
Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah
Terima kasih:)
Lanjut.
Tiga hari kemudian Luna masih menjalani hari hari nya tanpa kehadiran Dewa di sampingnya dan kini Gani dan Mela pun telah kembali dari liburannya.
"Selamat pagi pak bos,pak Gan"ucap pak Jek ketika melihat kedatangan Dewa dan Gani di lobi gedung.
"Pagi"ucap Dewa dingin.
"Pagi pak Jek"ucap Gani sambil tersenyum ramah kepada satpam kantor tersebut.
"Gimana liburan Lo?"ucap Dewa ketika di dalam lift.
"Lo nanya sama gue?"ucap Gani dengan ekspresi mengejek.
PLETAK
"Iya ke Ello"ucap Dewa sambil menjitak kening Gani dengan tangannya.
"Aww
"Sakit bro"ucap Gani sambil memegangi jidatnya.
"Makannya orang lagi nanya serius itu jangan di pake main main"ucap Dewa.
"Iya iya gue minta maaf"ucap Gani.
"Eh,, ngomong ngomong Lo bisa nemuin si Luna dimana"tanya Gani berpura pura tidak tahu tentang keberadaan Luna saat itu.
"Gue di bantu pak Jek yang ternyata pak Jek itu tetangganya si Luna"ucap Dewa.
"Wah bisa kebetulan kaya gitu yah"ucap Gani pura pura tertawa seolah olah ia juga baru tau mengenai hal itu.
"Oh iya Gan,gue boleh minta tolong sama Lo"ucap Dewa.
"Minta tolong apa?"ucap Gani.
"Lo bisa suruh pacar Lo buat nemenin si Luna selama gue gak ada"ucap Dewa.
"Hah?emang Lo mau kemana bro?"ucap Gani.
"Gue gak mau kemana-mana,tapi sekarang ada istri gue di rumah jadi gue minta tolong sama Lo suruh pacar Lo buat nemenin si Luna bilang aja ke pacar Lo kalo gue lagi ada kerjaan di Luar kota okey"ucap Dewa berusaha membujuk Gani.
"Mau sampai kapan sih bro Lo kaya gini"ucap Gani yang sudah tak paham lagi apa yang di inginkan Dewa dari Luna.
__ADS_1
"Entah"ucap Dewa singkat.
"Trus Lo anggap si Luna itu apa?...
"Ban serep Lo gitu?"ucap Gani kesal.
"Iya,, tepatnya sih dia itu cuma mainan gue aja..
"Bukannya gue udah bilang si Luna itu cuma pelacur pribadi gue"ucap Dewa sambil tertawa puas.
Mendengar hal itu Gani benar benar marah namun ia berusaha menahannya karena bagaimanapun juga Dewa adalah bos nya.
"Tega Lo Dew,si Luna itu cewe baik baik dan Lo perlakuin dia seenaknya kaya gini dasar laki laki bejad.
"Kalo Lo bukan bos gue udah gue hajar Lo,"ucap batin Gani yang geram dengan cara Dewa memperlakukan Luna seolah olah wanita itu malang itu adalah mainan nya.
"Lo sama sekali gak ada rasa suka sama dia"ucap Gani.
"Mmm....
"Gak ada karena cinta gue cuman buat istri Gue Risa"ucap Dewa sambil tersenyum puas sedangkan Gani merasa sangat geram dengan perilaku Dewa.
"Oh gitu yah"ucap Gani tak bisa berkata kata lagi.
"Jadi gimana Lo mau tolongin gue?"ucap Dewa.
Di Tempat Lain.
Nampak Luna hanya duduk terdiam di balkon kamar nya sambil terus melihat ke arah layar ponselnya berharap Dewa akan memberinya kabar.
"Mas Dewa kok gak ngabarin gue sih"ucap Luna sambil menaruh kembali ponselnya ke atas meja yang ada di balkon tersebut.
"Udah tiga hari loh ini tapi masa keluar kota sampe selama itu,mana gak ada kabar lagi"ucap Luna kesal.
