Pelacur Sang CEO

Pelacur Sang CEO
Episode 45


__ADS_3

Jangan Lupa Like Komen dan Vote Nya Yah


Terimakasih:)


Lanjut.


Siang pun tiba suasana di dalam apartemen Luna dan Dewa nampak seperti biasa hanya saja kali ini nampak sedikit berbeda karena rumah tersebut nampak sangat berantakan karena Luna hanya terbaring di atas ranjang nya dan tak melakukan apa apa.


"Haehh,,kok kondisi badan gue jadi kaya gini yah"ucap Luna sembari menghembuskan nafasnya.


"Gue males ngapa-ngapain perut gue mual terus,rese banget sih nih badan biasanya juga gak kaya gini"ucap Luna yang merasa aneh dengan kondisinya karena biasanya ia tak seperti itu ketika sesudah minum minuman beralkohol dan ia juga sudah terbiasa masuk angin setelah minum minum karena ia selalu berpakaian minim.


TING TONG


"Haehh,,ini siapa lagi yang nekan bel rumah ini gak tau apa gue lagi mager kaya gini"oceh Luna ketika mendengar suara bel apartemen nya dan Dewa berbunyi.


TING TONG


"Iya iya bentar gak sabaran banget sih"ucap Luna sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Dengan Bu Luna Ayudia?"ucap seorang pria berjaket merah dan


"Iya saya sendiri,anda siapa yah?"tanya Luna ketika melihat seorang pria berdiri di depan pintu apartemennya.


"Ini ada kiriman paket untuk anda"ucap pria tersebut sambil memberikan sebuah kotak kepada Luna.


"Dari siapa mas"ucap Luna sambil menerima paket tersebut.


"Oh,,maaf Bu si pengirim meminta saya untuk merahasiakan identitasnya,,tolong anda tanda tangan di sini"ucap kurir tersebut sambil memberikan kertas dan pulpen kepada Luna.


"Oh iya"ucap Luna langsung menandatangani kertas tersebut.


"Makasih yah mas"ucap Luna sambil tersenyum kepada kurir tersebut.


Luna pun kembali masuk ke dalam apartemen dengan rasa penasaran ia langsung membuka paket tersebut namun ia masih bertanya tanya dengan siapa orang yang mengirimkan paket untuknya.


"Obat?"ucap Luna ketika melihat isi dari paket tersebut.


"Eh..ada suratnya juga"ucap Luna ketika melihat sepucuk surat dari dalam paket tersebut juga.

__ADS_1


Minum obat ini kalo kamu udah makan,mas gak mau kamu sakit!.


...#Dewa Danuar#...


Isi surat tersebut setelah membaca surat tersebut nampak Luna hanya tersenyum ketika membaca surat tersebut.


"Iya mas aku bakal minum obat ini kok"ucap Luna sambil tersenyum memandangi surat tersebut.


Luna pun berjalan menuju kamar tidurnya untuk menyimpan obat tersebut kedalam kotak P3K yang menempel pada dinding dekat pintu kamarnya.


Nampak ia sesekali tersenyum ketika melihat sepucuk surat yang di berikan Dewa padanya"Ternyata kamu peduli juga sama aku mas"ucap Luna sambil tersenyum sendiri ketika melihat surat tersebut.


Di tempat lain.


"Lo mau makan apa bro?"Tanya Gani ketika b gitu sampai di ruangan Dewa.


"Emang ini udah waktunya makan siang?"ucap Dewa malah menanyakan balik kepada Gani.


"Iya udah dong Dewa tuh Lo liat aja sendiri jam dua belas lebih lima menit"ucap Gani sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah jam dinding di ruangan Dewa.


"Oh iya ya udah ayo"ucap Dewa sambil bangkit dari kursi kebesarannya.


"Pake nanya kemana lagi,ya makan lah"ucap Dewa terkekeh melihat Ekspresi wajah Gani.


"Gak usahlah kan kita tinggal panggil OB aja buat di beliin ntar juga di anterin kesini,kan biasanya juga kita selalu kaya gitu kitakan atasan"ucap Gani sambil menghampiri Dewa.


