
Lanjut
Tak terasa kepergian Luna dari kehidupan Dewa sudah hampir empat tahun lamanya,bayi yang dulu masih di dalam perut Luna pun kini sudah lahir dan tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik seperti ibunya .
"Karla,Adit ayo pulang na"teriak Luna kepada kedua anak kecil yang sedang bermain di gundukan tanah dekat lapangan bola mengingat hari sudah mulai sore.
Kedua anak kecil itu langsung menoleh kearah Luna dan langsung bangkit dari jongkoknya mereka langsung berlari menghampiri Luna dengan senyuman mengambang di wajah mereka.
"Bunda"Teriak anak perempuan sambil melambaikan tangannya dengan senyuman lucu di wajahnya.
"Tante Luna"teriak anak laki laki itu sambil dengan wajah cemong
"Ayo sini sini"ucap Luna menyemangati kedua bocah itu agar kedua bocah itu semangat berlari,dengan senyuman mengambang di wajahnya Luna terlihat bahagia melihat putrinya tumbuh menjadi anak yang baik namun tiba tiba ia berlari setelah melihat putri semata wayangnya itu terjatuh.
"Aaaa"ringis gadis kecil itu.
"Karla!!"teriak Luna ketika melihat putrinya terjatuh ia langsung berlari menghampiri putrinya.
"Kamu gapapa kan sayang?"ucap Luna dengan wajah panik sambil membantu putrinya bangkit,dilihatnya lutut dari putrinya berdarah sontak hal itu membuatnya terkejut dan langsung memangku tubuh kecil Karla anak itu tak henti hentinya menangis merasakan perih dibagian lutut nya.
Sesampainya di rumah Lastri keluar dari dalam karena mendengar tangisan keras di teras rumah"Ya ampun mbak Karla kenapa?"tanya Lastri panik melihat Karla menangis keras.
"Tadi Karla jatuh Las"
"Las mbak boleh minta tolong buat ambilin air anget"ucap Luna sambil berusaha menenangkan Karla.
Gadis kecil itu terus meringis kesakitan sambil terus menerus memanggil manggil ayahnya"Bunda lutut Karla cakit bun"adunya kepada Luna.
"Iya sebentar yah sayang tunggu Tante Lastri bawa air anget dulu buat sembuhin lutut Karla yah nak"ucap Luna berusaha menenangkan Karla agar tidak menangis.
Tak lama kemudian Lastri pun mengambil satu mangkuk air hangat dan langsung ia berikan kepada Luna beserta saputangannya"ini mbak air anget nya"ucap Lastri sambil menyodorkan mangkuk berisi air hangat.
__ADS_1
"Makasih yah Las"ucap Luna.
Ia langsung memakainya untuk membersihkan luka di lutut putrinya itu,gadis kecil itu kembali meringis kesakitan kata"ayah"kembali di sebut oleh gadis berusia empat tahun kurang itu"Ayah kaki Karla cakit yah"ringis gadis kecil itu terus memanggil ayah nya.
Sambil membasuh luka di lutut putrinya hati Luna terasa sakit mengingat putrinya selalu menyebut kata ayah dan selalu bertanya tentang keberadaan sang ayah apalagi anak seusia Karla sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari sosok ayahnya begitupun dengan Adit ia bernasib sama seperti Karla.
....
Tak terasa malam hari pun tiba suasana di rumah Nek Asih sangat lah bising karena kedua bocah yang tak henti hentinya berbicara sedangkan Luna dan Lastri sibuk menyiapkan makan malam untuk orang orang di rumah,sejauh ini Luna dan Lastri hidup rukun layaknya adik dan kakak begitupun dengan Karla dan Adit Adit yang lahir lebih dulu dari Karla bak kakak laki-laki bagi Karla.
"Adit Karla ayo makan"ucap Lastri kepada kedua bocah tersebut.
"Yeee makan"ucap keduanya nampak gembira.
