah.


"Nih Lun"ucap Mela sambil membukakan bungkus permen tersebut.


Tanpa lama lama Luna pun langsung mengunyah permen tersebut.


Tok tok tok...


Mendengar Dewa sudah mengetuk pintu Luna pun bergegas menuju ke arah pintu sambil merapikan rambutnya dan langsung membukakan pintunya.


"Hai Mas"ucap Luna ketika melihat Dewa berada di hadapannya.


Dewa hanya tersenyum kepada Luna"Mas mau masuk dulu?"tanya Luna dengan gugup.


"Enggak usah kita langsung pergi aja,udah siap kan?"ucap Dewa


"Udah Mas tinggal bawa tas aja di dalem,,sebentar yah Mas aku abil tasnya dulu"ucap Luna sambil bergegas masuk kedalam rumah dan membawa tas selempangnya yang ada di atas meja.


"Aduh Lun Lo jangan gugup kaya begini dong" ucap batin Luna ia merasa gugup karena ini kali pertamanya ia berkencan dengan Dewa.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2