Nampak ia sangat jenuh dengan rutinitasnya di di apartemen mewah itu tanpa kehadiran Dewa di sampingnya.
Ting tong
Terdengar suara bel apartemen tersebut berbunyi mendengar bel apartemen nya berbunyi Luna langsung bangkit dari duduknya dan langsung masuk kedalam rumah nya.
"Pasti itu mas Dewa"ucap Dewa dengan senang.
"Tumben mas Dewa pake pencet bel segala biasanya juga mas Dewa suka langsung masuk aja"ucap Luna sambil berjalan tergesa-gesa menuju pintu apartemen nya.
"Iya sebentar mas"teriak Luna ketika bel itu terus di tekan oleh seseorang di balik pintu.
Luna pun membuka pintunya dan betapa kecewanya hati Luna ketika mendapati seseorang yang ada di balik pintu tersebut bukanlah orang yang selama ini ia tunggu.
__ADS_1
"Surprise"Teriak Mela sambil membawa tas belanja.
"Loh loh loh kok mukanya kaya gitu sih ini gue bawa oleh oleh loh buat Lo"ucap Mela ketika m lihat ekspresi wajah Luna yang seperti tidak senang dengan kehadirannya.
"Lo kenapa hah? muka kok di tekuk kaya gitu Lo gak seneng yah gue ada di sini"sambung Mela sambil m ngangkang wajah Luna yang sedang tertunduk.
"Gue sedih Mel gue kira yang bunyiin bel itu mas Dewa eh ternyata Elo,tapi gapapa gue seneng ada Lo di sini"ucap Luna dengan senang Luna langsung mengambil tas tersebut dari tangan Mela.
"Eh,,emang dasar yah Lo gue kira Lo gak seneng gue ada di sini"ucap Mela sambil menabok tangan Luna.
"Aw,,sakit Mel"ucap Luna sambil mengusap-usap tangannya.
"Hehehe,,emang si Dewa kemana Lun"ucap Mela sambil masuk kedalam apartemen.
"Mas Dewa lagi keluar kota"ucap Luna sambil mengikuti Mela.
"Oh,,keluar kota yah"ucap Mela sambil duduk di sofa ruang tengah.
"Silahkan duduk duduk"ucap Mela kepada Luna.
"Hekh,,ini rumah gue bege"ucap Lo Luna sambil duduk di samping Mela.
"Hehehh"ucap Mela sambil tersenyum lebar.
"Gimana liburan Lo?"ucap Luna sambil membuka hadiah dari Mela.
"Tunggu.gue belum sempet menginterogasi Lo"ucap Mela sambil menatap tajam ke arah Luna.
Melihat tatapan tajam dari temannya itu Luna hanya menelan ludah nya sendiri karena ia sudah tau pasti ini menyangkut tentang dirinya dengan Dewa yang bisa tinggal bersama lagi.
"Hah, interogasi apa sih Mel"ucap Luna berpura-pura tidak tahu tentang apa maksud dari Mela.
"Ngeintrogasi tentang Lo yang bisa tinggal lagi di sini bareng si Dewa"ucap Mela dengan tatapan serius.
"Itu..."Luna nampak ragu untuk memberi tahu Mela tentang ia yang terbujuk dengan ucapan Dewa.
"Itu apa sih Lun coba Lo cerita sama gue"ucap Mela sambil memegang tangan Luna.
"Itu karena gue cinta sama mas Dewa Mel"ucap Luna yang mengungkapkan isi hatinya selama ini.
"Dan gue mau ngasih kesempatan buat mas Dewa Mel"ucap Luna sambil tertunduk karena ia takut Mela akan marah mendengar hal itu.
Mela mengangkat wajah Luna yang tertunduk dan menatap sendu wajah sahabatnya itu seketika Mela langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Kalo Lo bener bener cinta sama dia Lo harus bisa ubah sifat dia"ucap Mela sambil memeluk tubuh Luna.
~
__ADS_1
Salam Author;)