"Gak kali ini gue mau cari makan di luar"ucap Dewa sambil berjalan keluar dari ruangannya.


"Eh kok tumben banget Lo mau cari makan di luar, biasanya juga Lo sering suruh OB OB Lo buat beliin makanan Lo"ucap Gani yang keheranan dengan tingkat laku Dewa.


"Udah jangan banyak ngomong,mau ikut gak?"ucap Dewa sambil melirik ke belakang.


Dengan langkah cepat Gani pun berjalan menyusul Dewa yang sudah berjalan di jauh di depan.


Merakapun akhirnya pergi menggunakan mobil Dewa dengan supir Gani nampak mereka sedang berjalan mencari makanan yang ingin mereka makan untuk makan siang mereka


"Gan berhenti di situ tuh"ucap Dewa sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah sebuah kedai bakso yang ada di pinggir jalan.


"Hah?Lo mau makan bakso di sana bro"ucap Gani yang merasa aneh dengan sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Iya emang kenapa"ucap Dewa sambil menatap wajah Gani dengan tajam.


"Gak"ucap Gani sambil memalingkan wajahnya karena takut dengan tatapan tajam dari Dewa.


"Ya udah ayo buruan gue udah laper nih"ucap Dewa sambil menepuk pundak Gani.


"Iya iya sabar"ucap Gani sambil kembali menjalankan mobilnya.


Sesampainya di kedai bakso tersebut nampak Dewa langsung memesan satu porsi bakso dengan kuah pedas membuat Gani merasa sangat aneh kepada kondisi Dewa saat ini entah kenapa Dewa yang tidak suka makan makanan pedas tiba tiba saja memesan makanan yang sangat pedas.


"Lo serius mau makan ini?"ucap Gani masih tak percaya dengan mangkok bakso yang ada di hadapan Dewa.


"Iya emang kenapa?"ucap Dewa sambil menyeruput kuah bakso tersebut.


"Lo gak takut perut Lo sakit bro? Lo kan gak suka makanan kaya gini"ucap Gani melohok melihat Dewa dengan lahap menikmati bakso super pedas tersebut.


"Lo tenang aja Gan gue gak bakal sakit perut kok,,huhhh bakso ini enak banget Gan Lo harus cobain"ucap Dewa sambil menyodorkan sendok nya kepada Gani.


"Ah..enggak gue gak terlalu suka pedes, Lo aja yang makan"ucap Gani menolak untuk mencicipi bakso milik Dewa.


"Ya udah"ucap Dewa sambil kembali melahap bakso super pedas tersebut.


Dengan keringat bercucuran Dewa terus menikmati satu mangkuk bakso tersebut Gani yang melihatnya pun merasa aneh karena Dewa begitu lahap menyantap makanan super pedas tersebut hingga kuahnya pun habis oleh Dewa.


"Bakso ini enak banget gue bakal kesini lagi lain kali bareng Luna"ucap Dewa sambil tersenyum puas sesudah menikmati makanan tersebut.


"Aah,,gue jadi ke inget sama si Luna dia kan suka makanan pedas gue beliin aja deh satu buat dia,nanti pulangnya kita ke apartemen gue dulu yah"ucap Dewa kepada Gani.


"Eh,, tumben Lo inget sama si Luna"ucap Gani terkejut sekaligus senang dengan Dewa yang mulai ingat kepada Luna.


"Dia itu lagi sakit di rumah jadi gue beliin"ucap Dewa sambil bangkit dari duduknya.


"Masa orang sakit di kasih bakso pedes kaya gini sih"ucap Gani sambil ikut bangkit dari duduknya.


"Ah,,gapapa lah siapa tau gue kasih ini dia sembuh"ucap Dewa.


Setelah memesan satu porsi bakso lagi untuk Luna Dewa dan Gani pun pergi dari kedai tersebut menuju apartemen Dewa untuk memberikan Luna bakso seperti yang dimakan Dewa tadi.


~

__ADS_1


Salam Author;)


__ADS_2