Terlihat nasi dan lauk pauk yang ada di sana sangat sederhana tahu tempe dan sayur sawi putih merupakan makanan sehari-hari keluarga nek Asih karena ekonomi yang pas-pasan membuat Luna dan Lastri terpaksa harus memberikan makanan itu setiap hari kepada putra mereka,meski begitu kedua bocah itu tak pernah mengeluh dengan makanan yang setiap hari merdeka makan hanya itu itu saja.
mereka berempat makan dengan lahap apalagi kedua bocah itu makan sambil tak henti hentinya berbicara"kak Adit kalo Karla udah besar Karla mau jadi dokcer biar bisa sembuhin nenek kak Adit mau jadi apa?"ucehnya dengan mulut penuh makanan.
"Eh..kalo lagi makan jangan sambil bicara yah"ucap Luna sambil menyuapi putrinya.
"Tapi itu bunda juga bicala"pungkas Karla membuat Lastri yang mendengar nya tertawa kecil.
Luna nampak malu dengan jawaban dari putrinya itu,Karla memang seperti orang dewasa meski umurnya masih balita tapi pemikirannya kadang seperti anak seumuran tujuh tahun ia suka mengomel dan banyak bicara.
"Tante kapan yah om Ali dateng kesini lagi,Adit kangen nih sama om Ali"tanya Adit kepada Luna.
"Iya Bun Karla juga kangen sama om Ali,om Ali kan baik kalo dateng kesini pasti suka bawa makanan banyak"ucap Karla dengan kepolosnya.
"Nanti bunda tanyain yah sama om Ali kapan mau main lagi sama Karla dan Adit"ucap Luna.
Sejak Lulus sekolah SMA Ali memang sering mengunjungi Luna dan keluarganya hingga berkuliah di Bandung agar dekat dengan Luna hal itu lah yang membuat kedua bocah itu sering menanyakan kapan Ali akan mengunjungi mereka lagi.
__ADS_1
"Adit Karla udah makan jangan lupa gosok Gigi yah sama cuci kaki yah nak trus abis itu tidur deh"ucap Lastri kepada kedua anak kecil itu yang di balas oleh mereka dengan anggukan.
"Ibu Adit kenyang Adit mau langsung kekamar mandi yah Bu"ucap Adit sambil bangkit dari duduknya.
"Karla juga Bun"ucap Karla sambil menoleh kearah Luna dan langsung bangkit dari duduknya.
"Kak Adit tunggu"ucap Karla langsung berlari menghampiri Adit.
Kedua ibu muda itu nampak tersenyum melihat kedua putra putri mereka yang sangat aktif"Las ayo tambah lagi nasinya kamu tadi cuman makan sedikit loh"ucap Luna sambil menyodorkan nasi kepada Laatri.
"Iya mbak"ucapnya sambil mengambil nasi itu .
"Mbak mau liat nenek dulu kamu beresin ini yah"ucap Luna sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar nek Asih.
Setelah masuk kedalam kamar nek Asih dilihatnya nek Asih sudah tertidur pulas setelah Luna menyuapinya dan memberikannya obat sebelum acara makan malam tadi,satu tahun yang lalu nek Asih mengalami penyakit stroke yang membuat Nek Asih tidak bisa melakukan apa apa apalagi mengingat usia nek Asih yang sedang sangat tua,Luna terdiam sejenak melihat wajah nek Asih lalu menyelimuti nek Asih kemudian keluar dari dalam kamar tersebut.
"Nenek udah tidur Mbak"tanya Lastri yang sedang memberikan bekas makan tadi.
"Udah"ucap Luna sambil menganggukkan kepalanya.
"Anak anak masih di kamar mandi?"sambungnya.
"Iya"ucap Lastri.
"Karla Adit jangan main air nak ayo bobo"teriak Luna dari dalam rumah.
Tak lama kemudian kedua bocah itu kembali dari kamar mandi dan langsung memasuki kamar mereka bersama kedua ibu mereka,nampak Luna dan Lastri berusaha menidurkan anak anak mereka dengan bercerita hingga tak lama kemudian merekapun tidur
~
Salam Author;)
__ADS_1